Posts Tagged ‘kesehatan’

DBD Menyerang Desa Cipayung, Satu Meninggal Dunia

Saturday, January 17th, 2009

KoranRakyat.net | Bekasi
Musim hujan yang datang dengan curahnya yang tinggi, di Kabupaten Bekasi, mengakibat, timbulnya berbagai macam wabah genangan air yang tersisa setelah hujan membuat sarang-sarang nyamuk tumbuh berkembang yang akan mengakibatkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), yang dihasilkan dari gigitan serangga nyamuk, seperti yang menimpa banyak Warga Desa Cipayung Kecamatan Cikarang Timur terserang wabah Demam berdarah Dengue (DBD) sampai saat ini sudah sudah 22 orang terserang dan 1 bocah yang bernama Nenda bin Mamat (5) meninggal dunia setelah dirawat selama 3 hari di RS. Umum pemkab Karawang dan 8 orang sudah pulang dan 13 orang masih dalam perawatan secara intensip di beberapa Rumah sakit.

Mamat warga Serang Rt.03/03 Desa Cipayung yang anaknya meningal dunia akibat DBD mengatakan, pada saat anaknya mengalami demam yang berkepanjangan lalu dibawa ke salah satu Rumah Sakit Swasta di Lemah Abang. Sesampainya di Rumah Sakit Swasta tersebut, petugas memeriksa darah Pasien dengan membayar sebesar Rp.37.500 sedangkan untuk bisa dirawat Pasien diharuskan membayar uang muka (DP) sebesar meminta sebesar Rp. 3.000.000.

Karena uang muka yang diminta oleh pihak RS tidak ada lalu pasien dibawa ke RS.Umum Karawang dalam perjalanan yang cukup jauh dari Lemah Abang Cikarang Timur lalu sipasien yang baru berumur 5 tahun dilarikan ke RS.Umum Kabupaten Karawang yang memakan waktu cukup lama ujar Mamat.

Hal yang sama juga dialami oleh Tatang yang anaknya bernama Sindi (5) mengalami hal yang sama setelah dilakukan pemeriksaan darah lalu membayar Rp.37.500 kalau mau dirawat harus membayar uang muka untuk biaya perawatan, karena tidak punya uamg lalu Sindi dibawa ke RS.Umum Karawang untuk mendapatkan perawatan.

Kepala Desa Cipayung Aktip. Bahtiar maupun Camat Cikarang Timur Drs. Dikdik D yang dihubungi secara terpisah membenarkan kalau warganya sebayak 22 orang dirawat dibeberapa Rumah sakit dan 1 orang meninggal dunia. Sedangkan sebagian pasien sudah diperbolehklan pulang.

Sedangkan adanya keluhan dari beberapa orang tua korban saat akan dirawat dimintai uang muka itu sangat disesalkan seharusnya pihak rumah sakit bisa melihat Pasien maupun jenis penyakitnya kalau terserang DBD harus cepat ditangani tanpa meminta uang muka terlebih dahulu karena ini merupakan wabah penyakit yang harus ditangani dengan serius.

Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi sudah menangani kasus DBD dengan melakukan pengasapan maupun pemberian obat untuk membunuh jentik-jentik nyamuk dibeberapa kampung yang rawan terhadap berkembang biaknya nyamuk Malaria ujar keduanya.

Sementara itu Humas salah satu rumah Sakit Swasta di Lemah Abang , mengatakan “ belum mengetahui adanya Pasien DBD yang dimitai uang muka setiap Pasien yang mau dirawat inap dan menurutnya untuk mengetahui si Pasien itu terserang DBD harus dilakukan pemeriksaan dan adanya permintaan uang muka untuk setiap Pasien yang akan dirawat inap itu tidak benar “tegasnya. (M. Joko YP)

60 Orang di Jombang Positif HIV/AIDS

Monday, November 17th, 2008

Jombang – Bertambahnya kasus orang yang terjangkit virus HIV/AIDS di Kabupaten Jombang yang kian tahun makin bertambah, membuktikan tingkat kesadaran masyarakat akan bahaya HIV/AIDS masih lemah. Walupun sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS telah berkali kali dilakukan, namun hal tersebut belum mengena sepenuhnya di Masyarakat. Pasalnya Sosialisasi yang saat ini telah dilakukan hanya di beberapa komunitas saja.

Dari data yang dihimpun korankota.net, tahun 1999 sampai November Tahun 2008 diketahui ada 112 Kasus HIV/AIDS. Dari sekian banyaknya penderita yang ada di Jombang, 52 penderita telah meninggal dunia. sementara yang sampai saat masih ada di Jombang, diketahui tinggal 60 penderita yang didominasi oleh Kaum laki – laki.

Menurut Igo salah satu Pengelola Program di Jombang Care Center (JCC) mengatakan. Bila penderita HIV/AIDS pada tahun 2007 hingga November 2008 tidak ada peningkatan yang signifikan.

