Archive for the ‘Jawa Barat’ Category

Pemekaran Kecamatan Pebayuran

Tuesday, December 8th, 2009

S2300016KoranRakyat.net  | Pebayuran
Pebayuran yang memiliki areal cukup luas dengan tiga belas Desa diantaranya Desa Kerta Sari, Desa Bantar Jaya, Desa Bantar Sari, Desa Karang Patri, Desa Kerta Jaya, Desa Karang Haur, Desa Sumber Reja,Desa Sumber Sari, Desa Sumber Urip, Desa Karang Jaya, Desa Karangf Reja ,Desa Karang Segar dan Desa Karang Harja. Dengan pertambahan Penduduk  dan social Ekonomi masyarakat diharapkan adanya Pemekaran Wilayah Kecamatan Pebayuran.

Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat karena dengan luasnya wilayah pelayanan masyarakat dinilai kurang memenuhi harapan karena keterbatasan penyelengara kecamatan untuk melayani masyarakat dari tiga belas Desa. Selain untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dengan adanya pemekaran kecamatan untuk meningkatkan pembangunan , pendidikkan, kesehatan dan ekonomi dan Infrastruktur lainnya.

Kepala Desa Sumber Urip Tamin Apeng  mengatakan, “Masyarakat sangat mengharapkan adanya pemekaran Kecamatan Pebayuran karena saat ini wilayah pebayuran memilki areal cukup luas dengan mencakup pelayanan 13 Desa, tentunya akan mengurangi pelayanan cepat dan mudah yang selalu didengungkan oleh pemerintah, didalam melayani masyarakat. Karena luasnya wilayah dan banyaknya masyarakat Desa yang dilayani oleh Kecamatan , sehingga masyarakat sangat mengharapkan adanya pemekaran, saya juga menilai sudah saatnya Kecamatan Pebayuran untuk di mekarkan.”ujarnya.

Lebih Lanjut Tamin juga menuturkan ”tempat yang ideal untuk penempatan Kecamatan Pemeran adalah Desa Sumber Urip, karena Desa sumber Urip berbatasan dengan lima Desa di sekiranya. Dengan dekatnya Kantor Kecamatan makan masyarakat sekitar lima Desa yang dekat dengan Desa Sumber Urip akan mudah dan cepat mendapatkan pelayanan karena keberadaan Kantor Desa tidak terlalu jauh.

Selain itu juga atas nama seluruh masyarakat Desa Sumber Urip, mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi atas di bangunnya Puskesmas dan sekolah SMKN serta masyarakat menunggu adanya pembangunan pasar tradisional dan terminal angkot,  untuk menunjang perekonomian masyarakat Desa dan Kecamatan Pebayuran, karena pasar tradisional belum ada di wilayah Kecamatan Pebayuran. Selama ini masyarakat sangat mengharapkan adanya pasar dan segera direalisasikan pengajuan pembangunan Pasar Tradisional demi meningkatkan taraf kehidupan dan perekonomian masyarakat. “tandasnya. (M. Joko YP)

Pembentukan KUPP ( Kelompok Usaha Pemuda Produktif ) Kecamatan Cikarang Barat

Tuesday, December 8th, 2009

KoranRakyat.net | Bekasi
Untuk pengentasan penganguran yang di dominasi oleh usia produktif,seperti pemuda yang berusia 15-35 Tahun, baru-baru ini Kecamatan Cikarang Barat membentuk KUPP ( Kelompok Usaha Pemuda Produktif ), untuk setiap Desa yang di programkan oleh Pemerintah Pusat.Bertempat diaula Kecamatan Cikarang Barat, pemuda yang berusia 15-35 tahun di berikan pengarahan untuk membentuk KUPP pada setiap Desa. Yang nantinya pada setiap KUPP mempunyai program untuk kegiatan Usaha, seperti ternak ,bengkel,sablon dan usaha lainnya, yang nantinya program tersebut diajukan ke Pemerintah Pusat yang akan menggelontorkan dana lunak untuk pengembangan usaha yang di bentuk oleh pemuda disetiap Desa.

Kasi Kewirausaha, Rajawali Agung, pada Fokus mengatakan “ Dibentuk KUPP terdiri dari lima orang, yang berasal dari Desa berada di Kecamatan Cikarang Barat, untuk membentuk kelompok usaha yang di bina dan diarahkan yang nantinya akan di berikan dana lunak untuk permodalan usaha di kelompok KUPP yang sebagian besar beranggotakan pemuda usia produktif dari 15-35 tahun, program ini untuk mengentaskan pengangguran yang banyak di sandang oleh usia produktif”ujarnya
Hal senada di utarakan oleh Camat Cikarang Barat,  A. Karim  “Program KUPP sangat berguna bagi pengentasan penganggura khususnya para kawula muda yang berusia 15-35, karena sekarang banyak pemuda yang hanya tahu limbah untuk mencari uang, tapi dengan adanya program pengentasan dan pembinaan pemuda produktif , maka setiap kelompok KUPP, di setiap Desa,   dapat mengubah paradigma pemuda Kab. Bekasi umumnya atau pemuda Cikarang Barat Khususnya, untuk tidak hanya mengandalkan usaha limbah sebagai sumber mata pencarian, di KUUP nantinya akan mendapat arahan dan binaan untuk mengembangkan berbagai jenis usaha , sesuai dengan program tersebut para KUPP akan mendapatkan bantuan dana lunak,untuk mengembangkan usaha sesuai dengan keahlian yang ada di KUPP,  sehingga dapat mengurangi pengangguran  usia produktif “paparnya. (M. Joko YP)

