Archive for the ‘Politik’ Category

HKTI Bukan Gerindra

Thursday, January 29th, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Banyaknya rumor yang berkembang dimasyarakat bahwa Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang diketuai oleh Probowo Subianto merupakan bagian dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) membuat para anggota HKTI lainya membuat ketegasan bahwa HKTI bukan bagian Gerindra.

“Beberapa kali saya menegaskan bahwa HKTI itu bukan bagian dari Gerindra, dan itu harap dipahami oleh semua masyarakat,” Ujar Wakil Ketua HKTI Jawa Timur Soemitro Samadikoen kepada KoranRakyat.NET, Senin (26/1/2009)

Lebih lanjut Soemitro mengatakan, memang kebetulan yang menjadi ketua umum HKTI adalah Probowo yang juga ketua Umum Partai Gerindra, Namun, tidak ada sangkut pautnya dengan partai tersebut. Apbila ada orang yang mengatakan HKTI adalah gerindra, maka kita akan menindak tegas orang tersebut.

“HKTI itu wadah bagi para petani, sekarang ini pun Probowo dalam iklannya juga tidak mengatakan HKTI adalah Gerindra, kalau memang statemen saya ini bertentangan, saya siap menanggung resikonya,” tegasnya.

Senada dengan yang dikatakan salah satu anggota HKTI Jombang, Yudha, menurutnya yang menjadi anggota HKTI tidaklah orang dari Gerindra. Sebab, didalam HKTI banyak orang dari partai lain. Jadi jangan mengatakan HKTI adalah milik Gerindra.

“Di HKTI itu banyak orang dari partai lain, dan HKTI adalah sebuah perkumpulan warga petani untuk menyampaikan keluhannya. Dan siapapun orang HKTI boleh menjadi caleg di partai lain,” ujarnya singkat. (Zainul Arifin)

Pemilu 2009 LDII Jombang Netral

Thursday, January 29th, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Menjelang Pemilihan Umum 2009 mendatang, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Jombang tidak akan memaksa para jamaahnya untuk condong pada salah satu partai politik peserta Pemilu. Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Jombang, Didik Tondo Susilo, kemarin.

Menurut Didik, LDII mengambil sikap demikian untuk menumbuhkan demokrasi bagi para jamaah. “Itu adalah hak pribadi individu, bukan golongan atau organisasi,” ujranya singkat.

Lebih lanjut Didik menjelaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah netral pada pemilu 2009 mendatang. “Jangan menyalah artikan kalau sikap netral LDII sama dengan golput. Sekali lagi ditegaskan, itu adalah bentuk demokratisasi di tingkatan LDII,” lanjutnya.

Pada pilihan pileg (pemilihan legislatif) mendatang, juga tidak menutup kemungkinan bagi parpol dan caleg untuk merangkul LDII. Diakui Didik, sebelumnya beberapa partai politik memang sudah ada yang mendekati LDII. Hanya saja, itu dilakukan pada masa orde baru (orba). Pada saat itu memang ada instruksi dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat) untuk berkolaborasi dengan partai politk, yakni partai golongan karya (Golkar).

“Sekarang ini tidak ada lagi instruksi yang mengharuskan jamaah LDII untuk memilih parti tertentu saja, melainkan diberikan kebebasan untuk menentukan pilihannya sendiri. Jadi tidak ada unsur paksaan pada masing-masing individu,” pungkasnya. (Zainul Arifin)

Mesin politik Menghantar Menuju Kursi Dewan

Thursday, January 29th, 2009

cecepKoranRakyat.net | Bekasi
Mesin politik Partai Bintang Reformasi tingkat Desa, telah dibentuknya jauh sebelum saya mempersiapkan menjadi Caleg, sehingga saya optimis Mesin politik yang ada akan membantu saya mendulang suara di pemilu yang akan datang, apa lagi dengan sistem suara terbanyak akan mewakili, membuat para kader dan simpatisan saya semakin optimis, memberi dukungan, kepada saya dengan mencontreng nama saya nomer urut empat di kertas suara.

Hal tersebut dikatakan Caleg Partai Bintang Reformasi (PBR), nomer urut empat, Dapil II, Kecamatan Cibitung dan Cikarang Barat, pada KoranRakyat.net, Saat ditemui, dirumahnya yang beralamat di Jl Imam Bonjol Km.47 Rt.03/01, Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, lebih lanjut mengatakan, Debut saya didunia politik sebetulnya, sudah tidak asing lagi, sebelum saya mencalonkan diri sebagai Calon Legislatif (Caleg) Partai Bintang Reformasi, Daerah pemilihan, II, yaitu kecamtan, Cikarang Barat dan Cibitung, sudah hampir 15 tahun terjun di dunia politik, sekarang saya menjabat ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC), Kecamatan Cikarang Barat.dari keinginan yang murni dan hasil kesepakatan teman,teman di PAC Cikarang Barat, mengusung saya untuk menjadi Wakil Rakyat, dengan moto perjuangan siap mengabdi dan melayani.ujarnya.

“Jika saya Insya Allah terpilih menjadi Wakil rakyat, utama yang saya akan perjuangkan adalah merubah sistem pilkades yang dirasa saat ini sangat membebani masyarakat yang ingin menjadi Kepala Desa, yaitu dengan membuat Perda (Peraturan Daerah) yang meringankan para calon kepala Desa untuk maju menjadi Kades, karena saat ini untuk maju menjadi Kepala Desa biaya sangat mahal, sehingga pemimpin yang baik dan kredibel untuk menjadi Kades, akan tersingkir disebabkan biaya tinggi.Selain itu juga saya akan memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk membuka peluang kerja, membuka home indrustri disetiap Desa yang berdekatan dengan Indrustri, jadi masyarakat tidak harus menjadi pekerja diperusahaan dengan adanya home Indrustri yang bekerja sama dengan perusahaan, dengan demikian maka akan mengurangi penganguran dan membuka peluang kerja bagi masyarakat”.paparnya lagi

