Posts Tagged ‘Jombang’

Warga Kecewa Situs Resmi Pemkab Jombang Error

Tuesday, December 8th, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Sebuah website resmi milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mengalami gangguan sejak beberapa pekan lalu. Situs yang berisikan informasi tentang kota Jombang itu tidak bisa dibuka tanpa alasan yang jelas. Akibatnya, beberapa warga yang biasa mencari informasi tentang kota Jombang mengalami kesulitan.

Salah satu warga Jombang, Yusuf  mengatakan sudah sejak pekan lalu tidak bisa membuka situs yang beralamat www.jombangkab.go.id itu. Menurutnya, ketika situs itu dibuka tertuliskan ’server tidak ditemukan’. “Beberapa kali saya buka gagal terus, padahal saya butuh informasi tentang Jombang,” keluhnya pria alumnus Undar Jombang, Jumat (4/12).

Hal senada juga dikeluhakn oleh Maliki. Pria yang saat ini bekerja di Kota Malang itu saat membuka website tersebut juga gagal. Awalnya ia menduga komputer atau jaringan internetnya yang mengalami gangguan. “Waktu itu saya mau tahu informasi perkembangan kota Jombang, saat saya buka website Jombang ternyata gagal, saya kira internet saya yang gangguan. Setelah saya coba membuka diinternet dan pakai komputer lain ternyata hasilnya sama dan tidak bisa dibuka,” kata Maliki dengan nada sedikit kecewa.

Lebih lanjut pria asal kecamatan Peterongan itu berharap kepada pemerintah setempat agar secepatnya dibenahi dan bisa aktif kembali. “Ini adalah salah satu media informasi Pemkab Jombang, kalau tidak segera aktif lagi, bagaimana orang-orang bisa tahu Jombang,” tegasnya.

Errornyaa website itu diakui oleh pihak Humas Pemkab setempat. Menurut Kepala Bagian Humas Pemkab, Agus Panuwun saat ini situsnya masih dalam perbaikan. Pihaknya juga tidak mengetahui secara pasti errornya website resmi pemerintahan setempat itu. “Saya belum tahu mas sebabnya secara pasti, karena yang menanganinya PDE, nanti akan saya tanyakan penyebabnya dan secepatnya akan bisa aktif lagi,”katanya singkat. (Muza Nifira)

Seorang Ayah bantai anak Kandung lalu bunuh diri

Tuesday, December 8th, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Sadis perbuatan yang dilakukan Azis (32) warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang. Ia tega membantai darah dagingnya sendiri, yakni Abil yang masih berusia 18 bulan. Usai melakukan pembantaian itu, Azis melakukan bunuh diri dengan cara minum racun potas. Sabtu (5/12).

Kedua korban ini pertama kali ditemukan kerabatnya, Warsih (36 , di dalam kamar rumahnya dengan posisi telentang. Seketika itu juga, Warsih  menggendong bocah balita yang masih lemas itu keluar rumah sembari berteriak minta tolong. Mengetahui ada teriakan, sejumlah warga sekitar berusaha memberikan pertolongan kepada korban dengan membawa kedua korban ke Puskesmas setempat.

Dari Hasil pemeriksaan sementara petugas medis di Puskesmas Ploso, tulang leher Abil patah. Sedangkan Azis, pada mulutnya banyak mengeluarkan busa.

Menurut Minten, Mertua Aziz mengatakan beberapa hari terakhir Azis dan Istrinya Nur Azizah, sering bertengkar. Persoalannya dipicu karena Aziz menghabiskan uang Istrinya sebesar Rp 200 ribu hasil pemberian dari saudaranya. Karena sering cekcok, sudah sekitar satu Minggu perempuan yang bekerja di salah satu perusahaan roko itu pulang kerumah orang tuanya di Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh, Jombang, bersama Abil. .

Masih dalam penjelasan Minten, karena tidak ada kejanggalan, pada Sabtu pagi Minten juga tidak keberatan ketika Abil diajak Azis ayahnya ke rumahnya di Rejoagung, Ploso.

