Author Archive

IPM Al-Fathimiyyah Gelar Diklatjur

Wednesday, December 2nd, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Dalam meningkatkan kretifitas para santriwati untuk menjadi seorang jurnalis yang profesional, puluhan santri yang tergabung dalam organisasi Ikatan Penulis Muda (IPM) Pondok Pesantren Al-Fathimiyyah Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang menggelar pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Jurnalistik di Pondok setempat.

Dalam kegiatan yang dikuti peserta sebanyak 70 orang itu dilaksanakan selama dua hari yakni tanggal 19 hingga 20 November 2009.

“Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dengan harapan para peserta dapat lebih memahami tentang jurnalis,” ujar Ketua Panitia Diklat, Amalia Solikhah.

Didalam kegiatan itu para peserta mendapatkan beberapa materi tentang jurnalistik, diantaranya tentang sejarah Jurnalistik dan manajemen keredaksian.

“Sebagian pematerinya dari Malang dan dari media cetak,” tambah panitia lainnya.

Sementara itu, salah satu pemateri M.Zainul Arifin mengaku sangat bangga dengan adanya kegiatan diklat semacam itu. Karena, hal itu untuk meningkatkan kreatifitas para santriwati. Setidaknya, lanjut wartawan salah satu media harian Cetak itu mengatakan, dengan diadakannya diklat, ide-ide para santri dapat dituangkan dalam karya tulis.

“Saya sangat senang sekali dengan adanya diklat ini, ternyata banyak dari teman-teman yang masih meminati untuk menjadi seorang jurnalis. Yang terpenting terus berkarya dan jangan takut untuk gagal, itu adalah bagian dari tantangan,” katanya dihadapan peserta.

Menurut pria alumnus Universitas Darul Ulum Jombang itu, menjadi seorang jurnalis tidak bisa dipaksakan, karena itu adalah sebuah kreatifitas seseorang yang berpotensi dalam bidang karya tulis. “Jadi tidak gampang menjadi wartawan, semua butuh proses, sekali lagi yang terpenting belajar menulis dan jangan takut salah,” tegasnya.

Dalam materi manajemen redaksinya, Pria kelahiran Bojonegoro itu selain menjelaskan juga mempraktekkan secara langsung yakni para peserta ditugaskan untuk membuat gambaran sebuah media dengan menajemen redaksinya sesuai dengan kebutuhan. Misal, didalam Manajemen Redaksian Ada Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi, Redaktur pelaksana, wartawan dan kebutuhan lainnya. Usai membuat manajemen redaksi, para peserta kemudian melakukan presentasi yang terdiri dari tujuh
kelompok.

sementara itu, sebelum berakhir, panitia juga memberikan penghargaan pada peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi dari panitia.
“Kami ucapkan terima kasih pada semua tema-teman peserta, panitia dan para tutor (pemateri,red), semoga kegiatan ini mendapatkan manfaatnya,” tandas Panitia. (Muza Nifira)

MUI dan Pesantren Jombang khawatir film Kiamat 2012 bisa Musyrik

Tuesday, December 1st, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Keluarnya film kiamat 2012 membuat MUI (Majelis Ulama Indonesia) di Jombang sedikit khawatir, sebab film tersebut bisa menimbulkan kemusyrikan. Mengantisipasi hal itu, ketua MUI KH Cholil Dahlan akan menghidupkan kembali struktur MUI hingga di tingkat kecamatan serta desa.

Pengurus MUI kecamatan dan modin ini akan memberikan pencerahan keagamaan. Dengan begitu, masyarakat akan memahami dan mengerti bahwa film itu hanyalah fiksi. “Kalau kadar keimanan masyarakat itu kuat, maka mereka tidak akan terpengaruh dengan segala godaan, termasuk film kiamat 2012,” Katanya.

Selain itu, Menurutnya film tersebut tidak perlu untuk dilarang. Sebab, dengan langkanya, ummat islam tidak akan terpengaruh. Disisi lain, film yang berbau kontroversi tersebut juga memicu reaksi dari kalangan pondok pesantren. Film yang dihasilkan dari ramalan suku Maya itu bersifat fiksi. “Yang terpenting masyarakat mempertebal keimanan, sehingga dengan melihat itu bisa mengambil sisi manfaatnya,” Tambah KH Zulfikar Asad, pengasuh pondok pesantren Darul ‘Ulum Jombang, Jawatimur,.

Menurut Gus Sufik, demikian ia biasa dipanggil, tidak perlu ada pelarangan terhadap film yang meramalkan bahwasannya kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012 itu. Sebab, jika film itu dilarang, maka niat masyarakat untuk melihat film tersebut akan semakin besar. Selain itu, pihaknya juga yakin, apabila keimanan masyarakat sudah tebal, maka tidak akan terpengaruh dengan film tersebut.

