Archive for the ‘Hari Ini’ Category

Warga Kecewa Situs Resmi Pemkab Jombang Error

Tuesday, December 8th, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Sebuah website resmi milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mengalami gangguan sejak beberapa pekan lalu. Situs yang berisikan informasi tentang kota Jombang itu tidak bisa dibuka tanpa alasan yang jelas. Akibatnya, beberapa warga yang biasa mencari informasi tentang kota Jombang mengalami kesulitan.

Salah satu warga Jombang, Yusuf  mengatakan sudah sejak pekan lalu tidak bisa membuka situs yang beralamat www.jombangkab.go.id itu. Menurutnya, ketika situs itu dibuka tertuliskan ’server tidak ditemukan’. “Beberapa kali saya buka gagal terus, padahal saya butuh informasi tentang Jombang,” keluhnya pria alumnus Undar Jombang, Jumat (4/12).

Hal senada juga dikeluhakn oleh Maliki. Pria yang saat ini bekerja di Kota Malang itu saat membuka website tersebut juga gagal. Awalnya ia menduga komputer atau jaringan internetnya yang mengalami gangguan. “Waktu itu saya mau tahu informasi perkembangan kota Jombang, saat saya buka website Jombang ternyata gagal, saya kira internet saya yang gangguan. Setelah saya coba membuka diinternet dan pakai komputer lain ternyata hasilnya sama dan tidak bisa dibuka,” kata Maliki dengan nada sedikit kecewa.

Lebih lanjut pria asal kecamatan Peterongan itu berharap kepada pemerintah setempat agar secepatnya dibenahi dan bisa aktif kembali. “Ini adalah salah satu media informasi Pemkab Jombang, kalau tidak segera aktif lagi, bagaimana orang-orang bisa tahu Jombang,” tegasnya.

Errornyaa website itu diakui oleh pihak Humas Pemkab setempat. Menurut Kepala Bagian Humas Pemkab, Agus Panuwun saat ini situsnya masih dalam perbaikan. Pihaknya juga tidak mengetahui secara pasti errornya website resmi pemerintahan setempat itu. “Saya belum tahu mas sebabnya secara pasti, karena yang menanganinya PDE, nanti akan saya tanyakan penyebabnya dan secepatnya akan bisa aktif lagi,”katanya singkat. (Muza Nifira)

Seorang Ayah bantai anak Kandung lalu bunuh diri

Tuesday, December 8th, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Sadis perbuatan yang dilakukan Azis (32) warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang. Ia tega membantai darah dagingnya sendiri, yakni Abil yang masih berusia 18 bulan. Usai melakukan pembantaian itu, Azis melakukan bunuh diri dengan cara minum racun potas. Sabtu (5/12).

Kedua korban ini pertama kali ditemukan kerabatnya, Warsih (36 , di dalam kamar rumahnya dengan posisi telentang. Seketika itu juga, Warsih  menggendong bocah balita yang masih lemas itu keluar rumah sembari berteriak minta tolong. Mengetahui ada teriakan, sejumlah warga sekitar berusaha memberikan pertolongan kepada korban dengan membawa kedua korban ke Puskesmas setempat.

Dari Hasil pemeriksaan sementara petugas medis di Puskesmas Ploso, tulang leher Abil patah. Sedangkan Azis, pada mulutnya banyak mengeluarkan busa.

Menurut Minten, Mertua Aziz mengatakan beberapa hari terakhir Azis dan Istrinya Nur Azizah, sering bertengkar. Persoalannya dipicu karena Aziz menghabiskan uang Istrinya sebesar Rp 200 ribu hasil pemberian dari saudaranya. Karena sering cekcok, sudah sekitar satu Minggu perempuan yang bekerja di salah satu perusahaan roko itu pulang kerumah orang tuanya di Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh, Jombang, bersama Abil. .

Masih dalam penjelasan Minten, karena tidak ada kejanggalan, pada Sabtu pagi Minten juga tidak keberatan ketika Abil diajak Azis ayahnya ke rumahnya di Rejoagung, Ploso.

Ternyata, pertemuan  Minten dengan cucunya Abil Sabtu kemarin adalah yang terakhir. Sebab,  sekitar tiga jam keberangkatan Abil dan Ayahnya, Minten mendengar kabar jika Abil dan Azis ditemukan meninggal.

“Mungkin Azis jengkel karena belakangan terus bertengkar dengan istrinya hingga nekat bunuh diri. Tapi mengapa dia juga tega membunuh anaknya yang tak berdosa. Kasihan Abil, cucu saya,” ujar Minten kepada para wartawan sembari mengucurkan air matanya saat di samping jenazah Abil dan Azis di Puskesmas Ploso. (Muza Nifira)

Pemekaran Kecamatan Pebayuran

Tuesday, December 8th, 2009

S2300016KoranRakyat.net  | Pebayuran
Pebayuran yang memiliki areal cukup luas dengan tiga belas Desa diantaranya Desa Kerta Sari, Desa Bantar Jaya, Desa Bantar Sari, Desa Karang Patri, Desa Kerta Jaya, Desa Karang Haur, Desa Sumber Reja,Desa Sumber Sari, Desa Sumber Urip, Desa Karang Jaya, Desa Karangf Reja ,Desa Karang Segar dan Desa Karang Harja. Dengan pertambahan Penduduk  dan social Ekonomi masyarakat diharapkan adanya Pemekaran Wilayah Kecamatan Pebayuran.

Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat karena dengan luasnya wilayah pelayanan masyarakat dinilai kurang memenuhi harapan karena keterbatasan penyelengara kecamatan untuk melayani masyarakat dari tiga belas Desa. Selain untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dengan adanya pemekaran kecamatan untuk meningkatkan pembangunan , pendidikkan, kesehatan dan ekonomi dan Infrastruktur lainnya.

Kepala Desa Sumber Urip Tamin Apeng  mengatakan, “Masyarakat sangat mengharapkan adanya pemekaran Kecamatan Pebayuran karena saat ini wilayah pebayuran memilki areal cukup luas dengan mencakup pelayanan 13 Desa, tentunya akan mengurangi pelayanan cepat dan mudah yang selalu didengungkan oleh pemerintah, didalam melayani masyarakat. Karena luasnya wilayah dan banyaknya masyarakat Desa yang dilayani oleh Kecamatan , sehingga masyarakat sangat mengharapkan adanya pemekaran, saya juga menilai sudah saatnya Kecamatan Pebayuran untuk di mekarkan.”ujarnya.

Lebih Lanjut Tamin juga menuturkan ”tempat yang ideal untuk penempatan Kecamatan Pemeran adalah Desa Sumber Urip, karena Desa sumber Urip berbatasan dengan lima Desa di sekiranya. Dengan dekatnya Kantor Kecamatan makan masyarakat sekitar lima Desa yang dekat dengan Desa Sumber Urip akan mudah dan cepat mendapatkan pelayanan karena keberadaan Kantor Desa tidak terlalu jauh.

Selain itu juga atas nama seluruh masyarakat Desa Sumber Urip, mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi atas di bangunnya Puskesmas dan sekolah SMKN serta masyarakat menunggu adanya pembangunan pasar tradisional dan terminal angkot,  untuk menunjang perekonomian masyarakat Desa dan Kecamatan Pebayuran, karena pasar tradisional belum ada di wilayah Kecamatan Pebayuran. Selama ini masyarakat sangat mengharapkan adanya pasar dan segera direalisasikan pengajuan pembangunan Pasar Tradisional demi meningkatkan taraf kehidupan dan perekonomian masyarakat. “tandasnya. (M. Joko YP)

Pembentukan KUPP ( Kelompok Usaha Pemuda Produktif ) Kecamatan Cikarang Barat

Tuesday, December 8th, 2009

KoranRakyat.net | Bekasi
Untuk pengentasan penganguran yang di dominasi oleh usia produktif,seperti pemuda yang berusia 15-35 Tahun, baru-baru ini Kecamatan Cikarang Barat membentuk KUPP ( Kelompok Usaha Pemuda Produktif ), untuk setiap Desa yang di programkan oleh Pemerintah Pusat.Bertempat diaula Kecamatan Cikarang Barat, pemuda yang berusia 15-35 tahun di berikan pengarahan untuk membentuk KUPP pada setiap Desa. Yang nantinya pada setiap KUPP mempunyai program untuk kegiatan Usaha, seperti ternak ,bengkel,sablon dan usaha lainnya, yang nantinya program tersebut diajukan ke Pemerintah Pusat yang akan menggelontorkan dana lunak untuk pengembangan usaha yang di bentuk oleh pemuda disetiap Desa.

Kasi Kewirausaha, Rajawali Agung, pada Fokus mengatakan “ Dibentuk KUPP terdiri dari lima orang, yang berasal dari Desa berada di Kecamatan Cikarang Barat, untuk membentuk kelompok usaha yang di bina dan diarahkan yang nantinya akan di berikan dana lunak untuk permodalan usaha di kelompok KUPP yang sebagian besar beranggotakan pemuda usia produktif dari 15-35 tahun, program ini untuk mengentaskan pengangguran yang banyak di sandang oleh usia produktif”ujarnya
Hal senada di utarakan oleh Camat Cikarang Barat,  A. Karim  “Program KUPP sangat berguna bagi pengentasan penganggura khususnya para kawula muda yang berusia 15-35, karena sekarang banyak pemuda yang hanya tahu limbah untuk mencari uang, tapi dengan adanya program pengentasan dan pembinaan pemuda produktif , maka setiap kelompok KUPP, di setiap Desa,   dapat mengubah paradigma pemuda Kab. Bekasi umumnya atau pemuda Cikarang Barat Khususnya, untuk tidak hanya mengandalkan usaha limbah sebagai sumber mata pencarian, di KUUP nantinya akan mendapat arahan dan binaan untuk mengembangkan berbagai jenis usaha , sesuai dengan program tersebut para KUPP akan mendapatkan bantuan dana lunak,untuk mengembangkan usaha sesuai dengan keahlian yang ada di KUPP,  sehingga dapat mengurangi pengangguran  usia produktif “paparnya. (M. Joko YP)

