GAKIN TAK MAU TERIMA BLT, DANA MASUK KAS NEGARA


26/05/2008 | Redaksi | Jawa Timur | 90 klik |

Jika Keluarga Miskin (Gakin) menolak Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT), dana tersebut akan dikembalikan lagi ke kas negara atau diberikan kepada Gagin yang sebelumnya belum pernah menerima BLT. . Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Jatim Drs Fahrur Rozi Nyata MSi di kantornya, Kamis (22/5) mengatakan, bagi Gakin yang sebelumnya belum pernah menerima BLT akan didata oleh pihak terkait RT, RW, lurah/kepala desa, camat dan pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten/kota. Kemudian data Gakin tersebut diteliti kelayakan dan kebenarannya. Jika data Gakin yang baru tersebut memang layak mendapatkan dana BLT, maka BPS akan berkoordinasi dan mengirim data tersebut ke PT Pos Indonesia. Selanjutnya Gakin yang baru tersebut dibuatkan kartu untuk pengambilan dana BLT. “Begitulah mekanisme untuk mendapatkan dana BLT bagi Gakin baru,” ujarnya. Rencananya, dana BLT secara serentak dibagikan/didistribusikan ke Gakin di kabupaten/kota di sepuluh kota, sepuluh propinsi di Indonesia Jumat (23/5) besok melalui PT Pos Indonesia (Persero). Sepuluh kota dan propinsi tersebut di antaranya Jakarta (DKI Jakarta), Surabaya (Jatim), Semarang (Jateng), Bandung (Jabar), Makasar (Sulawesi Selatan), Medan (Sumatera Utara), Jogjakarta (DI Jogyakarta) dan Banten (Propinsi Banten). Setelah BLT diberikan kepada Gakin sepuluh kota di sepuluh propinsi selanjutnya akan diikuti pembagian di kota-kota lain di Indonesia. BLT dibeikan dulu kepada Gakin di kota, karena Gakin di kota sangat terpukul terlebih dulu akibat kebijakan pemerintah menaikkan BBM. Proses pencairan BLT, untuk tahap pertama Gakin akan menerima Rp 400 ribu untuk empat bulan, kemudian pada tahap kedua akan menerima Rp 300 ribu untuk tiga bulan. “Jadi setiap bulan Gakin menerima Rp 100 ribu,” ujarnya. Diharapkan BLT akan membantu menopang kebutuhan hidup sehari-hari pada Gakin di Indonesia khususnya di Jatim. Pemberian bantuan BLT kepada Gakin tersebut merupakan bentuk konpensasi kenaikan BBM pada 2008, yang diperkirakan rata-rata BBM naik sebesar 28,7%. Sementaara penerima BLT tahun 2008, pemerintah masih mengacu pada data BPS 2005. Sementara menurut data BPS saat ini jumlah data Gakin di era 2005 dengan Gakin di era 2008 jumlahnya berbeda. Pada 2005 jumlah masyarakat miskin di Jatim lebih dari 10 juta jiwa, tetapi pada 2008 menurun menjadi sekitar 7,1 juta jiwa. Perubahan data tersebut karena ada beberapa hal, di antaranya kemungkinan ada Gakin yang sudah meninggal atau pindah tempat atau memang Gakin tersebut tarap sosial ekonominya berubah dari yang miskin menjdi kaya. Bagi Gakin yang ekonominya sudah membaik dan kaya tidak akan diberi BLT lagi. Untuk itu agar data Gakin tersebut benar, maka BPS akan mendata ulang jumlah Gakin di Jatim. (ryo/j - NafiriFM)

This entry was posted on Monday, May 26th, 2008 and is filed under Jawa Timur. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.


Leave a Reply

Baca Juga

No related posts

SPONSORED LINKS

>
Ir.Hidayatul Nurohma. Caleg DPR RI jatim VIII

BOOKMARKS

    Subscribe

Ads

Jadi Kontributor

Ingin bergabung menjadi Kontributor?
Kirimkan berita Anda ke:
berita[at]koranrakyat.net.
Berita akan segera Terbit.


Add to Technorati Favorites
Subscribe with Bloglines
Bloglisting.net - The internets fastest growing blog directory

SEO: search engine optimisation and submission