Archive for the ‘Bali’ Category

’Nor Din’ Ancam Ledakkan MI Al-Miftah Denpasar

Friday, July 31st, 2009

Denpasar | KoranRakyat.net
Ratusan siswa-siswi beserta guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Miftah yang berada di Jalan Kartini No 26, Denpasar, harus diungsikan ke masjid. Pasalnya, kepala sekolah dan seorang guru mendapat ancaman teror via SMS yang isinya akan meledakkan sekolahan tersebut. Tak ayal, selain membuat panik ratusan murid, ancaman itu juga membuat para wali murid berdatangan dan lebih memilih membawa anaknya pulang lebih awal.

Ancaman tersebut pertama ditujukan kepada kepala sekolah MI Al-Miftah yakni Fadoli pada malam harinya. Dalam ancaman itu pelaku mengatakan akan meledakkan sekolah pada hari Jum’at (31/7) pagi sekitar pukul 10.00 Wita. Nah anehnya diakhir ancaman itu tertulis kata Noor Din. Bukan hanya itu saja, salah seorang guru sekolah yakni Nurhasanah, juga mendapat ancaman serupa pada pagi harinya. Mengetahui ancaman itu, petugas Gegana Brimob Polda Bali sekitar pukul 09.00 Wita pada Jumat itu langsung menyisir sekolah yang berlantai tiga tersebut. Nah saat dilakukan penyisiran itu, sekitar 420 murid beserta belasan guru harus diungsikan ke masjid yang berada sebelah utara sekitar 50 meter. Hal itu dilakuakan untuk menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan. Untungnya tidak ditemukan benda yang membahayakan ataupun yang ,mencurigakan lainnya. Sementara itu ditemui di tempat kejadian Haji Muhammad Homsun, yang juga ketua yayasan Al Miftah mengatakan, setelah dilakuakan perundingan dengan pihak sekolah, pihaknya kemudian mengungsikan ratusan murid itu ke masjid. ”Untuk jaga-jaga saja,” jelasnya Jum’at pagi kemarin. Nah SMS yang bunyinya akan meledakkan sekolahan sekitar pukul 10.00 Wita itu, berasal dari dua nomor yang berbeda. ”Isinya, intinya sama-sama mengancam akan meledakkan sekolah,” paparnya.  Nah saat para murid dibawa ke masjid itu, pihaknya berinisiatif kalau di masjid tersebut akan diberikan pelajaran tambahan, dengan demikian para siswa tidak panik. Namun sayang, rupanya kabar kalau sekolah mendapat teror bom tersebut sudah menyebar kepada para murid bahkan sampai ke wali murid. Salah satunya wali murid yang bernama Arbai. ”Lebih baik orang tua yang mati dari pada anak-anak, untuk itu kita minta pihak sekolah agar memulangkan anak-anak lebih awal,” ujarnya yang mengaku kwatir dengan ancaman itu. Pun demikian, ia mendengar adanya ancaman itu setelah mendapat informasi dari wali murid lain. ”Walaupun ini sekedar ancaman, tapi perlu ditindak lanjuti,” pintanya.

Ditempat yang sama Kepala Dusun Bhuana Sari, Denpasar, Haji Umar Dani juga sempat turun ke lapangan. Ia juga meminta kasus tersebut segera dituntaskan. ”Saya dilapori kalau ada ancaman bom yang mengatasnamakan Noordin, kebetulan saya lihat sendiri SMS-nya dari kepala sekolah,” katanya. Pun demikian ia meminta polisi untuk mengusutanya. ”Apalagi sampai dua orang yang dikirimi SMS,” jelasnya.

Sementara itu ditempat terpisah Kabid Humas Polda Bali Kombes Gde Sugianyar mengatakan, saat ini kasusnya masih ditangani oleh pihak kepolisian. Nah ditanya soal ancaman pasal yang bakal dijeratkan kepada pelaku teror tersebut. ”Ancamannya sama dengan undang-undang teroris, karena meski tidak ada korban, ancaman ini sangat meresahkan,” jelasnya. Pasal tersebut adalah, pasal 6 UU teroris No 15 tahun 2003 tentang membuat rasa takut dan kecemasan yang sangat mendalam meskipun tidak ada korban. (Muhammad Husen Shandy)

Edarkan Sekilo Ganja, Residifis Ditangkap Polisi

Saturday, July 25th, 2009

anti-narkoba

Denpasar | KoranRakyat.net

Ngaku Terpaksa Karena Gak Ada Pekerjaan Lainnya
Dit Reskrim Polda Bali kembali mengamankan seorang pengedar ganja kelas berat yang bernama Hasan,38. Pria asal  Kampung Babakan Sirna Desa Cilebut Timur Sukaraja Bogor ini, diamankan polisi saat akan mengedarkan satu kilogram ganja kering siap pakai. Anehnya, Hasan baru saja keluar dari LP Kerobokan enam bulan lalu. Dia sebelumnya mendekam di sel tahanan selama lima tahun. Pelaku ditangkap bersama rekannya yang ikut mengedarkan ganja bernama Khodir,27.

Sementara itu penangkapan tersebut bermula dari adanya informasi terkait akan adanya transaksi narkoba. Mengetahui hal itu petugas yang berpakaian preman kemudian melakukan pengintaian. Hasilnya, pada Kamis (23/7) sekitar pukul 14.00 Wita, mereka digrebek polisi di rumahnya di Jalan Raya Uluwatu Gang Toyaning Nomor Pecatu Kuta Selatan Badung. “Saat digrebek kemarin, kita menemukan barang bukti berupa 11 bungkus ganja kering, yang beratnya sekitar satu kilo lebih,” ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Gde Sugianyar, Jumat (24/7) siang kemarin. Daun haram itu disimpan oleh pelaku didalam ember warna hitam yang berada di kamar tidur. Rencananya, daun mariyuana tersebut akan diedarkan oleh pelaku diseputaran wilayah Kuta. Perpaketnya (100 gram,red) dijual oleh pelaku sebesar Rp 200 sampai Rp 300 ribu, padahal mereka membeli, perpaketnya sebesar Rp 100 ribu. “Jadi keuntunganya seratus persen lebih,” imbuh jubir Polda Bali yang pernah bertugas sebagai Kapolresta Balikpapan ini. Keuntungan yang berlipat-lipat itulah yang membikin Hasan rela terjun lagi ke bisnis terlarang yang penuh resiko tersebut. “Padahal tersangka adalah residivis, dia pernah divonis 5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Denpasar. Dan baru saja keluar enam bulan lalu,” paparnya. Dalam bisnisnya itu, Hasan ternyata mengajak tetangga kampungnya sendiri yakni Khodir. “Kalau KH (Khodir,red) ini baru saja direkrut oleh Hasan,” jelasnya. Kini pasca penangkapan tersebut, pelaku harus kembali mendekam di sel tahanan. “Khusus untuk pelaku yang residifis, akan ada pertimbangan tersendiri, karena dia tidak jera dengan hukuman sebelumnya,” paparnya. Karena perbuatannya, para tersangka terancam Undang-Undang RI No.22 tahun 2007 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp 500 juta.

