Berlatih Komunikasi dan Kepemimpinan
KoranRakyat.net | Banda Aceh
Di Kutaradja Banda Aceh TM Club
Berbicara di depan umum merupakan hal yang menakutkan bagi sebagian besar orang. Seringkali karena gugup, pada saat tampil di depan, malah tidak ada kata yang terucap satu patah katapun. Sebaliknya, ada pula orang yang pada saat mendapat kesempatan bicara, terus berbicara panjang lebar dan tidak dapat berhenti.
Pada awal bulan Juli 2008, sekelompok anak muda di Banda Aceh memutuskan untuk mendirikan klub Toastmaster. Tujuannya agar masyarakat Banda Aceh khususnya kaum muda dapat memiliki wadah untuk berlatih komunikasi dan kepemimpinan. (Lihat: Apa itu Toastmaster?)
Saat ini anggotanya berjumlah 27 orang dari berbagai macam profesi dan latar belakang. Klub ini menggunakan Bahasa Inggris untuk melatih kemampuan Bahasa Inggris.
Dari Kita untuk Kita
“Di klub Toastmaster, prinsipnya adalah teman membantu teman. Tidak ada guru dan murid disini. Semua orang saling membantu.“ kata Diella Dachlan, Club President Kutaradja Banda Aceh Toastmaster Club. “Anggota belajar melalui buku manual, memberikan pidato dan evaluasi yang diberikan oleh teman”
Setiap pertemuan memiliki tiga sesi yaitu Table Topic Session dimana baik tamu maupun anggota berlatih berbicara tanpa persiapan melalui permainan-permainan. Sedangkan Sesi ke -2 yaitu Prepared Speech atau menyampaikan pidato. Sesi ini khusus anggota Toastmaster. Sesi terakhir adalah sesi evaluasi, dimana pidato akan dievaluasi oleh anggota Toasmaster lainnya.
“Di Toastmaster, kami belajar bicara sesuai dengan waktu yang dialokasikan. Yang menarik adalah karena ada teman-teman yang mengambil peran dalam setiap pertemuan. Misanya sebagai Evaluator pidato, Penghitung kata-kata pengisi seperti ”ah..”, ”ehmm..” atau yang disebut dengan Ah Counter” Kata Isnaini Djalil, Vice President of Education, yang berasal dari Banda Aceh. “Lalu ada Timer, atau teman yang menghitung waktu pembicara. Dan ada juga General Evaluator yang berperan mengevaluasi jalannya pertemuan dari awal hingga akhir. Lalu ada pula Language Evaluator yang berperan untuk menganalisa atau memberikan tips untuk penggunaan tata bahasa, serta ada Toastmaster of the Meeting yang berfungsi sebagai MC dalam pertemuan”.
Ada pula manual Competent Leadership, dimana anggota dapat berlatih kepemimpinan dengan mengambil peran dalam setiap pertemuan. Beberapa program kepemimpinan antara lain adalah, kemampuan mendengarkan, fasilitasi, memotivasi dan memberikan masukan, berpikir kritis, dsb.
Muhammad Nizar, anggota dan Sekretaris klub, mengatakan ”Saya belajar banyak untuk mengatasi kegugupan berbicara di depan umum. Toastmaster juga membantu saya untuk belajar mengorganisasikan pemikiran secara logis dan sistematis” Kata M.Nizar yang juga bekerja sebagai Jurnalis paruh waktu.
”Ternyata banyak manfaat dari berlatih komunikasi dan kepemimpinan di klub ini yang akhirnya dapat membantu saya dalam melaksanakan pekerjaan saya” Kata Eva Muharti, yang bekerja di salah satu lembaga PBB di Banda Aceh.
Kutaradja BA TMC mengadakan pertemuan mingguan, setiap hari Sabtu jam 15.00 – 18.10 di Kok Phin Kitchen Setui lantai 3. Pertemuan ini terbuka untuk umum dan tidak perlu menjadi anggota untuk menghadiri pertemuan. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi : Vice President of Membership, Nurul Fitri, 0812 656 5619, nurulfitri@yahoo.com.
Apa itu Toastmaster?
Toastmaster club adalah sebuah komunitas non-profit sebagai wadah untuk berlatih komunikasi dan kepemimpinan. Toastmaster didirikan di Santa Ana, California, USA pada tahun 1924. Hingga kini Toastmaster telah memiliki 235,000 anggota di 11,700 klub di 92 negara seluruh dunia.
Lebih jauh mengenai Toastmaster, silahkan mengunjungi website :
www.toastmasters.org atau www.kutaradjabandaaceh.org.
Pengurus Klub Kutaradja Banda Aceh Toastmaster Club
|
ClUB MENTOR : PRESIDENT VP EDUCATION VP MEMBERSHIP |
VP PUBLIC RELATION SECRETARY TREASURER SERGEANT AT ARMS |
Short URL: http://koranrakyat.net/?p=999