Desa Sukaasih Harapkan Perhatian Pembangunan Infrstruktur dan TPU ( Tempat Pemakaman Umum)

Tuesday, December 8th, 2009

KoranRakyat.net | Bekasi
Desa Sukaasih , Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, saat ini sangat teringgal pembangunan infrastruktur, hal membuat Masyarakat Desa sukaasih, yang berjumlah 6300 jiwa terdiri dari 2700 Kepala Keluarga (KK), di 12 Rt dan 6 Rw, dengan luas wilayah 456 Ha, terbagi atas 400 Ha berupa lahan pertanian dan sisanya lahan daratan.Sangat mengharap Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, untuk memperhatikan Desa Suka Asih, Pasalnya meski telah berupaya mengajukan proposal pembangunan infrastruktur, namun hanya sebagian yang  baru direalisasikan, sementara daerah lainnya sudah begitu pesat pembangunannya, membuat Desa Sukaasih tertinggal dalam pembangunan.

Padahal dalam pembayaran PBB ( Pajak Bumi dan Banunan), Desa sukaasih, Kecamatan Sukatani , termasuk rangking I pada tingkat Kecamatan dan rangkin 4 tingkat Kabupaten Bekasi, namun disisi lain masyarakat Desa sukaasih sangat mengharapkan adanya TPU, Karena saat ini Desa Sukaasih tidak mempunyai Tempat Pemakaman Umum (TPU), sehingga masyarakat yang akan menguburkan Jenazah, sanak keluarganya bila meninggal harus memakamkan di pekarangan rumah, karena itu masyarakat sangat mengharapkan Dinas pemakaman umum memperhatikan permohonan masyarakat tersebut, untuk menyediakan lahan pemakaman di Desa Suka Asih, sehingga jika ada masyarakat yang meninggal dapat dimakamkan di TPU yang berada di Desa.

Meski Pemerintah telah menyiapkan TPU untuk masyarakat Kecamatan Sukatani , namun lokasinya sangat jauh dari Desa Suka Asih, sehingga masyarakat masih tetap memakamkan jenazah sanak keluarganya bila meninggal di pekarangan rumah atau , ditempat-tempat yang kurang layak sebagai pemakaman.seperti dibelakang rumah dekat sumber mata air.

Ketika ditemui Koran Rakyat.net   , Royani, Kepala Desa Sukaasih, Kecamatan Sukatani, Kabupaten bekasi mengatakan, “Saya berharap Desa Sukasih yang sangat tertinggal pembangunannya pada tahun 2010 nanti , akan mendapatkan perhatian Pemda Kab. Bekasi, untuk pembangunan infrastruktur, selain itu juga Dengan memakamkan jenazah sanak keluarganya di pekarangan rumah, di kawatirkan jika suatu saat nanti Desa Sukaasih mengalami kemajuan dibidang pembangunan, maka makam makam tersebut akan terkena Gusur, karena itu saya sangat mengharapkan Pemda Kabupaten Bekasi, untuk menyediakan lahan Pemakaman Umum (TPU) di Desa, sehingga masyarakat tidak menguburkan Jenazah dipekarangan rumah seperti yang dilakukan sekarang, memang pemda telah menyiapkan lahan TPU bagi masyarakat Kecamtan Sukatani, namun lokasi TPU tersebut sangat jauh letaknya dari desa, idealnya lokasi pemakaman umun lokasinya ada diDesa, sehingga memudahkan masyarakat untuk mengubur jenasah sanak keluarganya, “tidak mungkin Masyarakat saya mengubur jenazah sanak keluarga yang jauh dari Desa.ujar Kades.(M. Joko YP)

Jalan Raya Tambelang Balong Asem Sepanjang 3,5 KM Hancur!

Tuesday, December 8th, 2009

KoranRakyat.net | Bekasi
Jalan Raya Tambelang yang terletak di Balong Asem sepanjang 3,5 KM, saat ini keadaan sangat  memprihatinkan jalan yang sering di lintasi oleh masyarakat, saat ini dalam kondisi hancur, sehingga masyarakat yang melintas terasa tidaknyaman.Lubang jalan banyak  yang menganga sehingga para pengendara sepeda motor, kawatir jatuh yang mengakibatkan menelan korban jiwa.

Hampir sepuluh tahun jalan tersebut rusak, namun sampai sekarang belum juga di perbaiki, kerusakan jalan yang sangat parah berada di depan kantor Desa Sukarapih, nampak jalan seperti kubangan kerbau jika musim hujan,bila musim panas jalan nampak berdebu dan lubang sangat membahayakan bagi masyarakat yang akan ke kantor Desa .

