Archive for the ‘kriminal’ Category

Seorang Ayah bantai anak Kandung lalu bunuh diri

Tuesday, December 8th, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Sadis perbuatan yang dilakukan Azis (32) warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang. Ia tega membantai darah dagingnya sendiri, yakni Abil yang masih berusia 18 bulan. Usai melakukan pembantaian itu, Azis melakukan bunuh diri dengan cara minum racun potas. Sabtu (5/12).

Kedua korban ini pertama kali ditemukan kerabatnya, Warsih (36 , di dalam kamar rumahnya dengan posisi telentang. Seketika itu juga, Warsih  menggendong bocah balita yang masih lemas itu keluar rumah sembari berteriak minta tolong. Mengetahui ada teriakan, sejumlah warga sekitar berusaha memberikan pertolongan kepada korban dengan membawa kedua korban ke Puskesmas setempat.

Dari Hasil pemeriksaan sementara petugas medis di Puskesmas Ploso, tulang leher Abil patah. Sedangkan Azis, pada mulutnya banyak mengeluarkan busa.

Menurut Minten, Mertua Aziz mengatakan beberapa hari terakhir Azis dan Istrinya Nur Azizah, sering bertengkar. Persoalannya dipicu karena Aziz menghabiskan uang Istrinya sebesar Rp 200 ribu hasil pemberian dari saudaranya. Karena sering cekcok, sudah sekitar satu Minggu perempuan yang bekerja di salah satu perusahaan roko itu pulang kerumah orang tuanya di Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh, Jombang, bersama Abil. .

Masih dalam penjelasan Minten, karena tidak ada kejanggalan, pada Sabtu pagi Minten juga tidak keberatan ketika Abil diajak Azis ayahnya ke rumahnya di Rejoagung, Ploso.

Ternyata, pertemuan  Minten dengan cucunya Abil Sabtu kemarin adalah yang terakhir. Sebab,  sekitar tiga jam keberangkatan Abil dan Ayahnya, Minten mendengar kabar jika Abil dan Azis ditemukan meninggal.

“Mungkin Azis jengkel karena belakangan terus bertengkar dengan istrinya hingga nekat bunuh diri. Tapi mengapa dia juga tega membunuh anaknya yang tak berdosa. Kasihan Abil, cucu saya,” ujar Minten kepada para wartawan sembari mengucurkan air matanya saat di samping jenazah Abil dan Azis di Puskesmas Ploso. (Muza Nifira)

Kejahatan di Bali Semakin Meningkat

Wednesday, July 22nd, 2009

Denpasar | KoranRakyat.net
Kondisi keamanan pulau dewata semakin mengkwatirkan. Bagaimana tidak, dari data yang dihimpun, trend perkembangan gangguan Kemanan dan ketertiban masyarakat selama satu semester terakhir 2009 ini meningkat drastis. Dari data yang ada kasus pencurian dengan pemberatan (curat) meningkat hingga 57 persen. Pun demikian kasus pencurian dengan kekerasan (curas ) juga meningkat hingga 75 persen.

Peningkatan kejahatan tersebut, selain faktor keamanan kepolisian, juga tidak terlepas dari semakin rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungannya masing-masing. Ketidakwaspadaan masyarakat itulah yang kemudian dijadikan celah bagi pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya. Dari data yang ada, khusus untuk kasus curat naik 30 kasus dari bulan sebelumnya hanya 52 hingga akhir Juni menjadi 82 kasus, itu berarti ada peningkatan hingga (+57,69%). Nah untuk kasus curas dari jumlah awal sebanyak 8 kasus naik menjadi 13 kasus atau setara dengan (+75 %). Sedangkan untuk kasus pencurian biasa (cusa) tidak mengalami kenaikan juga tidak mengalami penurunan, yakni tetap pada jumlah sebelumnya sebanyak 53 kasus. Selain kenaikan pada kasus kejahatan, kenaiakan tingkat kejadian juga ada pada kasus kecelakaan lalulintas. Dari data yang ada jumlah kejadian sebelumnya sebanyak 138 kasus naik menjadi 166 kasus (+28 kasus). Dari kenaikan jumlah kejadian itu, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 61 orang, luka berat 85 dan luka ringan 137 orang.

