Amien Tuding Istana Sarang Korupsi
Jombang – Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Amien Rais menyebut, Istana sebagai sarang koruptor. Alasannya, korupsi paling besar saat ini berada di jantung kekuasaan. ‘Aksi jahat’ tesebut, menurut Amien, karena kekuasaan cenderung melakukan korupsi.
“Nah, sekarang dengan adadium itu saya bisa mengatakan, bahwa korupsi paling besar ada di jantung kekuasaan. Jantung kekuasaan itu Istana, dan Istana itu dimana ? Ya di Cikeas,” ungkap Amien usai acara Halal Bi Halal dan Pengajian Umum Keluarga Besar Muhammadiyah, di Desa Godong, Kecamatan Gudo Jombang, kemarin, Rabu (23/08)
Di hadapan wartawan, Amien juga mengatakan, bahwa kekuasaan memiliki peran penting untuk melakukan korupsi. Kendati enggan mengungkap secara perorangan, namun Amien mencontohkan, kasus aliaran dana Bank Indonesia (BI) Rp 100 M yang melibatkan orang dekat Istana belum tertangani secara maksimal.
“Siapa penggagasnya, sudah jelas Aulia Pohan sebagai inisiator aliran dana BI, Rp 100 M ke DPR dan pengacara-pengacara. Tapi justru inisiatornya masih tenang, malah diundang sebagai saksi ahli pun hanya dua kali. Sementara Burhanuddin Abdullah sudah meringkuk di tahanan. Ini aneh sekali ?” geram mantan Ketua Umum PAN ini dengan nada keheranan.
Dengan kondisi tersebut, KPK juga tak cukup kuat untuk melakukan upaya menangkap para koruptor yang dekat dengan Cikeas. Menurutnya, sampai kini pun institusi yang disebut-sebut berhasil menjaring para koruptor itu masih setengah hati dan terkesan tebang pilih.
“Jadi sesuai dengan adadium umum, kekuasaan itu cenderung korup, kekuasaan mutlak korupsinya juga mutlak. Cuma sekarang belum terungkap, karena masih berkuasa. Seperti ketika Pak Harto berkuasa tidak bisa terkuak, setelah jatuh baru terkuak,” urainya.
Sementara itu, menjawab tentang Pilpres 2009 mendatang, ia menjelaskan bahwa dirinya belum melakukan langkah konkret terkait pencalonannya di bursa presiden mendatang. menurut Amin Rais dirinya akan ikut maju dalam Pilpres 2009 jika sampai 3 bulan ke depan memang belum ada generasi muda yang akan tampil.
“Di 2009 (pilpres 2009, red) saya hanya duduk di bangku cadangan. Saya akan maju ke pentas jika sampai Februari, Maret hingga April belum juga ada tokoh muda bisa perang tanding di pentas nasional menghadapi Yudhoyono (SBY, red), mungkin saya pertimbangkan. Sebagai pemain cadangan, saya akan turun gelanggang,” pungkasnya. (Zen / KRO)












Leave a Reply