Ditambah oleh kiai muda ini, sebagai orang Islam memang harus mempercayai adanya hari kiamat. Namun, untuk penggambaran secara nyata dan kepastian terjadinya, merupakan kuasa Allah SWT. “Mengenai kapan terjadinya hari kiamat merupakan kuasa dari Sang Pencipta. Jadi kita tidak boleh menentukan hari ataupun tahunnya. Jika hal itu terjadi bisa menyesatkan,” katanya menjelaskan. (Muza Nifira)

Angka Pengangguran Di Jombang Mengalami Peningkatan

Tuesday, December 1st, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Keterbatasan lapangan pekerjaan yang ada, dan kualitas pendidikan banyak yang tidak mampu bersaing di dunia kerja menyebabkan angka pengangguran di Kabupaten Jombang mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Jombang, Harry Kusmadi, melalui Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Mochammad Soleh menjelaskan, Jumlah angka pengangguran saat ini mengalami peningkatan hingga 2,5 persen. Pada tahun 2008 lalu jumlah pencari kerja sebanyak 12.413 orang, kini angka itu melonjak hingga naik mencapai 5 persen. Dari bulan Januari hingga Oktober 2009 jumlah pencari kerja mencapai 13.066 orang. Sedangkan angka pengangguran yang terdeteksi mencapai 57.899 orang.

“Dari data yang ada, jumlah pencari kerja di Kabupaten Jombang untuk tahun ini 13.066 orang dan itu meningkat sebanyak 5% dari tahun 2008,” katanya menjelaskan

Ia beralasan, peningkatan jumlah pengangguran disebabkan karena terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia. “Selain itu banyak para lulusan yang tak dapat ditampung oleh lapangan pekerjaan yang ada,” katanya

Mengatasi hal itu, pihaknya terus mengupayakan pengembangan jejaring dan menggelar kegiatan yang menfasilitasi kreatifitas serta mengembangkan sistem Corporate Sosial Responsibility (CSR). Yakni sistem yang mendorong generasi muda untuk mampu membuka lapangan kerja sendiri untuk dirinya dan keluarga. “Melalui langkah itu diharapkan dapat menekan angka pengangguran yang ada,” tandasnya. (Muza Nifira)

Kyai dan MUI Jombang khawatir “Kiamat 2012″ bisa Musyrik

Tuesday, December 1st, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Keluarnya film kiamat 2012 membuat MUI (Majelis Ulama Indonesia) di Jombang sedikit khawatir, sebab film tersebut bisa menimbulkan kemusyrikan. Mengantisipasi hal itu, ketua MUI KH Cholil Dahlan akan menghidupkan kembali struktur MUI hingga di tingkat kecamatan serta desa.

Pengurus MUI kecamatan dan modin ini akan memberikan pencerahan keagamaan. Dengan begitu, masyarakat akan memahami dan mengerti bahwa film itu hanyalah fiksi. “Kalau kadar keimanan masyarakat itu kuat, maka mereka tidak akan terpengaruh dengan segala godaan, termasuk film kiamat 2012,” Katanya.

Selain itu, Menurutnya film tersebut tidak perlu untuk dilarang. Sebab, dengan langkanya, ummat islam tidak akan terpengaruh. Disisi lain, film yang berbau kontroversi tersebut juga memicu reaksi dari kalangan pondok pesantren. Film yang dihasilkan dari ramalan suku Maya itu bersifat fiksi. “Yang terpenting masyarakat mempertebal keimanan, sehingga dengan melihat itu bisa mengambil sisi manfaatnya,” Tambah KH Zulfikar Asad, pengasuh pondok pesantren Darul ‘Ulum Jombang, Jawatimur,.

Menurut Gus Sufik, demikian ia biasa dipanggil, tidak perlu ada pelarangan terhadap film yang meramalkan bahwasannya kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012 itu. Sebab, jika film itu dilarang, maka niat masyarakat untuk melihat film tersebut akan semakin besar. Selain itu, pihaknya juga yakin, apabila keimanan masyarakat sudah tebal, maka tidak akan terpengaruh dengan film tersebut.

Ditambah oleh kiai muda ini, sebagai orang Islam memang harus mempercayai adanya hari kiamat. Namun, untuk penggambaran secara nyata dan kepastian terjadinya, merupakan kuasa Allah SWT. “Mengenai kapan terjadinya hari kiamat merupakan kuasa dari Sang Pencipta. Jadi kita tidak boleh menentukan hari ataupun tahunnya. Jika hal itu terjadi bisa menyesatkan,” katanya menjelaskan. (Muza Nifira)

Perda Prostitusi di ‘Kota Santri’ segera diberlakukan

Tuesday, December 1st, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Meski sempat menuai kontraversi dengan beerbagai pihak, akhirnya peraturan daerah (Perda) tentang pelacuran di Jombang sudah selesai disahkan. Bahkan direncanakan, pada akhir bulan akan mulai diberlakukan.

Dalam perda yang sempat molor itu tertulis penyedia ‘pelacuran’ terancam hukuman pidana kurungan paling lama 3 bulan dan denda sebesar Rp 15 juta.

Menurut Kepala Bagian Hukum Pemkab Jombang, Ahmad Syarifuddin, mengatakan, perda larangan pelacuran atau prostitusi yang hampir dua tahun lebih dibahas DPRD setempat, akhirnya turun setelah diajukan ke Gubernur Jatim dan  sudah siap diberlakukkan.

“Kami mulai mensosialisasikan perda tentang pelacuran tersebut,” katanya kepada wartawan.

Pihaknya memastikan, tidak lebih satu bulan mendatang perda tersebut akan segera bisa diberlakukan didaerah yang mendapat julukan kota santri itu. Ia menjelaskan,Sebagai pelaksana di tingkat lapangan nantinya adalah Satpol PP.  Bila dalam penerapannya nanti ada penolakan dan protes dari beberapa LSM, Boby menegaskan bahwa hal itu tidak menjadi persoalan, dalam pembuatannya sejumlah LSM juga ikut diundang.

