Posts Tagged ‘Jawa Timur’

Warga Kecewa Situs Resmi Pemkab Jombang Error

Tuesday, December 8th, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Sebuah website resmi milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mengalami gangguan sejak beberapa pekan lalu. Situs yang berisikan informasi tentang kota Jombang itu tidak bisa dibuka tanpa alasan yang jelas. Akibatnya, beberapa warga yang biasa mencari informasi tentang kota Jombang mengalami kesulitan.

Salah satu warga Jombang, Yusuf  mengatakan sudah sejak pekan lalu tidak bisa membuka situs yang beralamat www.jombangkab.go.id itu. Menurutnya, ketika situs itu dibuka tertuliskan ’server tidak ditemukan’. “Beberapa kali saya buka gagal terus, padahal saya butuh informasi tentang Jombang,” keluhnya pria alumnus Undar Jombang, Jumat (4/12).

Hal senada juga dikeluhakn oleh Maliki. Pria yang saat ini bekerja di Kota Malang itu saat membuka website tersebut juga gagal. Awalnya ia menduga komputer atau jaringan internetnya yang mengalami gangguan. “Waktu itu saya mau tahu informasi perkembangan kota Jombang, saat saya buka website Jombang ternyata gagal, saya kira internet saya yang gangguan. Setelah saya coba membuka diinternet dan pakai komputer lain ternyata hasilnya sama dan tidak bisa dibuka,” kata Maliki dengan nada sedikit kecewa.

Lebih lanjut pria asal kecamatan Peterongan itu berharap kepada pemerintah setempat agar secepatnya dibenahi dan bisa aktif kembali. “Ini adalah salah satu media informasi Pemkab Jombang, kalau tidak segera aktif lagi, bagaimana orang-orang bisa tahu Jombang,” tegasnya.

Errornyaa website itu diakui oleh pihak Humas Pemkab setempat. Menurut Kepala Bagian Humas Pemkab, Agus Panuwun saat ini situsnya masih dalam perbaikan. Pihaknya juga tidak mengetahui secara pasti errornya website resmi pemerintahan setempat itu. “Saya belum tahu mas sebabnya secara pasti, karena yang menanganinya PDE, nanti akan saya tanyakan penyebabnya dan secepatnya akan bisa aktif lagi,”katanya singkat. (Muza Nifira)

Korban landasan ”ToNo” Tuntut harga lahan dinaikkan

Tuesday, December 8th, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Sejumlah warga yang lahannya menjadi korban landasan pembangunan Tol Kertosono – Mojokerto (ToNo) hingga saat ini belum menyetujui nilai ganti rugi yang telah ditentukan oleh Panitia Pembebasan Tanah (P2T). Pasalnya, mereka menilai saat penentuan harga dilakukan sepihak tanpa melibatkan musyawarah dengan warga selaku pemilik tanah. Maka, Warga menuntut kenaikan harga hingga 500 ribu permeter.

“Saat dilakukan sosialisasi dikecamatan, mereka berjanji harga tanah akan disamakan dengan tanah perkotaan,” ujar Koordinator Korban Pembangunan Tol, Haryanto Muspito.

Yanto menjelaskan, harga itu muncul ketika petugas melakukan pengukuran tanah. Ia menjelaskan, tidak mempersoalkan apabila harga sawah diberlakukan 2 kali lipat. Namun untuk lahan pemukiman yang ada rumahnya ganti rugi yag diberikan tidak sesuai. “Harga segitu karena untuk belih tanah saja tidak cukup apalagi untuk membangun,” katanya dengan nada kecewa sembari berujar harga untuk tanah berkisar Rp 140 ribu per meter.

Salah satu warga lainya, Supri mengatakan, dalam menentukan harga, Panitia tidak menilai dari segi non fisik.

“Hal itu sesuai dengan Perpres 36, seperti adanya usaha pertanian, peternakan yang telah dibangun warga,”katanya menjelaskan kepada wartawan. Rabu, (2/12)

Berdasar itulah, warga meminta harga tanah dan pemukiman dinaikkan, dengan ketentuan harga tanah batas bawah antara 300-500 ribu permeter persegi, dan harga tanah jenis pekarangan antara 700-1500 ribu permeter persegi. sedangkan harga bangunan permeter persegi antara 800-2500 ribu permeter.

Sementara itu, Ketua P2T Munif Kusnan membantah jika dalam penentuan harga tidak dilakukan dengan musyawarah dan tidak transparan. Bahkan, meski berdasarkan kajian tim independent, dalam penentuan harga untuk jalan tol ini, telah ditetntukan harga yang maksimal.

“Musyawarah sudah kita lakukan, dan harga ini sudah melalui kajian dari tim Aprasial berdasarkan NJOB dan nilai transaksi jual beli terakhir,”tegas Munif yang juga Sekdakab Jombang. (Muza Nifira)

IPM Al-Fathimiyyah Gelar Diklatjur

Wednesday, December 2nd, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Dalam meningkatkan kretifitas para santriwati untuk menjadi seorang jurnalis yang profesional, puluhan santri yang tergabung dalam organisasi Ikatan Penulis Muda (IPM) Pondok Pesantren Al-Fathimiyyah Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang menggelar pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Jurnalistik di Pondok setempat.

