Posts Tagged ‘denpsara’

Pembunuhan terhadap wartawan direncanakan

Saturday, February 21st, 2009

KoranRakyat.net | Denpasar
Penyidik Polda Bali, terus bekerja estafet untuk mengungkap teka-teki tewasnya AA Gde Bagus Narendra Prabangsa,41, redaktur halaman daerah Harian Radar Bali-Jawa Pos. Kuat dugaan, aksi pembunuhan biadab itu dilakukan bukan spontan oleh pelaku. Dengan begitu, pelaku bisa disebut telah merencanakan aksi itu.

Entah apa motifnya ? Pastinya kita semua mengutuk aksi tersebut. Mengabisi nyawa seseorang dan menekankan aksi kekerasan. Jika Prabangsa ada salah, lebih arif jika menggunakan jalur hukum, untuk menindaknya. Toh, Prabangsa juga warga sipil, yang tak kebal hukum.

Disinggung soal perkembangan penyelidikan. Kapolda Bali Irjen Pol T. Ashikin Husein, menjelaskan. Anggotanya dilapangan terus melakukan pelacakan. Begitu juga, untuk memastikan sejatinya di mana jasad korban dibuang. Sampai akhirnya ditemukan di Teluk Bungsil, se-mil dari Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, Senin (16/2) pukul 09.45 pagi.

Dengan kondisi mata coel, serta tempurung kepala yang pecah, berikut tangan patah, plus leher ada bekas jeratan. ” Kita sudah melakukan pengecekan arus dengan bantuan BMG ( Badan Meteorologi dan Geofisika ), ” ungkap Kapolda.

Namun tak dirinci hasil penyelidikan lewat bantuan BMG tersebut. Tapi, pastinya petugas sedang memperdalam berbagai kemungkinan. Dan menjadi harapan bersama, bahwa pelaku bisa dengan cepat terangkap, ” anggota kita terus bergerak, kita selalu berharap ini secepatnya terungkap, ” imbuhnya.

Pun begitu, Kapolda menggarisbawahi. Disamping dugaan bahwa kasus ini diluar kaitannya dengan profesi jurnalis. Pelaku menghabisi korban dengan terencana. ” Ya pastinya ini terencana banget. Kalau nggak ya pasti ada berantemnya dulu. Dan diketahui orang, ” dugannya saat didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar, kemarin.

Ditambahkan oleh Sugianyar. Dari pemeriksaan petugas, diketahui bahwa karcis yang awalnya diduga adalah tiket DSDP, ternyata tiket parkir. ” Itu sudah lama, karcis parkirnya, ” jelasnya.

Memang sejak dinyatakan hilang. Rabu pekan lalu, Prabangsa sempat janjian dengan seseorang. Bisa di duga, ayah dua anak asal Bangli itu mengenal ‘pelaku’ yang menggiringnya, sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa.

Dengan begitu, keterangan saksi-saksi dari kerabat maupun relasi korban terus diperdalam. “Doa kami… semoga kasus ini cepat terungkap. Jangan ada lagi, aksi kekerasan terhadap siapapun. Percayalah, hukum masih bisa ‘bicara’,” pungkasnya. (Muhammad Husen Shandy)