Sementara itu dari pengakuan pelaku, mereka baru dua bulan terjun dibisnis narkoba. Mereka menyebut terpaksa terjun ke bisnis itu karena tidak ada pekerjaan lainnya. “Pernah jualan kain juga, tapi tidak cocok pak,” ujar Hasan kemarin. Akhirnya , tidak kuat menganggur, dirinya kembali memutuskan untuk menggeluti bisnisnya itu. “Adanya ya kerja ini (bisnis ganja,red),” paparnya singkat. Sementara narkoba itu berasal dari Jakarta. Daun langka tersebut dikirim oleh pelaku yang saat ini masih buron berinisial IH. Ganja tersebut dibeli seharga Rp 1 juta. Hasan yang bertindak sebagai pemesan barang, mengakui, ganja tersebut diterima lewat jasa pengiriman barang, yaitu TIKI. (Muhammad Husen Shandy)

Antisipasi Aksi Teror, 16 ABK Diamankan

Wednesday, July 22nd, 2009

Denpasar | KoranRakyat.net
Kewaspadaan terhadap aksi teroris di Bali semakin ditingkatkan. Selasa malam kemarin, petugas gabungan melakukan razia diseluruh wilayah Pelabuhan Benoa Denpasar. Hasilnya 16 orang Anak Buah Kapal (ABK) ‘gelap’ diamankan oleh polisi untuk ditindaklanjuti.

Razia tersebut dilakukan oleh peugas gabungan dari kepolisian, Adpel Benoa, dan Pecalang. Sasaran dari operasi tersebut adalah sebagai antisipasi terhadap aksi terorisme yang bisa masuk ke Bali. “Razia ini kita gelar terkait intruksi pengaman terhadap aksi teroris, apalagi Benoa adalah salah satu pintu masuk ke Bali,” ujar Kepala Bidang Penjagaan dan Penyelamatan Adpel Benoa, Rachmadidjaja, pada Selasa malam kemarin, ditemui di Pelabuhan Benoa. Namun demikian kata dia, dalam sweping yang melibatkan puluhan personel gabungan ini sebelumnya sudah jauh hari dilakukan. Tapi, untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan, pihaknya kembali melakukan razia itu. 

“Ini merupakan razia yang ke empat kalinya,” imbuhnya.

Sementara ditempat yang sama, Kapolsek KP3 Benoa, AKP IGAP Suinaci, mengatakan, dalam razia tersebut, setidaknya ada 16 ABK yang diamankan. Para ABK tersebut diketahui tidak melengkapi dirinya dengan identitas yang lengkap. “Mereka kita bawa untuk kita lakukan pemeriksaan,” katanya. Ke 16 ABK itu akan didata terkait keberadaan mereka di pelabuhan tersebut. “Mereka punya buku pelaut, padahal untuk mendapatkan buku itu harus punya KTP,” urainya. “Untuk itu kita periksa mereka,” tambahnya. 

Selain itu, dalam razia tersebut, pihaknya juga menemukan adanya beberapa anak dibawah umur yang dipekerjakan. “Dalam aturannya, anak-anak yang usianya masih dibawah umur tidak seharusnya dipekerjakan,” jelasnya. Untuk itu, pihaknya akan memanggil para pengusaha yang mempekerjakan mereka. “Tentunya akan kita panggil penanggungjawab anak dibawah umur itu,” paparnya. Dari informasi terakhir, rupanya ada dua perusahaan yang merekrut ABK dibawah umur. Perusahaan itu adalah Naga Mas Perkasa dan Bahari Kencana.

Sementara itu, dalam sweping yang dimulai sekitar pukul 19.00 Wit itu hingga tengah malam, seluruh pelabuhan yang ada di kawasan Benoa seperti Pelabuhan penumpang, pelabuhan Barang, pelabuhan kapal Yout, dan pelabuhan kapal ikan, digeledah dan diperiksa isinya. Hasilnya tidak ditemukan bahan yang membahayakan seperti bahan peledak dan sebagainya.

Sementara ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Bali Kombes Gde Sugianyar mengatakan, untuk mengantisipasi masuknya teroris ke Bali, pihaknya kembali menekankan kepada seluruh desa pekraman untuk lebih antisipatif terhadap hal yang mencurigakan. “Seluruh Bali ini ada sekitar 724 desa pekraman, mereka kita mina untuk turut serta dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing,” jelasnya Rabu kemarin. Nah ditanya soal modus terbaru para teroris yang menyusupkan orangnya ke kos-kosan ataupun hotel. Pihaknya juga meminta kepada pemilik hotel agar lebih selektif dalam merekrut karyawan. Selain itu, kata dia sesungguhnya kekayaan adat istiadat Bali bisa meminimalisir penyusupan itu. “Sebetulnya kearifan lokal di Bali seperti adanya awik-awik desa, bisa digunakan untuk menangkal itu semua,” pungkasnya singkat. (Muhammad Husen Shandy)

Hadang Teroris, Laut Bali Dijaga 11 Kapal

Wednesday, July 22nd, 2009

Denpasar, NusaBali | KoranRakyat.net
Jajaran Kepolisian Polda Bali, terus meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan teroris. Didarat pengamanan dengan memeriksa kendaraan keluar masuk Bali, dilakukan di masing-masing polsek. Kini pengamanan ekstra ketat juga dilakukan disegala penjuru perairan Bali. Bahkan untuk menangkal masuknya teroris dari jalur laut itu, Dit Polair Polda Bali sudah mensiagakan 11 kapal khusus untuk menghadang masuknya kelompok radikal.

Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Dir Polair Polda Bali, AKBP Oka S Swara Candrana, menurtnya untuk menangkal masuknya teroris dari jalur laut, pihaknya sudah mensiagakan sekitar 11 kapal. “Kapal-kapal itu kita tempatkan di perairan Bali Utara, Barat, dan beberapa peraian Bali lainnya seperti Benoa, Padangbai, dan Kubu,” ujarnya didampingi Kasubbid Bin Ops Polair Polda Bali, AKP Putu Suaradinata, pada Selasa (21/7). Beberapa kapal itu ditempatkan dibeberapa titik, seperti di Benoa ada 4 kapal masing-masing kapal bernomor lambung 201,202,219, dan 304. Kemudian di perairan Bali Barat disiagakan 2 kapal, masing-masing kapal bernomor lambung 220, dan 301. Kemudian diperairan Bali Utara ada 3 kapal masing-masing kapal bernomor 208, 216, dan 302, kemudian di Padangbai 1 kapal (221) dan Kubu 1 kapal (305). Kapal-kapal itu kata dia, disiagakan untuk berpatroli di pos masing-masing. “Jadi setiap kapal yang keluar masuk kita periksa bawaan, penumpang dan kepentingannya,” tambahnya kemarin.