Menjadi wakil rakyat merupakan keinginan R. Cecep Supriadi A,m.d. guna untuk mewujudkan keinginannya untuk mencapai perubahan, yang diharapkan masyarakat sekitar tempatnya tinggal, karena selama ini kondisi Kabupaten Bekasi yang sangat memprihatinkan, dengan banyaknya permasalahan sosial hingga ekonomi menjadi imbas bagi masyarakat Bekasi menjadi terpuruk. Kabupaten Bekasi yang kaya akan sumber alam dan Indrustri tidak mampu mensejahterakan masyarakatnya. Banyaknya penganguran dan sempitnya lapangan kerja, infrastruktur jalan yang kurang berkwalitas, sehingga membuat Cecep yang berasal dari kalangan usahawan, maju mencalonkan diri untuk bersama masyarakat pendukungnya untuk menggapai perubahan. (M. Joko YP)

RADEN H. ABDUL HARIS: HIDUP ADALAH PENGABDIAN

Thursday, January 29th, 2009

abdul-harisKoranRakyat.net | Bekasi
Untuk kalangan pedanggang dan masyarakat di sekitar cibarusah, nama H. Abdul Haris sudah cukup di kenal baik,karena memamg sebelum mencalonkan diri untuk menjadi Caleg dari partai moncong putih dengan no urut 6 ini, di kenal baik dan berjiwa sosial sekalipun Dia adalah seorang pengusaha Sembako. Masih teringat di mata masyarakat bagaiman dia mendukung calon Bupati dari Cibarusah yaitu Fuad, bukan hanya dukungan moril tetapi juga materi, demi untuk bekasi dan kemajuan Cibarusah, namun karena kalah akhirnya Dia memutuskan untuk terjun sendiri ke dunia politik utnuk mengabdi kepada masyarakat khususnya Dapil satu yang akan memilihnya dan mendukungnya sehingga sampai ke kursi Dewan yang terhormat.

Bagi masyarakat sekitar cibarusah H. Abdul Haris adalah sosok yang ramah dan mudah di ajak berbicara, tampa membedakan status, golongan, dan agama. Hal tersebutlah yang membuat masyarakat begitu terpanggil untuk mendudkung H. Haris panggilan akrabnya untuk menuju ke kursi dewan, dengan harapan yang besar, jika Dia terpilih maka aspirasi masyarakat cibarusah dan Dapil I dapat terwujud. Beragam dukungan datang bertubi-tubi, Menurut pegawai yang bekerja di rumahnya, kunjungan tamu dan kenalan dari berbagai daerah dan desa datang terus-menerus, bahkan “sampai-sampai waktu istirahat pak Haji sedikit sekali sekarang, Namun kelihatannya Pak H. Enjoy aja tuh”, katanya lagi.

Di temui di tempat kediamannya di cibarusah H. Haris mengatakan bahwa pencalonan kali ini, hanya karena panggila hati nurani dan rasa terpnggil dan atas dukungan masyarakat yang begitu besar terhadap dirinya, juga dukungan dari sanga istr tercinta dan anak-anak nya,adapun program ataupun visi dan misi nya adalah untuk memperjuangankan sembako murah dan pengembangan pasar tradisinal. Karena selama ini akibat dari marakya mini market dan sistem monopoli distribusi membaut harga-harga menjadi seperti sekarang ini, menurut H. Haris jika seandainya pendistribusian di permudah makatentunnya akan memangkas biaya oprasioanl. Namun tentunya ini tidak mudah, perlu ada payung hukum dan perda atau perbub yang mengatur hal itu, sehingga hukumnya menjadi jelas, tambah H. Haris yang masih nampak muda dan gagah ini.

Dalam berbagai kunjungan ke daerah-daerah atau desa-desa tertinggal H. haris merasa miris melihat banyaknya anak-anak muda yang pengangguran karena tidak memilki pekerjaaan yang jelas, padahal kabupaten bekasi memiliki 5 kawasan industri besar, mengapa tidak megutamakan putra daerah dulu, semoga dengan otonomi daerah ke depan H. haris optimis akan semakin di perhitungkan tenaga-tenaga pemuda di kabupaten bekasi dengan memompa kemampuan dan sdm putra daerah. Oleh karena itu H. haris mengharapkan dukungan yang besar, doa dan peran serta mesyarakat untuk dapat mempercayakan dia untuk mengabdi lewat dewan di gedung DPRD kabupaten bekasi, ”kalau bukan kita yang merubah nasib kita, siapa lagi? Mari kita bangun Bekasi bukan dengan rayuan pulau kelapa, tetapi dengan kerja kerasa dan kerja cerdas, serta memohon selalu ridhonya, agar semua bisa berjalan dengan baik ”himbaunya kepada seluruh masyarakat. (Ediyanto Pakpahan)

Empat Caleg DPRD Jombang mengundurkan diri

Thursday, January 22nd, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Sebanyak empat caleg yang telah tercatat dalam Daftar Calon Tetap (DCT) Komisi Pemiluhan Umum Daerah (KPUD) Jombang telah mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas.

Keempat caleg yang mengundurkan diri yakni, Ari Juswanti dari PPRN nomor urut satu daerah pemilihan (dapil) VI, Iqbal Feliciano dari PMB nomor urut satu dapil III. “Kedua orang itu mengundurkan diri sebelum tanggal 17 Desember 2008, setelah dilakukan rapat pleno, maka keduanya tidak akan dimasukkan dalam surat suara pada saat proses pemilihan nanti,” ujar ketua Pokja Pencalonan KPUD Jombang, Rabu (21/1) kemarin

Sementara itu dua caleg lainnya, yakni Zumrotin Nikmah dari PKS nomor urut 10 dapil II dan Didik SP dari PKPB nomor urut satu dapil II telah melakukan pengunduran diri setelah namanya tercantum dalam DCT yakni setelah tanggal 17 Desember 2008. “Jika nanti ada yang memilih mereka, maka suaranya akan masuk kelumbung partai,” kata Minan menjelaskan.