Dalam kegiatan yang dikuti peserta sebanyak 70 orang itu dilaksanakan selama dua hari yakni tanggal 19 hingga 20 November 2009.

“Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dengan harapan para peserta dapat lebih memahami tentang jurnalis,” ujar Ketua Panitia Diklat, Amalia Solikhah.

Didalam kegiatan itu para peserta mendapatkan beberapa materi tentang jurnalistik, diantaranya tentang sejarah Jurnalistik dan manajemen keredaksian.

“Sebagian pematerinya dari Malang dan dari media cetak,” tambah panitia lainnya.

Sementara itu, salah satu pemateri M.Zainul Arifin mengaku sangat bangga dengan adanya kegiatan diklat semacam itu. Karena, hal itu untuk meningkatkan kreatifitas para santriwati. Setidaknya, lanjut wartawan salah satu media harian Cetak itu mengatakan, dengan diadakannya diklat, ide-ide para santri dapat dituangkan dalam karya tulis.

“Saya sangat senang sekali dengan adanya diklat ini, ternyata banyak dari teman-teman yang masih meminati untuk menjadi seorang jurnalis. Yang terpenting terus berkarya dan jangan takut untuk gagal, itu adalah bagian dari tantangan,” katanya dihadapan peserta.

Menurut pria alumnus Universitas Darul Ulum Jombang itu, menjadi seorang jurnalis tidak bisa dipaksakan, karena itu adalah sebuah kreatifitas seseorang yang berpotensi dalam bidang karya tulis. “Jadi tidak gampang menjadi wartawan, semua butuh proses, sekali lagi yang terpenting belajar menulis dan jangan takut salah,” tegasnya.

Dalam materi manajemen redaksinya, Pria kelahiran Bojonegoro itu selain menjelaskan juga mempraktekkan secara langsung yakni para peserta ditugaskan untuk membuat gambaran sebuah media dengan menajemen redaksinya sesuai dengan kebutuhan. Misal, didalam Manajemen Redaksian Ada Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi, Redaktur pelaksana, wartawan dan kebutuhan lainnya. Usai membuat manajemen redaksi, para peserta kemudian melakukan presentasi yang terdiri dari tujuh
kelompok.

sementara itu, sebelum berakhir, panitia juga memberikan penghargaan pada peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi dari panitia.
“Kami ucapkan terima kasih pada semua tema-teman peserta, panitia dan para tutor (pemateri,red), semoga kegiatan ini mendapatkan manfaatnya,” tandas Panitia. (Muza Nifira)

Disnak Jombang Perikasa Ribuan Kambing Qurban

Tuesday, December 1st, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Sejumlah petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Jombang melakukan pemeriksaan di beberapa titik strategis. Harapannya, agar hewan yang akan dikurbankan aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Meski dalam pemeriksaanya petugas tidak menemukan penyakit itu, namun, pihak Disnakkan tetap mengimbau kepada penjual hewan kurban agar mewaspadai penyakit Pink Eyes (mata merah) dan berengan. “Dari sekitar 2.156 kambing yang telah diperiksa kami belum menemukan hewan kurban berpenyakit. Artinya, hewan kurban di Jombang relatif aman,” Ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Jombang, Ahmad Baidhowi, usai melakukan pemeriksaan, Selasa (24/11).

Lebih lanjut Baidhowi menjelaskan, meski hewan kurban dalam kategori aman dari penyakit, namun pihaknya menghimbau kepada para pedagang agar mewaspadai adanya penyakit Pink Eyes dan Berengan. Dua penyakit tersebut dipicu oleh perubahan musim dan kondisi kambing yang kecapekan. Semisal, kambing yang didatangkan dari luar kota. Karena jauhnya perjalanan, biasanya kambing akan mengalami mata merah dan berengan. Hanya saja, dua penyakit tersebut tidak berbahaya.

Menurutnya, ciri kambing yang mengidap pink eyes yakni pada bagian mata kambing tersebut cukup ditetesi dengan jeruk nipis. Sedangkan kambing yang menderita berengan, cukup dengan mengoleskan obat merah. ” Kami tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mewasdai penyakit itu,” himbaunya.

Usai dilakukan pemeriksaan, lapak penjual kambing diberi surat keterangan oleh Disnakkan yang intinya bahwa di lapak tersebut dalam kategori sehat. Semisal di lapak penjualan kambing milik H Said yang ada di jalan Urip Sumoharjo. Dari 125 kambing yang diperiksa, semuanya dalam kategori sehat. “Pemeriksaan ini akan terus kami lakukan hingga datangnya lebaran idul adha nanti,” tandasnya. (Muza Nifira)

MUI dan Pesantren Jombang khawatir film Kiamat 2012 bisa Musyrik

Tuesday, December 1st, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Keluarnya film kiamat 2012 membuat MUI (Majelis Ulama Indonesia) di Jombang sedikit khawatir, sebab film tersebut bisa menimbulkan kemusyrikan. Mengantisipasi hal itu, ketua MUI KH Cholil Dahlan akan menghidupkan kembali struktur MUI hingga di tingkat kecamatan serta desa.

