KoranRakyat.net | Denpasar
Warga serta karyawan yang berada di seputaran Dermaga Bounty Cruise Benoa, Jum’at (6/2) sekitar pukul 11.00 Wita gempar. Pasalnya gudang tempat menyimpan Bahan Bakar Minyak (BBM) milik I Gde Wiratha, yang juga ketua umum Kamar Dagang dan Industi ( Kadin ) Bali dilalap api. Belum jelas pasti apa penyebab kebakaran tersebut. Akibatnya sekitar 5 ton lebih BBM ludes terbakar.
Peristiwa tersebut bermula dari hari Jum’at kemarin, tiba-tiba gudang yang berada di sebelah utara dermaga tersebut terihat ada kobaran api yag menyala-nyala. Lama kelamaan api tersebut berubah menjadi api yang besar. Bahkan terdengar juga adanya ledakan akibat satu drum bensin kena jilatan api. Mengetahui hal itu beberapa karyawan sempat histeris, pasalnya di gudang tersebut, ada satu tangki yang berisi ribuan liter bensin berada di ruangan itu. Entah mengapa bensin tersebut tidak ikut terbakat. “Wah kalau itu sampai meledak hancur semua yang ada disini,” celetuk salah seorang karyawan.
Hanya saja beberapa drum BBM jenis bensin sebanyak 300 liter serta sekitar 5 ton Solar cadangan ikut dilalap sijago merah. Mengetahui api semakin besar, karyawan semakin histeris karena khawatir bensin yang ada di tangki meledak. “Tapi untungnya hingga pemadam datang, tangki itu tidak ikut terbakar,” kata I Gde Wiratha, Sabtu (7/2) di lokasi kejadian. Ditanya soal berapa banyak kerugiannya, Wiratha yang juga ketua umum Kamar Dagang dan Industi ( Kadin ) Bali, ini enggan merincinya. “Yang penting musibah ini, kita jadikan interopeksi bersama saja,” imbuhnya. Namun demikian pihaknya sempat mengeluhkan insprastruktur Benoa yang bisa dikatakan sebagai Pelabuhan International ini kurang memadai. “Ya seperti hidran banyak yang tidak terisi,” sentilnya.
Sementara itu Pemadam Kebakaran (PMK), datang sekitar 20 menit setelah kejadian atau dikatakan terlambat. Parahnya lagi, mobil PMK milik Pelabuhan Benoa yang lokasi hanya sekitar 100 meter juga telat datang. Bahkan dari sumber informasi, mengatakan sopir pemadam tersebut tidak ada. “Air dan motornya sih ada, tapi sopirnya tidak ada,” kata salah seorang warga yang enggan disebut namanya.
Baru setelah sekitar 6 unit mobil pemadam dari Denpasar datang. Api dapat ditanggulangi, meskipun ada yang menggunakan air laut untuk menyemprotnya. Selain sejumlah BBM yang ludes, setidaknya dua dari tiga ruangan tempat menyimpan BBM itu tinggal puing-puing saja.
Sementara itu, Kapolsek KP3 Benoa AKP Gusti Ayu Putu Suinaci. Mengatakan sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab terbakarnya gudang BBM tersebut. “Kalau soal penyebab pastinya kita masih menunggu Tim Labfor melakukan penyelidikan,” katanya kemarin dilokasi. Ditempat berbeda kebakaran juga terjadi di wilayah Kuta. Kali ini api sempat membakar sebuah tempat makan, Chis-chis Restaurant tepatnya yang berada di depan Kuta Paradiso sekitar pukul 14.30 Wita, Jum’at kemarin. Beruntung api tersebut segera dapat dipadamkan dengan menggunakan karung basah. Hingga akhirnya api tersebut tidak merembet ke tempat yang lain. (Muhammad Husen Shandy)
[...] Gudang BBM Bounty Terbakar, 5 Ton lebih BBM Ludes | Koran Rakyat … [...]