Kepala Desa Sukarapih, M. Makmur saat di konfirmasi di ruangan kerjanya mengatakan “Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, sepertinya tidak perduli dengan kondisi jalan yang telah hancur ini, sudah sepuluh tahun hancurnya jalan dibiarkan tampa adanya perbaikan,masyarakat sering mengeluh jika akan ke kantor Desa  karena kerusakan jalan yang parah terletak percis di depan kantor Desa”ujarnya

Selanjutnya Kepala Desa juga menuturkan, “jika pada tahun 2010  jalan Jalan Raya Tambelang Balong Asem, tidak di perbaiki maka masyarakat akan menanami jalan dengan pohon pisang, hal itu di lakukan karena masyarakat Desa Sukarapih khuhusnaya dan masyarakat Kecamatan Tambelang umumnya sudah sangat kecewa dengan keadaan jalan yang hancur namun tidak juga di perbaiki”.tandasnya

Disisi lain masyarakat yang melintas di jalan raya Tambelang Kp. Balong Asem yang sempat terjatuh , Eri warga Desa Sukarapih mengatakan “Jalan yang hancur ini sangat membahayakan dan rawan kecelakan, seperti yang saya alami sepeda motor saya terperosok kedalam lubang jalan, sehingga saya terjatuh dari motor”.ujarnya. (M. Joko YP)

Ibu-Ibu PKK Desa Sukakarsa Harapkan Bantuan Modal Usaha

Tuesday, December 8th, 2009

S2300052KoranRakyat.net | Bekasi
Ibu-ibu PKK Desa Sukakarsa, Kcamatan Sukakarya , Kabupaten Bekasi,  yang mempunyai usaha,Uli Singkong, Tahu Tempe dan Kue Cincin , saat ini sangat membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya.
Ibu-Ibu PKK di bawah binaan PKK Desa Sukakarsa yang di pimpin oleh Ibu Iroh Rochyati,mempunyai tujuan untuk menambah penghasilan keluarga untuk membantu penghasilan suami.

Menurut keterangan Ketua PKK Desa Sukakarsa, Iroh Rochyati mengatakan “Ibu-Ibu PKK yang saya bina saat ini memang sangat membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya, saya sangat mengharapkan Pemda Kabupaten Bekasi mau mengucurkan bantuan karena tanpa modal usaha tidak mungkin Ibu_Ibu PKK dapat mengembangkan usahanya”ujarnya

Lebih Lanjut Iroch menuturkan “ Setiap kelompok Ibu-Ibu PKK dalam bidang usahanya terdapat lima anggota yang telah ahli membuat kue dan makanan, sehingga kini anggota yang telah saya bina memohon bantuan untuk meneruskan usahanya, agar dapat membantu penghasilan keluarga”paparnya

Sementara itu Kepala Desa Sukakkarsa mengungkapkan,  hal senada dengan Ibu-Ibu PKK Desanya “Kalau memang Pemda dapat membantu modal usaha bagi  Ibu-Ibu PKK Desa Sukakarsa tentunya ini sangat membantu, saya lihat Ibu-Ibu PKK sangat antusias dalam segala program PKK yang di programkan oleh PKK Tingkat Kecamatan maupun PKK tingkat Kabupaten, saya berharap Bupati mau memberi bantuan modal untuk pengembangan usaha Ibu-Ibu PKK Desa Sukakarsa “tandas Kades

Adapun susunan pengurus PKK Desa Sukakrsa sebagai berikut, Ketua Iroch Rochyati, Wakil Ketua Romlah, Sekretaris Ade Yana, Bendahara Sukesih, untuk setiap anggota kelompok usaha terbagi usaha Uli singkong lima anggota, kelompok usaha tahu tempe sepuluh anggota,  lokasi usaha Uli singkong  berada di Kp. Kendayakan RT01 Rw.01, Desa Sukakarsa, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, lokasi usaha tahu tempe ada di Kp. pulo asem Rt 07 Rw 03.

Semoga Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, mau mengalokasi dana untuk membantu modal bagi Ibu-Ibu PKK Desa Sukakarsa, demi meningkatkan perekonomian keluarga, menuju keluarga sejahtera.(M. Joko YP)

Jl Desa Kp. Belut Sepanjang 1,7 Km Rusak Parah Masyarakat Mengeluh

Tuesday, December 8th, 2009

S2300068KoranRakyat.net | Bekasi
Jalan Desa yang berlokasi  di kampung Belut , Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, sepanjang 1,7 KM, saat ini keadaannya sangat rusak parah, selain aspal yang telah mengelupas  dan berlubang , sehingga masyarakat Desa Suka Ragam  maupun masyarakat Desa Sirna Jaya yang akan melintas kesulitan, apalagi sekarang musim hujan lubang yang tergenang air, mengakibatkan banyak pengendara kendaraan sepeda motor terpelosok dan jatuh karena lubang dan licinnya jalan. Hal ini tentunya membuat masyarakat Desa Sukaragam mengeluh kepada Kepala Desa, dengan alasan jalan telah rusak tersebut tidak di perbaiki, padahal telah beberapa kali Kepala Desa mengajukan proposal perbaikan jalan kepada Bupati untuk diperbaiki namun sampai saat ini jalan tersebut luput dari perhatian pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi.

Dalam setiap Musrembang (Musyawarah Pembangunan ) tingkat Desa , Kepala Desa selalu mengajukan perbaikan jalan Kampung Belut sepanjang 1,7 KM, namun tidak pernah mendapat tanggapan, hal ini terjadi karena pada Tahun 2009 ini APBD untuk sarana perbaikan infrastruktur lebih focus ke daerah utara, menyebabkan ketimpangan pembangunan, seperti Desa Sukaragam yang terasa sangat tertinggal dalam pembangunan infrastruktur.