Terkait alasan yang didasari untuk melakukan pengunduran diri 4 caleg tersebut, Minan mengatakan mereka yang mengundurkan diri itu tidak menjelaskan alasannya secara detail. “yang pasti, satu orang ada yang meninggal dunia dan seorang lagi yakni Zumrotin dari PKS itu adalah pendamping PNPM mandiri, jadi dalam aturannya itu tidak diperbolehkan,” tambahnya.

Dari daftar caleg sementara (DCS) semula ada 618 orang caleg, namun pada saat dilakukan public review dan dilakukan seleksi oleh KPUD Jombang, ditetapkan DCT sebanyak 611 orang caleg yang maju dalam pileg mendatang. Dengan adanya beberapa perkembangn terbaru yakni mundurnya empat orang caleg itu, kini tersisa 607 orang caleg.

Secara terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPRN Kabupaten Jombang, Rofiq menjelaskan terkait mundurnya satu caleg dari partainya itu dikarenakan telah pindah domisili dari wilayah Jombang.

“Dia telah pindah domisili yakni ke Kota Nganjuk, selain itu selama ini dia mengatakan kepartai kalau tidak bisa konsentrasi dipartai. Jadi ya kita persilahkan saja,” singkatnya. (Zainul Arifin)

Akan Membuat Balai Rakyat Bila Terpilih Jadi Wakil Rakyat

Monday, January 19th, 2009

KoranRakyat.net | Bekasi
Caleg Partai Bintang Reformasi ( PBR), Dapil V, Kecamatan Pebayuran, Kecamatan Kedung Waringin, Kecamatan Cabangbungin, Kecamatan Sukatani dan Kecamatan Muara Gembong, nomer urut satu, Ir. Iswandi Ichsan, optimis akan meraih kursi pada pemilu legislatif mendatang, sosok Ir. Iswandi yang masih menjabat sebagai Dewan Kesenian Kabupaten Bekasi, melangkah menuju kursi Dewan DPRD Kabupaten Bekasi, selain untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat, juga berjuang untuk kesenian Budaya, hal ini lakukan karena Kesenian, kurang mendapat perhatian dari wakil rakyat, seperti kesenian asli Bekasi Topeng dan kesenian lainnya yang merupakan potensi budaya Kabupaten Bekasi, seakan tengah mati suri.akan dikembangkan kesenian Budaya asli Bekasi agar berkembang menjadi minat generasi muda nantinya.

Jika terpilih menjadi wakil rakyat nanti, Ir.Iswandi akan melangkah bersama masyarakat pendukungnya hal ini dilakukan untuk menjaga imeg wakil rakyat sebelumnya, jika terpilh akan meninggalkan (melupakan) masyarakat yang mengahantarnya menjadi wakil rakyat.

Ketika ditemui KoranRakyat.net di rumah kediamannya yang asri Cikarang Barat, Ir. Iswandi mengatakan “ progaram pertama yang akan dilakukan bila terpilih menjadi wakil rakyat nanti, saya akan selalu bersama rakyat selama 5 tahun menjabat sebagai wakil rakyat, saya akan selalu bersama berjuang bersama masyarakat untuk menyalurkan aspirasi masyarakat yang mendukung saya, sebagai bentuk kebersamaan saya bersama rakyat pemilih saya, itu saya buktikan dengan kartu dukungan yang terrigister, bernomer urut, jadi bila Insyah Allah saya di pilih masyarakat untk mewakilinya di DPRD Kabupaten Bekasi, periode 2009-2014, saya akan dapat melihat masyarakat pendukung saya pada saat saya terpilih nanti, jadi tidak bisa masyarakat setelah saya terpilih nanti mengaku, aku memilih saya, karena setiap yang memilih saya telah terdaftar dalam kartu dukungan dan tercatat di buku agenda saya” ujaranya.

Lebih lanjut Ir. Iswandi menuturkan, Kabupaten Bekasi merupakan daerah yang banyak potensi untuk mensejahterakan masyarakatnya, dengan berbagai kawasan Indrustri yang berada di Kabupaten Bekasi, karena itu saya sangat miris melihat banyak masyarakat Kabupaten Bekasi yang masih kurang sejahtera, pengangguran dan lapangan kerja terlihat sangat sempit, sehinga banyak masyarakat Bekasi yang hanya sebagai penonton di daerahnya sendiri, jika saya terpilih nanti konsep pertama yang saya akan lakukan adalah membuat balai, balai latihan kerja, di balai latihan kerja tersebut akan menampung masyarakat Bekasi , untuk di didik menjadi tenaga propesial yang siap pakai untuk bekerja di perusahaan, perusahaan yang berada di kabupaten Bekasi.

Selain itu juga Ir. Iswandi memaparkan, Konsep yang lebih utama adanya Balai Rakyat untuk bertemunya masyarakat dan wakilnya di DPRD, untuk menanpung dan akan mengkonsep kebijakan, kebjakan yang akan menjurus untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bekasi, karena selama ini setiap kebijakan yang di keluarkan oleh Wakil Rakyat Kabupaten Bekasi tidak pernah mengikutsertakan masyarakat dan mendengarkan aspirasi masyarakat, sehinga setiap kebijakan yang dirancang menjadi Perda ataupun kebijakan lainnya tidak serta merta memihak kepada masyarakat, hal itu tidak akan terjadi bila saya nanti terplih menjadi Wakil Rakyat, aya dipilih Rakyat untuk bekerja dan digaji dari rakyat, karena itu saya akan selalu bersama rakyat terutama pemilih saya, akan berama membangun Kabupaten Bekasi ini untuk lebih maju dan sejahtera.