Desa Sukaasih Harapkan Perhatian Pembangunan Infrstruktur dan TPU ( Tempat Pemakaman Umum)

Tuesday, December 8th, 2009

KoranRakyat.net | Bekasi
Desa Sukaasih , Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, saat ini sangat teringgal pembangunan infrastruktur, hal membuat Masyarakat Desa sukaasih, yang berjumlah 6300 jiwa terdiri dari 2700 Kepala Keluarga (KK), di 12 Rt dan 6 Rw, dengan luas wilayah 456 Ha, terbagi atas 400 Ha berupa lahan pertanian dan sisanya lahan daratan.Sangat mengharap Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, untuk memperhatikan Desa Suka Asih, Pasalnya meski telah berupaya mengajukan proposal pembangunan infrastruktur, namun hanya sebagian yang  baru direalisasikan, sementara daerah lainnya sudah begitu pesat pembangunannya, membuat Desa Sukaasih tertinggal dalam pembangunan.

Padahal dalam pembayaran PBB ( Pajak Bumi dan Banunan), Desa sukaasih, Kecamatan Sukatani , termasuk rangking I pada tingkat Kecamatan dan rangkin 4 tingkat Kabupaten Bekasi, namun disisi lain masyarakat Desa sukaasih sangat mengharapkan adanya TPU, Karena saat ini Desa Sukaasih tidak mempunyai Tempat Pemakaman Umum (TPU), sehingga masyarakat yang akan menguburkan Jenazah, sanak keluarganya bila meninggal harus memakamkan di pekarangan rumah, karena itu masyarakat sangat mengharapkan Dinas pemakaman umum memperhatikan permohonan masyarakat tersebut, untuk menyediakan lahan pemakaman di Desa Suka Asih, sehingga jika ada masyarakat yang meninggal dapat dimakamkan di TPU yang berada di Desa.

Meski Pemerintah telah menyiapkan TPU untuk masyarakat Kecamatan Sukatani , namun lokasinya sangat jauh dari Desa Suka Asih, sehingga masyarakat masih tetap memakamkan jenazah sanak keluarganya bila meninggal di pekarangan rumah atau , ditempat-tempat yang kurang layak sebagai pemakaman.seperti dibelakang rumah dekat sumber mata air.

Ketika ditemui Koran Rakyat.net   , Royani, Kepala Desa Sukaasih, Kecamatan Sukatani, Kabupaten bekasi mengatakan, “Saya berharap Desa Sukasih yang sangat tertinggal pembangunannya pada tahun 2010 nanti , akan mendapatkan perhatian Pemda Kab. Bekasi, untuk pembangunan infrastruktur, selain itu juga Dengan memakamkan jenazah sanak keluarganya di pekarangan rumah, di kawatirkan jika suatu saat nanti Desa Sukaasih mengalami kemajuan dibidang pembangunan, maka makam makam tersebut akan terkena Gusur, karena itu saya sangat mengharapkan Pemda Kabupaten Bekasi, untuk menyediakan lahan Pemakaman Umum (TPU) di Desa, sehingga masyarakat tidak menguburkan Jenazah dipekarangan rumah seperti yang dilakukan sekarang, memang pemda telah menyiapkan lahan TPU bagi masyarakat Kecamtan Sukatani, namun lokasi TPU tersebut sangat jauh letaknya dari desa, idealnya lokasi pemakaman umun lokasinya ada diDesa, sehingga memudahkan masyarakat untuk mengubur jenasah sanak keluarganya, “tidak mungkin Masyarakat saya mengubur jenazah sanak keluarga yang jauh dari Desa.ujar Kades.(M. Joko YP)

Jalan Raya Tambelang Balong Asem Sepanjang 3,5 KM Hancur!

Tuesday, December 8th, 2009

KoranRakyat.net | Bekasi
Jalan Raya Tambelang yang terletak di Balong Asem sepanjang 3,5 KM, saat ini keadaan sangat  memprihatinkan jalan yang sering di lintasi oleh masyarakat, saat ini dalam kondisi hancur, sehingga masyarakat yang melintas terasa tidaknyaman.Lubang jalan banyak  yang menganga sehingga para pengendara sepeda motor, kawatir jatuh yang mengakibatkan menelan korban jiwa.

Hampir sepuluh tahun jalan tersebut rusak, namun sampai sekarang belum juga di perbaiki, kerusakan jalan yang sangat parah berada di depan kantor Desa Sukarapih, nampak jalan seperti kubangan kerbau jika musim hujan,bila musim panas jalan nampak berdebu dan lubang sangat membahayakan bagi masyarakat yang akan ke kantor Desa .