Selain melakukan pemeriksaan disetiap kapal yang keluar masuk, kepolisian Polair Polda juga mengawasi pelabuhan-pelabuhan rakyat yang tersebar di wilayah Bali. Beberapa pelabuhan rakyat itu antara lain di Pelabuhan Pegametan Singaraja, Pelabuhan Kedonganan Badung dan beberapa pelabuhan kecil lainnya. Pengawasan terhadap pelabuhan kecil itu dilakukan untuk mengantisipasi, digunakannya pelabuhan itu sebagai pintu masuk ke Bali. “Jadi setiap pagi, ada petugas juga yang berpatroli disana,” paparnya. Namun demikian, dari hasil pemeriksaan selama ini, belum ada indikasi teroris masuk ke Bali. “Dari pemeriksaan yang kita lakukan terhadap kapal selama ini, belum ada temuan benda-benda yang mencurigakan, jadi masih nihil,” katanya.

Sementara itu, selain telah mensiagakan kapal, hal lain yang dilakukan adalah terjalinnya komunikasi radio disetiap pos yang saling menghubungkan di pos-pos besar. Seperti Pelabuhan Gilimanuk, Celukan Bawang hingga Pelabuhan Benoa. “Jadi begitu ada sesuatu yang mencurigaan, kita akan cepat untuk berkoordinasi,” bebernya. Nah pengamatan tersebut akan terus dilakukan sampai ada pemberitahuan berikutnya. “Kalau sampai kapan, kita belum tahu, yang pasti kita siap mengamankan perairan,” pungkasnya. (Muhammad Husen Shandy)

Polda Bali Kembali Amankan Sekilo Ganja

Thursday, April 2nd, 2009

KoranRakyat.net | Denpasar
Jajaran kepolisian Dit Narkoba Polda Bali kembali melakukan penangkapan terhadap dua orang yang salah satunya diduga sebagai pengedar daun mariyuana, masing-masing Suharmaji,25, yang tinggal di Jalan Pulau Enggano Banjar Begawan Pedungan Denpasar, serta satu orang lagi yang diduga sebagai pengedar bernama Hermanto,29, yang tinggal satu atap dengan pelaku pertama. Dari keduan tangan pelaku tersebut, polisi berhasil mengamankan 1 kilo gram ganja kering siap edar.

Penangkapan tersebut bermula dari adanya informasi bahwa seorang tersangka, Suharmaji sedang berada di seputaran monument ground zero Jalan Legian Kuta Badung, pada Minggu (29/3) sekitar pukul 23.00 Wita. Tanpa menunggu lama, polisi yang sudah lama mengincarnya ini langsung menggeledah barang bawaannya. Hasilnya polisi menemukan 2 buah paket yang diketahui berisi ganja yang terdiri dari daun, biji dan batang kering. “Dua paket itu disimpan di saku celana belakangnya, yang beratnya masing-masing 43 gram, dan 40 gram,” ujar sumber kepolisian Polda Bali, pada Selasa (31/3). Nah saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ternyata, ganja itu  diperoleh dari seorang tersangka lain yang diketahui bernama Hermanto,yang ternyata tinggal satu rumah dengan dirinya.

Akhirnya setelah dipancing serta dilakukan pengintaian, pelaku atas nama Hermanto ini berhasil ditangkap ditempat tinggalnya di Jalan Pulau Enggano Banjar Begawan Pedungan Denpasar. Dari sana polisi berhasil mengamankan beberapa paket ganja kering yang diantaranya sudah dikemas dalam beberapa paketan. Paketan daun memabukkan tersebut disimpan oleh pelaku dalam sebuah tas warna hitam merk Austin. Berat ganja tersebut bervariasi diantaranya ada yang dengan berat 600 gram, kemudian 50 gram yang disimpan dalam plastic, dan sisanya 320 gram diplastik berbeda. “Dugaan kita, dia ini adalah seorang pengedar di wilayah Kuta dan sekitarnya,” imbuh sumber yang enggan disebutkan namanya. Kini pasca penangkapan itu, kedua tersangka sudah diamankan di sel tahanan Polda Bali, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi. Pun demikian, dengan barang bukti satu kilogram ganja kering diamankan sebagai barang bukti, yang akan digunakan untuk menjerat tersangka. (Muhammad Husen Shandy)

Jelang Pencontrengan, Mabes Polri Turun ke Bali

Thursday, April 2nd, 2009

KoranRakyat.net | Denpasar
Bali ternyata masih menjadi tempat yang menjadi atensi khusus dari pusat, dalam hal ini Mabes Polri. Bahkan jika diperlukan dalam pengamanan pemilu ini, Mabes siap memback-up pengamannya. Pun demikian jelang pencontrengan 9 April mendatang, pada Selasa (31/3) kemarin Mabes secara khusus turun ke Bali untuk memantau persiapan pengamanan serta menilik Panwaslu Bali terkait dengan pelanggaran pemilu.

Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Kabid Penum Div Humas Mabes Polri Kombes Ketut Untung Yoga, menurutnya Bali merupakan tempat yang tetap menjadi perhatian khusus Dari pusat. “Jika dibutuhakn tentunya kita siap memback-up untuk pengamanan pemilu,” ujarnya, pada Selasa (31/3) di Mapolda Bali. Namun kata dia, jumlah personel di Polda Bali merupakan satu-satunya polda yang paling ideal tingkat pengamannya, dalam hal ini jumlah personelnya. “Untuk Polda Bali itu personel dengan jumlah masyarakat 1 banding 300 (1:300), Polda Metro saja 1:700, jadi saya kira pengamananya ideal sekali,” imbuhnya didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Gde Sugianyar.

Selain itu kata dia, Bali merupakan satu-satunya tempat yang menjadi prioritas khusus dalam kunjungannya itu. Nah di tanya alasan soal kunjungannya ke Bali tersebut? “Selain untuk koodinasi dengan Polda, waktu kampanye di Bali juga relative lebih singkat hanya 14 hari,” tegasnya. Selain itu dalam kunjungannya itu, dirinya juga sempat mampir ke Panwaslu Bali, dalam pertemuannya tersebut dirinya juga sempat menanyakan beberapa pelanggaran yang sudah terjadi, yang kata dia hingga saat ini sudh ada sekitar 30-an tingkat. “Namun yang bisa diproses hanya 4 kasus,” bebernya tanpa menyebut jenis pelanggarannya.