” kalau melihat dari data identifikasi yang kita dapat, tahun 2007 terdapat 10 penderita HIV dan 24 penderita AIDS meninggal dunia 19 orang. Sedangkan pada tahun 2008 sampai bulan November ini terdapat 32 orang dan 9 orang meninggal. Jadi saya rasa gak ada peningkatan yang signifikan,” ujarnya kepada KoranRakyat.net saat ditemui di kantornya (16/11/2008).

Menurut Igo, untuk menekan penyebaran HAIV/AIDS di Jombang, pihaknya telah melakukan sosialisasi serta pembinaan kepada masyarakat. Meski sedikit mengalami kendala dalam tenaga yang kekurangan, namun tetap akan terus dilakukan.

“Kita sudah melakukan sosialisasi dan pembinaan, khususnya diwilayah utara Sungai Brantas. selain itu, ditingkat pelajar kita juga sudah sering melakukan hal itu. Namun memang kita akui, bila belum semua golongan dan masyarakat yang kita datangi secara langsung,” paparnya

Lebih lanjut Igo menerangkan, pihaknya juga memiliki program untuk sosialisasi kepada mayarakat yang lebih luas. Namun, ia juga sangat membutuhkan kerjasama atas kesadaran masyarakat termasuk dinas terkait. Karena, tanpa kerjasama mereka kita tidak akan berjalan dengan maksimal.

” kita juga mempunyai program sosialisasi ke kalangan Pondok pesantren serta komunitas-kominitas lain. Namun itu semua akan kita lakukandengan pihak Dinas Kesehatan. Kalau kita melakukan sendiri, yang jelas kita masih beluim siap,” pungkasnya. (ZEN/KRO)

Bahaya sembarangan menggunakan Korek Kuping (cotton bud)

Tuesday, July 29th, 2008

Tolong jangan tunjukkan simpati dengan orang yang menjual korek kuping (cotton buds) di pinggir jalan atau di lampu lalu lintas. Hanya ingin mengingatkan anda untuk tidak membeli sebungkus korek kuping yang dibeli dari pinggir jalan. Korek kuping itu terbuat dari kapas yang telah dipakai dirumah sakit. Mereka memisahkan semua yang kotor, darah, dan lainnya mencucinya kemudian di bleaching dengan pemutih kemudian dibuatlah korek kuping. Jadi, jika anda tidak ingin menjadi orang pertama yang menderita Herpes Zoster Octicus (infeksi virus telinga bagian dalam, tengah, dan luar) maka JANGAN BELI KOREK KUPING DI PINGGIR JALAN. Infokan teman anda, jika anda peduli. (AFZ – KROI)

Rawat Jantung dengan Senam Jantung Sehat

Sunday, June 8th, 2008

Manusia bekerja keras setiap hari. Ia harus memompa darah ke seluruh tubuh selama 24 jam nonstop. Ketika pembuluh darah tersumbat oleh kolesterol atau lemak, kerja jantung makin berat. Darah mungkin tak mengalir lancar ke dalam tubuh.

Akibatnya, timbul penyakit stroke, jantung koroner, dan penyakit pembuluh darah lain. Pada usia lanjut, kemampuan jantung jauh berkurang dibanding saat muda. Perawatan jantung perlu dilakukan agar kerjanya tetap optimal. Salah satu caranya adalah rutin mengikuti senam jantung sehat (SJS).

Dra Marthea Sari, salah seorang pelatih utama jantung sehat di Klub Jantung Sehat Cabang Jawa Timur, mengatakan, seperti namanya, SJS memang dibuat untuk merawat jantung.

Gerakan di dalamnya disesuaikan dengan kerja jantung. Salah satu yang menjadi perhatian utama senam itu adalah denyut nadi. “Kalau denyut nadinya stabil dan sesuai ukuran, berarti kerja jantung bagus,” jelasnya. “Itu ada perhitungannya,” imbuhnya.

Perempuan yang akrab dipanggil Thea itu menambahkan, pengukuran denyut jantung disesuaikan dengan tiga tahap dalam SJS. Yakni, pemanasan, inti, dan pendinginan.

Untuk pemanasan, denyut jantung yang bagus per satu menit adalah 200 dikurangi usia. “Sementara itu, untuk inti 200 dikurangi usia dan dikurangi sepuluh. Lantas, untuk pendinginan sama dengan pemanasan,” katanya.

Hal yang sama diungkapkan Murdjoko. Sekretaris Badan Pelaksana Klub Jantung Sehat Cabang Utama Jawa Timur itu mengatakan, SJS bertujuan merawat jantung dan pembuluh darah.

Kedua bagian tubuh tersebut memang saling berkaitan. Sebab, pembuluh darah yang sehat membuat fungsi jantung optimal. “Penyakit pun bisa dihindari,” ujar Murdjoko.

Penyakit jantung, lanjut dia, memang masih menjadi momok. Angka kematiannya begitu tinggi. Belakangan, trennya tidak hanya terjadi pada warga Evergreen. “Banyak remaja yang mulai terserang sakit jantung,” ujarnya. “Ada juga yang terkena penyakit jantung karena faktor keturunan,” kata laki-laki yang pada 30 Juni besok berusia 55 tahun itu.