“Dan tidak semua pasal dalam peraturan daerah itu harus diberi sanksi pidana atau denda, karena melihat bobot pelanggaran,” tegasnya.

Dalam perda pelarangan pelacuran yang dinilai berbau syariah itu disebutkan, setiap orang dilarang melakukan pelacuran, setiap orang dilarang membujuk atau memaksa orang lain baik dengan perkataan, isyarat tanda atau cara lain
sehingga tertarik untuk melakukan pelacuran. Dan setiap orang, baik sandiri-sendiri ataupun bersama-sama, dilarang mendirikan dan atau mengusahakan menyediakan tempat dan orang untuk melakukan pelacuran. Dari pelanggaran diatas, Untuk pelanggaran pasal 1 dan 2 diatas, diancam hukuman pidana kurungan paling lama 3 bulan dan denda Rp 5 juta.

“Sedangkan pelanggar pasal 2 ayat 3 diancam hukuman pidana kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda paling banyak Rp 15 juta,” tandasnya. (Muza Nifira)

60 Orang di Jombang Positif HIV/AIDS

Monday, November 17th, 2008

Jombang – Bertambahnya kasus orang yang terjangkit virus HIV/AIDS di Kabupaten Jombang yang kian tahun makin bertambah, membuktikan tingkat kesadaran masyarakat akan bahaya HIV/AIDS masih lemah. Walupun sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS telah berkali kali dilakukan, namun hal tersebut belum mengena sepenuhnya di Masyarakat. Pasalnya Sosialisasi yang saat ini telah dilakukan hanya di beberapa komunitas saja.

Dari data yang dihimpun korankota.net, tahun 1999 sampai November Tahun 2008 diketahui ada 112 Kasus HIV/AIDS. Dari sekian banyaknya penderita yang ada di Jombang, 52 penderita telah meninggal dunia. sementara yang sampai saat masih ada di Jombang, diketahui tinggal 60 penderita yang didominasi oleh Kaum laki – laki.

Menurut Igo salah satu Pengelola Program di Jombang Care Center (JCC) mengatakan. Bila penderita HIV/AIDS pada tahun 2007 hingga November 2008 tidak ada peningkatan yang signifikan.

” kalau melihat dari data identifikasi yang kita dapat, tahun 2007 terdapat 10 penderita HIV dan 24 penderita AIDS meninggal dunia 19 orang. Sedangkan pada tahun 2008 sampai bulan November ini terdapat 32 orang dan 9 orang meninggal. Jadi saya rasa gak ada peningkatan yang signifikan,” ujarnya kepada KoranRakyat.net saat ditemui di kantornya (16/11/2008).

Menurut Igo, untuk menekan penyebaran HAIV/AIDS di Jombang, pihaknya telah melakukan sosialisasi serta pembinaan kepada masyarakat. Meski sedikit mengalami kendala dalam tenaga yang kekurangan, namun tetap akan terus dilakukan.

“Kita sudah melakukan sosialisasi dan pembinaan, khususnya diwilayah utara Sungai Brantas. selain itu, ditingkat pelajar kita juga sudah sering melakukan hal itu. Namun memang kita akui, bila belum semua golongan dan masyarakat yang kita datangi secara langsung,” paparnya

Lebih lanjut Igo menerangkan, pihaknya juga memiliki program untuk sosialisasi kepada mayarakat yang lebih luas. Namun, ia juga sangat membutuhkan kerjasama atas kesadaran masyarakat termasuk dinas terkait. Karena, tanpa kerjasama mereka kita tidak akan berjalan dengan maksimal.

” kita juga mempunyai program sosialisasi ke kalangan Pondok pesantren serta komunitas-kominitas lain. Namun itu semua akan kita lakukandengan pihak Dinas Kesehatan. Kalau kita melakukan sendiri, yang jelas kita masih beluim siap,” pungkasnya. (ZEN/KRO)

Tetap Halangi Pendataan Elpiji, Warga Ancam Demo Perangkat Desa

Monday, November 17th, 2008

Jombang – Setelah pendataan Elpiji dihentikan dibeberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Jombang, dengan alasan adanya permintaan kompensasi yang diduga dilakukan perangkat desa. beberapa warga mengancam akan melakukan demo kepada perangkat desa. Sebab, warga menilai perangkat desa telah menghalangi pendataan program pemerintah tersebut.

Dari informasi yang didapat KoranRakyat.NET, para warga kecewa kepada perangkat desa yang telah menghalangi petugas dalam melakukan pendataan Gas Elpiji. Yang lebih parah lagi, warga telah mengetahui perangkat desanya meminta kontribusi uang kepada petugas untuk kepentingan pribadinya. Hal itulah yang membuat beberapa warga mengancam demo besar-besaran kepada perangkat desanya.

Menurut Sutris salah satu warga desa Tanggungan, kecamatan Gudo, ia sangat kecewa dengan tindakan yang dilakukan para perangkat desanya. Padahal, sebelumnya ia telah didata oleh petugas pendata. Tiba-tiba pendataan itu berhenti gara-gara perangkat desa meminta kompensasi kepada petugas.

