Praktek Dukun Sakti ditutup, Ribuan Pasien Mengelu
KoranRakyat.net | Jombang
Akibat ditutupnya praktek pengobatan dukun cilik Ponari (9) asal Dusun Kedungsari Desa Balongsari Kecamatan Megaluh, Jombang beberapa hari yang lalu, mengakibatkan para pasien yang hendak berobat banyak yang mengeluhkannya. Sebab, para pasien yang datang dari luar daerah Jombang seakan sia-sia upayanya untuk mencari kesembuhan. Hal itu diungkapkan oleh Budi Santoso (44) warga asal Semarang, Jawatengah.
Menurutnya, kedatangan dirinya jauh-jauh dari luar kota ke tempat praktek dukun yang sakti karena disambar petir itu untuk mencari kesembuhan penyakit lumpuhnya yang sudah bertahun-tahun tak kunjung sembuh.
“Saya sangat menyayangkan praktek ini ditutup, padahal saya benar-benar mencari kesembuhan, tidak tahunya tahunya sampai disini telah ditutup,” katanya dengan nada mengeluh.
Lebih lanjut Budi mengatakan, dirinya datang bersama keluarganya ke Jombang mengetahui lewat beberapa media bahwa ada dukun sakti yang bisa mengobati segala penyakit. “Belum sampai berobat. ternyata sudah ditutup prakteknya,” kata melanjutkan.
Senada dengan yang dikatakan Abdul Ghofar, warga asal kota Kota Batu, Kabupaten Malang, yang rela menginap disekitar rumah Ponari dengan harapan suatu saat dibuka kembali. Pasalnya, dirinya sangat berharap penyakit liver yang dideritanya segera sembuh.
“Walau ditutup saya akan tetap menunggu dibuka kembali. Dari pada nanti bolak-balik lebih baik disini saja. Dan saya sangat berharap suatu saat nanti dibuka kembali,” ujarnya kepada KoranRakyat.NET, Minggu (15/2/2009).
Ponari Diserbu Pasien
Sementara itu, para pasien yang kecewa karena tidak terlayani dukun cilik sakti itu, begitu mengetahui bocah ‘ajaib’ itu keluar dari rumah, pengunjung yang sudah berjejal di depan halaman rumahnya langsung menyerbu Ponari yang hendak dibawa keluar oleh petugas dan panitia.
Ribuan pengunjung itu berlari sambil membawa air yang sudah mereka bawa. Rata-rata mereka tetap ingin celupan batu sakti tersebut. Saat mengetahui Ponari diserbu ribuan pasien, seorang anggota tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menggendong Ponari langsung berlari mencari tempat yang aman, sedangkan beberapa panitia berusaha untuk menghalau massa yang hampir kalap.
“Saya harapkan Tolong semua tenang! Jangan mengejar Ponari, hari ini tidak ada pengobatan,” ujar salah satu panitia.
Karena merasa dihalangi oleh panitia, para pengunjung menghujat panitia dengan harapan diberikan kesempatan untuk mendapat celupan batu sakti tersebut.
“Sudah berhari-hari saya disini. Tolong panitia paham,” Kata Iman salah satu pasien
Suasana mereda setelah Ponari bersama rombongan Mukaromah ibunda Ponari dimasukkan ke dalam mobil panther dengan Nopol S 854 V oleh anggota TNI. Belum diketahui, kemana perginya bocah ‘ajaib’ tersebut. Baik petugas maupun panitia tak bersedia memeberikan keterangannya. (Muza Nifira)
Short URL: http://koranrakyat.net/?p=897