Pengurus MUI kecamatan dan modin ini akan memberikan pencerahan keagamaan. Dengan begitu, masyarakat akan memahami dan mengerti bahwa film itu hanyalah fiksi. “Kalau kadar keimanan masyarakat itu kuat, maka mereka tidak akan terpengaruh dengan segala godaan, termasuk film kiamat 2012,” Katanya.

Selain itu, Menurutnya film tersebut tidak perlu untuk dilarang. Sebab, dengan langkanya, ummat islam tidak akan terpengaruh. Disisi lain, film yang berbau kontroversi tersebut juga memicu reaksi dari kalangan pondok pesantren. Film yang dihasilkan dari ramalan suku Maya itu bersifat fiksi. “Yang terpenting masyarakat mempertebal keimanan, sehingga dengan melihat itu bisa mengambil sisi manfaatnya,” Tambah KH Zulfikar Asad, pengasuh pondok pesantren Darul ‘Ulum Jombang, Jawatimur,.

Menurut Gus Sufik, demikian ia biasa dipanggil, tidak perlu ada pelarangan terhadap film yang meramalkan bahwasannya kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012 itu. Sebab, jika film itu dilarang, maka niat masyarakat untuk melihat film tersebut akan semakin besar. Selain itu, pihaknya juga yakin, apabila keimanan masyarakat sudah tebal, maka tidak akan terpengaruh dengan film tersebut.

Ditambah oleh kiai muda ini, sebagai orang Islam memang harus mempercayai adanya hari kiamat. Namun, untuk penggambaran secara nyata dan kepastian terjadinya, merupakan kuasa Allah SWT. “Mengenai kapan terjadinya hari kiamat merupakan kuasa dari Sang Pencipta. Jadi kita tidak boleh menentukan hari ataupun tahunnya. Jika hal itu terjadi bisa menyesatkan,” katanya menjelaskan. (Muza Nifira)

Angka Pengangguran Di Jombang Mengalami Peningkatan

Tuesday, December 1st, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Keterbatasan lapangan pekerjaan yang ada, dan kualitas pendidikan banyak yang tidak mampu bersaing di dunia kerja menyebabkan angka pengangguran di Kabupaten Jombang mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Jombang, Harry Kusmadi, melalui Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Mochammad Soleh menjelaskan, Jumlah angka pengangguran saat ini mengalami peningkatan hingga 2,5 persen. Pada tahun 2008 lalu jumlah pencari kerja sebanyak 12.413 orang, kini angka itu melonjak hingga naik mencapai 5 persen. Dari bulan Januari hingga Oktober 2009 jumlah pencari kerja mencapai 13.066 orang. Sedangkan angka pengangguran yang terdeteksi mencapai 57.899 orang.

“Dari data yang ada, jumlah pencari kerja di Kabupaten Jombang untuk tahun ini 13.066 orang dan itu meningkat sebanyak 5% dari tahun 2008,” katanya menjelaskan

Ia beralasan, peningkatan jumlah pengangguran disebabkan karena terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia. “Selain itu banyak para lulusan yang tak dapat ditampung oleh lapangan pekerjaan yang ada,” katanya

Mengatasi hal itu, pihaknya terus mengupayakan pengembangan jejaring dan menggelar kegiatan yang menfasilitasi kreatifitas serta mengembangkan sistem Corporate Sosial Responsibility (CSR). Yakni sistem yang mendorong generasi muda untuk mampu membuka lapangan kerja sendiri untuk dirinya dan keluarga. “Melalui langkah itu diharapkan dapat menekan angka pengangguran yang ada,” tandasnya. (Muza Nifira)

Kyai dan MUI Jombang khawatir “Kiamat 2012″ bisa Musyrik

Tuesday, December 1st, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Keluarnya film kiamat 2012 membuat MUI (Majelis Ulama Indonesia) di Jombang sedikit khawatir, sebab film tersebut bisa menimbulkan kemusyrikan. Mengantisipasi hal itu, ketua MUI KH Cholil Dahlan akan menghidupkan kembali struktur MUI hingga di tingkat kecamatan serta desa.

Pengurus MUI kecamatan dan modin ini akan memberikan pencerahan keagamaan. Dengan begitu, masyarakat akan memahami dan mengerti bahwa film itu hanyalah fiksi. “Kalau kadar keimanan masyarakat itu kuat, maka mereka tidak akan terpengaruh dengan segala godaan, termasuk film kiamat 2012,” Katanya.

Selain itu, Menurutnya film tersebut tidak perlu untuk dilarang. Sebab, dengan langkanya, ummat islam tidak akan terpengaruh. Disisi lain, film yang berbau kontroversi tersebut juga memicu reaksi dari kalangan pondok pesantren. Film yang dihasilkan dari ramalan suku Maya itu bersifat fiksi. “Yang terpenting masyarakat mempertebal keimanan, sehingga dengan melihat itu bisa mengambil sisi manfaatnya,” Tambah KH Zulfikar Asad, pengasuh pondok pesantren Darul ‘Ulum Jombang, Jawatimur,.

Menurut Gus Sufik, demikian ia biasa dipanggil, tidak perlu ada pelarangan terhadap film yang meramalkan bahwasannya kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012 itu. Sebab, jika film itu dilarang, maka niat masyarakat untuk melihat film tersebut akan semakin besar. Selain itu, pihaknya juga yakin, apabila keimanan masyarakat sudah tebal, maka tidak akan terpengaruh dengan film tersebut.

