Kapolda BAli, Bantah Siaga Satu


16/11/2008 | Muhammad Husen Shandy | Bali | 20 klik |

DENPASAR - Statemen Komunitas Intelegen Daerah (Kominda) lewat wakil Bupati Badung Sudikerta yang sebelumnya mengatakan bahwa Badung dalam siaga satu dibantah keras oleh Kapolda Bali Irjend T Ashikin Husein. Menurutnya sampai saat ini belum ada indikasi untuk mengalihkan status menjadi siaga satu, pasalnya sampai saat ini keadaan wilayah Bali pada umumnya masih kondusif. Demikian juga dengan adanya informasi soal teroris yang masuk ke Klungkung, ia membantahnya.

Hal itu seperti diungkapkan oleh Kapolda Bali Irjen T Ashikn Husein, menurutnya tidak benar kalau Badung dalam keadaan siaga satu. “Tidak ada (siaga satu,red), dan kalau ada ancaman teroris, itu informasi yang tidak jelas, dan memang informasi itu sudah lama” ujarnya Jum’att (14/11).

Informasi tersebut kata dia, adalah informasi yang tidak benar, karena kepolisan sudah mengecek dan tidak ditemukan adanya ancaman serta indikasi hal-hal yang mengarah ke ancaman terorisme. “Kalau Kominda mengatkan siaga satu, saya gak ngerasa kominda mengeluarkan statemen seperti itu, mungkin hanya wakil bupati saja yang mengatakan,” katanya didampingi jajaran perwira teras Polda Bali, seperti Wakapolda, dan seluruh Kapolres se Polda Bali dalam upacara hari ulang tahun Brimob di Markas Brimob Tohpati Denpasar.

Sementara hal senada juga dikatakan oleh Kapolres Badung AKBP Ahmad Subarkah, menurutnya wilayah Badung masih kondusif dan tidak benar kalau diterapkan siaga satu. “Kalau siaga satu tidak, tapi kalau peningkatan kewaspadaan memang iya, jadi kita tetap waspada,” kata Mantan Kasad Brimob tersebut.

Sementara disinggung soal adanya dugaan salah seorang anggota teroris inisial AF yang sudah masuk ke Klungkung. Kapolda Bali mengatakan “Itu hanya sekedar informasi-informasi saja sekitar dua Minggu lalu, dan kita juga sudah lakukan pengecekan dan hasilnya tidak ada itu,” paparnya.

Namun demikian, pengamanan disejumlah titik-titik serta obyek vital tetap dilakuakan, khusunya diwilayah Kuta. “Seperti di jalan Legian dan sekitarnya kita jaga hampir 24 jam, karena disitu memang banyak aktifitas yang dilakukan,” tambahnya.

Ditanya soal perkembangan pengejaan terhadap penelpon di RS Puri Rahardja yang mengancam akan meledakkan bom tempat tersebut. Sampai kini pihaknya mengaku masih dilakuakan pengejaran. “Pengejaran tetap kita lakukan, walaupun itu bukan teror yang sebenarnya, kita tetap kejar dia, karena sudah menimbulkan keresahan di masyarakat,” pungkasnya. (MH/KRO)

This entry was posted on Sunday, November 16th, 2008 and is filed under Bali. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.


Leave a Reply

Baca Juga

No related posts

SPONSORED LINKS

>
Ir.Hidayatul Nurohma. Caleg DPR RI jatim VIII

BOOKMARKS

    Subscribe

Ads

Jadi Kontributor

Ingin bergabung menjadi Kontributor?
Kirimkan berita Anda ke:
berita[at]koranrakyat.net.
Berita akan segera Terbit.


Add to Technorati Favorites
Subscribe with Bloglines
Bloglisting.net - The internets fastest growing blog directory

SEO: search engine optimisation and submission