Ternyata, pertemuan  Minten dengan cucunya Abil Sabtu kemarin adalah yang terakhir. Sebab,  sekitar tiga jam keberangkatan Abil dan Ayahnya, Minten mendengar kabar jika Abil dan Azis ditemukan meninggal.

“Mungkin Azis jengkel karena belakangan terus bertengkar dengan istrinya hingga nekat bunuh diri. Tapi mengapa dia juga tega membunuh anaknya yang tak berdosa. Kasihan Abil, cucu saya,” ujar Minten kepada para wartawan sembari mengucurkan air matanya saat di samping jenazah Abil dan Azis di Puskesmas Ploso. (Muza Nifira)

Korban landasan ”ToNo” Tuntut harga lahan dinaikkan

Tuesday, December 8th, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Sejumlah warga yang lahannya menjadi korban landasan pembangunan Tol Kertosono – Mojokerto (ToNo) hingga saat ini belum menyetujui nilai ganti rugi yang telah ditentukan oleh Panitia Pembebasan Tanah (P2T). Pasalnya, mereka menilai saat penentuan harga dilakukan sepihak tanpa melibatkan musyawarah dengan warga selaku pemilik tanah. Maka, Warga menuntut kenaikan harga hingga 500 ribu permeter.

“Saat dilakukan sosialisasi dikecamatan, mereka berjanji harga tanah akan disamakan dengan tanah perkotaan,” ujar Koordinator Korban Pembangunan Tol, Haryanto Muspito.

Yanto menjelaskan, harga itu muncul ketika petugas melakukan pengukuran tanah. Ia menjelaskan, tidak mempersoalkan apabila harga sawah diberlakukan 2 kali lipat. Namun untuk lahan pemukiman yang ada rumahnya ganti rugi yag diberikan tidak sesuai. “Harga segitu karena untuk belih tanah saja tidak cukup apalagi untuk membangun,” katanya dengan nada kecewa sembari berujar harga untuk tanah berkisar Rp 140 ribu per meter.

Salah satu warga lainya, Supri mengatakan, dalam menentukan harga, Panitia tidak menilai dari segi non fisik.

“Hal itu sesuai dengan Perpres 36, seperti adanya usaha pertanian, peternakan yang telah dibangun warga,”katanya menjelaskan kepada wartawan. Rabu, (2/12)

Berdasar itulah, warga meminta harga tanah dan pemukiman dinaikkan, dengan ketentuan harga tanah batas bawah antara 300-500 ribu permeter persegi, dan harga tanah jenis pekarangan antara 700-1500 ribu permeter persegi. sedangkan harga bangunan permeter persegi antara 800-2500 ribu permeter.

Sementara itu, Ketua P2T Munif Kusnan membantah jika dalam penentuan harga tidak dilakukan dengan musyawarah dan tidak transparan. Bahkan, meski berdasarkan kajian tim independent, dalam penentuan harga untuk jalan tol ini, telah ditetntukan harga yang maksimal.

“Musyawarah sudah kita lakukan, dan harga ini sudah melalui kajian dari tim Aprasial berdasarkan NJOB dan nilai transaksi jual beli terakhir,”tegas Munif yang juga Sekdakab Jombang. (Muza Nifira)

IPM Al-Fathimiyyah Gelar Diklatjur

Wednesday, December 2nd, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Dalam meningkatkan kretifitas para santriwati untuk menjadi seorang jurnalis yang profesional, puluhan santri yang tergabung dalam organisasi Ikatan Penulis Muda (IPM) Pondok Pesantren Al-Fathimiyyah Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang menggelar pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Jurnalistik di Pondok setempat.

Dalam kegiatan yang dikuti peserta sebanyak 70 orang itu dilaksanakan selama dua hari yakni tanggal 19 hingga 20 November 2009.

“Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dengan harapan para peserta dapat lebih memahami tentang jurnalis,” ujar Ketua Panitia Diklat, Amalia Solikhah.

Didalam kegiatan itu para peserta mendapatkan beberapa materi tentang jurnalistik, diantaranya tentang sejarah Jurnalistik dan manajemen keredaksian.