Kepala Desa Sukarapih, M. Makmur saat di konfirmasi di ruangan kerjanya mengatakan “Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, sepertinya tidak perduli dengan kondisi jalan yang telah hancur ini, sudah sepuluh tahun hancurnya jalan dibiarkan tampa adanya perbaikan,masyarakat sering mengeluh jika akan ke kantor Desa  karena kerusakan jalan yang parah terletak percis di depan kantor Desa”ujarnya

Selanjutnya Kepala Desa juga menuturkan, “jika pada tahun 2010  jalan Jalan Raya Tambelang Balong Asem, tidak di perbaiki maka masyarakat akan menanami jalan dengan pohon pisang, hal itu di lakukan karena masyarakat Desa Sukarapih khuhusnaya dan masyarakat Kecamatan Tambelang umumnya sudah sangat kecewa dengan keadaan jalan yang hancur namun tidak juga di perbaiki”.tandasnya

Disisi lain masyarakat yang melintas di jalan raya Tambelang Kp. Balong Asem yang sempat terjatuh , Eri warga Desa Sukarapih mengatakan “Jalan yang hancur ini sangat membahayakan dan rawan kecelakan, seperti yang saya alami sepeda motor saya terperosok kedalam lubang jalan, sehingga saya terjatuh dari motor”.ujarnya. (M. Joko YP)

Ibu-Ibu PKK Desa Sukakarsa Harapkan Bantuan Modal Usaha

Tuesday, December 8th, 2009

S2300052KoranRakyat.net | Bekasi
Ibu-ibu PKK Desa Sukakarsa, Kcamatan Sukakarya , Kabupaten Bekasi,  yang mempunyai usaha,Uli Singkong, Tahu Tempe dan Kue Cincin , saat ini sangat membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya.
Ibu-Ibu PKK di bawah binaan PKK Desa Sukakarsa yang di pimpin oleh Ibu Iroh Rochyati,mempunyai tujuan untuk menambah penghasilan keluarga untuk membantu penghasilan suami.

Menurut keterangan Ketua PKK Desa Sukakarsa, Iroh Rochyati mengatakan “Ibu-Ibu PKK yang saya bina saat ini memang sangat membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya, saya sangat mengharapkan Pemda Kabupaten Bekasi mau mengucurkan bantuan karena tanpa modal usaha tidak mungkin Ibu_Ibu PKK dapat mengembangkan usahanya”ujarnya

Lebih Lanjut Iroch menuturkan “ Setiap kelompok Ibu-Ibu PKK dalam bidang usahanya terdapat lima anggota yang telah ahli membuat kue dan makanan, sehingga kini anggota yang telah saya bina memohon bantuan untuk meneruskan usahanya, agar dapat membantu penghasilan keluarga”paparnya

Sementara itu Kepala Desa Sukakkarsa mengungkapkan,  hal senada dengan Ibu-Ibu PKK Desanya “Kalau memang Pemda dapat membantu modal usaha bagi  Ibu-Ibu PKK Desa Sukakarsa tentunya ini sangat membantu, saya lihat Ibu-Ibu PKK sangat antusias dalam segala program PKK yang di programkan oleh PKK Tingkat Kecamatan maupun PKK tingkat Kabupaten, saya berharap Bupati mau memberi bantuan modal untuk pengembangan usaha Ibu-Ibu PKK Desa Sukakarsa “tandas Kades

Adapun susunan pengurus PKK Desa Sukakrsa sebagai berikut, Ketua Iroch Rochyati, Wakil Ketua Romlah, Sekretaris Ade Yana, Bendahara Sukesih, untuk setiap anggota kelompok usaha terbagi usaha Uli singkong lima anggota, kelompok usaha tahu tempe sepuluh anggota,  lokasi usaha Uli singkong  berada di Kp. Kendayakan RT01 Rw.01, Desa Sukakarsa, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, lokasi usaha tahu tempe ada di Kp. pulo asem Rt 07 Rw 03.

Semoga Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, mau mengalokasi dana untuk membantu modal bagi Ibu-Ibu PKK Desa Sukakarsa, demi meningkatkan perekonomian keluarga, menuju keluarga sejahtera.(M. Joko YP)

Jl Desa Kp. Belut Sepanjang 1,7 Km Rusak Parah Masyarakat Mengeluh

Tuesday, December 8th, 2009

S2300068KoranRakyat.net | Bekasi
Jalan Desa yang berlokasi  di kampung Belut , Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, sepanjang 1,7 KM, saat ini keadaannya sangat rusak parah, selain aspal yang telah mengelupas  dan berlubang , sehingga masyarakat Desa Suka Ragam  maupun masyarakat Desa Sirna Jaya yang akan melintas kesulitan, apalagi sekarang musim hujan lubang yang tergenang air, mengakibatkan banyak pengendara kendaraan sepeda motor terpelosok dan jatuh karena lubang dan licinnya jalan. Hal ini tentunya membuat masyarakat Desa Sukaragam mengeluh kepada Kepala Desa, dengan alasan jalan telah rusak tersebut tidak di perbaiki, padahal telah beberapa kali Kepala Desa mengajukan proposal perbaikan jalan kepada Bupati untuk diperbaiki namun sampai saat ini jalan tersebut luput dari perhatian pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi.

