Usut Kecurangan Pilgub, KarSa sebar tim khusus
Jombang - Sehari usai pelaksanaan Pilihan Gubernur (Pilgub) Jatim, KarSa (Soekarwo - Saifullah Yusuf) kembali sibuk untuk membentuk tim khusus. Tim tersebut bertugas melakukan investigasi terkait dugaan banyaknya kecurangan dalam Pilgub yang digelar 4 November 2008 kemarin. Pernyataan tersebut disampaikan KH Aziz Mansyur, pengasuh ponpes Tarbiyatun Nasyiin Pacul Gowang Jombang, yang juga salah satu kyai yang ikut menandatangani tusyiah dukungan terhadap pasangan KarSa, kemarin, Rabu (5/11).
Menurut Kyai Aziz yang juga ketua Dewan Syura PKB kubu Muhaimin, menjelang pelaksanaan pilgub banyak terjadi kecurangan yang mengemuka. diantaranya telah terjadi ‘black campign’ tentang pencabutan dukungan para kyai kepada KarSa. Padahal, selebaran tersebut tidak benar. Tidak hanya itu saja, pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa menjelang pencoblosan tim KaJi (Khofifah-Mudjiono) melakukan serangan fajar.
“Semua hal itu adalah bentuk kecurangan yang notabene sangat nerugikan pasangan KarSa, maka dari itu kita telah membentuk tim khusus untuk melakukan investigasi terhadap kecurangan tersebut,” ujarnya saat ditemui koran rakyat online.net.
Untuk di Jombang, masih dalam keterangan Kyai Aziz, tim khusus yang telah dibentuk itu sudah mulai disebarkan namun orang-orangnya dirahasiakan, itu dilakukan agar pelaku sekaligus dalang yang menggerakkan kecurangan itu bisa tetangkap.
“Yang pasti tim khusus itu tidak diambilkan dari unsur PKB yang menjadi tim pemenangan pasangan KarSa,” katanya.
Sementara terkait dengan pasangan KaJi yang masih mengunguli perolehan suara dari beberapa lembaga survey, Kyai yang biasa memakai kacamata ini tidak banyak komentar, namun pihaknya masih menunggu hasil pengumuman resmi dari yang berwewenang. Jika KaJi benar-benar yang akan memenangkan putaran kedua, pengasuh Pondok ini akan menerimanya dengan lapang dada dengan catatan bersih dari unsur kecurangan.
“Jika KaJi menang dengan cara fair, kita terima dengan lapang dada. Sebaliknya, jika kemenangan itu diraih dengan banyak kecurangan, maka harus ditunda dulu dan lembaga yang berwenang harus menindak tegas oknum yang melakukan kecurangan,” pungkasnya. (ZEN/KRO)












Leave a Reply