AMIEN RAIS DAN REFORMASI: Kado Hitam Untuk Republik

Amien Rais KoranRakyat.net | Opini
Nama Amien Rais sudah tidak asing lagi di pentas politik nasional. Politik dan Islam tampaknya sudah sangat melekat dalam diri Amien Rais. Politik disiplin ilmunya dan Islam bidang kajian yang selalu menarik perhatiannya. Empat karya penelitian ilmiahnya membuktikan hal itu, yakni “Prospek Perdamaian Timur Tengah”, “Perubahan Politik Eropa Timur”, dan “Kepentingan Nasional Indonesia dan Perkembangan Timur Tengah 1990-an” ketiganya diterbitkan oleh Litbang Departemen Luar Negeri. Satu lagi, “Zionisme: Arti dan Fungsi” diterbitkan oleh Fisipol Universitas Gajah Mada.
Sebelum terlibat secara langsung di perpolitikan nasional, Amien Rais telah aktif di ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) dan ia juga pernah menjabat ketua umum Muhammadiyah.Sebagai cendekiawan, Amien banyak dimintai pendapat soal perpolitikan nasional. Ketika itu, Amien termasuk salah satu tokoh vokal. Suaranya yang keras soal ketidakadilan kontrak eksplorasi pertambangan Freeport dan Busang membuatnya didaulat jadi tokoh oposan di negeri ini.

Namun, karir politik Amien Rais sendiri baru dimulai sejak tahun 1998, dimana ia adalah salah satu pencetus dari gerakan reformasi menyusul ambruknya perekonomian Indonesia. Amien termasuk tokoh yang berdiri paling depan menyuarakan berakhirnya rezim Soeharto. Ia bahkan pernah akan menggalang people power yang akhirnya digagalkan Pangkostrad Prabowo Subianto. Tak urung posisi ini membuat nama Amien harum sebagai salah seorang tokoh kunci
pergerakan Reformasi di Indonesia.

Setelah Soeharto berhasil dimundurkan, di tahun yang sama, tepatnya tanggal 6 Agustus 1998, bersama tokoh-tokoh reformasi lainnya ia mengagas berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN) dan menduduki posisi ketua umum. Pada SU-MPR 1999, ia nyaris menjadi presiden, setelah laporan pertanggungjawaban Presiden BJ Habibie ditolak. Poros tengah yang dimotorinya (beberapa partai Islam berkolaborasi dengan Golkar) telah menyepakati akan mencalonkannya jadi presiden. Namun ia memegang prinsip telah menjagokan Gus Dur yang akhirnya terpilih jadi Presiden RI ke-4. Ketika itu, ia benar-benar populer di pentas politik nasional, kendati perolehan suara Partai Amanat Nasional (PAN) yang didirikan dan dipimpinnya pada Pemilu 1999 hanya
memperoleh 7% suara.

Dari ulasan diatas ada beberapa hal yang cukup menarik untuk diulas diantaranya:

Tujuan Amien Rais menggerakkan Reformasi.
Dampak yang ditimbulkan oleh Reformasi.
Tujuan Amien Rais menggerakkan Reformasi: Pada awalnya Reformasi menjadi tumpuan harapan bagi seluruh rakyat Indonesia. Reformasi diharapkan menjadi jembatan emas menuju sebuah kesejahteraan, terutama untuk masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan. Tapi kenyataan yang ada, langkah pertama yang dilakukan oleh Amien Rais dan beberapa tokoh lainnya adalah mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN), dimana Amien Rais duduk sebagai ketua umumnya. Secara umum seorang ketua umum sebuah partai politik merupakan calon presiden yang akan diusung oleh parpol yang bersangkutan. Hal ini terbukti dengan ikut sertanya Amien Rais dalam pilpres 2004, yang berakhir dengan sebuah kekalahan yang cukup telak.

Kesimpulan: Tampilnya Amien Rais sebagai penggerak Reformasi hanya dalam rangka melengserkan Presiden Soeharto, dan mengkosongkan jabatan Presiden RI, sehingga membuka peluang bagi dirinya untuk menduduki posisi sebagai Presiden RI.

Satu pertanyaan yang timbul adalah: Mengapa dia gagal dalam pilpres 2004.

Gerakan Amien Rais sejak tahun 1999-2004 menunjukkan ambisi yang luar biasa untuk menjadi Presiden RI, hal ini menyadarkan para mahasiswa dan masyarakat pada umumnya tentang siapa Amien Rais yang sebenarnya. Mahasiswa merasa diperalat, rakyat merasa dikhianati. Perpaduan kekecewaan terhadap Amien Rais terwujud dalam bentuk tidak diberikannya dukungan oleh masyarakat dan mahasisiwa pada pilpres 2004.

Lebih jauh penulis menganalisa bahwa pergantian ketua umum PAN merupakan bentuk kekecewaan PAN terhadap Amien Rais yang dianggap sebagai penyebab minimnya dukungan masyarakat dan mahasiswa terhadap PAN. PAN bisa bangkit hanya bila partai ini lepas dari figur Amien Rais. Amien Rais adalah seorang intelektual muslim, kemampuan dalam hal ini tak perlu diragukan lagi. Tetapi untuk jabatan seorang Presiden RI hal ini perlu mendapat kajian lebih lanjut.