“Sebagian pematerinya dari Malang dan dari media cetak,” tambah panitia lainnya.

Sementara itu, salah satu pemateri M.Zainul Arifin mengaku sangat bangga dengan adanya kegiatan diklat semacam itu. Karena, hal itu untuk meningkatkan kreatifitas para santriwati. Setidaknya, lanjut wartawan salah satu media harian Cetak itu mengatakan, dengan diadakannya diklat, ide-ide para santri dapat dituangkan dalam karya tulis.

“Saya sangat senang sekali dengan adanya diklat ini, ternyata banyak dari teman-teman yang masih meminati untuk menjadi seorang jurnalis. Yang terpenting terus berkarya dan jangan takut untuk gagal, itu adalah bagian dari tantangan,” katanya dihadapan peserta.

Menurut pria alumnus Universitas Darul Ulum Jombang itu, menjadi seorang jurnalis tidak bisa dipaksakan, karena itu adalah sebuah kreatifitas seseorang yang berpotensi dalam bidang karya tulis. “Jadi tidak gampang menjadi wartawan, semua butuh proses, sekali lagi yang terpenting belajar menulis dan jangan takut salah,” tegasnya.

Dalam materi manajemen redaksinya, Pria kelahiran Bojonegoro itu selain menjelaskan juga mempraktekkan secara langsung yakni para peserta ditugaskan untuk membuat gambaran sebuah media dengan menajemen redaksinya sesuai dengan kebutuhan. Misal, didalam Manajemen Redaksian Ada Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi, Redaktur pelaksana, wartawan dan kebutuhan lainnya. Usai membuat manajemen redaksi, para peserta kemudian melakukan presentasi yang terdiri dari tujuh
kelompok.

sementara itu, sebelum berakhir, panitia juga memberikan penghargaan pada peserta terbaik sebagai bentuk apresiasi dari panitia.
“Kami ucapkan terima kasih pada semua tema-teman peserta, panitia dan para tutor (pemateri,red), semoga kegiatan ini mendapatkan manfaatnya,” tandas Panitia. (Muza Nifira)

Disnak Jombang Perikasa Ribuan Kambing Qurban

Tuesday, December 1st, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Sejumlah petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Jombang melakukan pemeriksaan di beberapa titik strategis. Harapannya, agar hewan yang akan dikurbankan aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Meski dalam pemeriksaanya petugas tidak menemukan penyakit itu, namun, pihak Disnakkan tetap mengimbau kepada penjual hewan kurban agar mewaspadai penyakit Pink Eyes (mata merah) dan berengan. “Dari sekitar 2.156 kambing yang telah diperiksa kami belum menemukan hewan kurban berpenyakit. Artinya, hewan kurban di Jombang relatif aman,” Ujar Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Jombang, Ahmad Baidhowi, usai melakukan pemeriksaan, Selasa (24/11).

Lebih lanjut Baidhowi menjelaskan, meski hewan kurban dalam kategori aman dari penyakit, namun pihaknya menghimbau kepada para pedagang agar mewaspadai adanya penyakit Pink Eyes dan Berengan. Dua penyakit tersebut dipicu oleh perubahan musim dan kondisi kambing yang kecapekan. Semisal, kambing yang didatangkan dari luar kota. Karena jauhnya perjalanan, biasanya kambing akan mengalami mata merah dan berengan. Hanya saja, dua penyakit tersebut tidak berbahaya.

Menurutnya, ciri kambing yang mengidap pink eyes yakni pada bagian mata kambing tersebut cukup ditetesi dengan jeruk nipis. Sedangkan kambing yang menderita berengan, cukup dengan mengoleskan obat merah. ” Kami tetap menghimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mewasdai penyakit itu,” himbaunya.

