Harga Jagung Jombang Anjlok
Jombang - Harga jagung akhir-akhir ini mengalami penurunan yang membuat para petani di Jombang kembali memantik kekecewaan. kesedihan itu dilampiaskan dengan cara membabat tanaman jagung yang belum waktunya panen. kemarin, Selasa (28/10), kemarin.
“Jika sudah datang musim hujan maka harga jagung akan semakin murah. Karena proses pengeringannya memerlukan waktu yang lama,” kata Nuril salah satu petani Jombang yang saat itu sedang membabat habis tanaman jagungnya.
lebih lanjut Nuril (45) menjelaskan, saat ini harga jagung berkisar Rp 1700/Kg. Padahal, tiga bulan sebelumnya harga jagung dipasaran jauh diatasnya, yakni antara Rp 3000,- hingga Rp 3500/Kg. petani yang mempunyai tiga orang anak ini semakin ketar-ketir menyusul datangnya musim hujan. Karena harga jagung dipastikan akan lebih anjlok lagi.
Untuk mengantisipasi kondisi itu, ia mengambil langkah membabat habis tanaman jagung, kemudian lahannya akan ditanami tanaman Padi. “Dengan demikian kita tidak ketinggalan musim,” lanjut Nuril saat ditemui Surabaya Pagi di kediamannya Tambakberas Jombang
Kondisi tersebut sama halnya Sumardi (35), petani dari Kecamatan Megaluh. Musim panen kali ini ia mengaku mengalami kerugian yang cukup besar. menurut dia, biaya pengeluaran tanamnya tidak sesuai dengan hasilnya sehingga mengalami kerugian. Dalam rinciannya Sumardi menjabarkan, lahan seluas satu hektar, seorang petani mampu mengasilkan jagung kering sebanyak 6 ton. Lahan tersebut memerlukan biaya operasional sekitar Rp 8,5 juta. Jika harga jagung dipasaran Rp 1700/Kg, maka petani akan mendapatkan kelebihan uang sekitar sebesar Rp 1,7 juta.
“Artinya, setiap bulan penghasilan petani jagung hanya Rp 500 ribu. Jumlah itu jelas jauh dari cukup. Apalagi, harga pupuk akhir-akhir ini semakin meroket. Oleh karena itu kami berharap kepada pemerintah agar segera melakukan normalisasi harga jagung,” pinta Bapak dua anak ini.
Menanggapi kondisi itu, komisi B DPRD Jombang berjanji akan segera memanggil pihak-pihak yang berkompeten. Komisi yang membidangi ini yakin, jika kondisi itu dibicarakan secara bersama-sama, maka akan ditemukan solusi. “Dalam waktu dekat ini kami akan memanggil pihak-pihak terkait untuk dengar pendapat. Dengan hal itu kami berharap permasalahan para petani jagung bisa terselesaikan,” kata Suwarto, anggota Komisi B DPRD Jombang. (Zen/KRO)












dengan turunnya harga jagung, maka akan berimbas kemana2, saya, selaku pelaku lapangan peternakan ayam bersyukur dengan turunnya harga jagung, tetapi, ternyata dengan turunnya harga jagung juga seiring dengan turunnya harga pasaran ayam potong untuk wilayah wonosalam (jombang)
semula per kilo bisa mencapai Rp 14.000,- tapi kini hanya Rp 8.500,-
masih bersyukur saya dengan turunnya harga pasaran ayam tidak begitu berimbas kepada harga kontrak peternakan dengan perusahaan2 poultry.