Kepala Desa Sukaragam, H.Enden ketika di konfirmasi Koran Rakyat.net mengatakan” Daerah Selatan dalam hal pembangunan jalan sering luput dari perhatian  Pemda Kabupaten Bekasi, sehingga banyak Daerah atau Desa yang berada di wilayah Selatan tertinggal seperti Desa Sukaragam ini, sehingga masyarakat mengeluh kepada saya mengenai jalan kampung Belut dari RT 07 sampai RT 10 sepanjang 1,7 KM rusak parah dan sampai saat ini belum juga di perbaiki padahal saya telah beberapa kali mengajukan jalan rusak tersebut agar di perbaiki dengan menggunakan kontruksi Beton (COOR).”ujarnya

Lebih jauh kades juga menuturkan, jalan kampung Belut telah rusak lama, meski dahulu telah di aspal namun kekuatan aspal tidak terlalu lama, sehingga sekarang sudah rusak parah dan membahayakan bagi pengguna jalan, karena itu masyarakat sangat mengharapkan pembangunan jalan menggunakan kontruksi Beton, padahal jalan kampung Belut merupakan jalan utama dan penghubung  bagi dua Desa yaitu Desa Sukaragam dan Desa Sirnajaya.”Saya berharap pada tahun 2010 nanti jalan ini diperbaiki, jangan hanya daerah utara saja yang jadi prioritas pembangunan jalan, sementara daerah selatan masih banyak jalan-jalan yang rusak “tandasnya. (M. Joko YP)

Aneh “Pembangunan Jembatan Kp Luwung Desa Sukamaju”

Wednesday, July 22nd, 2009

KoranRakyat.net | Bekasi
Lagi-lagi pembangunan Proyek anggaran APBD tahun 2008, Kab. Bekasi tanpa adanya, plang proyek sebagai persayaratan penyelenggaraaan Proyek, seperti pembangunan Jembatan di Kp. Luwung Desa Sukamnaju, Kecamatan Tambelang. Proyek pengerjaan Jembatan dari dana APBD Kab. Bekasi tanpa plang proyek yang seharusnya ada pada setiap pembangunan sehingga masyarakat akan mengetahui, asal dana, jumlah Dana yang dipakai pada pembangunan proyek tersebut, akan tetapi ketika KoranRakyat.net hendak mencatat nilai proyek dan nama Cv yang mengerjakan proyek jembatan tersebut, tidak dapat ditemukan papan proyek tersebut.

Ketika dikonfirmasi, pengawas pengerjaaan yang bernama sulaeman mengatakan ”sebenarnya papan proyek telah dipasang, namun papan proyek tersebut hilang, saya tidak mengetahui siapa yang mengambilnya.” ujarnya.

KoranRakyat.net pun, kembali menanyakan tentang jumlah anggaran yang dipakai untuk, pembangunan jembatan tersebut naumn sipengawas tersebut tidak mengetahuinya.

Sungguh mengherankan Pembangunan Jembatan Kp. Luwung, dengan menggunakan APBD Kabupaten Bekasi, namun berapa anggaran dan siapa yang mengerjakan tidak diketahui, oleh pengawas pembangunanya. ada apa…? Dalam pembangunan tersebut dan mengapa plang proyek raib, tanpa diketahui kemana hilangnya. (M. Joko YP)

Oknum Staf UPTD Dinas Pendidikan kembali “bikin ulah”

Saturday, March 28th, 2009

KoranRakyat.net | Tasikmalaya
POLISI TASIK JANJI JEMPUT PAKSA !!
Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh oknum staf UPTD Pendidikan Kec.Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya Ny.NN akhirnya  ditangani oleh pihak Polresta Tasikmalaya. Seperti yang diberitakan KONTRAS sebelumnya, orang tua dari atlet  Volly Ball Nurul yang juga staff di bagian Setda Pemkab Tasikmalaya itu dilaporkan korbannya Ny.Yati Kustiati dan korban penipuan lainnya Aan Warga Burujul Kec.Cipedes Kota Tasikmalaya.

Berdasarkan surat pengaduan kepolisian dengan No Pol. : B/319/2/2009/SPK tanggal 17 Februari 2009, kedua korban penipuan tadi meminta agar Ny.NN untuk mengembalikan titipan uang sebesar 18.400.000,-. Dalam perjanjian tersebut  seharusnya Ny.NN melakukan pembayaran pada akhir jatuh tempo (15 September 2008), namun Ny.NN selalu berkelit dengan menumbar janji-janjinya. Akhirnya kedua korban tadi melaporkan kasus ini ke kantor Polisi. Sayangnya, kasus yang ditangani oleh Unit III Reskrim Polresta Tasikmalaya itu, sudah sebulan belum ada realisasi bahkan seolah mengendap.