Usai dilakukan pemeriksaan, lapak penjual kambing diberi surat keterangan oleh Disnakkan yang intinya bahwa di lapak tersebut dalam kategori sehat. Semisal di lapak penjualan kambing milik H Said yang ada di jalan Urip Sumoharjo. Dari 125 kambing yang diperiksa, semuanya dalam kategori sehat. “Pemeriksaan ini akan terus kami lakukan hingga datangnya lebaran idul adha nanti,” tandasnya. (Muza Nifira)

MUI dan Pesantren Jombang khawatir film Kiamat 2012 bisa Musyrik

Tuesday, December 1st, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Keluarnya film kiamat 2012 membuat MUI (Majelis Ulama Indonesia) di Jombang sedikit khawatir, sebab film tersebut bisa menimbulkan kemusyrikan. Mengantisipasi hal itu, ketua MUI KH Cholil Dahlan akan menghidupkan kembali struktur MUI hingga di tingkat kecamatan serta desa.

Pengurus MUI kecamatan dan modin ini akan memberikan pencerahan keagamaan. Dengan begitu, masyarakat akan memahami dan mengerti bahwa film itu hanyalah fiksi. “Kalau kadar keimanan masyarakat itu kuat, maka mereka tidak akan terpengaruh dengan segala godaan, termasuk film kiamat 2012,” Katanya.

Selain itu, Menurutnya film tersebut tidak perlu untuk dilarang. Sebab, dengan langkanya, ummat islam tidak akan terpengaruh. Disisi lain, film yang berbau kontroversi tersebut juga memicu reaksi dari kalangan pondok pesantren. Film yang dihasilkan dari ramalan suku Maya itu bersifat fiksi. “Yang terpenting masyarakat mempertebal keimanan, sehingga dengan melihat itu bisa mengambil sisi manfaatnya,” Tambah KH Zulfikar Asad, pengasuh pondok pesantren Darul ‘Ulum Jombang, Jawatimur,.

Menurut Gus Sufik, demikian ia biasa dipanggil, tidak perlu ada pelarangan terhadap film yang meramalkan bahwasannya kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012 itu. Sebab, jika film itu dilarang, maka niat masyarakat untuk melihat film tersebut akan semakin besar. Selain itu, pihaknya juga yakin, apabila keimanan masyarakat sudah tebal, maka tidak akan terpengaruh dengan film tersebut.

Ditambah oleh kiai muda ini, sebagai orang Islam memang harus mempercayai adanya hari kiamat. Namun, untuk penggambaran secara nyata dan kepastian terjadinya, merupakan kuasa Allah SWT. “Mengenai kapan terjadinya hari kiamat merupakan kuasa dari Sang Pencipta. Jadi kita tidak boleh menentukan hari ataupun tahunnya. Jika hal itu terjadi bisa menyesatkan,” katanya menjelaskan. (Muza Nifira)

Angka Pengangguran Di Jombang Mengalami Peningkatan

Tuesday, December 1st, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Keterbatasan lapangan pekerjaan yang ada, dan kualitas pendidikan banyak yang tidak mampu bersaing di dunia kerja menyebabkan angka pengangguran di Kabupaten Jombang mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Jombang, Harry Kusmadi, melalui Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Mochammad Soleh menjelaskan, Jumlah angka pengangguran saat ini mengalami peningkatan hingga 2,5 persen. Pada tahun 2008 lalu jumlah pencari kerja sebanyak 12.413 orang, kini angka itu melonjak hingga naik mencapai 5 persen. Dari bulan Januari hingga Oktober 2009 jumlah pencari kerja mencapai 13.066 orang. Sedangkan angka pengangguran yang terdeteksi mencapai 57.899 orang.

“Dari data yang ada, jumlah pencari kerja di Kabupaten Jombang untuk tahun ini 13.066 orang dan itu meningkat sebanyak 5% dari tahun 2008,” katanya menjelaskan

Ia beralasan, peningkatan jumlah pengangguran disebabkan karena terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia. “Selain itu banyak para lulusan yang tak dapat ditampung oleh lapangan pekerjaan yang ada,” katanya

Mengatasi hal itu, pihaknya terus mengupayakan pengembangan jejaring dan menggelar kegiatan yang menfasilitasi kreatifitas serta mengembangkan sistem Corporate Sosial Responsibility (CSR). Yakni sistem yang mendorong generasi muda untuk mampu membuka lapangan kerja sendiri untuk dirinya dan keluarga. “Melalui langkah itu diharapkan dapat menekan angka pengangguran yang ada,” tandasnya. (Muza Nifira)

Perda Prostitusi di ‘Kota Santri’ segera diberlakukan

Tuesday, December 1st, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Meski sempat menuai kontraversi dengan beerbagai pihak, akhirnya peraturan daerah (Perda) tentang pelacuran di Jombang sudah selesai disahkan. Bahkan direncanakan, pada akhir bulan akan mulai diberlakukan.