Sementara itu Kabid Humas Polda Bali Kombes Gde Sugianyar mengatakan, kenaikan tingkat kejahtan tersebut, tidak terlepas dari peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing mulai menurun, dibanding sebelumnya. “Seperti sistem keamanan swakarsa yang mulai ditinggalkan,” ujarnya pada Selasa (21/7) di Mapolda Bali, Jalan Wr Supratman Denpasar. Penurunan kesadaran itu, kata dia bukan hanya terjadi pada perseorangan. Tetapi juga sudah pada kelompok masyarakat. Karena bagaimanapun, sistem penjagaan keamanan bukan hanya tanggungjawab polisi, tetapi juga tanggung jawab bersama tidak terlebih masyarakat. “Nah untuk menekan terjadinya tingkat kriminaltas, peran serta msyarakat sangat diperlukan,” imbuh mantan Kapolresta Balikpapan ini.

Ia menambahkan, penyebab lainnya tidak terlepas dari pola antisipasi polisi melalui kegiatan rutin fungsi belum menyentuh sasaran Kakerda termasuk keterpaduan fungsi operasional polri dalam menangani Kakerda belum dilaksanakan secara terpadu.

Sementara terkait dengan meningkatnya lakalantas, perwira yang doyan dengan dunia photografi ini, mengatakan peningkatan lakalantas itu tidak terlepas dengan rendahnya tingkat disiplin dan etika masyarakat dalam berlalu lintas. Padahal kata dia, segi sarana, khusus diwilayah Denpasar kalau dilihat sarana jalan masih tetap atau tidak terjadi penambahan, namun disisi lain, perkembangan kendaraan bermotor terus naik sehingga hal ini rentan mempengaruhi terjadinya kecelakaan.

Namun demikian, selain terjadi peningkatan pada angka curat, curas dan lakalantas, ada hal lain yang mengalami penurunan. Yakni pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dari 31 kasus menjadi 24 kasus itu berarti menurun sekitar -22,58 persen. Begitu juga dengan narkoba dari 24 kasus kini hanya 22 kasus (-8,33) persen. Untuk perjudian dari 58 kasus turun 55 kasus dan pengerusakan dari 11 kasus kini hanya 7 kasus. Untuk itu kata dia, diharapkan peran serta masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan masing-masing mutlak diperlukan. (Muhammad Husen Shandy)

Tabel Tindak Kejahatan di Bali

Semester sebelumnya — Juni 2009 ­– persentase     Kasus
52 kasus                                   82 kasus        naik +57,69%    curat
8 kasus                                     13 kasus        naik +75 %.     Curas
138 kasus                              166 kasus       +28 kasus       Laka lantas
53 kasus                                   53 kasus        (0)                     cusa

Polda Bali Kembali Amankan Sekilo Ganja

Thursday, April 2nd, 2009

KoranRakyat.net | Denpasar
Jajaran kepolisian Dit Narkoba Polda Bali kembali melakukan penangkapan terhadap dua orang yang salah satunya diduga sebagai pengedar daun mariyuana, masing-masing Suharmaji,25, yang tinggal di Jalan Pulau Enggano Banjar Begawan Pedungan Denpasar, serta satu orang lagi yang diduga sebagai pengedar bernama Hermanto,29, yang tinggal satu atap dengan pelaku pertama. Dari keduan tangan pelaku tersebut, polisi berhasil mengamankan 1 kilo gram ganja kering siap edar.

Penangkapan tersebut bermula dari adanya informasi bahwa seorang tersangka, Suharmaji sedang berada di seputaran monument ground zero Jalan Legian Kuta Badung, pada Minggu (29/3) sekitar pukul 23.00 Wita. Tanpa menunggu lama, polisi yang sudah lama mengincarnya ini langsung menggeledah barang bawaannya. Hasilnya polisi menemukan 2 buah paket yang diketahui berisi ganja yang terdiri dari daun, biji dan batang kering. “Dua paket itu disimpan di saku celana belakangnya, yang beratnya masing-masing 43 gram, dan 40 gram,” ujar sumber kepolisian Polda Bali, pada Selasa (31/3). Nah saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ternyata, ganja itu  diperoleh dari seorang tersangka lain yang diketahui bernama Hermanto,yang ternyata tinggal satu rumah dengan dirinya.