“Sewaktu didata saya sangat senang sekali karena akan menerima gas elpiji secara gratis, akan tetapi tiba-tiba pendataan berhenti. setelah saya teliti, ternyata para petugas di mintai kompensasi oleh perangkat desa,” katanya, saat ditemui dirumahnya, Minggu, (16/11)

Ketika mengetahui pendataan tersebut dihentikan, Sutris mengancam akan melakukan demo ke balai desa setempat. Menurutnya, itu merupakan bentuk kekecewaan dan protes kepada perangkat desa yang telah menghalangi pendataan konversi dan tidak mau mementingkan kesejahteraan warganya.

“Kalau perangkat desa masih tetap menghalangi, kita akan demo perangkat desa,” ancamnya.

Senada dengan yang dikatakan Imam, salah satu warga desa Ngoro. Ia mengaku kejadian tersebut bukan hanya di Kecamatan Gudo saja, namun juga terjadi di daerahnya. Pendataan yang dilakukan didaerahnya telah terhenti sejak satu minggu yang lalu. Akibatnya, data yang telah siap untuk diberikan kepada petugas, ternyata sampai sekarang belum diambil oleh petugas, setelah kami selidiki, ternyata para petugas dimintai kompensasi oleh perangkat desa. Sehingga pendataan di hentikan.

“Data kami telah siap tapi tidak ada kelanjutannya, karena para petugas dilarang oleh para perangkat untuk melanjutkan pendataan. Kok aneh, warganya mau sejahtera tidak boleh, padahal itukan program pemerintah,” tuturnya.

Sementara ketika dikonfirmasi kepada Heru Zulianto salah satu petugas pendataan Elpiji mengatakan, Selama ini ia bersama teman-teman timnya tidak mengetahui kalau masyarakat mengancam akan melakukan demo terkait pendataan gas elpiji.

“Saya baru tahu ada informasi seperti itu. saya benarbenar tidak tahu, selama ini tugas saya hanya melakukan pendataan dan pendistribusian elpiji. Jika perangkat desa menolak untuk didata warganya, sesuai dengan intruksi maka akan ditinggalkan. Namun, saya yakin semua masyarakat membutuhkannya gas elpiji tersebut,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam pendataan konversi gas elpiji tersebut dihentikan dikarenakan beberapa perangkat desa meminta kompensasi sebesar 4ribu per paket elpiji kepada suplier. Karena merasa keberatan dan tidak ada kompensasi yang harus diberikan ke perangkat desa, maka petugas tidak bersedia melakukan pendataanya. Beberapa wilayah sengaja dihalangi perangkat desa dan dihentikan pendataannnya adalah Kecamatan Gudo, Ngoro dan Mojowarno. Ketiga wilayah tersebut dikerjakan oleh Pranata universitas Indonesia. (ZEN/KRO)

Calo PNS Jombang Merajalela

Sunday, November 16th, 2008

Jombang – Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Jombang sudah mulai disosialisaikan melalui beberapa kantor pos setempat. Namun, dengan adanya publikasi tersebut tidak menjadi baik, malah semakin memberi kesempatan para calo yang menjanjikan akan memberikan bantuan untuk menjadi CPNS dengan menggunakan beaya yang tidak lumayan sedikit.

Hasil informasi yang didapat KoranRakyat.NET, para calo melakukan aksinya dengan cara mendekati para calon yang akan mendaftar. Setelah itu para CPNS tersebut dimintai dimintai biaya antara Rp. 30,- juta hingga Rp. 50,- juta. Untuk memastikan korbannya Untuk bisa menjadi PNS, para calo membawa nama-nama pejabat setempat yang ia kenal.

Menurut Imam salah satu CPNS mengatakan, sebelum sempat masuk ke kantor pos untuk memperoleh informasi sudah disatroni orang yang mengaku bisa menjadikannya PNS.

“Kita ini diibaratkan gula mas! belum sempat mendapatkan informasi, sudah mau dipungli. Saya sendiri harus menyetor sejumlah uang untuk dijadikannya PNS tanpa melalui ujian,” Ujar Imam, Sabtu (15/11/2008).

Sama halnya dengan yang dialami Hakim, Pria kelahiran Jombang tersebut mengaku pernah ditawari langsung bisa menjadi PNS tanpa harus mengikuti ujian seleksi. Akan tetapi, ia diwajibkan membayar sejumlah uang yang jumlahnya puluhan juta rupiah.

“Kebanyakan para calon ini hanya memanfaatkan kesempatan yang ada. Pernah suatu saat ketika saya mengajaknya membuat perjanjian secara tertulis, mereka tidak berani,” Kesal Hakim. (ZEN/KRO)

Aset-aset tahan NU akan disertifikasi

Sunday, November 16th, 2008

Jombang – Dalam mengantisipasi terjadinya konflik sengketa tanah wakaf di masjid, Lembaga Ta’mir Masjid Indonesia (LTMI) NU mulai memberikan pelatihan setifikasi tanah kepada para Majelis Wakil Cabang (MWC) diberbagai daerah yang selanjutnya akan melakukan sertifikasi tanah masjid NU. Hal itu disampaikan oleh Pimpinan Wilayah LTMI NU Jawatimur, Ali Mas’ud Kholqillah, sebelum memberikan pelatihan sertifikasi tanah masjid, di aula Akper Darul Ulum, Peterongan Jombang, Sabtu (15/11/2008)

Ali Mas’ud menjelaskan, tanah wakaf masjid itu merupakan aset orang NU, maka selayaknya harus di sertifikasi untuk menghidari kasus sengketa tanah dikemudian hari nanti. Sertifikasi tanah tersebut diatasnamakan milik NU bukan perorangan maupun yayasan.