Menurut keterangan Kuasa Hukum korban Dani Safari Effendi dari LBH Sukapura menjelaskan sebetulnya pelaku telah menerima dua surat pemanggilan dari Kepolisian, namun oknum pendidikan tersebut tidak mengindahkan panggilan resmi dari Polresta. “Panggilan resmi dari Polisi yang dilayangkan kepada Ny.NN harusnya dipatuhi, tetapi ini malah tidak diindahkan seolah ia tidak kooperatif terhadap panggilan tersebut”, ujarnya. Apabila kita melihat UU No.20 tahun 2002 tentang peran Kepolisisan dalam penegakan hukum, seharusnya pelaku apabila tidak mengindahkan surat panggilan perlu dijemput paksa dan dimasukan kedalam tahanan, tambah Dani. “kita khawatir apabila polisi tidak tegas pelaku bisa saja melakukan upaya melarikan diri dengan menghilangkan barang bukti, karena berdasarkan KUHAP 226 kepolisian memiliki wewenang untuk menahan pelaku, apalagi setelah dipanggil dua kali ia tidak datang”, terangnya.

Kasat Reskrim Polresta Tasikmalaya AKP Harso Pujo Harso, saat dihubungi melalui telepon genggamnya mengakui bahwa Ny.NN telah dipanggil dua kali, tetapi yang bersangkutan tidak datang. “Yang jelas kasus ini sedang dalam proses, tersangka Ny.NN sudah dipanggil  dua kali tetapi tidak datang, mestinya Sabtu (21/3) lalu, tetapi yang bersangkutan sampai dengan  panggilan yang kedua ternyata tidak datang juga, sehingga rencananya penyidik akan melakukan penjemputan secara paksa dalam waktu dekat ini”, ujar Harso dalam pesan yang disampaikan melalui Short Massage Service (SMS) yang diterima langsung oleh Direktur LBH Sukapura.

Berdasarkan keterangan LBH Sukapura yang dikutip dari Kontras Minggu (22/3) menjelaskan bahwa seluruh alat-alat bukti sangat kuat dan lengkap  sesuai dengan KUHAP Pasal 184 tentang alat bukti yang sah ada keterangan korban korban,saksi, dan surat-surat. “Ny.NN telah  berbohong dengan menyebut akan membereskan sampai hari jumat (20/3) namun yang bersangkutan kembali membuat alasan lainnya seperti  akan menjual rumah dan harta bendanya,  sampai ingin mengambil SPPT/Surat Pemberitahuan Pajak Terutang bukti kepemilikan tanah seluas 11,5 bata di kampung jeregeg”, katanya. (Ded)

Kecamatan Sukatani Tingkatkan Pelayanan

Wednesday, March 25th, 2009

KoranRakyat.net | Sukatani
Kecamatan Sukatani, saat ini tengah melakukan peningkatan pelayanan terhadap masyarakat, diantaranya pelayanan pembuatan KTP sehari jadi. Program pembuatan KTP sehari jadi sangat membantu masyarakat Kecamatan Sukatani, karena KTP merupakan indentitas yang harus di miliki oleh warga Negara.

Selain program pembuatan KTP sehari jadi, program yang sangat terpenting saat ini, mensukseskan pemilu yang akan digelar 9 April mendatang, Kecamatan Sukatani mentarget kan 90% agar pemilih yang terdaftar untuk memberikan suaranya, sehingga dengan suksesnya pemuli diharapkan akan terpilih wakil-wakil rakyat yang dapat mensejahterakan masyarakat Sukatani.

Sekcam Sukatani, ketika dikonfirmasi KoranRakyat.net mengatakan, “Program utama yang terngah digalakakan adalah pembuatan KTP sehari jadi, program peningkatan pertanian dan mensukseskan pemilu Legislatif mendatang, dengan program pembuatan KTP sehari jadi maka masyarakat tidak akan kesulitan lagi didalam pembuatan KTP”.

Lebih lanjut Sekcam juga menuturkan “musrembang yang digelar di kecamtana Sukatani, menampung aspirirasi pembangunan yang diusulkan oleh 7 Desa yang berada di Kecamatan Sukatani, diantaranya normalisasi kali Cikarang di desa Sukamulya, pembangunan irigasi, serta pembangunan waduk untuk pengariran sawah di Desa Sukaasih, program program tersebut merupakan upaya dari masyarakat dan Pemerintahan Kecamatan Sukatani untuk lebih meningkatkan sumber daya petani, karena sebagian besar masyarakat Sukatani masih menggantungkan hidupnya di pertanian.”ujarnya

Hal senada juga di katakan Camat Sukatani, Soleh, selain program peningkatan p[elayana, Pemerintahan Kecamatan Sukatani, bekerja sama dengan  Bagian Kependudukan Catatan Sipil [DUKCAPIL), Kabupaten Berkasi, akan menyelengarakan pembuatan Akte kelahiran sehari jadi, yang kini tengah disosialisasikan kepada masyarakat, pungkasnya. (M. Joko YP)

Mutu Raskin Kurang Bagus

Wednesday, March 25th, 2009

KoranRakyat.net | Cikarang barat
Beras untuk masyarakat Miskin (Raskin) Kabupaten Bekasi, yang pada setiap bulan di terima dengan membeli 1 kilonya Rp.1600, akan tetapi Raskin tersebut  tidak layak di komsumsi. Pasalnya beras raskin tersebut berwarna kuning dan bercampur menir, hal ini tetntunya sangat mengecewakan masyarakat yang sangat mengharapkan beras murah dari pemerintah (Raskin), untuk memmenuhi kebutuhan kebutuhan pokoknya.

