60 Orang di Jombang Positif HIV/AIDS
Jombang - Bertambahnya kasus orang yang terjangkit virus HIV/AIDS di Kabupaten Jombang yang kian tahun makin bertambah, membuktikan tingkat kesadaran masyarakat akan bahaya HIV/AIDS masih lemah. Walupun sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS telah berkali kali dilakukan, namun hal tersebut belum mengena sepenuhnya di Masyarakat. Pasalnya Sosialisasi yang saat ini telah dilakukan hanya di beberapa komunitas saja.
Dari data yang dihimpun korankota.net, tahun 1999 sampai November Tahun 2008 diketahui ada 112 Kasus HIV/AIDS. Dari sekian banyaknya penderita yang ada di Jombang, 52 penderita telah meninggal dunia. sementara yang sampai saat masih ada di Jombang, diketahui tinggal 60 penderita yang didominasi oleh Kaum laki - laki.
Menurut Igo salah satu Pengelola Program di Jombang Care Center (JCC) mengatakan. Bila penderita HIV/AIDS pada tahun 2007 hingga November 2008 tidak ada peningkatan yang signifikan.
” kalau melihat dari data identifikasi yang kita dapat, tahun 2007 terdapat 10 penderita HIV dan 24 penderita AIDS meninggal dunia 19 orang. Sedangkan pada tahun 2008 sampai bulan November ini terdapat 32 orang dan 9 orang meninggal. Jadi saya rasa gak ada peningkatan yang signifikan,” ujarnya kepada KoranRakyat.net saat ditemui di kantornya (16/11/2008).
Menurut Igo, untuk menekan penyebaran HAIV/AIDS di Jombang, pihaknya telah melakukan sosialisasi serta pembinaan kepada masyarakat. Meski sedikit mengalami kendala dalam tenaga yang kekurangan, namun tetap akan terus dilakukan.
“Kita sudah melakukan sosialisasi dan pembinaan, khususnya diwilayah utara Sungai Brantas. selain itu, ditingkat pelajar kita juga sudah sering melakukan hal itu. Namun memang kita akui, bila belum semua golongan dan masyarakat yang kita datangi secara langsung,” paparnya
Lebih lanjut Igo menerangkan, pihaknya juga memiliki program untuk sosialisasi kepada mayarakat yang lebih luas. Namun, ia juga sangat membutuhkan kerjasama atas kesadaran masyarakat termasuk dinas terkait. Karena, tanpa kerjasama mereka kita tidak akan berjalan dengan maksimal.
” kita juga mempunyai program sosialisasi ke kalangan Pondok pesantren serta komunitas-kominitas lain. Namun itu semua akan kita lakukandengan pihak Dinas Kesehatan. Kalau kita melakukan sendiri, yang jelas kita masih beluim siap,” pungkasnya. (ZEN/KRO)












Leave a Reply