KoranRakyat.net | Kediri
Keputusan Polresta Kediri tentang harga mati tanpa suporter dari Jakarta membuat ribuan The Jack kecewa. Pasalnya, mereka telah membongking kereta api dan siap untuk datang ke Stadion Brawijaya, Kediri.
Dikatakan oleh koordinator lapangan (korlap) The Jackers Daus, pihaknya kecewa atas keputusan yang dirasakan merugikan ribuan Jack Mania. Yakni, Polresta Kediri tidak akan memberikan izin kepada suporter Persija Jakarta.
“Kami telah melakukan persiapan jauh hari sebelumnya, seperti boking gerbong kereta dan tiket pertandingan. Sementara, Kapolresta Kediri bersikukuh tidak memberikan izin,”kata Daus, ditemui di Stadion Brawijaya, Kediri,kemarin.
Lebih lanjut dikatakan dedengkot suporter Perija Jakarta Utara itu menjelaskan pihaknya telah memberi uang muka sebesar Rp 10 juta, kepada pihak stasiun. “Kami telah memberi DP sebesar Rp 10 juta. Jika gagal maka akan ada potongan 25 persen,” papar Daus.
Meski demikian, Daus, tidak memungkiri jika The Jack akan tetap ngotot untuk pergi ke Kediri, untuk menyaksikan laga antara Persik Kediri dengan tim kesayangannya Persija Jakarta. Sebab, kantong-kantong The Jackers yang ada di Jawa Timur, imbuh Daus, cukup banyak, seperti di Jombang.
“Kami tidak dapat membendung antusias Jack Mania, apabila ngotot ke Kediri.Bagaimana pun juga kami akan berkoordinasi dengan Korlap Persikmania, jika toh ada anak-anak telah tiba disini. Karena, sebelumnya Persik Kediri juga telah memberi jatah quota 2.000 untuk Jack Mania,” katanya.
Seperti diketahui Kapolresta Kediri AKBP Rastra Gunawan telah menolak The Jack dalam laga Persik Kediri dengan Persija Jakarta. Keputusan itu diambil Polresta Kediri, dengan pertimbangan segi kerawanan tahapan pemilu. (Muza Nifira)

KoranRakyat.net | Kediri