Raskin yang turun pada setiap bulan sebetulnya sangat diharapkan masyarakat, dimasa sulit seperti sekarang ini, dimana beras standar dipasaran sangat mahal, sehingga dengan Raskin masyarakat dapat terbantu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun dengan mutu Raskin yang sangat tidak layak di komsumsi ini membuat masyarakat enggan untuk membelinya.

Kepala Desa Ganda Mekar,Darta Mulyana  mengatakan, “ Beras Raskin yang diterima Desa untuk di jual Kepada masyarakat, dengan harga subsidi yaitu Rp.1600 per-kilonya, mutunya sangat memprihatin tidak layak di komsumsi, Beras raskin itu berwarna kuning dan hancur seperti menir untuk makan bebek”ujar Kades

Lebih lanjut Kades sangat negharapakan mutu Raskin segera diperbaiki, karena dengan mutu yang tidak layak komsumsi, masyarakat enggan untuk membelinya.”Pada waktu beras Raskin turun, saya sempat menolaknya karena beras raskin tidak layak dikomsumsi” tandas kades. (M. Joko YP)

Kades Harapkan Pembangunan Jalan Utama Desa

Saturday, March 14th, 2009

KoranRakyat.net | Bekasi
Jalan Utama Desa Sari Mukti, Kp. Tanah Ungkuk, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, saat ini kondisinya rusak parah, jalan Desa tersebut terlihat berlubang, sehingga masyarakat sangat kesulitan untuk melintas. Apa lagi pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat, harus extra hati-hati, karena akan terpelosok kedalam lubang jalan, diakibatkan jalan aspal yang telah rusak sangat licin pada musim hujan ini.

Kepala Desa Sari Mukti, H. Hadi.R, diruangan kerjanya pada Koranrakyat.netmengatakan, “jalan Desa ini telah rusak cukup lama, dan kami telah mengajukan permohonan bantuan perbaikan jalan pada Pemda Kabupaten Bekasi,masyarakat Desa sangat mengharapkan jalan Desa segera di perbaiki, karena masyarakat banyak yang mengeluh kepada saya akibat rusaknya jalan, apa lagi pada musim hujan jalan yang rusak dan berlubang dipenuhi air, sehingga jalan tersebut menjadi sangat licin” ujar kades.

Menurut keterangan Staff Desa jalan yang rusak segera akan diperbaiki, karena telah datang dari Dinas Binamarga mengukur jalan yang rusak, yang katanya akan diperbaiki pada tahun ini,”Dinas Bina Marga telah datang dan mengukur jalan yang rusak dan akan segera diperbaiki” ujar Staff tersebut.

Semoga harapan masyarakat jalan Utama Desa Sari Mukti, yang akan segera diperbaiki segera direalisasikan pada tahun ini. (M. Joko YP)

Program Bupati Bekasi: Pembuatan Akte Kelahiran Cepat Bergilir di 23 Kecamatan

Saturday, March 14th, 2009

Koranrakyat.net | Bekasi
Dalam Rangka mempermudah masyarakat Kabupaten Bekasi memperoleh Akte Kelahiran, Bupati Bekasi, Drs. Saad’dudin MM, menyelengarakan pembuatan Akte Kelahiran Cepat satu hari selesai, hal ini guna membantu masyarakat untuk mempeoleh Akte Kelahiran untuk keperluan, Mendaftarakan sekolah anak, Mendaftaran CPNS, Kuliah dan sebagainya. Penyelengaraaan pembuatan akte Kelahiran sehari selesai diselengggarakan untuk masyarakat di seluruh Kecamatan yang berada di Kabupaten Bekasi secara bergilir.

Seperti yang dilakukan Kecamatan Cibitung, 12 Februari 2009 . masyarakat terlihat antusias untuk membuat akte Kelahiran, dari berbagai Desa yang ada di Kecamtan Cibitung masyarakat berbondong-bondong, ke Desa Wanasari sebagai tempat pelayanan pembuatan Akte kelahiran satu hari selesai. Pelayanan pembuatan Akte Kelahiran Cepat satu hari selesai bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DukCapil) Kabupaten Bekasi dan Kecamatan Cibitung serta aparata Desa Wanasari.

Ketika di Konfirmasi KoranRakyat.net , Camat Cibitung, Sutia R, mengatakan, “progran pembuatan Akte kelahiran cepat, merupakan progran Bupati Bekasi, untuk membantu masyarakat memperoleh Akte Kelahiran dengan mudah dan cepat , kami sebagai kepanjangan tangan dari Pemda Kabupaten Bekasi serta bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DukCapil),akan mensukseskan program Bupati tersebut, dengan memberikan informasi dan sosialisasi, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cepat dan mudah”.ujarnya

Halsenada dikatakan oleh Kepala Desa Wanasari. H. Rosid Ardiana.S.sos, Jumlah Masyarakat Desa wanasari yang berjumlah kurang lebih 72.000, sangat antusias dengan adanya pelayanan cepat pembuatan Akte Kelahiran 1 hari selesai, yang dilaksanakan dari pukul 8,00 Wib, hingga selsesai pukul 2.00 Wib, “Saya sangat mendukung program Bupati Bekasi yang sangat membantu masyarakat, karena Akte kelahiran sangat dibutuhkan masyarakat sebagai persyaratan untuk masuk sekolah anaknya dan lain sebagainya, asal persyaratan lengkap Akte kelahiran akan selesai hari ini juga, adapun persyaratannya , Foto Copy KTP Suami Istri, Kartu Kelhiran, Surat Nikah dan surat kelahiran dari bidan ”tandas Kades.