Sementara soal tingkat kerawanan saat pemilu di Bali menurutnya, cukup relative aman. Apalagi kata dia, sebelumnya beberapa pimpinan parpol juga sudah sempat bertemu dan membuat kesepakatan damai baik saat pemilu maupun pasca pemilu mendatang. “Hal itu juga ditunjang dengan personel yang sudah disiapkan oleh Polda Bali,” paparnya. Setidaknya jajaran kepolisian Mapolda Bali telah menyiapkan sekitar 7000-an personel untuk pengamanan pemilu 2009 ini.  (Muhammad Husen Shandy)

Catut Nama Mantan Kabid Humas Polda Metro, Rp 8 Juta Raib

Saturday, March 14th, 2009

KoranRakyat.net | Denpasar
Pakai Modus Undian Sabun Berhadiah Mobil
Aksi penipuan dengan modus menaruh stiker didalam produk sabun cuci merk Soklin meminta korban lagi, Kali ini seorang petani harus menanggung kerugian sekitar Rp 8 juta. Seperti biasa korban yang bernama Samsul Bahri, 32, yang tinggal di Dusun Yeh Ketipat, desa Wanagiri, Singaraja ini, usai membuka sabun cuci milik perusahaan unilever. Saat dibuka itu dirinya menemukan stiker kecil yang intinya korban mendapatkan hadiah berupa mobil Yaris, namun bukannya mobil yang didapat, uang sebesar Rp 8 juta miliknya malah amblas, anehnya undian tersebut mencatut nama serta foto perwira polisi yang juga mantan Kabid Humas Polda Metro, Kombes Ketut Untung Yoga yang juga karma Bali.

Samsul Bahri yang ditemui di Mapolda Bali, pada Jum’at (13/3) mengatakan, penipuan tersebut bermula pada Minggu (8/3), saat itu tanpa sengaja dirinya menemukan stiker yang ditemukan dalam sabun Soklin ukuran kecil seharga Rp 500 yang dibelinya dari warung di daerahnya. “Saat itu kita gosok stikernya, ternyata saya mendapat undian berupa mobil,” ujarnya saat melaporkan kasus tersebut ke Polda Bali pada Jum’at (13/3). Didalam stiker kecil itu, tertera nomor yang harus dihubunbgi bagi pemenang undian, begitu dirinya menelpon nomor yang dimaksud, dari seberang telpon ada pria yang mengaku bernama Andi Suseno. Ia mengaku dari pihak Unilever, dan untuk mencairkan hadiah tersebut, korban harus mengirim sejumlah uang ke nomor rekening Bank BCA Nomor: 62920122483 atas nama Andi Suseno.

Dirinya mengaku pertama kali diminta mengirimkan uang sebesar Rp.1,500.000. uang itu ia kirimkan pada Selasa (10/3). Setelah pengiriman pertama, keesokan harinya ia diminta mengirimkan uang kembali ke rekening yang sama sekitar Rp3,600.000. Berselang beberapa saat setelah pengiriman kedua, ia diminta kembali mengirim uang sejumlah Rp. 3.450.000.

Setelah dikirim, ternyata hadiah mobil tak kunjung datang. Bahkan, pelaku kembali menghubungi Samsul dengan meminta sejumlah uang untuk pengiriman mobil dari Surabaya ke Bali. “Anehnya saya percaya sekali kalau undian itu benar, soalnya di stiker itu ada foto dan nama polisi yang pangkatnya kombes, apalagi dia dari Bali,” imbuhnya polos.

Nah disaat pelaku diminta untuk menyerahkan kembali uang untuk pengiriman dana untuk mengantar mobil, kecurigaan mulai timbul. “Makanya saya datang ke Polda, mau tanya apakah ini benar atau penipuan,” tegasnya. Nah saat melaporkan hal itu, kemarin dirinya bertemu dengan Kasubid Publikasi dan Dokumentasi AKBP Sri Harmiti. Saat itulah korban baru tersadar ternyata, hadiah itu adalah penipuan belaka. “Kita langsung minta korban untuk langsung melaporkan saja ke bagian Dit Reskrim, biar nanti ditangani kasusnya,” papar Sri Harmiti, Jum’at kemarin.

Sementara Kabid Humas Polda Bali, Kombes Gde Sugianyar meminta kepada masyarakat untuk jangan mudah percaya begitu saja dengan modus undian serupa. “Jadi silahkan dipastikan dulu kebenarannya kepada pihak yang terkait, dan jangan gegabah,” pungkasnya.

Sementara itu sebelumnya, kejahatan dengan modus serupa juga sempat marak pada pertengahan tahun 2008, beberapa korbannya juga sudah berjatuhan. (Muhammad Husen Shandy)

Rumah Bos Catering Dibobol, Rp 0,5 Miliar Raib

Friday, February 27th, 2009

KoranRakyat.net | NusaBali
Congkel Kaca Nako Lalu Kuras Perhiasan Emas dan Berlian
Aksi pembobolan rumah kembali menimpa warga Denpasar dan sekitarnya. Terakhir aksi dengan cara mencongkel kaca nako itu menimpa rumah seorang warga yang bernama, Ni Putu Emmy Yudistha, 65, yang tinggal di Jalan Pulau Panjang I, No. 22, Denpasar. Akibat aksi pencurian di rumah korban yang punya usaha catering ini, perhiasan emas, dan berlian serta barang berharga lainnya dikuras pelaku. Akibatnya kerugian ditaksir sekitar Rp 500 juta.

Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Kamis (26/2) dinihari sekitar pukul 01.00 Wita kemarin. Awalnya korban yang tinggal bersama enam anggota keluarga lainnya ini sedang menjalankan aktifitasnya untuk memasak. Maklum esok harinya dirinya harus menyelesaikan pesanan makanan untuk sebuah sekolah di Kuta. Nah usai memasak itu, Emmy kemudian hendak menuju kamarnya yang berada disebelah paling utara rumah tersebut. Betapa kagetnya dia melihat kaca nako yang jumlahnya sekitar 5 kaca terlihat berada dibawah. Lebih kaget lagi saat melihat beberapa set perhiasan emas hilang. “Tahunya itu mau mengambil tas untuk berangkat ke sekolahan, kok sudah tidak ada, eh saya lihat kaca nako kok sudah dibawah, saya kira dibuat mainan nak-anak (cucu, red)” ujar Ni Putu Emmy Yudistha, ditemui dilokasi, Jum’at (27/2).