Masih menurut Ir. Iswandi, dipilihnya Partai Bintang Reformasi, sebagai kendaraannya menuju kursi Dewan ada, 3 alasan utama, yaitu, Partai Bintang Reformasi gerazaskan islam, Partai Bintang Reformasi merupakan Partai Reformis, untuk pertama partai mempelopori suara terbanyak dan Parai Bintang Reformasi akan menjadi bintangnya Reformsi untuk perubahan, saya memilih dapil V sebagai daerah pemilihan, karena saya kelahiran dari dapil tersebut dan banyak keluarga besar saya yang masih menetap disana saya yakin akan meraih kursi karen dukungan dan doa restu dari masyarakat dapil V, mengingat pemilu mendatang memakai sistim suara terbanyak yang akan mewakili menjadi wakil rakyat, saya tidak akan pernah melupakan yang telah memilih saya nanti, saya juga dalam kesempatan ini mengucapkan “Terima Kasih Atas dukungan dan doa restu yang telah di berikan pada saya pada pemilu mendatang, dengan menconteng nama Saya “, dan juga saya mengulurkan tali silaturrahmi semoga menjadi wasilah, sebagai umat islam yang rahmatan lil `alamin, serta akan menjadi berkah bagi umat, ujarnya mengakhiri wawancaranya. (M. Joko YP)

Koalisi Yeni dan PDIP tak berimbas ke PKB

Monday, January 19th, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Koalisi yang telah dibangun oleh Zanubah Arifah Chofsoh (Yeni Wahid), Sekretaris DPP PKB versi Gus Dur dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah koalisi pribadi dan tidak direstui oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Tudingan itu dilontarkan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar usai melakukan konsolidasi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Jombang, kemarin

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Cak Imin ini mengatakan tindakan yang dilakukan oleh Yeni tidak mencerminkan sebagai seorang kader PKB, sebab dirinya lebih memilih kepentingan pribadinya dari pada partai. Dirinya yakin bahwa koalisi itu bukan dari Gus Dur melainkan sebuah inisiatif Yeni.

“Saya yakin Gus Dur bukan orang yang seperti itu, saya paham sekali dengan Gus Dur, “katanya kepada wartawan

Koalisi tersebut, menurut Cak Imin sangat menguntungkan partai yang berlambang bola dunia itu. Sebab dapat mengetahui antara kader militan dan oknum yang hanya memanfaatkan situasi. Hal itu tak akan mempengaruhi PKB yang di pimpinnya.

“Yang melakukan hanyalah sosok Yeni Wahid dan dirinya tidak memiliki basis massa yang kuat” katanya menjelaskan.

Terkait Rapat Pimpinan (Rapim) alim ulama yang akan di gelar Yenny di Solo awal Februari mendatang. wakil ketua DPR RI ini mengatakan enggan untuk hadir dalam pertemuan tersebut. “Saat ini Yeni kan bukan PKB, jadi buat apa saya datang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tanfidz DPC PKB Jombang, Halim Iskandar, mengatakan koalisi yang dilakukan oleh Yeni dan PDIP tidak akan berimbas ke daerah salah satunya Kabupaten Jombang.

“Hingga saat ini PKB masih tetap solid dan siap menang di Pemilihan Umum 2009,” ujar Halim yang juga ketua DPRD Jombang.

Sementara itu di sisi lain, belasan orang yang mengatasnamakan Kader Gus Dur melakukan pembakaran Kartu Anggota (KTA) PKB. Selaian itu, mereka juga melakukan aksi pembakaran seragama partai di tepi jalan raya Ceweng, Kecamatan Diwek, Jombang. Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kepengurusan PKB Muhaimin yang dianggap telah menghianati Gus Dur sebagai Dewan Syura PKB

“Saya benar-benar kecewa dengan tindakan Muhaimin yang berlaku sewenang-wenang terhadap Gus Dur. Karena, dalam kepengurusan PKB saat ini tidak pernah mengakomodasi Gus Dur. Kami menilai Muhaimin keterlaluan dan telah menghianati Gus Dur,” kata Ketua Ranting PKB desa Bulurejo, Ahmad Ghozali.

Pembakaran KTA dan seragam PKB itu, menurutnya adalah simbol untuk tidak memilih PKB Muhaimin pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 mendatang. (Zainul Arifin)

Gerakan Pemuda ANSOR Jatim Pecah

Monday, January 19th, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Kepengurusan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur telah mengalami perpecahan, hal itu terlihat sebanyak 28 Pengurus Cabang (PC) Ansor Jatim melakukan konsolidasi internal di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang. Padahal, secara bersamaan juga digelar Konferensi Wilayah (Konferwil) Ansor ke XII di Hotel Utami Juanda, Sidoarjo. Kemarin

Menurut keterangan ketua GP Ansor Jombang, Ubaidillah, Konferwil Ansor ke XII yang dilangsungkan di Hotel Utami Juanda tersebut tidak sah, karena dianggap bertentangan dengan pasal 52 Bab 16 Peraturan Rumah Tangga (PRT) Ansor tentang forum pengambilan keputusan.

“Pada pasal tersebut, forum pengambilan keputusan saat Konferwil harus dihadiri lebih dari lima puluh persen dari pengurus cabang yang hadir,” ujarnya.

Konferwil yang dilaksanakan di Hotel Utami Juanda itu, lanjut Ubaidilla, yang hadir tidak ada setengah dari keseluruhannya. Sebab, sebanyak 28 PAC Ansor Jatim telah hadir di Kota santri. Hal itulah yang mendasari semua kepusutasan dalam konferensi tersebut tidak sah dan melanggar aturan.

Melalui konsolidasi tersebut pihaknya meminta dan medesak pengurus pusat (PP) GP Ansor menindak tegas untuk membentuk kepengurusan carateker Pengurus Wilayah sesuai dengan Peraturan Dasar (PD) Dan Peraturan Rumah Tangga (PRT) organisasi. Sebab, kepengurusan PW GP Anshor Jatim selama ini tidak pernah aspiratif.

“PW tidak pernah mengakomodir kepentingan dari beberapa PC Ansor se-Jawa Timur. Hal ini menyebabkan beberapa PC Ansor kecewa terhadap PW Ansor,” lanjutnya.

Ditempat yang sama pengasuh Ponpes Al-Hamidiyah Tambak Beras, KH Irfan Soleh menjelaskan dari jumlah 40 PAC Anshor Jatim, 18 PAC yang hadir, selanjutnya sebanyak empat cabang yang berhalangan untuk hadir. Yakni Keempat cabang itu berada di Pulau Madura, sehingga mereka berhalangan hadir dengan alasan ada momen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim.