Dalam perda yang sempat molor itu tertulis penyedia ‘pelacuran’ terancam hukuman pidana kurungan paling lama 3 bulan dan denda sebesar Rp 15 juta.

Menurut Kepala Bagian Hukum Pemkab Jombang, Ahmad Syarifuddin, mengatakan, perda larangan pelacuran atau prostitusi yang hampir dua tahun lebih dibahas DPRD setempat, akhirnya turun setelah diajukan ke Gubernur Jatim dan  sudah siap diberlakukkan.

“Kami mulai mensosialisasikan perda tentang pelacuran tersebut,” katanya kepada wartawan.

Pihaknya memastikan, tidak lebih satu bulan mendatang perda tersebut akan segera bisa diberlakukan didaerah yang mendapat julukan kota santri itu. Ia menjelaskan,Sebagai pelaksana di tingkat lapangan nantinya adalah Satpol PP.  Bila dalam penerapannya nanti ada penolakan dan protes dari beberapa LSM, Boby menegaskan bahwa hal itu tidak menjadi persoalan, dalam pembuatannya sejumlah LSM juga ikut diundang.

“Dan tidak semua pasal dalam peraturan daerah itu harus diberi sanksi pidana atau denda, karena melihat bobot pelanggaran,” tegasnya.

Dalam perda pelarangan pelacuran yang dinilai berbau syariah itu disebutkan, setiap orang dilarang melakukan pelacuran, setiap orang dilarang membujuk atau memaksa orang lain baik dengan perkataan, isyarat tanda atau cara lain
sehingga tertarik untuk melakukan pelacuran. Dan setiap orang, baik sandiri-sendiri ataupun bersama-sama, dilarang mendirikan dan atau mengusahakan menyediakan tempat dan orang untuk melakukan pelacuran. Dari pelanggaran diatas, Untuk pelanggaran pasal 1 dan 2 diatas, diancam hukuman pidana kurungan paling lama 3 bulan dan denda Rp 5 juta.

“Sedangkan pelanggar pasal 2 ayat 3 diancam hukuman pidana kurungan paling lama 3 bulan dan atau denda paling banyak Rp 15 juta,” tandasnya. (Muza Nifira)

Pasien Ponari Menurun

Saturday, March 28th, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Jika sebelumnya praktek pengobatan dukun cilik Ponari (9) asal Dusun Kedungsari Desa Balongsari Kecamatan Megaluh, Jombang dikunjungi ribuan pasien dan hampir lima ribu pasien tiap harinya. Kini, Setelah hampir dua minggu praktik Ponari dibuka lagi, pasiennya mengalami penurunan drastis.

Hasil informasi yang dihimpun KoranRakyat.NET, pengunjung yang mencari kesembuhan ketempat anak pasangan Kamsin dan Mukarromah ini rata-rata hanya kisaran seribu per harinya. “Pasien yang datang berbeda dengan yang dulu. Rata-rata pengunjung saat ini seribu orang perharinya.,” Ujar salah satu panitia, Mustofa. kemarin

Terkait menurunnya pengunjung, Salah satu panitia lainnya mengatakan karena Ponari hanya membuka praktek pengobatannya paruh waktu (setengah hari). Pada pagi hari bocak pemilik ‘batu petir’ ini harus mengikuti pelajaran kesekolahnya, sedangkan praktik pengobatannya dibuka siang hari usai pulang sekolah. “Praktiknya hanya setengah hari, sebab pagi harinya ponari sekolah,” katanya.