Dari sanalah dirinya merasa curiga kalau kamarnya tersebut baru saja diobrak-abrik oleh maling, padahal saat itu TV didapurnya juga masih menyala, dan dirinya juga belum terjaga. “Saya tidak dengar apa-apa, karena kita sedang masak didapur hingga pagi,” imbuhnya. Pun demikian dia tidak melihat adanya orang yang masuk kedalam rumah tersebut. Akibat aksi pencurian itu, beberapa set perhiasan serta barang berharga itu seperti 2 buah kamera, sebuah gelas yang terbuat dari emas, kalung berlian serta mainanya, satu setel anting berlian, dua buah mainan kalung dari giok, satu set gelang emas, satu set kalung emas, jam kuning merk Citizen, sebuah jam putih, tiga buah cincin emas yang dua diantarnya bermata berlian., HP nokia tipe 6070 dan uang tunai Rp 400 ribu. “Kalau nilainya, sekitar Rp. 500 juta,” paparnya.

Namun yang membuatnya aneh adalah, pelaku tersebut sepertinya tahu kalau penghuninya sedang tidak berada di kamar. “Kok tahu ya, kalau kita tidak di kamar,” ucapnya. Namun demikian dirinya tidak punya kecurigaan terhadap siapapun tak terkecuali orang dalam.

Pun dirinya sebelumnya dirinya enggan untuk melaporkan kasus tersebut ke polisi. Akhirnya setelah dibujuk oleh temanya, kasus tersebut dilaporkan ke Poltabes Denpasar. Nah dari beberapa barang yang sudah diobrak-abrik oleh pelaku, bungkus, serta tas yang sudah kosong ditemukan diluar rumah, bahkan laci lemari yang hilang, berada disebuah sanggah rumah korban. Beberapa kotak perhiasan yang awalnya berada didalam laci tersebut, juga sudah berserakan diluar. Kini pasca kejadin tersebut, kasusnya sedang ditangani oleh jajaran kepolisian Poltabes Denpasar. (Muhammad Husen Shandy)

Polisi Grebek Rumah Dua Bos KKM

Wednesday, February 25th, 2009

KoranRakyat.net | Denpasar
Temukan 7 CPU, Sertifikat Tanah Menghilang
Pasca dibawanya dua bos KKM, masing-masing Direktur Utama Putu Gede Kertia dan seorang manajernya Nengah Wijanegara, ke Polda Bali. Dit Reskrim Kepolisian Polda Bali langsung melakuakan penggeledahan di rumah dua bos tersebut. Dalam penggerebekan tersebut, polisi kembali menemukan barang bukti lain berupa 7 unit CPU (Central Processing Unit). Namun anehnya polisi tidak menemukan sertifikat tanah seluas 1,5 hektare yang sebelumnya diakui disimpan dirumah kedua tersangka.

Pelaksanaan harian Kabid Humas Polda Bali, AKBP Sri Harmiti mengatakan, pasca dibawanya ke Mapolda Bali, Kapolda Bali irjen T Ashikin Husein langsung memerintahkan untuk dilakuakan penggeledahan di rumah dua orang tersangka tersebut. “Penggeledahan sudah kita lakuakan Senin kemarin, hasilnya kita menemukan 7 unit CPU, serta 1 berkas data-data anggota koperasi,” ujarnya, pada Selasa (25/2) di Mapolda kemarin.

7 unit CPU tersebut nantinya akan diperiksa oleh unit cyber crime Polda untuk melihat data-data yang ada didalamnya. “Soal apa isi data-data didalamnya, saat ini masih diperiksa oleh tim penyidik,” imbuh srikandi asal Bangli ini. Namun anehnya dalam penggeledahan yang dilakuakan di rumah dua tersangka masing-masing Putu Gede Kertia yang berada di Jalan Ngurah Rai Gang PMI No 2 Amlapura, serta di rumah Nengah Wijanegara. Polisi tidak menemukan adanya sertifikat tanah seluas 1,5 hektare yang sebelumnya diakui disimpan di rumah para tersangka. “Di rumah mereka (Putu Gede Kertia dan Nengah Wijanegara,red), polisi tidak menemukan sertifikat yang katanya mereka simpan di sebuah brankas,” urainya. Dan hingga saat ini kata dia, keberadaan sertifikat tersebut masih terus dicari, disingung soal dugaan apakah tanah tersebut bodong. ? “Kita belum tahu itu, karena sampai saat ini masih kita cari,” paparnya.

Sementara itu sebelumnya, Kapolda sempat menanyakan aset KKM yang telah disimpan sejak 2007 silam. Ternyata, setelah dilakukan penghitungan secara manual bersama kedua tersangka tersebut, didapat jumlah uang nasabah yang masuk ke KKM hingga bulan Februari ini sebanyak Rp 512.427.800.000. Sementara, aset KKM yang disita polisi hingga Selasa kemarin mencapai Rp Rp 338.760.916.264. Artinya, pihak KKM akan mengalami tekor senilai Rp 204,9 milyar.

Mengetahui kondisi seperti itu, kedua tersangka Putu Gede Kertia dan Nengah Wijanegara, berterus terang tidak mampu mengembalikan hingga 100 peren dana nasabah yang sebelumnya sudah disetor. Ia hanya mampu mengembalikan dana nasabah 75 hingga 80 persen.

Atas perbuatan mereka, penyidik Polda Bali bakal menjerat kedua tersangka dengan pasal berlapis-lapis. Diantaranya pasal 16 dan 46 UU Perbankan No 10 tahun 1998 dan pasal 378 KUHP tentang penipuan serta pasal (money loundry) pencucian uang. (Muhammad Husen Shandy)

Ekstasi Dikirim Nelayan Dari Bandar Jakarta

Wednesday, February 25th, 2009

KoranRakyat.net | NusaBali
Terkait Ratusan Ekstasi Yang Diamankan Oleh Polda Bali
Pasca ditangkapnya suplier yang juga penjual narkoba Rudy Saputra Siregar, 28, oleh Dit Narkoba Polda Bali. Kini polisi mulai mengembangkan tangkapannya itu ke siapa pemasok ekstasi sebanyak 609 butir beserta belasan paket sabu-sabu. Ternyata pengakuan terakhir barang terlarang itu dikirim dari seseorang asal Jakarta untuk diedarkan ke wilayah Bali, selain itu diketahui ternyata Rudy adalah seorang yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan dan juga dari keluarga yang broken home.

Dir Narkoba Polda Bali, Kombes Pol, Kokot Indarto, didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Gde Sugianyar mengatakan, dari hasil penyidikan diketahui kalau narkoba tersebut dikirim dari bandar besar asal jakarta. ”Rencananya dijual ke sini (Bali,red), dan per butirnya ia jual dengan harga sekitar Rp 150 ribu,” ujarnya, ditemui Selasa (24/2). Sedangkan untuk paketan sabu-sabu yang jumlahnya sekitar 11 paketan tersebut, pelaku jual perpaketnya dengan harga sekitar Rp 1 juta. Sementara awal mula perkenalan pelaku ini bermula dengan pertemuannya dengan seorang warga yang bernama Ujang pada pertengahan bulan Januari yang lalu. Nah dari Ujang inilah, pelaku kemudian mengenal dunia narkoba, hal itu ditunjang dengan pelaku yang broken hoome. ”Untuk pelaku lain (Ujang,red) ini masih kita lakuakan pengejaran lagi,” urainya. Pun demikian modus yang digunakan pelaku ini cukup profesional, pasalnya sebelum melakuakan transaksi, dia meminta uang muka terlebih dahulu sebelum melakuakan transaksi. ”Dia (Rudy,red) selain sebagai tukang antar dia juga bertugas menjual barang itu, dan pengakuannya baru sekali. Tapi untuk pastinya masih kita kembangkan lagi,” paparnya.