Akhirnya setelah dipancing serta dilakukan pengintaian, pelaku atas nama Hermanto ini berhasil ditangkap ditempat tinggalnya di Jalan Pulau Enggano Banjar Begawan Pedungan Denpasar. Dari sana polisi berhasil mengamankan beberapa paket ganja kering yang diantaranya sudah dikemas dalam beberapa paketan. Paketan daun memabukkan tersebut disimpan oleh pelaku dalam sebuah tas warna hitam merk Austin. Berat ganja tersebut bervariasi diantaranya ada yang dengan berat 600 gram, kemudian 50 gram yang disimpan dalam plastic, dan sisanya 320 gram diplastik berbeda. “Dugaan kita, dia ini adalah seorang pengedar di wilayah Kuta dan sekitarnya,” imbuh sumber yang enggan disebutkan namanya. Kini pasca penangkapan itu, kedua tersangka sudah diamankan di sel tahanan Polda Bali, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi. Pun demikian, dengan barang bukti satu kilogram ganja kering diamankan sebagai barang bukti, yang akan digunakan untuk menjerat tersangka. (Muhammad Husen Shandy)

Polisi ringkus PNS pengedar Upal

Sunday, March 15th, 2009

KoranRakyat.net | Kriminal
Karena kedapatan mengedarkan Uang Palsu (Upal), Sunardi (42) PNS yang bertugas sebagai Penilik Sekolah Dasar (SDN), asal Desa Singgalah, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, dan Sumiran (46) warga Desa Kartoharjo, Kabupaten Nganjuk diringkus Satuan Reserse Kriminalitas (Satreskrim) Polres setempat.

Merak diringkus saat mengedarkan upal disebuah warung di Desa Demangan, Kecamatan Siman.

Sebanyak 44 lembar upal pecahan Rp 100 ribu dari tangan Sunardi dan 199 lembar upal dari tangan Sumiran, langsung disita petugas sebagai barang bukti (BB) dalam proses hukum lebih lanjut.

“Ke-2 pelaku masih menjalani penyedikan, dan kasus ini akan kami kembangkan untuk melacak pencetak upal ini,” ujar Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Suhono, kemarin

Dijelaskannya, penangkapan kedua pelaku tersebut berawal dari laporan masyarakat. “Kami terlebih dulu menangkap Sunardi, yang saat itu akan transaksi dengan uang palsu disebuah warung,” katanya menjelaskan.

Setelah itu, kata dia, anggota Reskrim baru memburu dan meringkus pelaku lain yakni Sumiran. Akibat perbuatannya itu, dua pelaku dijerat dengan pasal 245 KUHP.

Sisi lain, setelah diteliti lebih seksama, ternyata upal itu sangat mirip dengan uang yang asli. Bahkan, tingkat kemiripan upal tersebut, mencapai 60 persen.

“Jika diterawang terdapat bayangan gambar pahlawan, dan benang pengaman. Namun apabila diraba, tampak ada perbedaan dengan uang yang asli,” pungkasnya. (Muza Nifira)

Sopir Disekap 6 Perampok, Truk Dibawa Kabur

Sunday, March 8th, 2009

KoranRakyat.net | Denpasar
Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi. Bahkan kali ini seorang sopir yang bernama Mardani,46, yang tinggal di seputaran Kebun Bunga Alam Ayu Jalan By Pass Ngurah Rai Denpasar dirampok 6 orang tak dikenal. Tragisnya pelaku menghajar korban kemudian mengikat tubuhnya dengan kabel listrik. Setelah itu harta bendanya dibawa kabur, termasuk satu buah truk Mitshubisi DK 8120 BD yang biasa digunakan untuk mengangkut pasir.

Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (5/3) dinihari kemarin, sekitar pukul 02.00 Wita. Awalnya korban yang sudah tertidur lelap ini tiba-tiba didatangi oleh orang yang tak dikenal sekitar enam orang yang salah satunya membawa pentungan besi. Mendadak korban langsung disekap oleh pelaku, namun berdasarkan informasi dari sumber kepolisian, korban sempat melawan, hal itu dapat dilihat dari luka-luka yang diderita oleh korban, diantaranya giginya rontok, kemudian pergelangan tangannya juga mengalami luka.”Sempat ada perlawanan, karena jumlah pelaku banyak, terus ada yang membawa besi juga, korban ya kalah,” ujar sumber kepolisian di Polsek Denpasar Timur pada Jum’at (6/3).

Setelah korban kuwalahan, pelaku yang dalam beraksi memakai cadar semua ini kemudian mengikat korban dengan sebuah kabel listrik yang disiapkan sebelumnya. Akhirnya korban berhasil diikat oleh pelaku. Apesnya barang-barang korban berupa uang tunai, dan satu buah Handphone beserta kunci mobil kendaraan truk tersebut dibawa pelaku. “Jadi setelah mendapatkan kunci itu, mobilnya langsung dibawa kabur oleh pelaku tadi,” imbuh sumber yang enggan disebutkan namanya.

Tak ayal, setelah diikat itu, korban tidak bisa berbuat banyak, beruntung saat diiat tersebut korban sempat berteriak-teriak minta tolong. Hingga akhirnya ada tetanga sekitar lokasi tersebut yang mendengar teriakan itu, dan kemudian dilepaskan tali ikatannya tersebut. “Setelah dilepas itu, baru korban melapor ke polisi,” paparnya. Sementara itu dikonfirmasi ditempat terpisah, Kapolsek Denpasar Timur AKP Gede Ariantha mengatakan, sampai saat ini pelaku masih dalam pengejaran petugas. “Beberapa saksi sudah kita mintai keterangannya,” ujarnya via ponsel. Namun demikian, belum jelas pasti dari mana pelaku tersebut, apakah termasuk pelaku lama atau baru. “Masih kita identifikasi,” imbuhnya. Selain itu pihaknya juga mengatakan, rencananya kasusnya bakal dilimpahkan ke Poltabes Denpasar. “Tapi petugas kita masih tetap melakukan pengejaran, dan untuk saat ini kasunya masih dilakuakan penyelidikan,” pungkasnya. (Muhammad Husen Shandy)

Wartawan Radar Bali Tewas Di Bunuh

Wednesday, February 18th, 2009

KoranRakyat.net | Denpasar
Setelah sebelumnya telah mengilang selama 6 hari, wartawan Radar Bali Anak Agung Prabangsa, Senin (16/2) ditemukan tewas mengambang di perairan Padangbai Karangasem. Mayat Agung yang juga Redaktur Koran Radar Bali ini ditemukan tewas mengambang pukul 9.40 Wita, di perairan Teluk Bungsil Padangbai, sekitar satu mil laut dari pelabuhan Padangbai. Jenasah ditemukan nahkoda kapal Perdana Nusantara yang sedang melintas.
Saat ditemukan, mayat Agung dalam kondisi mengambang terlentang tanpa baju dan hanya memakai celana panjang kain coklat. Jenazah kemudian dibawa ke Pantai Bias Tugel, Desa Manggis dan selanjutnya dikirim ke RSUD Karangasem. Dan selanjutnya dilakuakan otopsi di Rumah Sakit Sanglah Denpasar.

Dari hasil otopsi rumah sakit tersebut ditemukan adanya kejanggalan yang menyebabkan kematian wartawan tersebut. Pasalnya dari hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka parah pada bagian kepala hingga pecah. Tangan patah serta ada beberapa luka sayatan dileher. Korban dikenali karena di saku celana korban ditemukan dompet berisi identitas korban.