Penurunan pengunjung tersebut tak hanya dirasakan oleh panitia saja. Beberapa pengais rezeki baik pedagang dadakan maupun tukan jasa ojek setempat pun merasakan hal yang sama. Akibat penurunan tersebut, penghasilan mereka mengalami penurunan yang signifikan.

“Karena turunnya jumlah pasien, penghasilan kami juga menurun. Sebelumnya penghasilan kami bisa mencapai Rp200 ribu hingga Rp300 ribu, kini hanya Rp50 ribu setiap hari,” kata Iwan salah satu penjual air mineral didekat rumah Ponari. (Muza Nifira)

15 caleg Jombang Mundur sebelum perang

Saturday, March 28th, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Pertarungan antar calon anggota legisalatif (caleg) untuk menduduki kursi anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) kabupaten Jombang 9 april nanti menyiutkan beberapa caleg. Terbukti, dalam catatatan yang ada di Komisi Pemilihan umum daerah (KPUD) setempat, sebanyak 15 caleg DPRD Jombang telah mengundurkan diri dari Daftar Calon Tetap (DCT) alias mundur sebelum berperang melawan partai lainnya termasuk diantaranya tiga caleg dari Partai Demokrasi Pembaharuan.

“Keseluruhan Caleg yang telah mengundurkan diri sebanyak 15 caleg,” ujar Pokja Sosialisasi KPUD Jombang, Minan Rohman saat ditemui dikantornya, kemarin.

Dijelaskan Minan, jumlah keseluruhan caleg tersebut termasuk tiga caleg PDP Jombang melayangkan surat resmi dari pihak DPC PDP Jombang dengan nomor surat 2013/S.Eks/PKK-PDP/III/2009 tentang pengunduran diri caleg yakni sebanyak 3 orang. Diantaranya, Tukiman dan Yuyun Fitriawati dari Daerah Pemilihan (dapil) III meliputi Kecamatan Mojowarno, Bareng,Wonosalam dan Mojoagung. Dan Nadliroh dari dapil IV wilayah kecamatan Ngoro, Gudo, Perak dan Bandar kedungmulyo.

“Alasan mereka yakni tidak siap melanjutkan proses pencalegan,” kata Minan Menjelaskan.

Dikatakannya, pihak KPU setempat menerima surat pengunduran diri dari caleg PDP tersebut tertanggal 17 Maret 2009 lalu.

Seperti yang diketahui, dari daftar caleg sementara (DCS) semula ada 618 orang caleg, namun pada saat dilakukan public review dan dilakukan seleksi oleh KPUD Jombang, ditetapkan DCT sebanyak 611 orang caleg yang maju dalam pileg mendatang. Dengan adanya beberapa perkembangn terbaru yakni mundurnya 15 orang caleg itu, kini tersisa 596 caleg yang akan bertarung pada pemilu yang tinggal hitungan hari. (Muza Nifira)

Partai Kedaulatan Issukan Anti Money Politik

Wednesday, March 25th, 2009

KoranRakyat.net Jombang
Berbagai issu dilakukan oleh partai politik saat berkampanye guna mencari dukungan dari masyarakat, termasuk oleh Partai Kedaulatan (PK). Partai yang terbilang baru dalam kancah perpolitikan ini dalam kampanyenya di Jombang mengatakan anti money politik dalam pemilu kali ini. dengan issu tersebut diharapkan dapat mendongkrak suara dalam pemilu yang akan digelar 9 april nanti.

“Sesuai targetan kami, optimis dapat memperoleh lima kursi legislatif,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PK Jombang, Ahmad Hasan Affandi kepada KoranRakyat.NET kemarin.

Alumnus Fisipol Undar Jombang ini mengatakan proses pemilu kali ini memang berbeda dari sebelumnya. Dia mengakui bahwa uang selalu identik dengan digelarnya pesta demokrasi. Tidak hanya pada saat pemilu saja, melainkan bisa dilihat saat digelarnya pilkada hingga pilkades.