Dalam setiap Musrembang (Musyawarah Pembangunan ) tingkat Desa , Kepala Desa selalu mengajukan perbaikan jalan Kampung Belut sepanjang 1,7 KM, namun tidak pernah mendapat tanggapan, hal ini terjadi karena pada Tahun 2009 ini APBD untuk sarana perbaikan infrastruktur lebih focus ke daerah utara, menyebabkan ketimpangan pembangunan, seperti Desa Sukaragam yang terasa sangat tertinggal dalam pembangunan infrastruktur.

Kepala Desa Sukaragam, H.Enden ketika di konfirmasi Koran Rakyat.net mengatakan” Daerah Selatan dalam hal pembangunan jalan sering luput dari perhatian  Pemda Kabupaten Bekasi, sehingga banyak Daerah atau Desa yang berada di wilayah Selatan tertinggal seperti Desa Sukaragam ini, sehingga masyarakat mengeluh kepada saya mengenai jalan kampung Belut dari RT 07 sampai RT 10 sepanjang 1,7 KM rusak parah dan sampai saat ini belum juga di perbaiki padahal saya telah beberapa kali mengajukan jalan rusak tersebut agar di perbaiki dengan menggunakan kontruksi Beton (COOR).”ujarnya

Lebih jauh kades juga menuturkan, jalan kampung Belut telah rusak lama, meski dahulu telah di aspal namun kekuatan aspal tidak terlalu lama, sehingga sekarang sudah rusak parah dan membahayakan bagi pengguna jalan, karena itu masyarakat sangat mengharapkan pembangunan jalan menggunakan kontruksi Beton, padahal jalan kampung Belut merupakan jalan utama dan penghubung  bagi dua Desa yaitu Desa Sukaragam dan Desa Sirnajaya.”Saya berharap pada tahun 2010 nanti jalan ini diperbaiki, jangan hanya daerah utara saja yang jadi prioritas pembangunan jalan, sementara daerah selatan masih banyak jalan-jalan yang rusak “tandasnya. (M. Joko YP)

Korban landasan ”ToNo” Tuntut harga lahan dinaikkan

Tuesday, December 8th, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Sejumlah warga yang lahannya menjadi korban landasan pembangunan Tol Kertosono – Mojokerto (ToNo) hingga saat ini belum menyetujui nilai ganti rugi yang telah ditentukan oleh Panitia Pembebasan Tanah (P2T). Pasalnya, mereka menilai saat penentuan harga dilakukan sepihak tanpa melibatkan musyawarah dengan warga selaku pemilik tanah. Maka, Warga menuntut kenaikan harga hingga 500 ribu permeter.

“Saat dilakukan sosialisasi dikecamatan, mereka berjanji harga tanah akan disamakan dengan tanah perkotaan,” ujar Koordinator Korban Pembangunan Tol, Haryanto Muspito.

Yanto menjelaskan, harga itu muncul ketika petugas melakukan pengukuran tanah. Ia menjelaskan, tidak mempersoalkan apabila harga sawah diberlakukan 2 kali lipat. Namun untuk lahan pemukiman yang ada rumahnya ganti rugi yag diberikan tidak sesuai. “Harga segitu karena untuk belih tanah saja tidak cukup apalagi untuk membangun,” katanya dengan nada kecewa sembari berujar harga untuk tanah berkisar Rp 140 ribu per meter.

Salah satu warga lainya, Supri mengatakan, dalam menentukan harga, Panitia tidak menilai dari segi non fisik.

“Hal itu sesuai dengan Perpres 36, seperti adanya usaha pertanian, peternakan yang telah dibangun warga,”katanya menjelaskan kepada wartawan. Rabu, (2/12)

Berdasar itulah, warga meminta harga tanah dan pemukiman dinaikkan, dengan ketentuan harga tanah batas bawah antara 300-500 ribu permeter persegi, dan harga tanah jenis pekarangan antara 700-1500 ribu permeter persegi. sedangkan harga bangunan permeter persegi antara 800-2500 ribu permeter.

Sementara itu, Ketua P2T Munif Kusnan membantah jika dalam penentuan harga tidak dilakukan dengan musyawarah dan tidak transparan. Bahkan, meski berdasarkan kajian tim independent, dalam penentuan harga untuk jalan tol ini, telah ditetntukan harga yang maksimal.

“Musyawarah sudah kita lakukan, dan harga ini sudah melalui kajian dari tim Aprasial berdasarkan NJOB dan nilai transaksi jual beli terakhir,”tegas Munif yang juga Sekdakab Jombang. (Muza Nifira)

IPM Al-Fathimiyyah Gelar Diklatjur

Wednesday, December 2nd, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Dalam meningkatkan kretifitas para santriwati untuk menjadi seorang jurnalis yang profesional, puluhan santri yang tergabung dalam organisasi Ikatan Penulis Muda (IPM) Pondok Pesantren Al-Fathimiyyah Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang menggelar pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Jurnalistik di Pondok setempat.

Dalam kegiatan yang dikuti peserta sebanyak 70 orang itu dilaksanakan selama dua hari yakni tanggal 19 hingga 20 November 2009.

“Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dengan harapan para peserta dapat lebih memahami tentang jurnalis,” ujar Ketua Panitia Diklat, Amalia Solikhah.

Didalam kegiatan itu para peserta mendapatkan beberapa materi tentang jurnalistik, diantaranya tentang sejarah Jurnalistik dan manajemen keredaksian.

“Sebagian pematerinya dari Malang dan dari media cetak,” tambah panitia lainnya.

Sementara itu, salah satu pemateri M.Zainul Arifin mengaku sangat bangga dengan adanya kegiatan diklat semacam itu. Karena, hal itu untuk meningkatkan kreatifitas para santriwati. Setidaknya, lanjut wartawan salah satu media harian Cetak itu mengatakan, dengan diadakannya diklat, ide-ide para santri dapat dituangkan dalam karya tulis.

“Saya sangat senang sekali dengan adanya diklat ini, ternyata banyak dari teman-teman yang masih meminati untuk menjadi seorang jurnalis. Yang terpenting terus berkarya dan jangan takut untuk gagal, itu adalah bagian dari tantangan,” katanya dihadapan peserta.

Menurut pria alumnus Universitas Darul Ulum Jombang itu, menjadi seorang jurnalis tidak bisa dipaksakan, karena itu adalah sebuah kreatifitas seseorang yang berpotensi dalam bidang karya tulis. “Jadi tidak gampang menjadi wartawan, semua butuh proses, sekali lagi yang terpenting belajar menulis dan jangan takut salah,” tegasnya.

Dalam materi manajemen redaksinya, Pria kelahiran Bojonegoro itu selain menjelaskan juga mempraktekkan secara langsung yakni para peserta ditugaskan untuk membuat gambaran sebuah media dengan menajemen redaksinya sesuai dengan kebutuhan. Misal, didalam Manajemen Redaksian Ada Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi, Redaktur pelaksana, wartawan dan kebutuhan lainnya. Usai membuat manajemen redaksi, para peserta kemudian melakukan presentasi yang terdiri dari tujuh
kelompok.

sementara itu, sebelum berakhir, panitia juga memberikan penghargaan pada peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi dari panitia.
“Kami ucapkan terima kasih pada semua tema-teman peserta, panitia dan para tutor (pemateri,red), semoga kegiatan ini mendapatkan manfaatnya,” tandas Panitia. (Muza Nifira)

Mahasiswa Akan Kepung DPR tanggal 1 Desember 2009

Tuesday, December 1st, 2009

KoranRakyat.net | Press Release
Terbongkarnya skandal kriminalisasi pimpinan KPK yang dilatarbelakangi skandal bailout Bank Century mengilhami beberapa organisasi mahasiswa ekstra kampus menggelar mimbar bebas di halaman gedung dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta. Acara bertajuk “Mimbar Demokrasi, Selamatkan Indonesia dari Korupsi!” ini berlangsung sejak senin (23/11/2009) dan berakhir hari ini, Rabu (25/11/2009). Pada hari terakhir, tampil sebagai orator Ton Abdillah (Sekjen DPP IMM), Cokro Wibowo (Sekjen Presidium GMNI), Sures (Presidium KMHDI), Romo Benny Susetyo, Ray Rangkuti (KOMPAK), dan Abdul Mukti (Direktur CDCC).

Dalam orasinya, Sekjen DPP IMM menjelaskan bahwa mimbar kebangsaan digelar sebagai upaya untuk mempersatukan kekuatan kritik yang saat ini sedang tumbuh di tengah kelompok sivil society. Kegundahan publik atas kasus kriminalisasi KPK dan skandal Bank Century harus dikanalisasi menjadi energi untuk mendorong perubahan yang lebih nyata dalam tatanan kehidupan bangsa dan negara. “Semua tokoh, intelektual, pimpinan ormas, OKP pemuda dan mahasiswa yang hadir telah bersepakat untuk melakukan aksi demonstrasi besar-besaran guna mengepung gedung DPR saat sidang paripurna DPR pada tanggal 1 Desember 2009, serta pada hari anti korupsi di lapangan silang Monas tanggal 9 Desember 2009, guna mendorong perubahan untuk Indonesia lebih baik tanpa korupsi”, ungkap Abdillah.

“Kasus Pelemahan KPK dan skandal Bank Century merupakan kejahatan yang harus dilawan tanpa kompromi. Uang negara sebesar 6,7 trilyun rupiah yang digunakan dalam bailout Bank Century harus dikembalikan dan semua aktor yang terlibat dihukum seberat-beratnya. Mahasiswa dan rakyat tidak akan berhenti mendesak institusi-institusi terkait dan Presiden SBY untuk mengusut kedua kasus ini hingga tuntas”, ujar Abdillah dalam orasinya. “Bahkan jika skandal Bank Century pada akhirnya terbukti melibatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan mantan Gubernur BI Boediono, kami mendesak keduanya diproses secara hukum, karena bailout 6,7 trilyun Bank century adalah perampokan uang rakyat”, tandas Abdillah.