“Demi menghindari sengketa tanah, data dan aset-aset milik NU akan diurus suratnya serta akan dilakukan sertifikasi dengan atas nama NU,” katanya kepada KoranRakyat.NET

Lebih lanjut Ali Mas’ud mengatakan, setelah pihaknya selesai memberikan pelatihan sertifikasi tersebut, satu bulan kedepan LTMI akan melakukan kerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional ditiap Kabupaten atau Kota. Selanjutnya, para ta’mir setempat yang akan mengurus sendiri sertifikasi tersebut ke BPN setempat.

“LTMI hanya membantu sebagai mediasi antara ta’mir dengan BPN dan membantu sebagian administrasi sertifikasinya,” imbuhnya

Ketua LTMI Jatim tersebut juga mengakui katika nanti dalam proses sertifikasi tanah NU pasti akan menemui masalah dengan masyarakat sekitar. Jika terjadi hal tersebut, pihaknya akan menyelesaikannya dengan jalan kekeluargaan. Sebab, lanjut Gus Mas’ud panggilan kesehariaannya, setiap apa yang kita lakukan pasti menemui masalah, tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Sementara itu dari Asumsi Pengaturan tanah BPN Kabupaten Jombang, Samsul Bakri, yang hadir dalam pelatihan tersebut mengatakan bahwa pihak BPN selalu siap untuk melakukan kerjasama dengan LTMI, menurutnya itu merupakan hal yang positif agar tidak terjadi masalah dikemudian hari.

“Pihak BPN selalu terbuka, sepanjang berkas yang yang diajukan tidak bermasalah dan telah memenuhi sarat-sarat kelengkapannya akan kita proses sesuai dengan prosedur,” tuturnya.

Dari hasil data yang dihimpun koranrakyat.net dalam pelatihan sertifikasi tersebut dihadiri oleh dua orang perwakilan PC NU dari empat wilayah, yakni Kediri, Nganjuk, Jombang dan Mojokerto serta ditambah beberapa perwakilan MWC NU yang masing-masing kota sebanyak 6 orang.

“Ketua PWNU Jatim juga datang. Jumlah peserta pelatihannya sekitar 204 orang namun yang hadir kira-kira 93 persennya,” tandas Ali Mas’ud. (ZEN/KRO)

Perempuan NU Kampanyekan Anti SBY 2009

Thursday, November 13th, 2008

Surabaya – Perempuan NU (Nahdlatul Ulama) berencana akan mengampanyekan anti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Pilpres 2009 mendatang. Pasalanya, dianggap Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dinilai tak netral pada proses Pilgub Jatim, baik pada putaran pertama maupun putaran kedua.

“Seluruh warga Nahdliyin dari kalangan perempuan tidak akan memilih SBY pada Pilpres 2009 mendatang. Kita akan kampanye anti SBY,” ujar Ketua Fatayat NU Jatim, Farida Hanum di Surabaya, kepada koranrakyat.net, kemarin, Rabu (12/11/2008).

Menurut Farida, para warga perempuan NU se Indonesia telah mendengar dan mengetahui SBY telah berpihak pada pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (karSa). Maka, sebagai bentuk dan pelampuasan kekecewaan tersebut mereka tidak akan mendukung Ketua Dewan Pembina Partai demokrat itu.

“Beberapa hari terakhir, banyak kader NU dari berbagai wilayah yang gelisah, karena SBY telah berpihak kepada salah satu calon. Tak hanya di Jatim, di seluruh Indonesia SBY akan ditolak,” tegasnya.

Menurut aktivis perempuan NU pendukung pasangan KaJi ini, dijelaskan bahwa figur Khofifah tak hanya ditokohkan di Jatim. Namun juga telah mempunyai akar yang sangat kuat di semua wilayah Indonesia.

“Bu Khofifah itu bukan hanya tokoh Jatim saja, tapi merupakan tokoh nasional. Nah, pada saat Bu Khofifah dikalahkan pada Pilgub Jatim, kekecewaan itu tak hanya di Jatim, tapi di seluruh Indonesia,” tandasnya.

lebih lanjut dikatakan Ida panggilan keseharianya, kekecewaan kader organisasi perempuan NU akan terobati, apabila SBY tidak intervensi pada gugatan pasangan Ka-Ji ke Mahkamah Konstitusi.

“Kondisinya akan lain, kalau SBY tak intervensi pada putusan gugatan Ka-Ji di MK,” pungkasnya. (ZEN/KRO)

Dampak krisis keuangan Global, Produksi Batik Sutra Jatim Anjlok

Thursday, November 13th, 2008

Surabaya – Gara-gara dampak krisis keuangan global yang masih terus berkelanjutant. Kali ini volume produksi batik sutra di Jawa Timur (Jatim) anjlok hingga 50 persen. Hal tersebut diakibatkan tingginya kenaikan bahan baku.

Menurut Ketua Asosiasi pengusaha Batik Tenun dan Burdir (APBB), Jawa timur, Erwin Sosrokusumo Edwin mengatakan selama ini bahan baku yang digunakan dalam produksi adalah impor. Dan bahan baku tersebut kini telah mengalami kenaikan.