Kapolda Bali Irjen T Ashikin Husein saat dimintai konfimasinya pada Rabu (18/2) kemarin mengatakan, kematian wartawan tersebut akibat dibunuh oleh seseorang. “Dan kini masih kita kejar terus siapa pembunuhnya,” paparnya, ditemui KoranRakyat.net pada Rabu (18/2).

Dugaan kalau AA Prabangsa, wartawan Radar Bali, tewas dibunuh, diantaranya berdasarkan hasil tes Tim Forensik dan dari hasil penyelidikan tim gabungan Polda Bali. “Untuk motif pastinya masih kita kembangkan lagi,” imbuhnya didampingi Kabid Humas Poda Bali Kombes Gede Sugianyar. Sampai saat ini stidaknya sudah 4 orang saksi yang sudah dimintai ketarangannya. 4 orang saksi itu, diantaranya adalah kerabat korban sendiri. (Muhammad Husen Shandy)

Gadis Berjilbab digilir sepuluh pemuda

Monday, February 16th, 2009

Logo Kriminal KoranRakyat.net | Surabaya
Sungguh malang nasib yang dialami Gadis (nama samaran) yang tinggal dirumah Budenya jalan Kutisari. perempuan yang masih ABG (Anak Baru Gede) ini harus rela kehilangan mahkotanya oleh sepuluh pemuda yang terpengaruh minuman keras (miras).

Hasil informasi yang dihimpun KoranRakyat.Net, Sebut saja Tape yang dikenalnya di Pos penjagaan kawasan Kutisari. Saat itu dirinya memang lagi menunggu Tape yang baru dikenalnya. Setelah itu mereka mengajak bertemu di dekat Pos Satpam Kutisari. Saat sudah menemui Tape, korban yang saat itu sendirian langsung diajak keliling.

Ternyata, Gadis yang berusia belasan tahun itu diajak keliling ke kawasan akses Tol dekat masjid Agung Surabaya, sesampai lokasi yang dituju, perempuan kelahiran Mojokerto itu langsung diajak duduk bersama 10 pemuda yang berada dilokasi. Tak berlangsung lama, Korban diajak minum bersama-sama.

Mengetahui korban tak berdaya dan tak sadarkan diri, Sepuluh pemuda tersebut secara berama-ramai menggilir korban. Syukurlah, ketika mereka sedang antre, perbuatannya terpergok polisi yang saat itu sedang berpatroli.

Namun, Sayangnya polisi hanya berhasil menangkap hanya dua orang tersangka yakni Rio Agustiawan (18) warga Pagesangan, Jonathan (21) tinggal di kawasan Menanggal. Sementara yang lainnya berhasil melarikan diri.

“kita hanya berhasil menangkap dua saja. Karena, saat menangkap anggota kita mengetahui disemak-semak kok banyak pemuda,”ujar Kapolsek Gayungan AKP Heriyanto.

Karena, lokasi kejadiannya merupakan perbatasan antara Sidoarjo dengan Surabaya, maka perkaranya diserahkan ke Polsek Taman. “Kita serahkan kasus tersebut ke Polsek Taman, karena lokasi kejadiannya masih ikut wilayah Polsek Taman,” pungkasnya. (Muza Nifira)

Diancam, Mahasiswi Rela disetubuhi ayah tiri kekasihnya

Wednesday, February 11th, 2009

KoranRakyat.net | Kediri
Sungguh tragis nasib yang dialami Anggrek (24) (nama samaran, red.) seorang mahasiswi jurusan keperawatan sebuah akademi yang ada di Kota Malang. Tak mau rahasianya ketahuan orang lain, ia merelakan tubuhnya untuk dinikmati ayah tiri kekasihnya sendiri hingga 7 kali.

Hasil informasi yang dihimpun KoranRakyat.NET, Awal mula kejadian tersebut menimpa Anggrek saat korban menjalin hubungan asmara dengan Robert (25) teman sesama mahasiswa di akademisinya. Sepanjang hubungan mereka, korban telah melakukan hubungan intim dengan kekasihnya layaknya suami istri. Nahas, ketidak perawanan korban ternyata diketahui Oscar (54) yang tak lain merupakan ayah tiri kekasihnya sendiri. Dengan bermodal informasi tersebut, pelaku mengirimkan sebuah pesan singkat kepada korban yang berisi ancaman. Jika tidak mau melayani berhubungan badan, maka kabar ketidak perawanannya akan disebarkan ke orang lain.