Ditambah oleh kiai muda ini, sebagai orang Islam memang harus mempercayai adanya hari kiamat. Namun, untuk penggambaran secara nyata dan kepastian terjadinya, merupakan kuasa Allah SWT. “Mengenai kapan terjadinya hari kiamat merupakan kuasa dari Sang Pencipta. Jadi kita tidak boleh menentukan hari ataupun tahunnya. Jika hal itu terjadi bisa menyesatkan,” katanya menjelaskan. (Muza Nifira)

Terkait Dana Rehab MI, dua juknis bersebrangan

Tuesday, December 1st, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Bantuan dana sosial untuk pembangunan rehabilitas madrasah ibtidaiyah (MI) dinilai sangat rancu. Pasalnya, alokasi dana yang dianggarkan sebesar 91.5 juta masing-masing sekolah itu terdapat dua juknis. Yakni juknis dari Dirjen Pendidikan islam dan juknis dari Kanwil Depag Jawatimur.

Dari data yang diperoleh berbagai narasumber, diantara Juknis Dirjen menyebutkan alokasi dana rehab ruang kelas belajar dan peningkatan sarana bagi MI yang memenuhi kriteria penerimaan bantuan maksimal bantuan yang dapat diterima sebanyak tiga paket. Dengan proporsi penggunaan dibagi dua.

“Untuk program rehabilitasi fisik dan perlengkapan belajar 70 persen dan untuk program peningkatan sarana 30 persen,” ujar M.Rofiq atu narasumber yang membacakan isi juknis Dirjen itu kepada KoranRakyat.net

Sementara dari juknis yang dibuat Kanwil intinya yaitu dana itu 100 persen dialokasikan untuk pembangunan fisik. Hal itu sesuai dengan SE (Surat Edaran) Kanwil Depag Jatim Nomor KW.13.4/3/KU.002/2366/SK/2009 tanggal 27 Oktober 2009.

“Itu kan sangat rancu, surat itu kan sudah lama, padahal surat edaran dari kanwil jatim nomor Kw.13.4/3/PP.00/2373/2009 tentang pelaksana kegiatan
rehabilitasi MIS tahun 2009 yang dikeluarkan tanggal 29 oktober itu sudah lama dan kemudian keluar edaran dirjen nomor DT.I.I/PP.00.6/669/2009 tentang
pelaksanaan rehab ruangan kelas belajar dan peningkatan sarana MI, ini kan sangat rancu karena Dirjen dikalahkan dengan edaran Kanwil,” lanjut narasumber itu.

Dikonfirmasi kepala Departemen Agama (depag) Jombang, Rohmad, mengatakan dengan tegas bahwa dalam pelaksanaan dana itu menggunakan juknis dari Kanwil. “Landasan hukumnya dari Peraturan Pemerintah (PP), seacara otomatis edaran dirjen tidak berlaku,” katanya ketika di ruangan kantornya jalan Pattimura, Jombang, Kamis (12/11/2009).

Saat ditanya PP tersebut, pihaknya tidak bisa menunjukkan PP tersebut dengan alasan dipegang oleh kanwil setempat. “PP-nya yang bawa kanwil mas, yang
intinya berbunyi bansos rehab MI dan MTs,” katanya.

Sedangkan pencairan dananya, Rohmat menjelaskan untuk 70 persen dengan 30 persen itu sebelumnya merupakan usulan dari menkeu namun di tolak. “Dan yang terbaru sudah final 100 persen untuk rehabilitasi fisik, dan dananya akan turun besok tanggal 24 lalu melakukan monitoring,” katanya menjelaskan.

Meski sudah mendapat tanggapan dari depag Jombang, bansos tersebut masih menjadi polemik pasalnya beberapa pihak menduga terjadi sebuah permainan
dilingkup lembaga setempat. “kalau memang landasannya PP, seharusnya pihak depag didaerah juga mempunyai arsipnya dan sampai kebawah. Tapi kenyataannya tidak ada yang menerima, jadi ini sangat rancu,” tambah sumber lainnya. (Muza Nifira)

Perda Prostitusi di ‘Kota Santri’ segera diberlakukan

Tuesday, December 1st, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Meski sempat menuai kontraversi dengan beerbagai pihak, akhirnya peraturan daerah (Perda) tentang pelacuran di Jombang sudah selesai disahkan. Bahkan direncanakan, pada akhir bulan akan mulai diberlakukan.

Dalam perda yang sempat molor itu tertulis penyedia ‘pelacuran’ terancam hukuman pidana kurungan paling lama 3 bulan dan denda sebesar Rp 15 juta.

Menurut Kepala Bagian Hukum Pemkab Jombang, Ahmad Syarifuddin, mengatakan, perda larangan pelacuran atau prostitusi yang hampir dua tahun lebih dibahas DPRD setempat, akhirnya turun setelah diajukan ke Gubernur Jatim dan  sudah siap diberlakukkan.

“Kami mulai mensosialisasikan perda tentang pelacuran tersebut,” katanya kepada wartawan.