Sementara Cokro Wibowo dari GMNI menyoroti kegagalan pemerintahan SBY dalam menyelesaikan konflik KPK – Polri dan Kejaksaan Agung. Menurut Cokro, kelambanan Presiden SBY dalam menyelesaikan kasus Bibit – Chandra dan skandal Bank Century telah membuat publik manaruh kecurigaan besar atas skandal ini. “Reaksi mahasiswa dan kelompok pro demokrasi lainnya melalui aksi-aksi demonstrasi adalah respons moral atas kedua skandal tersebut dan kami menyerukan persatuan seluruh kekuatan sivil society untuk mendesakkan perubahan nyata”, tegas Cokro dalam orasinya.

Dalam kesempatan berikutnya, aktivis KOMPAK Ray Rangkuti mengingatkan mahasiswa untuk menjaga stamina gerakan. Menurut Ray, upaya Presiden SBY mengulur-ngulur waktu adalah tantangan tersendiri bagi gerakan mahasiswa dalam menjaga konsistensi perjuangan. “SBY melakukan buying time, setelah membentuk TPF yang bekerja selama dua minggu, kemudiaan dipelajari dulu oleh Presiden SBY selama seminggu, dan keputusan akhirnya pasca pidato SBY kemarin diserahkan kepada Jaksa Agung yang memerlukan waktu dua minggu. Aktivis mahasiswa harus merubahnya menjadi stamina gerakan,” ujar Ray Rangkuti. (Ton Abdillah)

Disnak Jombang Perikasa Ribuan Kambing Qurban

Tuesday, December 1st, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Sejumlah petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Jombang melakukan pemeriksaan di beberapa titik strategis. Harapannya, agar hewan yang akan dikurbankan aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Meski dalam pemeriksaanya petugas tidak menemukan penyakit itu, namun, pihak Disnakkan tetap mengimbau kepada penjual hewan kurban agar mewaspadai penyakit Pink Eyes (mata merah) dan berengan. “Dari sekitar 2.156 kambing yang telah diperiksa kami belum menemukan hewan kurban berpenyakit. Artinya, hewan kurban di Jombang relatif aman,” Ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Jombang, Ahmad Baidhowi, usai melakukan pemeriksaan, Selasa (24/11).

Lebih lanjut Baidhowi menjelaskan, meski hewan kurban dalam kategori aman dari penyakit, namun pihaknya menghimbau kepada para pedagang agar mewaspadai adanya penyakit Pink Eyes dan Berengan. Dua penyakit tersebut dipicu oleh perubahan musim dan kondisi kambing yang kecapekan. Semisal, kambing yang didatangkan dari luar kota. Karena jauhnya perjalanan, biasanya kambing akan mengalami mata merah dan berengan. Hanya saja, dua penyakit tersebut tidak berbahaya.

Menurutnya, ciri kambing yang mengidap pink eyes yakni pada bagian mata kambing tersebut cukup ditetesi dengan jeruk nipis. Sedangkan kambing yang menderita berengan, cukup dengan mengoleskan obat merah. ” Kami tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mewasdai penyakit itu,” himbaunya.

Usai dilakukan pemeriksaan, lapak penjual kambing diberi surat keterangan oleh Disnakkan yang intinya bahwa di lapak tersebut dalam kategori sehat. Semisal di lapak penjualan kambing milik H Said yang ada di jalan Urip Sumoharjo. Dari 125 kambing yang diperiksa, semuanya dalam kategori sehat. “Pemeriksaan ini akan terus kami lakukan hingga datangnya lebaran idul adha nanti,” tandasnya. (Muza Nifira)

MUI dan Pesantren Jombang khawatir film Kiamat 2012 bisa Musyrik

Tuesday, December 1st, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Keluarnya film kiamat 2012 membuat MUI (Majelis Ulama Indonesia) di Jombang sedikit khawatir, sebab film tersebut bisa menimbulkan kemusyrikan. Mengantisipasi hal itu, ketua MUI KH Cholil Dahlan akan menghidupkan kembali struktur MUI hingga di tingkat kecamatan serta desa.

Pengurus MUI kecamatan dan modin ini akan memberikan pencerahan keagamaan. Dengan begitu, masyarakat akan memahami dan mengerti bahwa film itu hanyalah fiksi. “Kalau kadar keimanan masyarakat itu kuat, maka mereka tidak akan terpengaruh dengan segala godaan, termasuk film kiamat 2012,” Katanya.

Selain itu, Menurutnya film tersebut tidak perlu untuk dilarang. Sebab, dengan langkanya, ummat islam tidak akan terpengaruh. Disisi lain, film yang berbau kontroversi tersebut juga memicu reaksi dari kalangan pondok pesantren. Film yang dihasilkan dari ramalan suku Maya itu bersifat fiksi. “Yang terpenting masyarakat mempertebal keimanan, sehingga dengan melihat itu bisa mengambil sisi manfaatnya,” Tambah KH Zulfikar Asad, pengasuh pondok pesantren Darul ‘Ulum Jombang, Jawatimur,.