Sementara Rudy Saputra Siregar yang di Bali tinggal di Jalan Uluwatu II, Jimbaran, Kuta Selatan ini sebelumnya bekerja ikut kapal dari Medan dan ke Jakarta, kemudian Denpasar untuk mencari ikan. Namun lama kelamaan, profesi sebagai nelayan itu ia tinggalkan, dan kemudian beralih menjadi suplaier narkoba, hingga akhirnya berhasil ditangkap. Sementara awal mula tertangkapnnyaa  pelaku tersebut, ketika polisi menggeledah mobil yang dibawa pelaku saat berada disebelah utara hotel Lavender, Jalan Bay-Pass Ngurah Rai, Kuta, Badung. Hasilnya polisi menemukan sekitar 609 butir ekstasi yang disimpan di dibawah kotak dashboard mobil Suzuki Karimun DK 1091 FW.

Penangkapan tersebut dilakuakan pada Jumat (20/2) sekitar pukul 17.00 Wita. Pil ekstasi itu merknya berbeda-beda, diantaranya 270 warna merah muda logonya Mikey Mouse, 339 butir warna hijau muda logonya apel, dalam penggerebekan tersebut, ternyata polisi juga menemukan barang bukti lain berupa paketan sabu-sabu yang jumlahnya sekitar 11 paket. Serbuk haram itu disimpan dalam plastic klip yang dibungkus dengan kertas buku tulis dengan berat keseluruhan sekitar 12,1 gram. (Muhammad Husen Shandy)

Polisi Grebek Bandar Narkoba, 609 Ekstasi Diamankan

Wednesday, February 25th, 2009

KoranRakyat.net | Denpasar
Jajaran Dit Reskrim Narkoba Polda Bali berhasil menggerebek seorang Bandar narkoba yang membawa ratusan butir ekstasi. Dalam penggerebekan tersebut, polisi menggeledah mobil yang dibawa pelaku saat berada disebelah utara hotel Lavender, Jalan Bay-Pass Ngurah Rai, Kuta, Badung. Hasilnya polisi menemukan sekitar 609 butir ekstasi yang disimpan di dibawah kotak dashboard mobil Suzuki Karimun DK 1091 FW.

Penangkapan tersebut dilakuakan pada Jumat (20/2) sekitar pukul 17.00 Wita. Awalnya polisi yang telah mendapatkan infomasi adanya seorang pelaku yang bernama Rudy Saputra Siregar, 28, yang tinggal di Jalan Uluwatu II, Jimbaran, Kuta Selatan, sedang berada diseputaran lokasi. Saat diperiksa itu, polisi menemukan ratusan pil setan itu disimpan di dibawah kotak dashboard mobil Suzuki Karimun. “Pil ekstasi itu merknya berbeda-beda, diantaranya 270 warna merah muda logonya Mikey Mouse, 339 butir warna hijau muda logonya apel,” ujar sumber kepolisian, Mapolda Bali, pada Senin (23/2).

Nah dalam penggerebekan tersebut, ternyata polisi juga menemukan barang bukti lain berupa paketan sabu-sabu yang jumlahnya sekitar 11 paket. Serbuk haram itu disimpan dalam plastic klip yang dibungkus dengan kertas buku tulis dengan berat keseluruhan sekitar 12,1 gram. ”Jadi kita temukan sabu-sabu itu dengan paketan ekstasi tersebut,” imbuh sumber tadi. Menurutnya pelaku tersebut sudah lama menjadi target operasi polisi. Apes bagi pelaku, saat berada disebelah utara hotel Lavender, Jalan Bay-Pass Ngurah Rai, Kuta, dengan mobilnya itu, ia digrebek polisi yang sudah lama membuntutinya.

Sementara itu ditempat terpisah Dit Narkoba Polda Bali, Kombes Pol, Kokot Indarto membenarkan tangkapan narkoba tersebut. Menurutnya saat ini pelaku sudah diamankan ke Mapolda Bali untuk dilakuakan pemeriksaan lanjutan. ”Untuk mengetahui modus serta jaringan patinya, saat ini kasunya masih kita perdalam serta kembangkan lagi,” katanya singkat. (Muhammad Husen Shandy)

Polda Akan Bentuk Tim Independent Pengembalian Dana Nasabah

Wednesday, February 25th, 2009

KoranRakyat.net | Denpasar
Polisi Kembali Sita Rp 1,3 Miliar, dan 3 Kg Emas Dicabang KKM Bebandem
Untuk mengantisipasi dana dari nasabah KKM (Koperasi Karang Asem Membangun) agar tidak menghilang, Jajaran Kepolisian Polda Bali terus menelusuri aliran dana KKM yang berada di beberapa Bank maupun di cabang KKM. Terakhir polisi kembali menyita dana milik nasabah di KKM Cabang Bebandem senilai Rp 1,3 Miliar, dan emas sebanyak 3 kilogram. Kuat dugaan aliran dana masih tersebar di beberapa cabang KKM di wilayah Bali.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Gde Sugianyar mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah mengamankan sekitar Rp 283,9  miliar dana nasabah yang ada di KKM. “Terakhir hari ini (kemarin, red), kita juga menyita lagi dana sebesar Rp 1,3 miliar dan emas seberat 3 kilogram dari KKM yang berada di Cabang Bebandem,” ujarnya ditemui, Minggu (22/2). Selain itu pihaknya juga tidak menyangkal, kalau masih ada beberapa dana yang masih tersimpan di beberapa cabang KKM yang ada di Bali, seperti di daerah Manggis dan sekitarnya. “Karena dari informasinya ada banyak cabang disini, (Bali, red),” imbuhnya.

Penelusuran itu kata mantan Kapolres Balipapan ini, dilakukan untuk menyelamatkan aset warga serta penegakan hukum yang memang seharusnya dilakukan oleh kepolisian. “Jadi untuk meminimalisir kerugian masyarakat, kita masih terus menelusuri aliran dana ini,” urainya. Nantinya kata dia, dana-dana yang sudah disita oleh polisi akan dikembalikan lagi kepada para nasabah yang sudah menanam uangnya di KKM tersebut. Pengembalian itu nantinya akan diatur oleh tim Independent yang akan dibentuk. “Jadi nanti, akan dibuat tim independent yang akan mengatur bagaimana tekhnis pengembalian dana-dana nasabah itu,” paparnya. Tim Independent itu terdiri dari beberapa pihak yang terkait, diantaranya kepolisian, Pemerintah Daerah, perwakilan dari nasabah dan beberapa perwakian dari pihak-pihak yang terkait.