“Karena krisis, harga bahan baku melonjak hingga 30 persen. Begitu juga upah pengerjaan. Akibat lonjakan biaya produksi membuat para pengusaha batik menurunkan volume produksi hampir separo,” Ujar Edwin kepada KoranRakyat.net, Kemarin (12/11/2008).

Lebih lanjut diterangkan Edwin, harga sutra yang asalnya Rp 54.000 per meter, sekarang menjadi Rp 60.000 per meter, sementara sutra dalam negeri juga saat ini sangat terbatas. Begitu juga dengan benang Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang mengalami kenaikan kenaikan sekitar 30 persen dari harga sebelum krisis.

“secara pasti saya tidak mengetahui besaran jumlah produksi batik sutra di Jatim, karena jumlahnya tergantung dari volume permintaan konsumen kepada tiap pengrajin batik” terangnya.

Dalam menanggulangi hal tersebut, APBB Jatim berencana lebih berkonsentrasi kepada produk batik katun. Namun, hal tersebut tidak akan bisa maksimal karena peminatnya yang sepi. Diketahui dari total konsumsi batik Jatim, batik katun hanya 25 persen saja, sementara batik sutra mencapai 75 persen.

“Peminat batik katun Jatim terbesar adalah di Jakarta yang mencapai 90 persen dari total konsumsi batik mereka. Sehingga nilai transaksi batik katun Jatim di Jakarta mencapai Rp 80 juta per 4 hari,” Jelasnya.

Meski sebagian besar instansi pemerintahan, swasta dan sekolahan telah mewajibkan memakai baju batik di hari tertentu, Namun Edwin mengaku selama ini produksi batin masih kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. Sebab, kebanyakan mereka lebih memilih batik Pekalongan dibanding batik katun Jatim.

“Seharusnya pemerintahan Jatim menginstruksikan kepada seluruh instansi untuk memilih batik Jatim, bukan batik Jawa Tengah atau batik yang lainnya. Namun ternyata hingga saat ini pemerintah tidak melakukannya. Padahal 37 kabupaten dari 38 kabupaten di Jatim mempunyai produksi batik,” keluhnya.

Akibat dari kurangnya perhatian pemerintah setempat terhadap pengrajin batik Jatim yang mencapai 1.700 perusahaan batik ini, maka perkembangan akan semakin lambat.

“Kami sangat berharap pemerintah Jatim mau berpartisipasi untuk memajukan produksi batik ini. Karena ini adalah salah satu kekayaan Jatim yang harus dipertahankan,” pungkasanya. (ZEN/KRO)

Khofifah Yakin Menang Gugatan ke MK

Thursday, November 13th, 2008

Surabaya – Pasangan Khofifah-Mudjiono (Ka-Ji) yang kalah dalam pilgub putaran kedua atas rivalnya padangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) kemarin, yakin mampu memenangi gugatan yang akan dilayangkan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Bahkan, Mantan menteri pemberdayaan perempuan ini telah menyiapkan puluhan pengacara kondang untuk mendampinginya dalam persidangannya.

“Puluhan pengacara siap membantu kami tanpa diminta. Bahkan pengacara andalan PDIP pun juga sudah bergabung,” ujar Khofifah kepada para wartawan, Kamis (13/11/2008).

Menurut Khofifah, keyakinan dirinya untuk menang karena ia mengetahui banyak terjadi kecurangan dalam pilgub putaran kedua 4 November lalu. Demi menegakkan kebenaran da keadilan ia terus akan memperjuangkannya. Karena menurut Alumni Unair Surabaya ini, perjuangan merebut Jatim satu masih panjang dan tidak berhenti sampai disini.
Maka, Khofifah pun terus menerus memberikan suntikan semangat kepada seluruh kader dan pendukungnya, agar tidak tinggal diam menerima kekalahannya.

“Sudah pasti banyak kecurangan, Panwas saja yang sudah menyebutkan tidak ada pelanggaran. Padahal, sangat banyak di lapangan. Apa ini kesengajaan dari Panwas? Kami pasti akan membuka semuanya. Keadilan harus kami dapatkan,” tegasnya.

Dengan dasar itu, ia siap bertolak ke Jakarta, agar gugatan tersebut dapat segera didaftarkan di MK.
“Kami yakin dan Insya Allah kami menang dalam gugatan ke MK,” Pungkasnya. (ZEN/KRO)

PAN Patok 15 Persen Suara Legeslatif

Thursday, November 13th, 2008

Setelah berhasil menghantarkan pasangan KarSa Menjagi Gubernur Jatim

Jombang – Setelah berhasil memenangkan pasangan Sukarwo-Saifullah yusuf (KarSa) dalam pilihan gubernur (pilgub) Putaran kedua 4 November lalu. Partai Amanat Nasional (PAN) Jombang semakin optimis dapat memenuhi target 15 persen suara di kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD).

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Jombang, Ali Fikri, pada Pemilihan Legeslatif (Pileg) 2009 mendatang, pihaknya telah menargetkan perolehan kursi di DPRD sebesar 15 persen atau setara dengan delapan kursi.
Menurut Mantan Wakil Bupati Jombang itu sangat beralasan. Sebab, mengaca pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) putaran kedua, Partai berlambang matahari ini telah mampu menghantarkan calonnya menjadi gubernur jawatimur. secara otomatis, kondisi seperti ini akan berimbas ke daerah-daerah.

