Kisah Pasangan Sodomi, Yang Khalap Hajar Pasanganya
Setahun “Jalin Asmara”, Dihajar Habis-Habisan Karena Kurang Bayaran
DENPASAR,
Nikmat membawa sengsara. Setidaknya itulah peribahasa yang cocok disematkan kepada pasangan sodomi Agus Wijanarko, 20, dan Ketut Sumerta Jaya Alias Golek,35. bagaimana tidak usai bercinta, Sumerta Jaya yag bekerja sebagai tukang rias dan sebagai penari ini dihajar habis-habisan. Bahkan terhitung ada 21 jaritan dikepala Golek. Usut punya usut ternyata pelaku Agus Wijanarko yang mengaku sudah setahun kenal dengan korban nekat menghajar pasangannya itu lantaran uang yang diminta kurang.
Pengakuan tersebut dilontarkan Golek saat ditemui di Mapolsek Denpasar Barat pada Minggu (16/11). Menurutnya saat itu si Agus mengirimkan SMS yang isinya pinjam uang untuk suatu keperluan. Sebagai imbalannya Agus akan memuaskan Sumerta Jaya dengan memberikan servis seks yang lebih. “Nanti saya puaskan kamu,” ujar Jaya dengan muka penuh dengan tambalan perban menirukan penuturan Agus.
Nah sesaat setelah itu merekapun akhirnya bertemu di tempat kos milik kakak korban yang berada di Jalan Diponegoro Gang II No 16 Denpasar Barat. Saat bertemu itu adegan layaknya pasangan suami istri pun dilakuakan, setelah puas bersodomi ria, si korban pun memberikan uang sebesar Rp 50 ribu kepada Agus. Namun apa yang terjadi Agus ngaku kurang uang yang diberikan tersebut, hingga akhirnya korban memberikan tambahan Rp 8 ribu.
Dari situlah kemarahan Agus memuncak, bahkan kali ini sepasang tukang sodomi yang sebelumnya saling menyayangi layaknya hubungan laki-laki dan wanita berubah menjadi tindakan yang brutal. Tidak cukup menendang dan memukul, ia malah menghajarnya dengan sebuah senjata sejenis roti kalung dan dihujamkan ke kepala Golek. “Kalau gak salah pakai roti kalung,” timpal seorang petugas.
Anehnya setelah dihajar itu, korban bukannya melawan, namun Sumerta Jaya yang lagaknya mirip seorang wanita ini malah memeluknya sembari mengucapkan kata-kata sayang. “Saya ini sebenarnya sayang sama kamu, kok malah gini,” akunya dihadapan petugas kemarin. Selain itu menurut korban bahwa sebelumnya ia selalu memberikan uang yang dia minta. “Dulu kalau saya punya uang pasti saya kasih, ya Rp 180, 150 ribu, tapi ini memang gak punya,” paparnya.
Kini akibat tindakan pelaku yang mebabi buta itu, korban harus menerima jaritan sekitar 21 jaritan dan mukanya juga penuh dengan perban setidaknya lebih dari lima perban. Sementara sesaat setelah mengahajar tersebut, Agus kemudian mengancam korban akan dibunuh jika nekat melaporkan kasus itu kepada polisi, apalagi dalam ancaman tersebut juga disertai pernyataan pelaku bahwa Agus adalah anak seorang anggota TNI yang kini berdinas di Malang Jawa Timur.
Sementara itu ihwal terbongkarnya kasus tersebut adalah saat Agus lari diseputaran Jalan Diponegoro atau tepatnya di simpang lima dekat dengan pos polisi. Menurut penuturan Agus, dirinya terpaksa lari karena diteriaki maling oleh korban. Ceritanya kontak motor pelaku disita oleh korban, nah setelah mendapatkan kunci tersebut, pelaku kemudian hendak pulang. “Sebelum naik motor sudah diteriaki maling, jadi saya takut dan akhirnya lari,” ujar Agus yang berpenampilan bersih tersebut. (MH/KRO)












Leave a Reply