Gebuki ibu-ibu, Penjual Ayam Potong Dipolisikan
DENPASAR - Entah karena cemburu dagangannya gak laku atau ada motif lain, seorang pedagang ayam potong yang biasa mangkal di pasar Kumba Sari Denpasar, Soetrisna asal Sitbondo yang tingga di Jalan Gajah Mada, tega menganiaya sesama penjual ayam potong yang bernama Jubaini hingga babak belur. Tidak terima dengan perlakuan tersebut perempuan 36 tahun yang tinggal di Jalan Bukit Tunggal Gang IX Denpasar itu kemudian melaporkan kaus penganiaan tersebut ke Mapolsek Denpasar Barat.
Duel tidak seimbang tersebut terjadi pada Kamis malam kemarin, awalnya sekitar pukul 19.30 Wita, Jubaini yang satu kampung dengan Soetrina ini sudah mangkal di lapak dagangannya. Nah sesaat setelah itu datang Soetrisna yang tiba-tiba mencak-mencak sembari menanyakan izin dagang yang digunakannya.
“Jadi Seotrisna ini menanyakan siapa yang ngasih izin, terus izin dari mana, sambil bentak-bentak,” ujar petugas penyidik Polsek Denbar, Jum’at kemarin.
Nah sesaat setelah itu, korban kemudian menjawab bahwa dia sudah mendapatkan izin dari pengelola pasar yang bernama pak Agung, pun demikian ia mengaku telah membayar restribusi kepada petugas. Setelah mendapat jawaban tersebut, terlapor bukannya reda kemarahannya, namun malah memukuli wajah korban berkali-kali.
Sudah dapat ditebak dalam pertarungan tidak seimbang itu, korban tidak bisa berbuat apa-apa. “Korban menderta luka di bagian bibir, pipi kiri, serta lebam akibat tamparan diwajahnya,” imbuh sumber tersebut.
Kuat dugaan terlapor nekat menganiaya korban karena cemburu dagangannya tidak laku, namun malah sebaliknya dagangan korban yang sebelumnya mangkal di pasar Jalan Imam Bonjol ini yang justru laku. “Padahal mereka berdua ini satu kampung dan sebelumnya juga punya hubungan yang sangat baik,” pungkas sumber yang enggan di korankan namanya tersebut. (MH/KRO)












Leave a Reply