Sementara itu salah satu masyarakat Desa Wanasari, winda warga perum Regency mengatakan ”Saya sangat bersyukur adanya pelayanan pembuatan Akte kelahiran sehari selesai, karena dengan pelayanan ini sangat membantu masyarakat untuk mebuat Akte, kalau kita membuat akte melalui jalur biasa tentu satu hari tidak akan selesai, tapi dengan program ini sehari selesai”.imbuhnya. (M. Joko YP)

Pelanggar Pemilu akan di Terkena Sangsi Administrasi dan Pidana

Sunday, March 8th, 2009

KoranRakyat.net | Bekasi
Pemilihan Umum (Pemilu), yang akan memilih wakil Rakyat (Legislatif), tinggal menunggu hitungan hari, sehingga fihak Pengawas Pemilu (Panwaslu), Kecamatan Cikarang Barat, kini bekerja exstra keras, untuk mengawasai akan terjadi tindak pelanggaran Pemilu. Seperti Monay Politik (Politik Uang) yang dilakukan Caleg, Iming-iming yang bersifat materi yang dijanjikan caleg dan memaksakan kehendak untuk memilih caleg tertentu dan pemasangan alat Peraga Caleg.

Pelanggaran Pemilu dapat di kenakan sangsi, bila ada laporan dari masyarakat, atau pihak Panwaslu sendiri yang mengetahui pelanggaran selama belum lewat dari 3 hari setelah peristiwa.Dalam penanganan pelanggaran pemilu pihak panwaslu akan menyerahkan kasus tersebut kepada Gakum (Penegakan Hukum terpadu ) dari unsure kepolisian Polres di Kabupaten Bekasi.pelanggar Pemilu juga akan diadili oleh Hakim khusus yang ditunjuk oleh pengadilan.Sangsi bagi pelanggar pemilu akan dikenai sangsi Administrasi dan Pidana.

Menurut Keterangan Ketua Pangawas Pemilu  Kecamatan, Cikarang Barat, Masdar pada KoranRakyat.net mengatakan, ”Pihak Panwaslu Kecamatan, akan mengawasi jalannya Pemilu secara ketat, dengan turun kelapangan untuk mencegah terjadi pelanggaran-pelanggaran pemilu, selain itu Panwaslu Kecamatan akan menerima laporan dari masyarakat, kalau masyarakat menemukan adanya pelanggaran pemilu secepatnya melapor ke Panwaslu, jangan lebih dari 3 hari setelah terjadi pelnggaran pemilu, agar dapat segera di tindak lanjuti, kalau laporan masyarakat terhadap pelanggaran pemilu lebih dari 3 hari setelah kejadian, maka hal tersebut bias dianggap kasus kadarluasa,pelanggar pemilu akan dikenai sangsi Administrasi dan pidana , bagi caleg yang melanggar pemilu dengan melakukan money politik, menjanjikan materi, dan memaksa masyarakat untuk memilihnya” ujarnya. (M. Joko YP)

Penertiban Baleho dan Tanda Gambar Caleg Cikarang Barat Tunggu Send Bupati

Friday, February 27th, 2009

Koranrakyat.net | Bekasi
Masih maraknya baleho dan tanda gambar caleg Kabupaten Bekasi, yang di nilai masyarakat ada yang mengganggu memandangan serta mengubah wajah Kabupaten menjadi kumuh penuh hiasan Baleho dan Spanduk caleg.Menurut keterengan yang di dapat Koran rakyat.net dari anggota panwaslu Kecamatan Cikarang Barat,tanggal 15 Februari 2009 sampai saat ini belum ada penertiban baleho yang masih marak.

Ketika di konfirmasi KoranRakyat.net, ketua Panwaslu, Kecamatan Cikarang Barat, Masdar mengatakan “memang Panwaslu Kecamatan Cikarang Barat, akan menertibkan baleho dan tanda gambar yang dianggap menggangu ketertiban umum, seperti pemasangan baleho dan tanda gambar ditaman kota , sarana Ibadah dan sarana pendidikan, tapi panwas juga tengah menunggu intruksi Bupati Bekasi, mengenai tempat, tempat mana saja yang dapat digunakan caleg untuk memasang baleho dan tanda gambar caleg, setelah panwas mendapat intruksi baru akan eksen menertibkan baleho dan tanda gambar caleg yang dinilai melanggar ketertiban umum.
Sementara itu Caleg dari partai berlambang Matahari, mengatakan “Saya tidak keberatan panwas akan menertibkan baleho-baleho yang saya pasang, jika memang ada baleho saya yang menggangu ketertiban umum seyogyanya panwas memberi surat teguran pada calegnya untuk menertibkan baleho, jika membandel baru silakan panwas eksekusi untuk menurunkan baleho”, ujarnya.

