Antisipasi Bom, Polisi Sisir Toko Penjual Bahan Kimia
Polda Terus Kejar Pelaku Penteror RS Puri Raharja
DENPASAR - Polisi sepertinya semakin terus meningkatkan kewaspadaan terhadap para penyusup yang hendak kacaukan pulau dewata, hal itu terbukti dengan sejumlah aktifitas yang dilakuakan oleh Polda Bali. diantaranya pengetatatan pelabuhan, sweping di Terminal Ubung, dan yang terbaru adalah adanya pendataan serta pemeriksaan terhadap sejumlah toko yang menjual bahan kimia atau bahan peledak. Bahkan untuk mengantisiapsi hal yang tidak diginkan, kini polisi meminta data sebulan terakhir para pembeli bahan kimia tersebut.
Hal itu seperti diungkapkan oleh Kapolsek Denpasar Timur AKP Gede Ariantha, menurutya untuk mengantisipasi disalah gunaknannya bahan-bahan kimia itu pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemilik toko tersebut. “Ini sebagai langkah antisipasi kita, dan sifatnya koordinasi atau melakukan pendataan saja,” ujarya Rabu (12/11).
Dalam pemeriksaan toko tersebut, di wilayah Denpasar Timur kata dia, ada satu toko yang menjual bahan-bahan kimia, yaitu toko Barata yang berada di Seputaran Jalan Kepundung Denpasar. “Dari pemeriksaan tadi, pemilik sudah mempunyai izin dari kepolisian, dan seagai langkah pecegahan, kita minta pemilik toko itu menyerahkan daftar para pembelinya,” imbuhnya.
Para pembeli itu bukan hanya pembeli nantinya, namun juga pembeli sebulan yang lalu agar nama-namanya diserahkan kepada pihak kepolisian. “Jadi kita biar bisa mendata para pembelinya,” katanya.
Ditempat terpisah setidaknya dua hari terakhir ini Polsek Denpasar Barat juga melakukan pemeriksaan barang-barang bawaan penumpang yang baru datang di Terminal Ubung Denpasar, namun pada Rabu kemarin polisi tidak menemukan barang yang mencurigakan demikian juga dengan penumpang, tidak ada yang diamankan.
Sementara itu Pjs Kabid Humas Polda Bali AKBP Sri Harmiti mengatakan pemeriksaan terhadap sejumlah obyek-obyek vital di Bali seperti terminal, polisi juga melakuakan pemeriksan di sejumlah toko penjual bahan kimia. “Ini sebagai langkah antisipasi saja. Dan sebetulnya pemeriksaan ini bukan hanya terkait Handak (bahan peledak, red) saja, namun juga sajam, narkoba dan lainnya,” kata dia di temui di Markas Polda Bali Jalan WR Supratman Denpasar.
Disingung soal hasil penelusuran terhadap pelaku atau penelpon yang melakuan terror di Rumah Sakit Puri Raharja beberapa hari kemarin, pihaknya mengtakan sampai saat ini kasusnya masih dalam penyidikan. “Kasusnya saat ini masih lidik, dan masih kita dalam lagi,” tutur perwira melati dua ini. (SAFCR / KRO)












Leave a Reply