Sementara untuk dua orang tersangka yang menjadi penggerak KKM masing-masing direktur Gede Putu Kertiasa, dan manajernya sampai saat ini masih ditahan di Polres Karang Asem untuk dilakuakan proses pemeriksaan lebih lanjut lagi. Namun rencananya dalam waktu dekat ini, kasusnya bakal dilimpahkan ke Mapolda Bali. “Secepatnya kasus ini akan di bawa ke Polda,” pungkasnya.

Sekedar informasi, sebelumnya Direktorat Reskrim Polda Bali, bekerjasama dengan jajaran Polres Karangasem, dan Polres Klungkung pada Jumat (20/2), mengerebek Koperasi Karangasem Membangun (KKM) di Karangasem yang diduga melakukan penipuan bermodus multi level marketing. Korban dari aksi penipuan itu mencapai 61 ribu nasabah dengan kerugian ditaksir ratusan milyar rupiah. Bahkan sesaat setelah penggerebekan itu Direktur PDAM Karangasem, Gede Putu Kertia, yang juga sebagai Direktur KKM, langsung diamankan dan kini statusnya sudah menjadi tersangka.

Polisi juga telah memblokir, rekening Kertia di beberapa Bank. Yakni Bank BNI sebesar Rp 61 milyar dan Bank BPD sebanyak Rp 80 milyar, dan dari Bank BPD Cabang Selat Sebesar Rp 126 Miliar. Bukan hanya memblokir rekening Kertiasa, polisi juga akan memblokir rekening beberapa pengurus KKM lainnya. (Muhammad Husen Shandy)

Pembunuhan terhadap wartawan direncanakan

Saturday, February 21st, 2009

KoranRakyat.net | Denpasar
Penyidik Polda Bali, terus bekerja estafet untuk mengungkap teka-teki tewasnya AA Gde Bagus Narendra Prabangsa,41, redaktur halaman daerah Harian Radar Bali-Jawa Pos. Kuat dugaan, aksi pembunuhan biadab itu dilakukan bukan spontan oleh pelaku. Dengan begitu, pelaku bisa disebut telah merencanakan aksi itu.

Entah apa motifnya ? Pastinya kita semua mengutuk aksi tersebut. Mengabisi nyawa seseorang dan menekankan aksi kekerasan. Jika Prabangsa ada salah, lebih arif jika menggunakan jalur hukum, untuk menindaknya. Toh, Prabangsa juga warga sipil, yang tak kebal hukum.

Disinggung soal perkembangan penyelidikan. Kapolda Bali Irjen Pol T. Ashikin Husein, menjelaskan. Anggotanya dilapangan terus melakukan pelacakan. Begitu juga, untuk memastikan sejatinya di mana jasad korban dibuang. Sampai akhirnya ditemukan di Teluk Bungsil, se-mil dari Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, Senin (16/2) pukul 09.45 pagi.

Dengan kondisi mata coel, serta tempurung kepala yang pecah, berikut tangan patah, plus leher ada bekas jeratan. ” Kita sudah melakukan pengecekan arus dengan bantuan BMG ( Badan Meteorologi dan Geofisika ), ” ungkap Kapolda.

Namun tak dirinci hasil penyelidikan lewat bantuan BMG tersebut. Tapi, pastinya petugas sedang memperdalam berbagai kemungkinan. Dan menjadi harapan bersama, bahwa pelaku bisa dengan cepat terangkap, ” anggota kita terus bergerak, kita selalu berharap ini secepatnya terungkap, ” imbuhnya.

Pun begitu, Kapolda menggarisbawahi. Disamping dugaan bahwa kasus ini diluar kaitannya dengan profesi jurnalis. Pelaku menghabisi korban dengan terencana. ” Ya pastinya ini terencana banget. Kalau nggak ya pasti ada berantemnya dulu. Dan diketahui orang, ” dugannya saat didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar, kemarin.

Ditambahkan oleh Sugianyar. Dari pemeriksaan petugas, diketahui bahwa karcis yang awalnya diduga adalah tiket DSDP, ternyata tiket parkir. ” Itu sudah lama, karcis parkirnya, ” jelasnya.

Memang sejak dinyatakan hilang. Rabu pekan lalu, Prabangsa sempat janjian dengan seseorang. Bisa di duga, ayah dua anak asal Bangli itu mengenal ‘pelaku’ yang menggiringnya, sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa.

Dengan begitu, keterangan saksi-saksi dari kerabat maupun relasi korban terus diperdalam. “Doa kami… semoga kasus ini cepat terungkap. Jangan ada lagi, aksi kekerasan terhadap siapapun. Percayalah, hukum masih bisa ‘bicara’,” pungkasnya. (Muhammad Husen Shandy)

Koperasi, KKM Digrebek, Polda Bali blokir Rp 141 Miliar

Saturday, February 21st, 2009

KoranRakyat.net | Denpasar
Berjalan Tegang, Mobil Polisi Sempat Disandera Massa
Jajaran kepolisian Polres Karangasem, Polres Klungkung dan di back up Jajaran Direktorat Reskrim Polda Bali Jumat (20/2), mengerebek Koperasi Karangasem Membangun (KKM) di Karangasem yang diduga telah melakukan penipuan terhadap 61 ribu nasabah dengan modus Multi Level Marketing. Untuk mengamankan dana nasabah agar tidak lenyap, Polda Bali langsung memblokir rekening KKM yang ada di Bank Indonesia (BI) sebesar Rp 61 Miliar, dan di rekening di Bank BPD sebesar Rp 80 Miliar.

Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Kapolda Bali T Ashikin Husein menurutnya, setelah dilakukan penyelidikan, ternyata usaha KKM tersebut menyimpang dari ketentuan hukum yang berlaku. “Selain tidak ada izinnya, usaha itu juga menipu nasabahnya, memang saat ini belum terasa, tapi lama kelamaan pasti akan menjadi bomerang bagi para nasabahnya,” ujarnya .

Untuk itu, pihaknya memerintahkan kepada jajarannya untuk langsung menggerebek tempat tersebut dan menangkap pimpinan perusahaannya, serta membekukan aset-asetnya yang salah satunya adalah memblokir rekeningnya. “Hari ini (kemarin, red) Rekening yang ada di dua Bank BI dan BPD sudah kita blokir, jumlahnya sekitar Rp 141 miliar,” imbuhnya. Ditanya soal dasar penggerebekan itu, Kapolda mengatakan sesuai dengan Pasal 16 UU Perbankan dengan ancaman penjara 5 tahun hingga 15 tahun dan denda Rp 15 milyar. Bunyi dari pasal tersebut, menyatakan bahwa lembaga non Bank yang menyimpan dana investasi harus ada ijin dari Bank Indonesia (BI). “Nah usaha ini tidak ada izinnya,” tegasnya.