Disamping itu, Ali fikri juga mengatakan Kondisi tersebut juga di imbangi beberapa Caleg dari PAN yang memiliki kompetensi dan kredibiltas tinggi. Terlebih lagi, dengan perekrutan beberapa artis untuk caleg DPR RI, tentunya akan mendongkrak suara PAN daerah.

Dalam melakukan perekrutan artis, Ali fikri yang pernah beberapa bulan menjabat Bupati Jombang ini mengatakan tentu ada pertimbangan-pertimbangan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Selain memiliki popularitas, artis tersebut harus teruji prilakunya dan kredebilatasnya dimasyarakat.

“Jadi ya tidak main comot, mentang-mentang terkenal,” katanya, Kamis (12/11/2008)

Di Jombang sendiri, jika target 15 persen terpenuhi, tentunya dalam setiap kebijakan PAN akan mewarnai. Sebab, 36 caleg yang dipersiapkan adalah kader yang bermutu. Contohnya, dalam kebijakan prekonomian, PAN telah mempersiapkan caleg yang ahli dibidang tersebut.

“15 persen itu akan duduk 8 kursi di DPRD, jadi PAN sudah layak untuk menjadi Fraksi di DPRD,” ujar Ali fikri yang juga maju sebagai Calon legeslatif DPR RI Dapil VIII Jatim Untuk strategi, pihaknya memilih untuk langsung pendekatan kemasyarakat. Dengan pendekatan kemasyarakat tentunya akan lebih efektif daripada harus kampanye dengan menggelar panggung di keramaian.

Kendati di Jombang merupakan basis NU, Ali Fikri tetap optimis akan meraih suara 15 persen. Menurutnya, Pan tidak identik dengan Muhammadiyah. Itu adalah opini lama yang sering dihembuskan oleh lawan politik “Siapapun mereka, entah dari NU, Muhammadiyah atau bahkan non muslim bisa diterima di PAN, dan jangan beranggapan bahwa PAN ini adalah partai golongan tertentu,” tegasnya semabri mencontohkan beberapa keberhasilannya PAN selama ini dalam memberikan dukungan politik kepada para elit politik. (ZEN/KRO)

Polisi Razia HP Porno di Sekolah

Thursday, November 13th, 2008

Petugas Temukan Siswi SMAN 3 Simpan Video Porno

Jombang – Maraknya peredaran video porno dikalangan para pelajar. Jajaran Samapta Polres Jombang melakukan razia keberbagai sekolah. Salah satunya dilakukan di SMA Negeri 3 Jombang. Di sekolah yang berada di Jalan Dr.Soetomo tersebut petugas berhasil mendapatkan satu pelajar di yangmenyimpan video mesum di hand phone (HP). Kemarin, Kamis (13/11).

Dari pantauan yang ada. Petugas yang dikerahkan sebanyak dua mobil patroli itu melakukan penyisiran kesetiap ruangan kelas, mulai dari kelas I hingga kelas III. Saat memasuki ruangan kelas, para petugas langsung mempersilahkan para pelajar untuk mengeluarkan alat komunikasi canggih tersebut. sedangkan beberapa petugas melakukan pemeriksaan setiap HP yang telah ditaruh diatas meja siswa.

Hampir 20 ruangan disisir petugas dari Samapta tidak menemukan barang yang dicari. Petugas kemudian menuju ruangan kelas III. Akhirnya, di ruangan kelas III tersebut kecurigaan petugas membuahkan hasil. Didalam ruangan kelas IIII tepatnya IPS 2, para petugas berhasil menemukan gambar Video Mesum yang tersimpan di HP milik salah seorang siswi.

Tak berlangsung lama, Siswi pemilik HP yang berinisial SN tersebut langsung dibawa ke ruang BP (Bimbingan Penyuluhan) beserta barang buktinya. Dengan didampingi para guru setempat, siswi bertubuh mungil ini hanya merunduk dan menangis atas nasibnya yang kedapatan menyimpan Video Porno.

Menurut keterangan Pembina OSIS SMA Negeri 3 Jombang, Widagdo menjelaskan, selama ini pihak sekolah sudah sering menggelar operasi serupa, dan hampir dilakukan setiap satu bulan sekali. Namun lagi-lagi pihak sekolah kecolongan kedapatan siswa yang menyimpan video mesum.

“Meski secara internal sudah sering menggelar operasi, tapi masih ada siswa yang tertangkap basah menyimpan file video mesum di HP, tapi apa mau dikata, kita sudah kecolongan,” ujarnya

Kasat Samapta Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo seusai razia menjelaskan, operasi gambar porno akan terus dilakukan ke berbagai sekolah.Hal itu menyusul maraknya peredaran video porno melalui HP, terutama dikalangan pelajar. Bahkan, Widodo mengatakan selama empat bulan terakhir ini sudah kedapatan dua pasang pelajar Jombang yang memerankan adegan mesum.

Sementara terkait siswi yang tertangkap basah menyimpan file video mesum tersebut. Pihaknya tidak akan memberikan sangsi secara khusus, semuanya akan dikembalikan ke internal sekolah yang bersangkutan.

“Orang tua siswi tersebut akan dipanggil ke sekolah untuk mendapatkan pembinaan,” tegas pria berkumis itu..