“Namun, mereka (empat cabang, red.) tersebut telah sepakat dengan hasil konsolidasi ini,” pungkasnya. (Zainul Arifin)

Suara Terbanyak buka peluang Caleg Nomer urut bawah

Sunday, January 18th, 2009

KoranRakyat.net | Bekasi
Pasca keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), pemilu 9 April 2009 mendatang, menggunakan suara terbanyak, yang terpilih menjadi wakil Rakyat. Membuka nuansa baru bagi para caleg nomer urut bawah, pasalnya selama ini pemilu selalu menggunakan nomer urut pertama yang mewakili untuk jadi Wakil Rakyat, sehingga Calon Legislatif ( caleg ), nomer urut bawah selalu tersisih walau caleg telah berupaya sekuat tenaga, serta banyak tanggapan bahwa pada pemuli kemaren caleg nomer urut atas terkesan tidur tidak bekerja secara maksimal untuk menggalang suara, namun hasilnya dapat duduk manis di kursi empuk sebagai Wakil Rakyat.
Sehingga diduga dengan system yang demikian, Parpol menggunakan kesempatan untuk menjual nomer urut atas dengan harga yang tinggi ,dengan dalih untuk biaya sosialisasi dan operasional Partai, bagi yang tidak mempunyai pinansial kuat, jangan harap bias duduk sebagai wakil rakyat, karena selalu menjadi caleg dengan nomer urut bawah, meski si caleg dikenal dan loyalitas dan tidak mendapatkan kuota yang menjadi persyaratan untuk nilai satu kursi, maka ,si cal;eg nomer urut bawak harus gigit jari, suara yang di raihnya akan menjadi milik nomer urut atas.

Seperti yang dikatakan Sri Budoyo, Caleg Partai Demokrat Dapil II Kabupaten Bekasi, nomer urut 4, kepada KoranRakyat.net mengatakan, “ langkah saya semakin mantap dengan keputusan MK, saya tidak ragu lagi untuk berjuang meraih simpati dan dukungan, saya yakin konsituen saya akan cukup untuk mengahantar saya kembali menjadi Wakil Rakyat, karena selama saya menjabat Wakil Rakyat, seluruh aspirasi masyarakat saya tanggapi, itu terbukti Aspirasi masyarakat pembangunan Jaling untuk masyarakat Daerah pemilihan II, yaitu Kecamtan Cikarang Barat dan Kecamatan Cibitung telah dilaksanakan, hasilnya masyarakat kini dapat merasakan pembangunan”ujarnya

Lebih lanjut Sri Budoyo menuturkan, di Era pemilu yang di ikuti oleh Multi partai, akan banyak para caleg yang mengumbar janji, dengan mengatakan “pilihlah saya, pasti akan saya perjuangkan aspirasi”, padahal Aspirasi merupakan kewajiban yang harus diperjuangkan, wakil rakyat yah bekerja untuk rakyat, yaitu mem[perjuangkan aspirasi rakyat. Dengan system suara terbanyak membuat para simpatisan dan pendukung saya yang berjumlah ribuan akan semakin yakin, untuk mendukung saya, tampa kawatir suara yang di berikan akan mengalir ke nomer urut atas.

Sementara itu masyarakat Desa Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat, yang sehari-harinya mencari nafkah sebagai tukang Bakso, ketika KoranRakyat.net, menanyakan siapa yang akan dipilihnya nanti, untuk menjadi wakil rakyatnya, dengan spontan, amin mengatakan “Saya telah mengenal Sri Budoyo Anggota Dewan dari Partai Demokrat yang mencalonkan kembali, tentunya saya akan memilihnya, karena saya telah tahu kinerjanya sebagai wakil rakyat, jalan lingkungan tempat saya berjualan kini telah diperbaiki, sehingga saya dapat berjualan bakso dengan aman tanpa takut terguling saat mendorong gerobak bakso ,”Saya berharap beliau terpilih kembali “ujarnya. (M. Joko YP)

Kunjungi Pondok Panti Asuhan, SB Sumbang 100 Juta

Monday, December 22nd, 2008

KoranRakyat.net | Jombang
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Sutrisno Bachir (SB) memberikan sumbangan kepada Pondok panti asuhan anak yatim Ad-durunnafis, Jombang. Sebanyak 60 anak yatim Ad-Durunnafis mendapatkan bantuan uang tunai sebesar 100 juta dari SB. Pemberian itu dilakukan saat SB melakukan kunjungan kepondok Ad-Durunnafis Jombang, Kemarin

“Sumbangan yang diberikan Bapak Sutrisno Bachir murni (infaq) bantuan untuk pengembangan pembangunan pondok dan tidak ada kepentingan politik sama sekali,” ujar Pengasuh Pondok Ad-Durunnafis Jombang, Alfian Eko kepad Dekrit.com.

Meski pihaknya sudah sering mendapatkan bantuan dari SB, namun, Gus Alfian panggilan akrabnya mengaku baru kali pertama ini dirinya dikunjungi secara langsung oleh ketua partai berlambang matahari terbit tersebut. Maka, dirinya siap mendukung langkah dan perjuangan SB untuk melakukan perubahan.

“Jika Pak Sutrisno Bachir maju jadi Capres (Calon Presiden), maka kita siap mendukungnya. Sebab, sosok SB orangnya suka bekerja keras dan pantas untuk menjadi pemimpin,” tandasnya.

Sementara dalam sambutannya SB meminta pada para kader dan caleg PAN agar mengurangi pemasangan baligho dan menyisihkannya untuk diberikan pada anak yatim dan fakir miskin. Sebab, mereka lebih penting daripada yang lainnya.

“Anak yatim piatu disini jangan minder dan mengeluh, tetap bekerja keras untuk menuju masa depan. Sebab, masih panjang perjalanan kalian. Doakan saya selalu dapat rezeki agar dapat selalu membantu anak yatim dan fakir miskin “katanya dihadapan puluhan anak yatim yang hadir dalam acara tersebut.

Terkait pencalonannya menjadi Capres 2009 mendatang, SB belum mengatakan kesediannya untuk dicalonkan. Sebab, masih menunggu hasil Pilihan Legislatif (Pileg) bulan april mendatang.

