KoranRakyat.net | Madiun
Sedikitnya 700 simpatisan Partai Amanat Nasional (PA) Kota Madiun, menyerbu panggung kampanye bersamaan Eko Patrio Caleg DPR-RI nomor urut 1 Dapil VIII Jatim, didampingi istri Viona Rosalina dan Ruben, Ifan Gunawan serta Fita KDI, menyapa Assalamulaekum Wbr ?
Seketika itu disambut sipatisan PAN Kota Madiun, Walaekum salam? Ditengah-tengah kampanye politiknya, Eko Patrio menyampaikan pentingnya menghindari golongan putih (Golput) dalam Pemilu Legislatif (Pilleg) maupun Pilpres RI 2009 mendatang.
“Sebab, Warga Negera Indonesia (WNI) yang baik perlu berdemokrasi serta berkewajibab mencoblos dalam PIlleg 9 April 2009 nanti. Setuju ibu-ibu, bapak-bapak dan adik-adik?,” ujar Eko Patrio, seketika itu disambut serempak oleh ratusan simpatisan PAN, “setuju hindari Golput”.
Entah karena apa, mendadak pidato politik Eko Patrio langsung terhenti. Ternyata, seorang anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat didampingi anggota polisi mengingatkan waktu kampanye berakhir pukul 16.00 WIB.
Saat itu, juga Eko Patrio dan kader PAN menyanggupi ketentuan Panwaslu. Sejenak tehenti kampanye Eko Patrio, dan dilanjutkan Fita KDI menyanyikan lagu dengan judul “Alun-Alun Nganjuk” dalam irama dangdut.
Sejurus alunan musik dangdut usai, Eko Patrio menceritakan kalau dirinya putra asli Jawa Timur yakni Nganjuk. Karena, ayah Eko Patrio berasal dari Ngawi dan ibunya dari Nganjuk. Maka perlu, Eko Patrio membangun daerah khususnya Dapil VIII ini.
Disela-sela itu, Eko Patrio juga menyempatkan guyonan bersama Ruben dan Ifan Gunawan hingga mengundang gelak tawa ratusan simpatisan PAN yang hadir. Kata Eko Patrio, kedatangan Ruben dan Ifan Gunawan di Madiun, wajib menyapa dengan bahasa jawa.
Lalu, mendapat tawaran itu, Ruben dan Ifan Gunawan menyanggupi. Eko Patrio pun mengajarkan bahasa jawa dengan diikuti Ruben. “Kulo, mbok dan bapa kulo ketek (saya, ibu dan ayah saya monyet). Ketek (monyet) itu, artinya gandeng ya ibu-ibu, lalu disambut simpatisan ya?
Mendegar artian itu, spontan disambut ger-geran gelak tawa oleh ratusan simpatisan PAN. Namun sejurus itu, Ruben langsung mengembalikan artian itu “yang ngomong (bicara)–Eko Patrio” itu juga ketek (monyet).
Sedangkan Ifan Gunawan hanya tertawa sebebas mungkin, bersama ratusan simpatisan PAN lainya.
“Sudah-sudah ?? Saya disini, juga mau ikut ngomong “masyarakat Madiun, jangan lupa’ nanti tangal 9 April 2009, contreng nomor 1 pada nama Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan partainya (PAN) nomor 9,” katanya, sisambut simpatisan PAN “oke”?. (Ajun Ally)
Tags: berita, madiun, pemilu 2009