“Yang pasti, Partai Kedaulan anti terhadap money politic dan mengedepankan civil society,” tukasnya.

lebih lanjut Hasan mengatakan, pihaknya mengaku melalui issu tersebut mendapat dukungan dari Ormas Aliansi Pelangi Nusantara Kabupaten Jombang. “Selain Money Politik, kita juga akan melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” terang Hasan.

Dalam strategi pemenangan partai bergambar bintang dikelilingi padi kapas ini juga mengusung isu perubahan.

“Dengan mengusung perubahan yang dimulai dari sistem dasar serta melalui central unit control (CUC) dengan tujuan untuk mengimplementasikan hasil pengaduan masyarakat, merupakan salah satu bagian dari program partai untuk menghadapi polemik dimasyarakat,” tegasnya pria alumnus undar ini.

Meski demikian, Hasan menyadari hal itu tidak mudah untuk di wujudkan. Karena pada kenyataannya masyarakat sudah pintar menentukan pilihannya. “Masyarakat tidak lagi memandang bendera partai, tapi figur seorang pemimpin,” pingkasnya. (Muza Nifira)

Terjatuh Dari Becak langsung Mati

Monday, March 23rd, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Diduga akibat kelelahan, Rame, warga Desa Bedahlawak, Kecamatan Tembelang, Jombang meninggal dunia saat terjatuh dari becak yang diayunnya. kemarin

Kejadian nahas itu menimpa korban sekitar pukul 10.30 Wib saat sedang mengayun becaknya dari tembelang (arah utara,red) menuju Jombang. Tepat di jalan raya Desa Mojokrapak, Tembelang tiba-tiba korban terjatuh dari becaknya kearah kiri dan langsung meninggal seketika.

Menurut petugas SPK Polres Jombang, Iptu Sugiyono yang menerima laporan dari polsek Tembelang mengatakan, dugaan sementara korban meningal akibat kelelahan mengayun becaknya. “Dugaan kita, korban meninggal karena kelelahan,” katanya. (Muza Nifira)

Polisi Temukan Mayat disungai Mricon

Monday, March 23rd, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Jajaran Polsek Megaluh menemukan sesosok mayat perempuan yang terapung disungai Mricon, Desa Ngogri Kecamatan Megaluh, Jombang. Setelah diperiksa oleh petugas, mayat tersebut diketahui bernama Kusti, Warga Sidomoro Kecamatan Megaluh,  kemarin.

Informasi yang dihimpun Koran Rakyat.NET, Mayat yang diketemukan pukul 06.30 Wib tersebut, sebelumnya korban telah meninggalkan rumah sejak dua hari yang lalu tanpa alasan yang jelas. Diduga korban sedang mengalami gangguan kejiwaannya sehingga meninggalkan rumah tanpa pamit.

Kaposek Megaluh Jombang, AKP Sutikno mengatakan dugaan sementara korban adalah orang gila. “Terjatuh kesungai lalu meninggal,” jelasnya. (Muza Nifira)

Tiga Caleg Hanura Jombang Mengundurkan diri dari DCT

Monday, March 23rd, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Liga calon legeslatif (caleg) dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Jombang menyatakan mengundurkan diri dari Daftar Calon Tetap (DCT). Hal itu terlihat setelah beberapa caleg rabu, (18/3) telah melayangkan surat pengunduran diri ke komisi pemilihan umum (KPU) Kabupaten Jombang.

Dikatakan Budi Sugiarto, pengunduran para caleg Hanura itu didasari atas konflik internal partai dan pertimbangan kondisi internal yang dinilai tidak lagi kondusif.

“Alasannya karena kondisi rumah yang tidak sehat,” ujar Budi yang juga caleg DPRD Jombang saat di temui di KPU setempat.

Dia juga menjelaskan para caleg yang menyerahkan surat pengunduran diri adalah M. Zuhdi caleg nomor 1 wilayah Jombang 4 dan Mustofa nomor 1 wilayah Jombang 2 serta Budi Sugiarto. Selain itu, pengunduran dirinya dari dapil 6 ini akan disusul oleh beberapa caleg partai Hanura yang lain sebanyak sembilan orang.

