Denpasar, NusaBali | KoranRakyat.net
Jajaran Kepolisian Polda Bali, terus meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan teroris. Didarat pengamanan dengan memeriksa kendaraan keluar masuk Bali, dilakukan di masing-masing polsek. Kini pengamanan ekstra ketat juga dilakukan disegala penjuru perairan Bali. Bahkan untuk menangkal masuknya teroris dari jalur laut itu, Dit Polair Polda Bali sudah mensiagakan 11 kapal khusus untuk menghadang masuknya kelompok radikal.
Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Dir Polair Polda Bali, AKBP Oka S Swara Candrana, menurtnya untuk menangkal masuknya teroris dari jalur laut, pihaknya sudah mensiagakan sekitar 11 kapal. “Kapal-kapal itu kita tempatkan di perairan Bali Utara, Barat, dan beberapa peraian Bali lainnya seperti Benoa, Padangbai, dan Kubu,” ujarnya didampingi Kasubbid Bin Ops Polair Polda Bali, AKP Putu Suaradinata, pada Selasa (21/7). Beberapa kapal itu ditempatkan dibeberapa titik, seperti di Benoa ada 4 kapal masing-masing kapal bernomor lambung 201,202,219, dan 304. Kemudian di perairan Bali Barat disiagakan 2 kapal, masing-masing kapal bernomor lambung 220, dan 301. Kemudian diperairan Bali Utara ada 3 kapal masing-masing kapal bernomor 208, 216, dan 302, kemudian di Padangbai 1 kapal (221) dan Kubu 1 kapal (305). Kapal-kapal itu kata dia, disiagakan untuk berpatroli di pos masing-masing. “Jadi setiap kapal yang keluar masuk kita periksa bawaan, penumpang dan kepentingannya,” tambahnya kemarin.
Selain melakukan pemeriksaan disetiap kapal yang keluar masuk, kepolisian Polair Polda juga mengawasi pelabuhan-pelabuhan rakyat yang tersebar di wilayah Bali. Beberapa pelabuhan rakyat itu antara lain di Pelabuhan Pegametan Singaraja, Pelabuhan Kedonganan Badung dan beberapa pelabuhan kecil lainnya. Pengawasan terhadap pelabuhan kecil itu dilakukan untuk mengantisipasi, digunakannya pelabuhan itu sebagai pintu masuk ke Bali. “Jadi setiap pagi, ada petugas juga yang berpatroli disana,” paparnya. Namun demikian, dari hasil pemeriksaan selama ini, belum ada indikasi teroris masuk ke Bali. “Dari pemeriksaan yang kita lakukan terhadap kapal selama ini, belum ada temuan benda-benda yang mencurigakan, jadi masih nihil,” katanya.
Sementara itu, selain telah mensiagakan kapal, hal lain yang dilakukan adalah terjalinnya komunikasi radio disetiap pos yang saling menghubungkan di pos-pos besar. Seperti Pelabuhan Gilimanuk, Celukan Bawang hingga Pelabuhan Benoa. “Jadi begitu ada sesuatu yang mencurigaan, kita akan cepat untuk berkoordinasi,” bebernya. Nah pengamatan tersebut akan terus dilakukan sampai ada pemberitahuan berikutnya. “Kalau sampai kapan, kita belum tahu, yang pasti kita siap mengamankan perairan,” pungkasnya. (Muhammad Husen Shandy)
Waspada.co.id | Jakarta