Pihaknya memastikan, tidak lebih satu bulan mendatang perda tersebut akan segera bisa diberlakukan didaerah yang mendapat julukan kota santri itu. Ia menjelaskan,Sebagai pelaksana di tingkat lapangan nantinya adalah Satpol PP.  Bila dalam penerapannya nanti ada penolakan dan protes dari beberapa LSM, Boby menegaskan bahwa hal itu tidak menjadi persoalan, dalam pembuatannya sejumlah LSM juga ikut diundang.

“Dan tidak semua pasal dalam peraturan daerah itu harus diberi sanksi pidana atau denda, karena melihat bobot pelanggaran,” tegasnya.

Dalam perda pelarangan pelacuran yang dinilai berbau syariah itu disebutkan, setiap orang dilarang melakukan pelacuran, setiap orang dilarang membujuk atau memaksa orang lain baik dengan perkataan, isyarat tanda atau cara lain
sehingga tertarik untuk melakukan pelacuran. Dan setiap orang, baik sandiri-sendiri ataupun bersama-sama, dilarang mendirikan dan atau mengusahakan menyediakan tempat dan orang untuk melakukan pelacuran. Dari pelanggaran diatas, Untuk pelanggaran pasal 1 dan 2 diatas, diancam hukuman pidana kurungan paling lama 3 bulan dan denda Rp 5 juta.

“Sedangkan pelanggar pasal 2 ayat 3 diancam hukuman pidana kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda paling banyak Rp 15 juta,” tandasnya. (Muza Nifira)

Reshuflle PP Patriot Jombang Tanpa Dihadiri Ketua Lama

Sunday, December 28th, 2008

KoranRakyat.net | Jombang
Reshuflle (Pergantian) kepemimpinan dan pengurus Pemuda Pancasila (PP), Partai Patriot Pancasila dan Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional (Gapeknas) Kabupaten Jombang telah dilaksanakan. Terpilih Abdul Khafid sebagai ketua Umum untuk melanjutkan perjuangan yang sebelumnya.

Dalam acara Reshuflle yang dilangsungkan pada malam hari di kantor Pemuda Pancasila, Jalan Air Langga Jombang tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PP Jawatimur, Agus Muslim dan Ketua DPC terpilih serta pengurus harian PP Jombang. yang paling menarik, acara tersebut tanpa dihadiri oleh ketua lama yang notabenenya masih menjabat pada saat itu.

Dalam sambutannya, ketua DPC terpilih, Abdul Khafid mengatakan dirinya tidaklah bangga dan menyombongkan diri setelah terpilih sebagai Ketua. Namun, ia akan senantiasa melanjutkan perjuangan atas kepemimpinan yang sebelumnya ke arah yang lebih baik.

“Saya akan melanjutkan perjuangan kepemimpinan sebelumnya. Dan akan tetap menjaga keutuhan antar sesama anggota, meski ketua lama tidak hadir kita tetap menghotmatinya, karena beliaulah yang juga membesarkan partai. Mungkin saja saat ini sedang sibuk dan banyak aktifitas” katanya dihadapan puluhan anggota yang hadir pada saat itu.

Lebih lanjut dikatakannya, dirinya akan tetap melakukan silaturrahim dengan pengurus lama dan menyolidkan para Pengurus Anak Cabang (PAC) PP yang ada di Jombang.
“Yang jelas akan menyolidkan dan menghidupkan tiga elemen secara maksimal, yakni PP, Gapeknas dan Partai,” tegasnya.

Senada dengan yang dikatakan Sekjend DPW Jatim, Agus Muslim, dengan pergantian Reshuflle tersebut diharapkan aktifitas ketiga elemen tersebut akan lebih ditingkatkan dan konsolidasi anggotanya untuk membesarkannya.

“Bukan tidak baik kepemimpinan yang sebelumnya, namun bagaimanapun ketua yang sebelumnya tetap kita hargai atas jerih payahnya yang selama ini turut serta membesarkan ketiga elemen tersebut,” ujarnya ditemui usai memberikan pengarahan kepada pengurus dan anggota.

Lebih lanjut dijelaskannya, para pengurus diharapkan untuk lebih memaksimalkan mesin partai politik guna mendukung para calon legislatif baik di daerah maupun provinsi. Seluruh kader dan PP harus menyuarakan aspirasi dan dukungannya kepada Partai Patiot Pancasila dan tidak ada tawar menawar lagi.

“Targetan kita di daerah harus mendapatkan tiga kursi agar bisa menghantarkan satu kursi di provinsi. Maka harus pro aktif untuk mengakomodir anggota dan elemen semua masyarakat,” terangnya.

Terkait Calon Presiden yang akan diusung dari partai tersebut, Agus mengatakan belum ada pembahasan, sebab pihaknya masih berkonsentrasi pada pilihan legislatif yang akan di gelar bulan April mendatang. Sebab, dari situ pihaknya dapat mengukur kemampuan tentang capres.