“Keseluruhannya total caleg yang mengundurkan diri 12 caleg, untuk hari ini 3 orang sedangkan yang sembilan caleg menyusul,” jelasnya.

Menurut Pokja Sosialisasi dan Kampanye KPU Jombang, Machwal Huda mengatakan, sejauh ini pihaknya hanya menerima surat pengunduran diri dari ketiga caleg partai Hanura itu. Pihaknya masih belum bisa memutuskan, sebab masih menunggu rapat pleno di internal KPU.

“ Selain itu, surat yang diserahkan ketiga caleg itu tidak ada surat dari partai yang bersangkutan. Oleh karena itu, KPU hanya bisa menerima, sebab pengunduran diri ini adalah hak dari masing-masing caleg,”

Terpisah, Ketua Partai Hanura DPC Jombang, Ipong Silalahi diakuinya dirinya telah menerima surat pengunduran diri tersebut dari beberapa caleg. Namun, pihaknya tidak bisa memutuskan sendiri dan harus dilakukan sesuai dengan mekanisme partai.

“Persoalan pengunduran diri tersebut akan kita bahas dalam  rapat pimpinan (Rapim) internal partai dalam jangka waktu selang dua hari ini,” katanya.

Ipong juga mengatakan, soal alasan pengunduran diri tersebut merupakan akal-akalan para caleg untuk melakukan penggembosan partai. Maka dari itu, pihaknya akan mulai merapatkan barisan kembali. (Muza Nifira)

Kampung Ponari Marak Atribut Parpol

Wednesday, March 18th, 2009

KoranRakyat.net | Jombang
Setelah Dibuka kembali praktik pengobatan ‘dukun sakti’ Ponari (9), asal dusun kedungsari, desa balongsari, kecamatan Megaluh Jombang. Banyak Partai Politik (Parpol) dan Calon Legislatif (caleg) memasang atributnya di desa tersebut.

Pantauan KoranRakyat.NET atribut tersebut dipasang mulai masuk pintu gerbang desa hingga menuju tempat praktik Ponari, puluhan atribut tersebut berdiri tegak disepanjang jalan desa itu. Padahal, ketika penutupan praktik anak pasangan Kamsin dan Mukarromah atribut tersebut belum ada. Namun, kini muncul tepat dipintu masuk antrean ‘bocah sakti’ itu sebuah bendera parpol yang berukuran raksasa.

“Saya tidak tahu siapa yang memasang dan kapan bendera ini dipasang. Padahal, sebelumnya kemarin tidak ada,” Ujar  salah satu warga setempat, Tofa.

Bukan atribut saja, di kampung bocah pemilik batu petir ini juga dipenuhi baliho caleg dengan berbagai ukuran. Dari caleg DPRD kabupaten hingga caleg DPR RI. Dalam gambar tersebut termuat pesan kepada setiap pengunjung agar memberi dukungan dan memilihnya dalam pilihan legislatif (pileg) 9 April mendatang.

Namun, banyaknya atribut caleg tersebut tidak mendapatkan respon sama sekali dari pengunjung. Bahkan, beberapa baliho itu dimanfaatkan oleh pengunjung untuk berteduh dan menyandarkan kendaraannya.

“Saya datang kesini untuk berobat, bukan untuk melihat gambar caleg,” ujar Harminto, salah satu pengunjung saat ditanya gambar siapa saja yang terpasang di Dusun Kedungsari.

Senada dengan yang dikatakan pengunjung lainnya, Zaenal. menurutnya baliho caleg itu dipasang hanya untuk mencari simpatisan pengunjung saat-saat menjelang mendekati pemilu. Namun, ia mengaku tidak akan mempengaruhi dirinya pada pileg. Bahkan dirinya akan abstain pada pemilu yang tinggal hitungan hari tersebut.

“Wakil rakyat bagi saya sama saja dan tidak ada yang dipercaya, mereka selalu mengumbar janji-janji saja. Jadi, baliho-baliho ini tidak penting buat saya. yang penting saya kesini adalah untuk berobat bukan melihat gambar caleg yang terpampang itu,” tegasnya. (Muza Nifira)