Akhirnya, dibawah ancaman pelaku korban pun menurutinya. Namun, lambat laun korban tak betah karena pelaku sering meminta untuk dilayani nafsu bejatnya, dan akhirnya dilaporkan ke Mapolresta Kediri. “Dari pengakuan tersangka dan korban, hubungan ini kali pertamanya dilakukan pertengahan bulan oktober 2008. Dan sejauh ini dilakukan 7 kali,” Kata KBO reskrim Polresta Kediri, Iptu Siswanto, kemarin.

Untuk menguatkan laporan korban, polisi langsung memvisum ke RS Bhayangkara Kota setempat. Hasilnya, selaput dara korban dinyatakan positif dan telah robek.

Disela-sela pemeriksaan petugas, Tersangka Oscar mengaku kalau perbuatan yang dilakukan kepada korban dengan dasar iseng. “Saya tidak bermaksud mengancam tapi dia saja yang begitu ketakutan. Karena saya juga kepengen, ketika dia menurut saya juga melakukannya,” aku Oscar dengan enteng dihadapan petugas. (Zainul Arifin)

Polisi Bekuk Residifis Pengedar Ganja di Denpasar

Wednesday, February 4th, 2009

KoranRakyat.net | Denpasar
Dit Narkoba Polda Bali kembali membekuk tiga tersangka yang merupakan sindikat pengedar narkoba jenis ganja. Masing-masing berinisial TS 32, SR 30 serta seorang residifis kambuhan yang sebelumnya mendekam di sel tahanan selama 4, 5 tahun yang berinisial DS 33. ketiga pelaku ini merupakan satu jaringan yang me-wilayahi Denpasar dan sekitarnya.

Penangkapan terhadap ketiga pelaku tersebut bermula adanya informasi bahwa jaringan tersebut kembali beroperasi kembali, setelah sebelumnya sempat vakum saat salah seorang diantara mereka mendekam di sel penjara. Mengetahui hal itu, jajaran kepolisian Polda Bali, pada Kamis (15/1) lalu sekitar pukul 14.30 Wita melakuakan pengintai terhadap salah seorang pelaku yang berinisial TS yang tinggal di Jalan Kubu Anyar, Kuta Badung.

Benar saja saat dilakukan penggerebekan terhadap pelaku di areal parkir Hotel Bounty, Jalan Popies II Kuta, polisi mendapatkan barang bukti berupa beberapa paket ganja dari tangan Pria asal Desa Pondok Nongko, Kecamatan Kabat, Banyuwangi. “Saat kita geledah di saku kiri celana pendek jeans yang dipakai saat itu ada dua plastik klip berisikan ganja seberat 9,7 gram. Sedangkan di saku kanan juga ada dua plastik klip berisikan ganja seberat 9,5 gram,” kata kabid Humas Polda Bali, Kombes Gde Sugianyar, Jum’at (30/1) di temui di Mapolda Bali.

Setelah berhasil membekuk pelaku ini, polisi kemudian melakuakan pengembangan lagi terhadap jaringan mereka. Apalagi diketahui TS sempat bernyanyi bahwa dirinya mendapatkan ganja dari seseorang yang inisialnya SR. Tanpa menunggu lama, polisipun kembali melakukan pengejaran terhadap SR. Hingga akhirnya sekitar pukul 19.00 Wita pria asal Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya ini berhasil dibekuk saat berada di seputaran Jalan By Pass Ngurah Rai. “Dari pelaku ini, kita juga mendapatkan ganja seberat 31 gram yang dibungkus kertas,” imbuhnya.