Suatu perjudian besar apabila nasib bangsa dan Negara ini kita tautkan pada pundak Amien Rais. Kebesaran nama Amien Rais diperoleh dari beberapa tulisan yang dibuatnya, bukan pada karya nyata yang pernah dilakukannya. Ingat satu hal: “Seorang komentator Sepak Bola” belum tentu seorang pemain sepak bola yang handal.”

Karya nyata Amien Rais adalah gerakan Reformasi, suatu gerakan yang pada akhirnya menghancurkan tatana negeri ini, reformasi digerakkan tanpa melihat kultur politik, budaya dan tingkat kemampuan intelektual negeri . Reformasi digerakkan tanpa ada kelanjutan sosialisasi apa makna reformasi sebenarnya.

Terputusnya informasi tentang makna reformasi berdampak pada adanya berbagai tafsir tentang reformasi. Diantaranya:

  • Reformasi adalah kebebasan mutlak. Dengan reformasi rakyat bebas berbicara dan menghujat siapapun yang di kehendakinya tanpa ada etika.
  • Reformasi adalah kebebasan untuk mengadakan demo
  • Reformasi adalah kebebasan sebuah propinsi untuk lepas dari pemerintah pusat.
  • Reformasi adalah kebebasan berbuat anarkis.

Melihat berbagai tafsir yang sangat menyimpang,  seharusnya membuat Amien Rais memiliki tanggung jawab secara moril untuk menyadarkan masyarakat tentang makna reformasi yang sebenarnya. Hal ini sangat penting, karena pembawa bendera Reformasi itu adalah Amien Rais yang didukung oleh para mahasiswa, maka sudah pada tempatnya jika dia ikut bertanggung jawab. Tetapi hal tersebut tidak pernah dilakukan oleh Amien Rais. Seluruh energi yang ada digunakan oleh Amien Rais untuk mendorong dirinya menjadi Presiden RI.

Disaat gagal dalam perjuangan untuk menjadi Presiden RI di tahun 2004 dengan santai dan tanpa rasa dosa Amien Rais kembali kekampus. Dia tinggalkan bola panas reformasi di negeri ini. Dan ditahun 2009 ini, saat isyu Capres mulai bermunculan Amien Rais merancang rencana untuk keluar dari kampus guna ikut serta dalam perayaan Capres 2009. Melihat ini adakah yang masih tersembunyi dari sosok Amien Rais? Saya rasa sudah tidak ada. Sosok Amien Rais sebagai pemburu kekuasaan sudah sedemikian nyata.

Reformasi sebagai media pemburu kekuasaan hanya meninggalkan puing-puing kehancuran ekonomi bagi masyarakat menengah ke bawah. Reformasi tak lebih dari sebuah kudeta terselubung. Tak heran bila pada tahun-tahun terakhir ini para tokoh Reformasi dicap sebagai tokoh pembawa sial bagi masyarakat kecil. Tokoh Reformasi hanya bergelut dalam oper alih kepemimpinan nasional.

Yang dilupakan oleh penggerak Reformasi adalah: Masyarakat miskin tidak butuh kebebasan mendirikan parpol, masyarakat kecil tidak butuh kebebasan berbicara, masyarakat kecil butuh makan. ”Biarlah mulut ini tidak boleh bicara asal perut menjadi kenyang.”

Penulis: Ki Semar (semar.warta[at]gmail.com)

Short URL: http://koranrakyat.net/?p=876

Posted by Redaksi on 15 Feb 2009. Filed under Opini. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

3 Comments for “AMIEN RAIS DAN REFORMASI: Kado Hitam Untuk Republik”

  1. oma

    biaya pemilu kayanya tidak sedikit, Bangsa kita hampir tiap th ada pemilihan. pertanyaan: (1) apa bangsa kita kuat menanggung biaya pemilihan yg tiap th itu. atau sebaliknya.( 2) apa tidak bikin bangkrut. kalau bangkrut gimana.(orang jelata)

  2. udin

    ‘pemikiran anda dangkal sekali’

  3. lee yong jae

    betul, pemikiran dangkal…
    itu hanya pendapat anda semata-mata..bahkan anda tidak tahu seperti apa sebenarnya seorang amien rais itu…

Leave a Reply

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.


Warning: include_once(/home/afrizal3/public_html/wp-content/themes/kro-2010/ads/innerpage_350x250.php) [function.include-once]: failed to open stream: No such file or directory in /home/afrizal3/public_html/wp-content/themes/kro-2010/innerWideSidebar.php on line 7

Warning: include_once() [function.include]: Failed opening '/home/afrizal3/public_html/wp-content/themes/kro-2010/ads/innerpage_350x250.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/afrizal3/public_html/wp-content/themes/kro-2010/innerWideSidebar.php on line 7

Warning: include_once(/home/afrizal3/public_html/wp-content/themes/kro-2010/ads/innerpage_120x600.php) [function.include-once]: failed to open stream: No such file or directory in /home/afrizal3/public_html/wp-content/themes/kro-2010/innerNarrowSidebar.php on line 42

Warning: include_once() [function.include]: Failed opening '/home/afrizal3/public_html/wp-content/themes/kro-2010/ads/innerpage_120x600.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/afrizal3/public_html/wp-content/themes/kro-2010/innerNarrowSidebar.php on line 42
Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes
Log in | Proudly hosted and designed by e-Padi.com hosting murah