KoranRakyat.net | Jombang
Sejumlah petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Jombang melakukan pemeriksaan di beberapa titik strategis. Harapannya, agar hewan yang akan dikurbankan aman dikonsumsi oleh masyarakat.
Meski dalam pemeriksaanya petugas tidak menemukan penyakit itu, namun, pihak Disnakkan tetap mengimbau kepada penjual hewan kurban agar mewaspadai penyakit Pink Eyes (mata merah) dan berengan. “Dari sekitar 2.156 kambing yang telah diperiksa kami belum menemukan hewan kurban berpenyakit. Artinya, hewan kurban di Jombang relatif aman,” Ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Jombang, Ahmad Baidhowi, usai melakukan pemeriksaan, Selasa (24/11).
Lebih lanjut Baidhowi menjelaskan, meski hewan kurban dalam kategori aman dari penyakit, namun pihaknya menghimbau kepada para pedagang agar mewaspadai adanya penyakit Pink Eyes dan Berengan. Dua penyakit tersebut dipicu oleh perubahan musim dan kondisi kambing yang kecapekan. Semisal, kambing yang didatangkan dari luar kota. Karena jauhnya perjalanan, biasanya kambing akan mengalami mata merah dan berengan. Hanya saja, dua penyakit tersebut tidak berbahaya.
Menurutnya, ciri kambing yang mengidap pink eyes yakni pada bagian mata kambing tersebut cukup ditetesi dengan jeruk nipis. Sedangkan kambing yang menderita berengan, cukup dengan mengoleskan obat merah. ” Kami tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mewasdai penyakit itu,” himbaunya.
Usai dilakukan pemeriksaan, lapak penjual kambing diberi surat keterangan oleh Disnakkan yang intinya bahwa di lapak tersebut dalam kategori sehat. Semisal di lapak penjualan kambing milik H Said yang ada di jalan Urip Sumoharjo. Dari 125 kambing yang diperiksa, semuanya dalam kategori sehat. “Pemeriksaan ini akan terus kami lakukan hingga datangnya lebaran idul adha nanti,” tandasnya. (Muza Nifira)