“Kalau hasilnya maksimal maka kita akan mengusung capres dari internal partai, dan tidak menutup kemungkinan kita akan melakukan koalisi dengan partai lain,” pungkasnya. (Zainul Arifin)

Banyak Dukungan, SB Masih Malu-Malu Maju Capres

Monday, December 22nd, 2008
Ketua Umum PAN - Sutrisno Bachir

Ketua Umum PAN - Sutrisno Bachir

KoranRakyat.net | Jombang
Kendati Katua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Sutrisno Bachir banyak mendapat masukan dari masyarakat dan kader PAN dalam pencalonan Presiden 2009 mendatang, tampaknya SB masih ‘malu-malu’ mengatakan kesediaannya untuk dicalonkan dari partai berlambang matahari terbit itu. SB masih menunggu hasil perolehan Pemilu Legislatif (pileg) partainya nanti.

“Jika dalam pileg perolehan suara PAN sangat signifikan, maka PAN akan mengusung capres dari internal partai. Sekali lagi kita masih menunggu hasil pileg 2009 nanti,” katanya saat mengunjungi pondok Ad-Durunnafis Jombang, Sabtu (20/12), kemarin

Terkait rencana dari PAN yang akan di usung capres mendatang, lebih lanjut SB mengatakan, di partainya masih banyak figur-figur yang layak jual, semisal Amin Rais, dan Hatta Rajasa. Ketika disinggung tantang dirinya. Buru-buru ia menjawabnya “kan masih banyak tokoh yang lainnya,” ungkapnya dengan sedikit malu-malu untuk mengakui dirinya yang juga bakal ikut dalam bursa capres PAN.

SB juga mengatakan kalau PAN terbuka untuk siapaun. Bahkan, dihadapan puluhan anak yatim yang hadir dalam acara tersebut, SB menceritakan kalau kedua orang tuanya berasal dari Nahdlatul Ulama’. Maka, dia mengajak semua masyarakat untuk berjuang bersamanya untuk mengusung agenda perubahan.

“Kalau SB di dukung dari kalangan Muhammadyah dan NU maka akan selesai Indonesia,” katanya optimis menang sembari mengatakan dirinya akan mengusung agenda dengan damai dan solusi tanpa anarkis.

Namun, keraguan SB maju juga mendapat larangan dari keluarganya, salah satu istrinya yang tidak menginginkan dirinya untuk maju menjadi capres. Sebab, menurut SB keluarganya takut jika nanti jadi presiden akan banyak dikecam oleh masyarakat.

“Istri saya takut nanti kalau jadi presiden di demostrasi masyarakat sampai-sampai foto dibakar dan di injak-injak,” katanya menirukan perkataan istrinya.

Lebih lanjut dikatakan SB, selama ini sering mendapat bisikan dari beberapa kalangan terkait Pilpres 2009 mendatang. Semua memberikan saran agar maju sebagai wapres (wakil presiden). dengan alasan ketua umum PAN hanya cocok untuk menduduki kursi wapres.

Bisikan selanjutnya, kata Sutrisno, datang dari seorang yang mempunyai ilmu laduni. Orang yang punya ilmu laduni itu juga memberikan bisikan serupa.

“Saya juga pernah mendapat bisikan dari orang yang punya ilmu laduni. katanya, saya hanya cocok untuk menduduki kursi wapres, tidak lebih dari itu,” tandas suami dari Anita Rosana Dewi ini dihadapan puluhan undangan di halaman pondok Ad-Durunnafis Jombang.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Jombang, Ali Fikri tidak dalam sambutannya tak banyak membahas tentang capres dari PAN. Dirinya hanya menceritakan tentang sosok SB yang selam ini ia kenal.

“Pak Sutrisno Bachir itu orangnya suka bekerja keras dan gigih dalam perjuangan,” katanya menjelaskan. (Zainul Arifin)

Nomor Urut Satu PD Jombang Dihargai 70 Juta

Sunday, December 21st, 2008

KoranRakyat.net | Jombang
Apabila sebelumnya beberapa pengurus dan fraksi partai Demokrat Jombang membantah telah terjadi dugaan jual beli nomor urut Calon Legislatif di Partainya, Kini dugaan tersebut semakin menguat, Yakni para caleg harus menyetorkan sejumlah uang puluhan juta rupiah untuk mendapatkan nomor urut paling atas.

Hasil penelesuran yang dilakukan KoranRakyat.NET, selain para caleg dimintai dana adminstrasi pencalonannya sebesar 1 juta, mereka juga diminta menyetorkan uang puluhan juta rupiah kepada pihak DPC apabila menginginkan untuk berada di nomor urut satu. Meski partai yang menjadi kendaraan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) itu menggunakan sistem suara terbanyak. Namun, beberapa caleg telah menyetorkan puluhan juta ke beberapa orang di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PD. Dugaan tersebut dilakukan secara terselubung antara caleg dengan beberapa orang pengurus partai.

Menurut keterangan dari salah satu kader yang tidak bersedia disebut namanya, praktek jual beli nomor urut caleg tersebut sudah terjadi sejak lama yang dilakukan oleh orang DPC dengan Caleg. Namun, tidak semua caleg yang membelinya sekitar Rp.70 Juta per orang.

“Yang saya ketahui diantaranya Caleg dari Dapil I, Dapil III dan dapil VI. Untuk menduduki nomor urut satu mereka harus mengeluarkan beaya hingga 70 juta,” ujarnya saat ditemui usai melakukan verifikasi ranting di Peterongan, Jombang. Kemarin.

Namun, masih dalam keterangan kader tersebut, beberapa caleg tersebut tidak membayar secara langsung. “mereka mengangsurnya, yakni masing-masing masih membayar senilai 20 juta,” tambahnya.

Senada dengan yang dikatakan Suprianto, salah satu mantan pegawai DPC PD Jombang, dijelaskannya bahwa saat penjaringan legeslatif dilakukan tidak sehat. ada beberapa caleg yang telah membayar untuk menduduki nomor urut satu. Namun, dirinya tidak tahu pasti besaran nominal uang tersebut.

