Ratusan Peluru Berserakan Di Kuta
Ditemukan Oleh Nelayan dan Tukang Kebun
DENPASAR - NusaBali Setelah sebelumnya Polsek Kuta menemukan ratusan butir peluru, hal yang sama kini terulang. Tanpa sengaja seorang nelayan I Made Rede, 47, yang tinggal di jalan Kartika Palza Gang Santra Kuta menemukan dua botol air mineral yang berisi peluru. Selain menemukan peluru dipinggir pantai, tak jauh dari lokasi pertama polisi juga menemukan ratusan peluru berserakan yang berada di taman hotel.
Penemuan peluru tersebut terjadi pada Minggu (16/11) sekitar pukul 08.30 Wita kemarin, awalnya Rede yang hendak melaut itu tiba-tiba dikejutkan dengan dua botol yang berserakan di belakang Hotel Ramada Bintang Bali, setelah diteliti lebih lanjut ternyata botol tersebut berisi peluru yang berjenis WS V 9 MM (millimeter) yang jumlahnya sekitar 238 butir. Mengetahui temuan itu ia kemudian melaporka kasus tersebut ke Mapolsek Kuta untuk ditindak lanjuti lagi.
Sementara selang beberapa menit setelah temuan tersebut, seorang tukang kebun Hotel Kartika Plaza, dan Hotel Dinasti yang namanya dirahasiakan juga menemukan ratusan peluru yang berserakan disepuataran taman hotel tersebut, totalnya ada sekitar 157 butir peluru berjenis sama dengan jenis temuan peluru di pantai tersebut.
Dari temuan dihari yang sama tersebut, jumlah total keseluruhannya berkisar 395 butir peluru.
Sementara itu Kapolsek Kuta Akp Benny Murjayanto mengatakan kuat dugaan peluru-peluru tersebut adalah peluru sisa pertandingan menembak beberapa waktu lalu milik atlet-atlet asing. “Untuk peluru jenis WS V MM adalah peluru milik Perbakin (persatuan menembak, red), jadi dugaan kita ini milik atlet,” ujarnya didampingi Kanit Reskrim Iptu Made Karsa. Minggu (16/11)
Apalagi kata dia untuk jenis peluru tersebut biasanya dimiliki oleh para atlet menembak, apalagi sebelumnya juga diselenggarakan kejuaraan menembak dunia yang diselenggarakan di Bali beberapa waktu yang lalu. “Mungkin karena takut kena pemeriksaan di bandara, jadi mereka putuskan untuk membuang saja peluru-peluru itu,” imbuhnya.
Dugaan tersebut dikuatkan dengan hotel-hotel tempat menginap para atlet menembak itu. “Jadi hanya tiga hotel inilah tempat para atlet dulu menginap, dan kebetuan peluru itu ditemukan di hotel-hotel itu” katanya. Namun demikin pihaknya juga masih melakuakan pengembangan penyidikan terkait temuan peluru-peluri tersebut. “Temuan ini masih kita kembangkan lagi pemerikisaannya,” pungkasnya. (MH/KRO)












Leave a Reply