“Dari DPP belum dibahas, yang jelas menunggu hasil pileg dan kemungkinan besar kita akan melakukan koalisi untuk menentukan capres 2009 mendatang,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, dalam struktural kepengurusan yang baru, telah terpilih Ketua DPC Jombang Abdul Khafid, Sekjend PP Imam Wahyudi, Sekjend Patriot Nopan dan Sekjend Gapeknas Miskan. Keseluruhan elemen tersebut menyatu untuk memperjuangkan perolehan suara di Partai Patriot Pancasila. (Zainul Arifin)

Mahasiswa Jombang Demo Tolak UU BHP

Wednesday, December 24th, 2008

KoranRakyat.net | Jombang
Puluhan mahasiswa dari Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Jombang menggelar aksi demonstrasi di gedung DPRD Jombang. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk protes penolakan pengesahan UU BHP yang dianggap merugikan masyarakat.

Aktivis FMN Jombang Tolak UU BHP

Dari pantauan KoranRakyat.net, mahasiswa dari berbagai kampus yang ada di Jombang ini memulai aksi kali pertamanya di halaman Kampus Universitas Darul Ulum Jombang, dengan berbekal spanduk dan poster mereka melakukan long march menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang. Dalam perjalananya mereka meneriakkan agar pemerintah mencabut UU BHP. Saat melintas di ringin contong, mereka berhenti sejenak untuk melakukan orasi-orasinya.

“UU BHP yang di sahkan oleh pemerintah membuat pendidikan semakin mahal dan mecekik masyarakat. Pemerintah semakin melepaskan tanggung jawabnya terhadap pendidikan. Padahal, pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pendidikan termasuk pembiayaan. Maka dari itu, kami dari FMN meminta agar pemerintah segera mencabut UU BHP yang telah menyengsarakan masyarakat,” ujar Retno dalam orasinya, Selasa (23/12) kemarin.

Hal itu senada dengan yang di ungkapkan oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Andre, menurutnya UU BHP akan menambah penderitaan rakyat. Beaya pendidikan semakin tidak terjangkau oelh masyarakat dan dikuasai oleh kaum pemodal.

“Ini merupakan wujud dari pemerintahan SBY-JK yang selama ini tidak berpihak pada rakyat. Dengan UU BHP, angka putus sekolah akan meningkat karena biaya pendidikan akan semakin mahal,” ujarnya Andre di hadapan para pendemo.

Setelah puas melakukan orasi secara bergantian, mereka lalu melanjutkan perjalanannya menuju gedung DPRD setempat. Ditempat tersebut mereka tidak berhasil menemui para anggota dewan. Mereka hanya melakukan orasi-orasi seperti yang sebelumnya. Karena merasa kecewa tidak ada yang menemui. Lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju Pemkab Jombang. Di lokasi jalan wahid hasyim tersebut mereka berhasil memasuki gedung pemkab. Namun, lagi-lagi mereka tah berhasil menemui sasarannya, yakni pihak pemkab setempat. tak berlangsung lama, aksi bubar dengan sendirinya dtanpa pengawalan dari kepolisian. (Zainul Arifin)

Kunjungi Pondok Panti Asuhan, SB Sumbang 100 Juta

Monday, December 22nd, 2008

KoranRakyat.net | Jombang
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Sutrisno Bachir (SB) memberikan sumbangan kepada Pondok panti asuhan anak yatim Ad-durunnafis, Jombang. Sebanyak 60 anak yatim Ad-Durunnafis mendapatkan bantuan uang tunai sebesar 100 juta dari SB. Pemberian itu dilakukan saat SB melakukan kunjungan kepondok Ad-Durunnafis Jombang, Kemarin

“Sumbangan yang diberikan Bapak Sutrisno Bachir murni (infaq) bantuan untuk pengembangan pembangunan pondok dan tidak ada kepentingan politik sama sekali,” ujar Pengasuh Pondok Ad-Durunnafis Jombang, Alfian Eko kepad Dekrit.com.

Meski pihaknya sudah sering mendapatkan bantuan dari SB, namun, Gus Alfian panggilan akrabnya mengaku baru kali pertama ini dirinya dikunjungi secara langsung oleh ketua partai berlambang matahari terbit tersebut. Maka, dirinya siap mendukung langkah dan perjuangan SB untuk melakukan perubahan.

“Jika Pak Sutrisno Bachir maju jadi Capres (Calon Presiden), maka kita siap mendukungnya. Sebab, sosok SB orangnya suka bekerja keras dan pantas untuk menjadi pemimpin,” tandasnya.

Sementara dalam sambutannya SB meminta pada para kader dan caleg PAN agar mengurangi pemasangan baligho dan menyisihkannya untuk diberikan pada anak yatim dan fakir miskin. Sebab, mereka lebih penting daripada yang lainnya.

“Anak yatim piatu disini jangan minder dan mengeluh, tetap bekerja keras untuk menuju masa depan. Sebab, masih panjang perjalanan kalian. Doakan saya selalu dapat rezeki agar dapat selalu membantu anak yatim dan fakir miskin “katanya dihadapan puluhan anak yatim yang hadir dalam acara tersebut.

Terkait pencalonannya menjadi Capres 2009 mendatang, SB belum mengatakan kesediannya untuk dicalonkan. Sebab, masih menunggu hasil Pilihan Legislatif (Pileg) bulan april mendatang.