Menurut Gus Sufik, demikian ia biasa dipanggil, tidak perlu ada pelarangan terhadap film yang meramalkan bahwasannya kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012 itu. Sebab, jika film itu dilarang, maka niat masyarakat untuk melihat film tersebut akan semakin besar. Selain itu, pihaknya juga yakin, apabila keimanan masyarakat sudah tebal, maka tidak akan terpengaruh dengan film tersebut.

Ditambah oleh kiai muda ini, sebagai orang Islam memang harus mempercayai adanya hari kiamat. Namun, untuk penggambaran secara nyata dan kepastian terjadinya, merupakan kuasa Allah SWT. “Mengenai kapan terjadinya hari kiamat merupakan kuasa dari Sang Pencipta. Jadi kita tidak boleh menentukan hari ataupun tahunnya. Jika hal itu terjadi bisa menyesatkan,” katanya menjelaskan. (Muza Nifira)

Angka Pengangguran Di Jombang Mengalami Peningkatan

Tuesday, December 1st, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Keterbatasan lapangan pekerjaan yang ada, dan kualitas pendidikan banyak yang tidak mampu bersaing di dunia kerja menyebabkan angka pengangguran di Kabupaten Jombang mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Jombang, Harry Kusmadi, melalui Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Mochammad Soleh menjelaskan, Jumlah angka pengangguran saat ini mengalami peningkatan hingga 2,5 persen. Pada tahun 2008 lalu jumlah pencari kerja sebanyak 12.413 orang, kini angka itu melonjak hingga naik mencapai 5 persen. Dari bulan Januari hingga Oktober 2009 jumlah pencari kerja mencapai 13.066 orang. Sedangkan angka pengangguran yang terdeteksi mencapai 57.899 orang.

“Dari data yang ada, jumlah pencari kerja di Kabupaten Jombang untuk tahun ini 13.066 orang dan itu meningkat sebanyak 5% dari tahun 2008,” katanya menjelaskan

Ia beralasan, peningkatan jumlah pengangguran disebabkan karena terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia. “Selain itu banyak para lulusan yang tak dapat ditampung oleh lapangan pekerjaan yang ada,” katanya

Mengatasi hal itu, pihaknya terus mengupayakan pengembangan jejaring dan menggelar kegiatan yang menfasilitasi kreatifitas serta mengembangkan sistem Corporate Sosial Responsibility (CSR). Yakni sistem yang mendorong generasi muda untuk mampu membuka lapangan kerja sendiri untuk dirinya dan keluarga. “Melalui langkah itu diharapkan dapat menekan angka pengangguran yang ada,” tandasnya. (Muza Nifira)

Kyai dan MUI Jombang khawatir “Kiamat 2012″ bisa Musyrik

Tuesday, December 1st, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Keluarnya film kiamat 2012 membuat MUI (Majelis Ulama Indonesia) di Jombang sedikit khawatir, sebab film tersebut bisa menimbulkan kemusyrikan. Mengantisipasi hal itu, ketua MUI KH Cholil Dahlan akan menghidupkan kembali struktur MUI hingga di tingkat kecamatan serta desa.

Pengurus MUI kecamatan dan modin ini akan memberikan pencerahan keagamaan. Dengan begitu, masyarakat akan memahami dan mengerti bahwa film itu hanyalah fiksi. “Kalau kadar keimanan masyarakat itu kuat, maka mereka tidak akan terpengaruh dengan segala godaan, termasuk film kiamat 2012,” Katanya.

Selain itu, Menurutnya film tersebut tidak perlu untuk dilarang. Sebab, dengan langkanya, ummat islam tidak akan terpengaruh. Disisi lain, film yang berbau kontroversi tersebut juga memicu reaksi dari kalangan pondok pesantren. Film yang dihasilkan dari ramalan suku Maya itu bersifat fiksi. “Yang terpenting masyarakat mempertebal keimanan, sehingga dengan melihat itu bisa mengambil sisi manfaatnya,” Tambah KH Zulfikar Asad, pengasuh pondok pesantren Darul ‘Ulum Jombang, Jawatimur,.

Menurut Gus Sufik, demikian ia biasa dipanggil, tidak perlu ada pelarangan terhadap film yang meramalkan bahwasannya kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012 itu. Sebab, jika film itu dilarang, maka niat masyarakat untuk melihat film tersebut akan semakin besar. Selain itu, pihaknya juga yakin, apabila keimanan masyarakat sudah tebal, maka tidak akan terpengaruh dengan film tersebut.

Ditambah oleh kiai muda ini, sebagai orang Islam memang harus mempercayai adanya hari kiamat. Namun, untuk penggambaran secara nyata dan kepastian terjadinya, merupakan kuasa Allah SWT. “Mengenai kapan terjadinya hari kiamat merupakan kuasa dari Sang Pencipta. Jadi kita tidak boleh menentukan hari ataupun tahunnya. Jika hal itu terjadi bisa menyesatkan,” katanya menjelaskan. (Muza Nifira)