Aksi Turun Jalan Untuk Penghormatan Pahlawan
Jombang – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Jombang, mengelar aksi turun jalan. Dalam aksinya para mahasiswa menuntut protes kepada pemerintah yang kurang menghargai jasa para pahlawan. Kemarin, Senin. (10/11/2008)
Aksi untuk memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, diawali tabur bungan di Taman Makam Pahlwan, Jalan Kusuma Bangsa. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Jombang. Disitu mereka berorasi untuk menyampaikan pendapatnya. Tak berlangsung lama, para pengunjuk rasa melanjutkan perjalanan menuju Polres Jombang dengan di lanjutkan menuju Pengadilan Negeri Jombang.
Dalam orasinya, Oki mengatakan bahwa selama ini para pahlawan yang telah berjuang untuk meraih kemerdekaan hanya diberi penghormatan saat 10 November saja, menurut Mahasiswa Undar tersebut, merupakan sebuah penghargaan yang semu saja.
“Percuma jika sikap, penghormatan hanya ditunjukkan pada setiap tanggal 10 November saja, tapi sikap sehari-harinnya para elit politik tidak mencerminkan bentuk penghormatan kepada para pahlawan,” Teriak Oki salah satu peserta aksi dalam orasinya.
Lebih lanjut dalam orasinya, Oki menjabarkan, selama ini prilaku-prilaku, elit politik saat ini, tidak mencerminkan bentuk penghargaan kepada Pahlawan. Jika pada setiap tanggal 10 November mereka melakukan upacara peringatan hari pahlawan, itu adalah seremonial saja. Lalu, Mahasiswa undar ini mencontohkan, sikap wakil rakyat, baik DPR maupun MPR semuanya lupa kepada rakyat. Para elit politik hanya mengedepankan kepentingan pribadi atau golongan.
“Banyaknya penggusuran yang dilakukan pemerintah secara sepihak, Kehidupan TKI yang meronta, Kabijakan Hukum yang lemah, Korupsi merajalela, serta beberapa prilaku yang membuat para pejuang kita ini menangis,” jelasnya dengan nada kesal.
Bukan hanya itu saja, Juru Bicara aksi tersebut mengajak kepada semua masyarakat untuk menghargai para pahlawan dengan mengisi pembangunan dengan hal-hal yang Positif. Termasuk dengan para elit politik, untuk lebih memikirkan kehidupan rakyat Indonesia.
“Sebab bangsa ini, kian hari kian terpuruk, jangan buat ibu pertiwi ini menangis meratapi anak-anak bangsanya yang terlindas oleh mental para elit-elit politik yang mengeruk keuntungan diatas penderitaan rakyat,” Jelasnya.
Meski dalam aksi itu sempat membuat kemacetan dijalan KH.Wahid Hasyim, namun tidak mendapatkan pengawalan khusus dari kepolisian setempat. Usai menyampaikan aspirasinnya di Pengadilan Negeri setempat, para peserta aksi membubarkan diri secara tertib. (ZEN/KRO)












Leave a Reply