“Kalau hasilnya maksimal maka kita akan mengusung capres dari internal partai, dan tidak menutup kemungkinan kita akan melakukan koalisi dengan partai lain,” pungkasnya. (Zainul Arifin)

Banyak Dukungan, SB Masih Malu-Malu Maju Capres

Monday, December 22nd, 2008
Ketua Umum PAN - Sutrisno Bachir

Ketua Umum PAN - Sutrisno Bachir

KoranRakyat.net | Jombang
Kendati Katua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Sutrisno Bachir banyak mendapat masukan dari masyarakat dan kader PAN dalam pencalonan Presiden 2009 mendatang, tampaknya SB masih ‘malu-malu’ mengatakan kesediaannya untuk dicalonkan dari partai berlambang matahari terbit itu. SB masih menunggu hasil perolehan Pemilu Legislatif (pileg) partainya nanti.

“Jika dalam pileg perolehan suara PAN sangat signifikan, maka PAN akan mengusung capres dari internal partai. Sekali lagi kita masih menunggu hasil pileg 2009 nanti,” katanya saat mengunjungi pondok Ad-Durunnafis Jombang, Sabtu (20/12), kemarin

Terkait rencana dari PAN yang akan di usung capres mendatang, lebih lanjut SB mengatakan, di partainya masih banyak figur-figur yang layak jual, semisal Amin Rais, dan Hatta Rajasa. Ketika disinggung tantang dirinya. Buru-buru ia menjawabnya “kan masih banyak tokoh yang lainnya,” ungkapnya dengan sedikit malu-malu untuk mengakui dirinya yang juga bakal ikut dalam bursa capres PAN.

SB juga mengatakan kalau PAN terbuka untuk siapaun. Bahkan, dihadapan puluhan anak yatim yang hadir dalam acara tersebut, SB menceritakan kalau kedua orang tuanya berasal dari Nahdlatul Ulama’. Maka, dia mengajak semua masyarakat untuk berjuang bersamanya untuk mengusung agenda perubahan.

“Kalau SB di dukung dari kalangan Muhammadyah dan NU maka akan selesai Indonesia,” katanya optimis menang sembari mengatakan dirinya akan mengusung agenda dengan damai dan solusi tanpa anarkis.

Namun, keraguan SB maju juga mendapat larangan dari keluarganya, salah satu istrinya yang tidak menginginkan dirinya untuk maju menjadi capres. Sebab, menurut SB keluarganya takut jika nanti jadi presiden akan banyak dikecam oleh masyarakat.

“Istri saya takut nanti kalau jadi presiden di demostrasi masyarakat sampai-sampai foto dibakar dan di injak-injak,” katanya menirukan perkataan istrinya.

Lebih lanjut dikatakan SB, selama ini sering mendapat bisikan dari beberapa kalangan terkait Pilpres 2009 mendatang. Semua memberikan saran agar maju sebagai wapres (wakil presiden). dengan alasan ketua umum PAN hanya cocok untuk menduduki kursi wapres.

Bisikan selanjutnya, kata Sutrisno, datang dari seorang yang mempunyai ilmu laduni. Orang yang punya ilmu laduni itu juga memberikan bisikan serupa.

“Saya juga pernah mendapat bisikan dari orang yang punya ilmu laduni. katanya, saya hanya cocok untuk menduduki kursi wapres, tidak lebih dari itu,” tandas suami dari Anita Rosana Dewi ini dihadapan puluhan undangan di halaman pondok Ad-Durunnafis Jombang.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Jombang, Ali Fikri tidak dalam sambutannya tak banyak membahas tentang capres dari PAN. Dirinya hanya menceritakan tentang sosok SB yang selam ini ia kenal.

“Pak Sutrisno Bachir itu orangnya suka bekerja keras dan gigih dalam perjuangan,” katanya menjelaskan. (Zainul Arifin)

Telat pembagian Elpiji, Masyarakat beralih Bahan Bakar Alternatif

Sunday, December 21st, 2008

KoranRakyat.net | Jombang
Dampak dari keterlambatan pembagian konversi minyak tanah (mitan) ke gas elpiji di Jombang, menjadikan masyarakat beralih ke penggunaan bahan bakar alternatif lain yang dipandang sangat efisien dan ekonomis. Keragu-raguan pihak Pemkab setempat itulah yang melatar belakangi peralihan penggunaan bahan bakar tersebut. Akibatnya, mereka (masyarakat, red.) mulai krisis kepercayaan kepada pemkab Jombang.

Hal tersebut dibuktikan oleh masyarakat dengan tidak lagi menggunakan bahan bakar mitan ataupun gas elpiji. Kini, mereka memilih menggunakan ‘tungku lapindo’. Mereka menyebutnya ‘tungku lapindo’ karena bentuk dasarnya menyerupai tungku dan menggunakan bahan bakar limbah lumpur lapindo yang telah kering dan dihaluskan hingga menjadi serbuk.

Dalam penggunaannya sangat mudah dan efisien, serbuk halus bekas lumpur lapindo itu hanya cukup dicampur dengan sebatang kayu yang selanjutnya dinyalakan. Dengan sendirinya, bahan bakar serbuk halus lumpur lapindo itupun juga terbakar. Menurut keterangan Supiyah, warga Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, ‘tungku lapindo’ ini bisa menghemat pengeluaran. Satu ‘tungku lapindo’ hanya dihargai Rp. 27 ribu plus bahan bakarnya, sedangkan bahan bakar serbuk lumpur itu sendiri bisa tahan hingga 3 bulan.