“Kan aneh Sekjen kok Nomor urut dua, ini kan ada kejanggalan. Tapi saya tidak tahu pastinya, yang jelas puluhan juta rupiah,” ungkapnya beberapa hari yang lalu.

Lebih lanjut dikatakan Suprianto, dalam transaksi jual beli tersebut dilakukan secara tertutup dan tidak diketahui orang lain. Sehingga, para kader tidak bisa mebuktikan secara otentik, namun hanya mengetahui pengakuan dari beberapa orang yang telah membayarnya. Namun, lagi-lagi orang yang mengaku secara langsung tersebut tidak bersedia mengungkapkan kepada KoranRakyat.NET.

Scara terpisah, Mantan ketua DPC PD Jombang, Wimpie Haryono ketika di konfirmasi tentang masalah tersebut mengatakan tidak ada masalah yang tentang hal itu, Sebab, di Partai Demokrat menggunakan suara terbanyak dan bukan nomor urut.

“Salahnya Caleg, kenapa mau membeli nomor tersebut, kan sudah tahu suara terbanyak, kenapa harus membeli segala,” katanya saat ditemui usai memberikan pembekalan ranting PD di Peterongan beberapa hari yang lalu.

Sementara itu Anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jombang, Medan Amrullah, tidak berani memberikan komentar terkait persoalan tersebut. Sebab, menurut Medan itu merupakan persoalan internal partai dan KPU tidak mempunyai wewenang untuk menanyakan ke partai yang bersangkutan.

“Itu internal partai, selama prosedurnya dilakukan dengan benar sesuai dengan undang-undang maka akan kita lakukan, dan untuk persoalan terjadinya jual beli yang menilai adalah masyarakat dan kita tidak mempunyai wewenang,” ujarnya singkat. (Zainul Arifin)

PPP Jombang di isukan sebagai partai Nepotisme

Monday, December 15th, 2008

KoranRakyat.net | Jombang
Kader dan simpatisan Partai Persatuan Pembanguna (PPP) Kabupaten Jombang menghembuskan issu kepada publik bahwa didalam partai tersebut terjadi Nepotisme atau telah dimiliki oleh keluarga besar seseorang.

Dari penelusuran yang dilakukan KoranRakyat.net, isu tersebut diketahui dari beberapa narasumber PPP, menurutnya beberapa selama ini partai tersebut milik keluarga besar Mundjidah Wahab yang tak lain adalah Ibu dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Jombang, Silahudin Asyari. Bukan hanya itu, Para caleg yang di masukkan tak lepas dari keluarga besarnya.

“Yang jadi caleg banyak dari keluarga besarnya ketua, lagi pula kebijakannya juga sering diambil sendiri tanpa melalui pertimbangan dengan seluruh pengurus, bukankah itu namanya nepotisme” ungkap salah satu kader PPP kepada wartawan Koranrakyat.net yang enggan disebut namanya.

Lebih lanjut sumber tersebut mengatakan, partai yang selama ini di ikutinya tersebut seharusnya dapat mendongkrak suaranya seiring dengan banyaknya perpecahan di partai-partai lain, secara tidak langsung merupakan sebuah keuntungan PPP. Namun yang terjadi malah sebaliknya, partai tersebut hanya jalan ditempat dan tidak ada perkembangan.

“Didalam PPP itu kan banyak para kyai dan sesepunya, minimal saat pencalegan seharusnya diajak bicara untuk mengusung caleg yang pas di partai dan tidak asal main comot yang membuat orang enggan untuk memilihnya. Partai ini adalah milik masyarakat umum bukan pribadi, Kalau hanya untuk mementingkan duit saja, bagaimana kedepannya partai bisa besar” ulasnya dengan nada kecewa.

Ditemui Ketua DPC PPP Jombang, Silahudin Asyari menjelaskan dirinya selama ini mekanisme yang dipakai di partainya sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Semua yang dijalankan tidak ada sama sekali unsur kekeluargaannya.

“Diantaranya, dalam pendaftaran Caleg saat itu juga di buka untuk umum dan siapa saja bisa untuk mendaftarkan dirinya. Dan saat itu kebetulan banyak dari keluarga yang daftar dan bukan nomor satu semuanya, bukankah itu salah, dari pada tidak ada calegnya” terangnya, Senin, (15/12/2008).

Gus adi panggilan kesehariannya juga mengatakan dalam penataan caleg dipartainya, ia juga telah meletakkan orang-orang sesuai dengan porsinya. Karena pendaftaran tersebut untuk umum, maka yang terpenting bukan kader tapi mereka punya dana untuk maju menjadi caleg.

“Caleg yang kita pasang telah sesuai dengan kapasitasnya, serta semuanya mempunyai dukungan dari masyarakat dan tentunya mempunyai finansial. Kalau tidak begitu, nanti akan dapat dukungan dari mana? itulah yang kita masukan sebagai caleg,” tambahnya.

Menurutnya issu yang dikembangkan tersebut hanya untuk menghancurkan partainya saja. Dan tentunya itu merupakan orang-orang yang sakit hati dan tidak menginginkan partainya besar.

“Bahkan, ini tentang kekecewaan dan masalah puas dan tidak puasnya orang. Dan tentunya ini bukanlah issu saja,” tandasnya.

Ditemui secara terpisah, Hafid Ma’sum anggota DPRI Ri dari PPP mengatakan dirinya hanya prihatin atas permasalahan yang terjadi di partai yang telah membesarkannya selama ini.

“Tentang masalah ini saya tidak ada komentar, hanya prihatin dan terenyuh dengan issu tersebut yang berkembang tersebut,” ujarnya singkat.
tentang pencalegan yang disinyalir terjadi Nepotisme, Mantan Ketua DPC PPP Jombang ini hanya tersenyum yang mengandung seribu tanda tanya. (Zainul Arifin)

Soleh Jaelani.Sag : Wakil Rakyat Amanah Rakyat yang harus di jaga

Friday, December 12th, 2008

KoranRakyat.net | Bekasi
Soleh Jaelani.Sag, caleg nomer urut 1 dalam Daftar Calon Sementara (DCS), Partai Bintang Reformasi ( PBR) optimis akan meraih dukungan suara yang signifikan dari para pendukungnya.