Dari hasil keterangan tersangka yang di Bali tinggal di Jalan Gelogor Carik,Gg Ratna, Denpasar Selatan ini. Daun haram itu diterima dari pengedar lain yang berinisial DS dan dijual dalam bentuk eceran, harganyapun cukup terjangkau, yaitu kisaran, Rp 100 sampai Rp 150 ribu perpaketnya. Nah mengetahui pelaku yang kesehariannya mengaku bekerja sebagai Guide Freelance ini ngoceh, polisi kembali melakuakan penggerebekan pada pagi harinya ditempat DS yang berada di Jalan Purwosari No 4 Kuta sekitar pukul 12.30 Wita. “Saat kita geledah tempatnya, di balik saku kanan baju yang dipakai kita temukan empat plastik klip berisikan ganja seberat 20,3 gram, begitu juga di saku sebelah kanan berisikan 9,7 gram ganja yang dimasukkan dalam pembungkus kopi sachet,” paparnya.

Nah berdasarkan hasil pengembangan diketahui pelaku yang asal Sasak Panjang, Kecamatan Tajurhalang, Bogor ini ternyata seorang residifis yang baru dua bulan lalu keluar penjara dalam kasus narkoba, ia kena hukuman 4,5 tahun penjara. DS mengaku kalau barang haram ini dipasok oleh AL asal Jakarata yang kini masih buron dan transaksinya sendiri dilakukan di Bali. Akibat perbuatan yang mereka lakuakan ketiganya terancam bakal dijerat dengan pasal 78 huruf a UU RI nomor 22 tahun 1997 tentang narkotika. “Kalau ancaman hukuman bisa sampai 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta,” paparnya. Kini pasca penagkapan terhadap tiga pelaku tersebut kasusnya masih dalam pengembangan petugas.”Untuk mengungkap jaringan yang lainya, tentunya kasusnya masih akan kita perdalam lagi,:” pungkas jubir polda tersebut. (Muhammad Husen Shandy)

Ngaku Dukun, gagahi adik ipar hingga hamil 8 bulan

Thursday, January 22nd, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Sungguh biadab perbuatan yg dilakukan oleh Suyanto asal Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Jombang yang tega menggagahi melati (bukan nama aslinya, red) yang tak lain adalah adik iparnya sendiri.

Peristiwa yg menimpa korban sejak sembilan bulan yang lalu itu kali pertama terjadi saat korban mendatangi rumah pelaku. Karena kondisi rumah dalam keadaan sepi, pelaku yang sebelumnya tergiur dengan kemolekan adik iparnya yang berumur 21 tahun itu, melancarkan aksinya dengan menyeret Melati kedalam kamar serta memaksa untuk melayani nafsu bejatnya.

“Pelaku juga memberikan ancaman kepada korban apabila tidak mau melayaninya,” ujar Kepala Desa (Kades) Janti kepada KoranRakyat.NET.

Merasa aman aksinya tidak terbongkar, Suyanto yang dikenal sebagai seorang dukun itu terus mengulangi perbuatannya hingga beberapa kali yang mengakibatkan perempuan tak bersalah ini mengandung delapan bulan. Bukan hanya itu, melati juga harus meninggalkan kampung halamannya karena menanggung malu dengan warga sekitarnya.

“Sekarang kita tidak tahu korbanya pergi kemana, karena kita cari di desa juga sudah tidak ada lagi,” tambahnya.

Masih dalam penjelasan Kades, mengetahui kejadian memilukan itu warga setempa langsung melaporkan kejadian itu Mapolsek Jogoroto dan di lanjutkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA), Mapolres Jombang.

Usai melaporkan ke Mapolsek, warga langsung mengusir ‘dukun’ itu dari kampung halamannya. Sebab, warga juga mengetahui pelaku sebelumnya juga pernah melakukan perbuatan itu di tempat asalnya yakni Desa Krecek Kecamatan Pare.

“Dia (pelaku, red) di kampungnya dulu juga diusir oleh warga dengan kasus yang sama dan kemudian menikah dengan warga saya,” tandas kades itu.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Kasiyanto menjelaskan pihaknya masih akan menyelidiki dan mengumpulkan bukti-bukti tentang laporan tersebut.

“Kita belum bisa langsung menahan, akan kita panggil saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti,” singkatnya. (Zainul Arifin)