Masyarakat Kabupaten Bekasi, sangat mengharapkan panwas segera menertibkan baleho dan tanda gambar yang melanggar ketertiban umum,karena jika tidak di teribkan maka baleho akan bertambah banyak mengingat pemilu 2009, tinggal menunggu hitungan hari lagi, selain itu dengan penertiban baleho dan tanda gambar dapat mengembalikan wajah Kabupaten Bekasi menjadi indah. (M. Joko YP)

Mampir Ke Rumah Saudara, Motor Lenyap

Friday, February 27th, 2009

KoranRakyat.net | Bekasi
Tindak Kejahatan Berupa pencurian, yang dilakukan kawanan pencuri, terjadi Rabu 18 Februari 2009 pkl. 18:30wib , motor Yamaha Mio warna biru tua Nopol B 6385 FKI milik ibu Hesti. Di gondol kawanan pencuri, Lokasi kejadian di Jl. Kedasih 8 No.7 Perumahan Cikarang Baru – Kota Jababeka.

Kejadian pencurian berawal si pemilik motor menjelang mahgrib sedang berkunjung ke rumah kakaknya, selang waktu beberapa menit pemilik masuk rumah, motor Mio langsung hilang. Tidak diketahui sama sekali pelakunya, motor tersebut sudah hilang entah kemana larinya, ujar ibu Hesti.

Menurut sumber, Saat ini kenyaman penghuni perumahan Ckirang Baru, sudah sangat meresahkan, akibatnya kini penghuni tidak laginyaman tinggal di perumahan Cikarang Baru, selalu penuh kewaspadaan, lengah sedikit berakibat fatal, ”saya berharap warga harus meningkatkan kewaspadaan, jika memiliki kendaraan bermotor, seharusnya si pemilik menyiapkan kunci ganda, selain itu juga saya berharap pihak keaman perumahan, dapat lebih meningkatkan patroli ke kelingkungan agar tidak terjadi peristiwa seperti yang terjadi ini, ujarnya.

Dari Informasi yang di himpun wartawan KoranRakyat.net, selain kejadian di atas juga telahterjadi tindak kriminal di Perumahan Cikarang Baru, dari sumber yang dapat di percaya, sebagai warga perumahan tersebut, informasi tersebut adalah  Sabtu, 14 Februari 2009, pkl. 21:00wib telah terjadi tindak pencurian motor Yamaha Vega-R B 6829 FHB warna merah milik Bp. Dwijo Rohidayat berlokasi di Jl. Kalandrina Raya A2/28 RT08/08 Perumahan Cikarang Baru – Kota Jababeka. Menurut informasi orang-orang sekitar diduga pelaku berjumlah dua orang dengan modus menuntun motor sampai ujung gang belakang kemudian distater.

Jumat, 20 Februari 2009 pkl. 10.00wib telah terjadi tindak pencurian pada mobil diparkir yang menimpa bp. Edi salah satu karyawan dari PT. MTM (Menara Terus Makmur). Saat itu korban adalah kurir perusahaan yang hendak menyetorkan uang perusahaan ke Bank Pertama Ruko Commercial Center di Jl. Jababeka Raya (samping Hotel Grand Cikarang). Pada saat itu mobil Avanza diparkir disamping kiri Bank Permata, lalu ditinggal masuk ke dalam Bank Permata, setelah balik ternyata mobil sudah dicongkel kuncinya dan terbuka. Tas yang berisi surat berharga dan uang diperkirakan 3 juta rupiah lenyap diambil maling. Tidak diketahui para pelakunya, menurut informasi orang-orang sekitar lokasi diperkirakan pelaku berjumlah 4 orang, mencongkel dengan menggunakan kunci letter T. Setelah kejadian tersebut, sudah dilaporkan polisi untuk dilakukan oleh TKP.

Senin dini hari, 23 Februari 2009 pkl. 00:00wib telah terjadi pencurian di perumahan mewah cluster Tropikana Cikarang Baru – Kota Jababeka. Rumah kedua dari Bp. Rudi yang berlokasi di Jl. Tropikana Raya blok A7/46 ini saat itu sedang ditinggal pemiliknya. Ketahuan saat pkl.00:00 pintu rumah sudah terbuka, diketahui oleh satpam. Diduga maling membuka pintu dengan mencongkelnya. Ternyata kunci-kunci rumah tergeletak di dalam rumah, sehingga memudahkan maling beraksi menjarah barang-barang berharga. Menurut informasi, kehilangan barang berupa : kamera, laptop, jam Rolex, perhiasan emas seberat 200gr. Ditaksir kerugian kurang lebih 200jutaan rupiah. Setelah kejadian tersebut, sudah dilaporkan polisi untuk dilakukan oleh TKP.

Senin, 23 Februari 2009 pkl. 18:30wib telah terjadi tindak pidana pencurian motor tamu di Cluster Jl. Puma 1E No. 8 Perumahan Cikarang Baru -Kota Jababeka di rumah bp. Nursalam. Korban adalah tamu (bp. Raden Nuryadi) bertempat tinggal di Telaga Sakinah CD2/11. Motor yang hilang adalah Yamaha Vixion warna abu-abu B6676FPH. Motor hilang disaat ditinggal berwudhu sebentar didalam rumah. Menurut informasi orang-orang sekitar diduga pelaku berjumlah dua orang dengan modus menuntun motor sampai agak menjauh kemudian distater. (M. Joko YP)