Soleh jaelani adalah merupakan sosok tokoh pemuda yang aktif dalam organisasi kepemudaan, diantaranya, sebagai ketua GP Ansor (dua priode 2003-2007 dan 2007-2011), wakil Ketua  KNPI ( Periode 2008-2011), dan beberapa organisasi kemasyarakatan lainnya pernah diikutinya, sehingga pengalaman dan pengetahuan nya sangat matang, sehingga dirinya kini siap untuk mencalonkan menjadi legislative Kabupaten Bekasi, priode 2009-2014.
 
Ketika ditemui Bekasinews.com dirumah kediamannya yang asri, dibilangan cikarang utara tepatnya di Jl. Dr. setia Budi Gang H. Sarbat, Desa Karang Asih, Cikarang utara, mengatakan, “Saya telah siap dicalonkan oleh PBR, untuk menjadi Legislatif , saya memilih PBR sebagai kendaraan saya menuju kursi dewan, karena PBR merupakan partai pilihan nurani saya dan masyarakat cikarang utara sangat mendukung pencalonan saya, jika saya terpilih nanti menjadi anggota Dewan Kabupaten Bekasi, yang pertama saya perhatikan adalah Pendidikaan, Kesehatan, dimana dua sector tersebut merupakan hal yang harus dibenahi dan diawasi, karena saya rasa biaya pendidikan saat ini dirasakan masyarakat mahal, padahal pemerintah pusat telah menganggar kan biaya pendidikan yang tidak sedikit melalui Dana Bos, karena itu saya selaku Dewan nanti bila di percaya Rakyat akan senanatiasa mengawasi pendidikan dan kesehatan, sehingga masyarakat dapat merasakan pendidikan dan kesehatan yang ter jangkau oleh kaum ekonomi lemah.”.jelasnya

Soleh Jaelani lebih lanjut menuturkan, Saya adalah cucu dari H. Sarbat yang merupakan Tokoh masyarakat dan agama Bekasi, karena beliau pernah menjabat Dewan selama dua periode dijaman Bupati Abdul fatah dan saya sebagai cucunya akan meneruskan perjuangan beliau, untuk menegakkan kebenaran sesuai ajaran islam sunnah wal –jama’ah.

“Selain dukungan keluarga besar, masyarakat di daerah pemilihan VI yaitu Cikarang utara, Karang Bahagia dan Cikarang timur,telah mengenal saya dan sangat mendukung saya untuk menjadi Legislatif.” tambahnya.

“Jika saya terpilih menjadi Dewan, amanah yang di beri Rakyat akan saya jalankan sesuai dengan keinginan masyarakat, yaitu menuju masyarakat Bekasi yang agamis dan berbasis agrobisnis”. Ujar Soleh Jaelani, yang menjabat wakil ketua DPC Partai Bintang Reformasi (PBR)  Kabupaten Bekasi, jebolan IAIN berusia 33 tahun ini. ( M. Joko YP)

KH. Moh. Athoillah Mursjid Dari Kalangan PERS

Friday, December 12th, 2008

KoranRakyat.net | Bekasi
Mencalon Anggota DPD-RI Utusan Propinsi Jawa-Barat
Profesi Kewartawanan yang digeluti selama 23 tahun (1983-2008), dia jadikan sasaran antara untuk mencapai tujuan akhir dari hidupnya ”Istiqomah” bersama para Anak Yatim dan Dhuafa.

Memiliki Pondok Pesantren yatim yang dikelolanya sendiri, telah menjadi cita-citanya sejak pria kelahiran Bekasi 25 Oktober 1952 itu terjun menekuni dunia jurnalistik pada 1983 lalu, diapun selalu mengedepankan kepentingan orang banyak ketimbang dirinya sendiri Guna mewujudkan harapannya memiliki ponpes yatim, perintis dan pendiri Karang Taruna di Kabupaten Bekasi itu, melakukan pendekatan kepada berbagai kalangan di dalam dan diluar Kabupaten Bekasi. Bahkan, tidak sedikit dari nara sumber berita yang akan memberikan sesuatu kepadanya, diarahkan untuk berinfaq dan bershadaqoh bagi pembangunan ponpes yatim yang dirintisnya pada 1990-an lalu.

Berbekal pengalaman dan dukungan para tokoh masyarakat yang berada di kawasan Jawa-Barat serta  keyakinannya untuk dapat memberikan sumbangsih kepada masyarakat Jawa Barat, kini KH. Moh Atoillah Mursjid, mencalon diri menjadi calon anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) utusan Jawa Barat, tidak mudah dan ringan usaha yang digapai KH. Atoillah Mursjid untuk lolos menjadi Kandidat calon DPD. Tujuannya untuk menjadi Anggota DPD utusan Jawa Barat, tidak lain untuk membela kepentingan masyarakat melalui dirinmya bila terpilih nanti.

Ketika ditemui Bekasinews.com di rumah kediamannya yang asri di bilangan Cikarang Timur, KH. Atoillah Mursjid , menandaskan “dengan terpilihnya saya sebagai wakil untuk calon DPD –RI utusan Jawa-Barat, saya merasa bangga sebagai putra daerah Kabupaten Bekasi, karena saya satu-satunya putra daerah Kabupaten Bekasi yang lolos untuk menjadi calon Anggota DPD”. ujarnya

Disisi lain tokoh masyarakat yang berhasil ditemui KoranRakyat.net, yang tidak mau disebut namanya mengatakan “Saya sangat mendukung keinginan dan cita-cita KH. Atoillah, untuk menjadi Anggota DPD-RI utusan Jawa Barat, karena saya kenal beliau sangat sederhana dan memiliki dedikasi yang mumpuni untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Kabupaten Bekasi umumnya dan Masyarakat Jawa-Barat umumnya, selalin itu juga beliau terkenal sangat tegas dalam menegakkan kebenaran dan ikhlas membantu sesamanya”. ( M. Joko YP)