Posts Tagged ‘kediri’

Di Kediri, Supporter The Jack Mania Ditolak

Wednesday, March 18th, 2009

KoranRakyat.net | Kediri
Keputusan Polresta Kediri tentang harga mati tanpa suporter dari Jakarta membuat ribuan The Jack kecewa. Pasalnya, mereka telah membongking kereta api dan siap untuk datang ke Stadion Brawijaya, Kediri.

Dikatakan oleh koordinator lapangan (korlap) The Jackers Daus, pihaknya kecewa atas keputusan yang dirasakan merugikan ribuan Jack Mania. Yakni, Polresta Kediri tidak akan memberikan izin kepada suporter Persija Jakarta.

“Kami telah melakukan persiapan jauh hari sebelumnya, seperti boking gerbong kereta dan tiket pertandingan. Sementara, Kapolresta Kediri bersikukuh tidak memberikan izin,”kata Daus, ditemui di Stadion Brawijaya, Kediri,kemarin.

Lebih lanjut dikatakan dedengkot suporter Perija Jakarta Utara itu menjelaskan pihaknya telah memberi uang muka sebesar Rp 10 juta, kepada pihak stasiun. “Kami telah memberi DP sebesar Rp 10 juta. Jika gagal maka akan ada potongan 25 persen,” papar Daus.

Meski demikian, Daus, tidak memungkiri jika The Jack akan tetap ngotot untuk pergi ke Kediri, untuk menyaksikan laga antara Persik Kediri dengan tim kesayangannya Persija Jakarta. Sebab, kantong-kantong The Jackers yang ada di Jawa Timur, imbuh Daus, cukup banyak, seperti di Jombang.

“Kami tidak dapat membendung antusias Jack Mania, apabila ngotot ke Kediri.Bagaimana pun juga kami akan berkoordinasi dengan Korlap Persikmania, jika toh ada anak-anak telah tiba disini. Karena, sebelumnya Persik Kediri juga telah memberi jatah quota 2.000 untuk Jack Mania,” katanya.

Seperti diketahui Kapolresta Kediri AKBP Rastra Gunawan telah menolak The Jack dalam laga Persik Kediri dengan Persija Jakarta. Keputusan itu diambil Polresta Kediri, dengan pertimbangan segi kerawanan tahapan pemilu. (Muza Nifira)

Capres ‘Naga Bonar’ Ngaku didukung 9 Parpol

Sunday, March 15th, 2009

Deddy Mizwar Bersama Mayjen Purn Saurip Kadi KoranRakyat.net | Kediri
Aktor tenar sekaligus sutradara handal, Deddy Mizwar mengaku semakin percaya diri dalam pencalonannya sebagai presiden RI (2009-2014). dirinya juga mengaku telah mendapatkan dukungan dari 9 partai Politik.

Hal itu diungkapkan pria yang akrab dengan panggilan Jendral Naga Bonar ini saat melakukan silaturahmi sekaligus serasehan di Kawasan Wisata Goa Selomangleng, Kediri, Minggu (15/3/2009).

“Sembilan parpol telah memberikan dukungan kepada kami,” ujar Deddy, bersama Purna TNI Mayjen Saurip Kadi, yang direncanakan sebagai calon wakilnya saat menduduki kursi kepemerintahan kelak.

Sembilan parpol yang dimaksud Deddy adalah Partai Kedaulatan, PPDI, Partai Buruh, Partai Merdeka, PKDI, PBB, PPI, PKPI, dan PSI.

Seperti yang telah diketahui, untuk dapat mencalonkan diri sebagai presiden, minimal harus memiliki parpol pendukung yang mempunyai 20 kursi di DPR RI, dan sedikitnya didukung oleh 25 persen suara. Namun, Deddy mengaku tetap optimis atas pencapresannya tersebut.

“Kami optimis dapat mencapai ketentuan itu dengan terus menambah parpol pendukung. Namun yang lebih penting adalah bagaimana merubah budaya berpolitik di Negara ini yang saya anggap tidak pas,” katanya.

Padahal, sesuai dengan ketentuan diatas, calon dapat dikatakan melenggang jika sekurang-kurangnya didukung oleh 10 parpol dengan sekitar 2,5 persen suara.