Untuk itu, pada Jum’at siang kemarin Dit Reskrim Polda Bali langsung turun menangani kasus tersebut. Bahkan informasi terakhir Direktur PDAM Karangasem, Kertiyasa, yang juga Direktur KKM, sudah ditangkap dan kini ditahan di Polres Karangasem. Bukan hanya itu saja, manajernya I Nengah Wija Negara juga digelandang ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan ulahnya.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil menyita beberapa aset milik KKM, diantaranya 13 BPKB kendaran roda empat, 216 BPKB kendaraan roda dua, satu buah brankas yang nilainya Rp 15,6 miliar, emas yang terbungkus dalam 216 bungkus seberat 3 kilogram, beserta beberapa aset penting lainnya seperti komputer dan aset lainnya.

Sementara sempat terjadi ketegangan di seputaran lokasi. Pasalnya nasabah yang datang tidak terima dengan penggerebekan tersebut. Karena secara otomatis, jika digrebek nasabah yang lain dipastikan kehilangan uangnya, khususnya nasabah yang baru. Bahkan dua unit mobil penyidik yang membawa seperangkat komputer data-data KKM sempat disandera massa, sebelum akhirnya berhasil diloloskan.

Sementara itu, usaha KKM yang sudah didirikan sejak Agustus 2007 lalu ini menawarkan investasi dengan kelipatan bunga hingga 150%. Nantiya bunga tersebut bisa dinikmati setelah tiga sampai empat bulan yang akan datang. Namun demikian sejatinya para nasabah yang pada hari ini berjumlah sekitar 61 ribu orang itu akan dirugikan khususnya, bagi nasabah yang terakhir mendaftar. Pasalnya, nasabah yang pertama mendapatkan uang dari nasabah yang kedua, dan seterusnya. “Nah kalau ini dibiarkan berjalan terus, pastinya akan merugikan masyarakat sendiri, dan itu tinggal menunggu waktu saja,” paparnya.

Apalagi nantinya, uang mereka juga dipotong dengan beberapa potongan, diantaranya potongan dana sosial sebesar 10 persen dan potogan dana voucer sekitar 12 persen. Nantinya dana voucer itu akan dibelikan ke koperasi tersebut. Sementara, dari hitung-hitungan yang dilaukan oleh polisi, setidaknya setiap hari ada nasabah sekitar 200 orang.

Nah untuk mengamankan penggerebekan itu, 1 SSK Brimob ditempatkan dilokasi ditambah, personil dari jajaran personel kepolisian lainnya. Sementara uang yang dibrokir tersebut nantinya akan dikembalikan kepada para nasabah yang sebelumnya dirugikan. (Muhammad Husen Shandy)

Gudang BBM Bounty Terbakar, 5 Ton lebih BBM Ludes

Saturday, February 7th, 2009

KoranRakyat.net | Denpasar
Warga serta karyawan yang berada di seputaran Dermaga Bounty Cruise Benoa, Jum’at (6/2) sekitar pukul 11.00 Wita gempar. Pasalnya gudang tempat menyimpan Bahan Bakar Minyak (BBM) milik I Gde Wiratha, yang juga ketua umum Kamar Dagang dan Industi ( Kadin ) Bali dilalap api. Belum jelas pasti apa penyebab kebakaran tersebut. Akibatnya sekitar 5 ton lebih BBM ludes terbakar.

Peristiwa tersebut bermula dari hari Jum’at kemarin, tiba-tiba gudang yang berada di sebelah utara dermaga tersebut terihat ada kobaran api yag menyala-nyala. Lama kelamaan api tersebut berubah menjadi api yang besar. Bahkan terdengar juga adanya ledakan akibat satu drum bensin kena jilatan api. Mengetahui hal itu beberapa karyawan sempat histeris, pasalnya di gudang tersebut, ada satu tangki yang berisi ribuan liter bensin berada di ruangan itu. Entah mengapa bensin tersebut tidak ikut terbakat. “Wah kalau itu sampai meledak hancur semua yang ada disini,” celetuk salah seorang karyawan.

Hanya saja beberapa drum BBM jenis bensin sebanyak 300 liter serta sekitar 5 ton Solar cadangan ikut dilalap sijago merah. Mengetahui api semakin besar, karyawan semakin histeris karena khawatir bensin yang ada di tangki meledak. “Tapi untungnya hingga pemadam datang, tangki itu tidak ikut terbakar,” kata I Gde Wiratha, Sabtu (7/2) di lokasi kejadian. Ditanya soal berapa banyak kerugiannya, Wiratha yang juga ketua umum Kamar Dagang dan Industi ( Kadin ) Bali, ini enggan merincinya. “Yang penting musibah ini, kita jadikan interopeksi bersama saja,” imbuhnya. Namun demikian pihaknya sempat mengeluhkan insprastruktur Benoa yang bisa dikatakan sebagai Pelabuhan International ini kurang memadai. “Ya seperti hidran banyak yang tidak terisi,” sentilnya.

Sementara itu Pemadam Kebakaran (PMK), datang sekitar 20 menit setelah kejadian atau dikatakan terlambat. Parahnya lagi, mobil PMK milik Pelabuhan Benoa yang lokasi hanya sekitar 100 meter juga telat datang. Bahkan dari sumber informasi, mengatakan sopir pemadam tersebut tidak ada. “Air dan motornya sih ada, tapi sopirnya tidak ada,” kata salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Baru setelah sekitar 6 unit mobil pemadam dari Denpasar datang. Api dapat ditanggulangi, meskipun ada yang menggunakan air laut untuk menyemprotnya. Selain sejumlah BBM yang ludes, setidaknya dua dari tiga ruangan tempat menyimpan BBM itu tinggal puing-puing saja.

Sementara itu, Kapolsek KP3 Benoa AKP Gusti Ayu Putu Suinaci. Mengatakan sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab terbakarnya gudang BBM tersebut. “Kalau soal penyebab pastinya kita masih menunggu Tim Labfor melakukan penyelidikan,” katanya kemarin dilokasi. Ditempat berbeda kebakaran juga terjadi di wilayah Kuta. Kali ini api sempat membakar sebuah tempat makan, Chis-chis Restaurant tepatnya yang berada di depan Kuta Paradiso sekitar pukul 14.30 Wita, Jum’at kemarin. Beruntung api tersebut segera dapat dipadamkan dengan menggunakan karung basah. Hingga akhirnya api tersebut tidak merembet ke tempat yang lain. (Muhammad Husen Shandy)