Setelah melakukan razia di SMAN 3 Jombang, para petugas melanjutkan razianya ke SMKN 1 Jombang. Di sekolah tersebut petugas juga melakukan hal yang sama, semua ruang kelas siswa tidak luput dari razia HP ini. Namun para petugas tidak berhasil menemukan satu pun HP milik siswa. Hal tersebut dikarenakan, pihak sekolah setempat melarang siswanya membawa alat komunikasi canggih itu. (ZEN/KRO)

Takut dengan Pungli, Pendataan Elpiji dihentikan

Thursday, November 13th, 2008

Diduga Terjadi Pungli Yang Dilakukan Perangkat Desa

Jombang – Para Suplier yang bertugas melakukan pendataan Elpiji di Kabupaten Jombang terpaksa menunda pendataan. Pasalnya, diduga telah terjadi pungutan liar (Pungli) yang dilakukan para perangkat desa kepada para petugas suplier tersebut.

Beberapa petugas supliyer yang telah menghentikan pendataannya diantaranya, Kecamatan Gudo, Mojowarno dan Ngoro. Penghentian itu disebabkan karena perangkat desa minta bagian dari suplier yang sulit untuk dipenuhi.

Berdasar keterangan dari salah satu petugas yang berinisial Sb. Ia mengatakan pendataan yang baru dilakukan beberapa minggu yang lalu bersama timnya dihentikan sementara. Sebab, ia dimintai uang oleh beberapa perangkat desa setempat. Padahal, yang ia ketahui selama ini tidak ada dana untuk diberikan kepada perangkat desa.

“Yang saya ketahui kita melakukan pendataan ini adalah 80 persen pekerjaan sosial, sedangkan 20 persennya adalah mendapatkan bayaran sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK). Jadi, Lanjutnya, tidak ada dana untuk diberikan kepada pengakat desa,” ujar petugas dari Pusat Penelitian Pranata Pembangunan Universitas Indonesia (Pranata UI) tersebut, Kemarin, Kamis, (13/11), seusai acara sosialisasi tentang penggunaan Gas Elpiji, di Aula Universitas Darul Ulum, jalan merdeka, Jombang.

Pemuda Kelahiran Jombang ini juga menjelaskan, para perangkat desa tersebut meminta bagian uang kepada supliyer sebesar 4 Ribu perpaket Elpiji. Permintaan itu terjadi setelah muncul issu dari supliyer lainnya yang akan memberikan kompensasi besar kepada perangkat desa. Namun, setelah diklarifikasi ke beberapa daerah lainnya ternyata issu yang dihembuskan itu tidak benar.

“Awalnya ada Issu dari Supliyer lain yang akan memberikan kompensasi keperangkat desa, setelah kami cek ternyata tidak ada,” paparnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh koordinator SL Wilayah I Jawatimur, M.Noer, Menurutnya selama ini tidak ada kompensasi untuk perangkat desa dan warga berhak menerima gal Elpiji secara Gratis tanpa dipungut biaya apapun. Kemudian, Lanjut pria yang ditugasi Pertamina untuk pendistribusian Elpiji di Jatim ini, para petugas akan melakukan pandataan Door to Door (dari rumah kerumah, red).

“Kalau perangkat desa tetap menolak, maka tinggalkan saja wilayah tersebut, kita tetap akan membagikan kepada wilayah yang mau didata,” tegasnya.

Kendati begitu, M.Noer tetap akan melakukan koordinasi untuk membicarakan persoalan tersebut dengan pihak Pemkab Jombang. Sementara petugas yang ada di Jombang diharapkan tetap melakukan pendataan penduduk setempat yang akan memperoleh Elpiji.

Salah satu kepala desa (Kades) PlumbonGambang, Yudha ketika dihubungi melalui telepon, ia mengakui telah meminta bagian dari supliyer terkait konversi gas elpiji tersebut. Namun, dirinya tidak bersedia untuk menjelaskan alasannya. Sebab, Menurut Kades yang pernah dikunjungi oleh Presiden RI, yang mempunyai wewenang untuk menjelaskan hal tersebut adalah pihak Kecamatan.

“Kita tidak menolak pendataan Gas Elpiji karena itu adalah program pemerintah. Kita hanya minta bagiannnya dari suplier. Namun untuk alasan dan besaran nominalnya langsung tanyakan ke Pak Camat karena dia yang Faham, nanti saya takut salah,” singkatnya.

Sementara ketika di Konfirmasi ke Kecamatan, Darto mengatakan dirinya tidak bisa berbuat banyak tentang masalah tersebut, sebab para Kades yang ada di daerahnya tetap menolak pendataan itu.

“Kalau dari JPU ada kompensasinya sedang dari pranata UI tidak transparan,”katanya.
Namun sayang orang nomor sati dikecamatan Gudo itu tidak menjelaskan secara detail besaran nominalnya. Karena ketika di hubungi melalui Handphone nya ia sedang rapat.

“Maaf mas sekarang saya sedang rapat,”pungkasnya.

Seperti yang diketahui, Konversi minyak gas ke LPG yang dilakukan di Kabupaten Jombang di kerjakan oleh tiga Suppliyer, diantaranya yakni, Pranata UI, PT. Petro Gas Jatim Utama, dan PT Bintang Sembilan yang kesemuanya telah ditunjuk PT.Pertamina untuk melakukan pendataan dan pendistribusian Elpiji. Dalam pembagian wilayah ketiga Suplier tersebut masing-masing mendapatkan 7 kecamatan. (ZEN/KRO)