“Biasanya kalau masak, saya menggunakan kayu bakar hingga 2 sampai 3 ikat. Tapi dengan menggunakan tungku ini hanya cukup menggunakan 1 ikat kayu bakar per harinya. Harga kayu bakar per ikatnya Rp. 2.300, jadi bisa hemat 50 %,” ujarnya kepada Dekrit.com.

Dikonfirmasi secara terpisah, wakil Bupati Jombang, Widjono Soeparno, menanggapi keterlambatan konversi mitan ke gas elpiji yang membuat masyarakat beralih ke bahan bakar alternatif, seperti ‘tungku lapindo’, dirinya tidak menyalahkan apa yang telah dilakukan oleh masyarakat. Sebab, mereka dapat meminimalisir sendiri tentang perekonomiannya.

Namun, Lanjut Widjono, pihak Pemkab Jombang masih menunggu data-data dari surveyer masing-masing di Kecamatan se-Kabupaten Jombang.

“Semuanya data-datanya hingga kini belum saya terima dan belum ada yang masuk, jadi jika masyarakat memilih menggunakan bahan bakar alternatif, ya, terserah mereka,” katanya singkat. (Zainul Arifin)

Nomor Urut Satu PD Jombang Dihargai 70 Juta

Sunday, December 21st, 2008

KoranRakyat.net | Jombang
Apabila sebelumnya beberapa pengurus dan fraksi partai Demokrat Jombang membantah telah terjadi dugaan jual beli nomor urut Calon Legislatif di Partainya, Kini dugaan tersebut semakin menguat, Yakni para caleg harus menyetorkan sejumlah uang puluhan juta rupiah untuk mendapatkan nomor urut paling atas.

Hasil penelesuran yang dilakukan KoranRakyat.NET, selain para caleg dimintai dana adminstrasi pencalonannya sebesar 1 juta, mereka juga diminta menyetorkan uang puluhan juta rupiah kepada pihak DPC apabila menginginkan untuk berada di nomor urut satu. Meski partai yang menjadi kendaraan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) itu menggunakan sistem suara terbanyak. Namun, beberapa caleg telah menyetorkan puluhan juta ke beberapa orang di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PD. Dugaan tersebut dilakukan secara terselubung antara caleg dengan beberapa orang pengurus partai.

Menurut keterangan dari salah satu kader yang tidak bersedia disebut namanya, praktek jual beli nomor urut caleg tersebut sudah terjadi sejak lama yang dilakukan oleh orang DPC dengan Caleg. Namun, tidak semua caleg yang membelinya sekitar Rp.70 Juta per orang.

“Yang saya ketahui diantaranya Caleg dari Dapil I, Dapil III dan dapil VI. Untuk menduduki nomor urut satu mereka harus mengeluarkan beaya hingga 70 juta,” ujarnya saat ditemui usai melakukan verifikasi ranting di Peterongan, Jombang. Kemarin.

Namun, masih dalam keterangan kader tersebut, beberapa caleg tersebut tidak membayar secara langsung. “mereka mengangsurnya, yakni masing-masing masih membayar senilai 20 juta,” tambahnya.

Senada dengan yang dikatakan Suprianto, salah satu mantan pegawai DPC PD Jombang, dijelaskannya bahwa saat penjaringan legeslatif dilakukan tidak sehat. ada beberapa caleg yang telah membayar untuk menduduki nomor urut satu. Namun, dirinya tidak tahu pasti besaran nominal uang tersebut.

“Kan aneh Sekjen kok Nomor urut dua, ini kan ada kejanggalan. Tapi saya tidak tahu pastinya, yang jelas puluhan juta rupiah,” ungkapnya beberapa hari yang lalu.

Lebih lanjut dikatakan Suprianto, dalam transaksi jual beli tersebut dilakukan secara tertutup dan tidak diketahui orang lain. Sehingga, para kader tidak bisa mebuktikan secara otentik, namun hanya mengetahui pengakuan dari beberapa orang yang telah membayarnya. Namun, lagi-lagi orang yang mengaku secara langsung tersebut tidak bersedia mengungkapkan kepada KoranRakyat.NET.

Scara terpisah, Mantan ketua DPC PD Jombang, Wimpie Haryono ketika di konfirmasi tentang masalah tersebut mengatakan tidak ada masalah yang tentang hal itu, Sebab, di Partai Demokrat menggunakan suara terbanyak dan bukan nomor urut.

“Salahnya Caleg, kenapa mau membeli nomor tersebut, kan sudah tahu suara terbanyak, kenapa harus membeli segala,” katanya saat ditemui usai memberikan pembekalan ranting PD di Peterongan beberapa hari yang lalu.

Sementara itu Anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jombang, Medan Amrullah, tidak berani memberikan komentar terkait persoalan tersebut. Sebab, menurut Medan itu merupakan persoalan internal partai dan KPU tidak mempunyai wewenang untuk menanyakan ke partai yang bersangkutan.

“Itu internal partai, selama prosedurnya dilakukan dengan benar sesuai dengan undang-undang maka akan kita lakukan, dan untuk persoalan terjadinya jual beli yang menilai adalah masyarakat dan kita tidak mempunyai wewenang,” ujarnya singkat. (Zainul Arifin)