Dalam acara silaturahmi tersebut, Deddy juga melakukan deklarasi kontrak mulia dengan warga Kediri yaitu, Balai Desa Merak yang artinya, Negara untuk mengutamakan rakyat. (Muza Nifira)

Diancam, Mahasiswi Rela disetubuhi ayah tiri kekasihnya

Wednesday, February 11th, 2009

KoranRakyat.net | Kediri
Sungguh tragis nasib yang dialami Anggrek (24) (nama samaran, red.) seorang mahasiswi jurusan keperawatan sebuah akademi yang ada di Kota Malang. Tak mau rahasianya ketahuan orang lain, ia merelakan tubuhnya untuk dinikmati ayah tiri kekasihnya sendiri hingga 7 kali.

Hasil informasi yang dihimpun KoranRakyat.NET, Awal mula kejadian tersebut menimpa Anggrek saat korban menjalin hubungan asmara dengan Robert (25) teman sesama mahasiswa di akademisinya. Sepanjang hubungan mereka, korban telah melakukan hubungan intim dengan kekasihnya layaknya suami istri. Nahas, ketidak perawanan korban ternyata diketahui Oscar (54) yang tak lain merupakan ayah tiri kekasihnya sendiri. Dengan bermodal informasi tersebut, pelaku mengirimkan sebuah pesan singkat kepada korban yang berisi ancaman. Jika tidak mau melayani berhubungan badan, maka kabar ketidak perawanannya akan disebarkan ke orang lain.

Akhirnya, dibawah ancaman pelaku korban pun menurutinya. Namun, lambat laun korban tak betah karena pelaku sering meminta untuk dilayani nafsu bejatnya, dan akhirnya dilaporkan ke Mapolresta Kediri. “Dari pengakuan tersangka dan korban, hubungan ini kali pertamanya dilakukan pertengahan bulan oktober 2008. Dan sejauh ini dilakukan 7 kali,” Kata KBO reskrim Polresta Kediri, Iptu Siswanto, kemarin.

Untuk menguatkan laporan korban, polisi langsung memvisum ke RS Bhayangkara Kota setempat. Hasilnya, selaput dara korban dinyatakan positif dan telah robek.

Disela-sela pemeriksaan petugas, Tersangka Oscar mengaku kalau perbuatan yang dilakukan kepada korban dengan dasar iseng. “Saya tidak bermaksud mengancam tapi dia saja yang begitu ketakutan. Karena saya juga kepengen, ketika dia menurut saya juga melakukannya,” aku Oscar dengan enteng dihadapan petugas. (Zainul Arifin)

Konser Slank di Kediri Ricuh

Sunday, January 18th, 2009

KoranRakyat.net | Kediri
Ribuan Slanker Mania kota kediri berbondong-bondong membanjiri konser Slank yang bertempat di Lapangan Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota, Kediri, Sabtu (3/1) malam. dalam konser tersebut, grub band yang diprakasai Bimbim itu bersama dengan group band lainnya seperti Koil, Boomerang.

Dalam konsernya, grup musik yang baru saja merayakan hari jadinya ke-25 tahun tersebut membawakan sembilan lagu. Yang menarik, sembilan lagu yang di antaranya merupakan lagu terbaru Slank seperti Gosip Jalanan dan Khilaf, dibawakan bersama sebuah orchestra pimpinan konduktor muda, Andreas Andrianto.

Sayang, maraknya konser band tersebut dinodai dengan aksi tawuran antar penonton di luar arena pertunjukan. Sebanyak 11 orang diamankan polisi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tawuran di luar arena tersebut disebabkan oleh tertangkapnya seorang copet.

Berawal dari niatan menghakimi sang copet, para penonton justru terlibat adu jotos satu dengan lainnyan. “Ke-11 orang itu sudah kami amankan. 10 Orang adalah penonton yang tawuran, sedangkan yang satu lagi adalah sang copet,” ujar Iptu Harianto, Kanit Reskrim Polsekta Kediri.

Terpisah, Account Director Marcom X, Arry B. Wibowo, selaku pihak penyelenggara konser, menganggap kejadian yang terjadi di luar arena bukan tanggung jawab pihaknya. Meski demikian, Arry mengaku sedikit menyesalkan atas kejadian tawuran antar penonton di luar arena konser tersebut. (Zainul Arifin)