Murdjoko mengakui, penyakit jantung memang paling susah disembuhkan. Kalaupun bisa, biayanya sangat mahal. Karena itu, menurut dia, lebih baik melakukan tindakan preventif. “Caranya ya dengan senam jantung sehat,” tuturnya.

SJS, kata Thea, sudah dibuat hingga seri keempat. Untuk warga Evergreen, semua seri cocok. Sebab, hampir seluruh gerakan senamnya cenderung low impact. Namun, khusus untuk seri keempat, dia tidak menganjurkan. “Banyak variasi gerakan dan cenderung cepat. Warga Evergreen bisa kesulitan mengikutinya,” katanya.

Menurut Thea, idealnya dalam seminggu seseorang melakukan SJS dua kali. Itu pun harus disiplin. Jika tidak, manfaat senam tidak akan terasa.

Murdjoko menambahkan, soal umur memang sudah menjadi ketentuan Tuhan. Tapi, rajin melakukan SJS setidaknya bisa menjadi salah satu usaha untuk bisa panjang umur. (aga/ayi)

———–

Pemanasan 1:

Kedua tangan diletakkan di atas lutut kaki kiri. Kaki kiri ditekuk, sedangkan kaki kanan diluruskan. Tahan dengan hitungan 1 x 8. Lakukan untuk kaki sebaliknya.

Inti 1a:

Kedua tangan disilangkan dan diletakkan di depan paha. Kaki dirapatkan. Lalu, kaki melangkah ke kiri dua kali dan kanan dua kali. Gerakan tangan menyesuaikan. Lakukan gerakan ini dengan hitungan 1 x 8. Begitu selesai, langsung lanjutkan dengan gerakan 1b.

Inti 1b:

Kedua tangan menyiku. Pada saat tangan digerakkan ke atas, langkahkan kaki kiri ke sebelah, sementara satu kaki berdiri tegak. Hal yang sama berlaku untuk kaki kanan. Namun, gerakan tangan tidak berubah. Lakukan gerakan ini dengan hitungan 1 x 8.

Inti 2a:

Letakkan tangan kiri di pinggang. Langkahkan kaki ke kanan dua kali sekaligus tangan mengayun depan-belakang. lakukan juga untuk gerakkan sebaliknya. Gerakan ini dilakukan dengan hitungan 1 x 8. Setelah selesai, segera lanjutkan dengan gerakkan 2b.

Inti 2b:

Tangan direntangkan, kaki kanan melangkah ke belakang. Lakukan bergantian dengan kaki kiri. Gerakan tangan tak berubah. Lakukan dengan hitungan 1 x 8.

Pendinginan 1:

Letakkan kedua tangan di belakang kepala. Siku tangan kanan dipegang oleh tangan kiri. Lakukan dengan hitungan 1 x 8. Hal yang sama berlaku untuk gerakan sebaliknya.

Pendinginan 2:

Tekuk kaki kiri, sedangkan kaki kanan diluruskan. Letakkan tangan kiri hingga sejajar dengan kepala, luruskan. Hitungan selanjutnya, putar tangan kiri ke kanan. Pada posisi ini, kaki kiri diluruskan, sementara kaki kanan ditekuk. Lanjutkan putaran tangan kiri hingga posisi semula. Hal yang sama diikuti kaki. Pada saat kembali ke posisi semula, hitungan 1 x 8 harus pas selesai.

———–

Sebelum Senam Sebaiknya

Periksa denyut nadi. Catat angkanya.

Lakukan pemanasan kecil-kecilan, seperti berjalan sedikit atau bersepeda, agar suhu tubuh naik. Selain itu, agar tubuh tidak kaku sehingga kemungkinan cedera diperkecil.

Berdoa dulu sebelum melakukan senam.

Dilakukan di luar ruangan agar ada udara segar. Sebaiknya dilakukan beramai-ramai agar lebih semangat.

———-

Mengenal SJS 1-4

Gerakan SJS pada seri satu cenderung slow. Hal yang sama juga terjadi pada musik yang mengiringi. Selain itu, gerakan SJS seri satu cenderung tidak variatif

Gerakan SJS pada seri dua masih sama. Namun, musik yang dipakai sedikit lebih nge-beat.

Gerakan SJS pada seri tiga mulai ada perubahan. Ada banyak variasi. Selain itu, musik yang digunakan cenderung nge-beat.

Gerakan SJS pada seri empat variasinya lebih cepat dengan musik pengiring lebih atraktif. Fokus SJS seri empat memang untuk remaja.
(Jawapos)

Waspada terhadap Jajanan makanan Gorengan

Wednesday, May 21st, 2008

Posted by: “Sri Wahyunda” sri.wahyunda@****.com
Wed May 21, 2008 12:17 am

Just read this for the info :D

Buat yg hobby makan gorengan…

Kepada semua Tolong baca ini.

Di PERLIS (area pasar malam, dimana mereka selalu menjual PISANG GORENG pada sore hari). Pamanku melihat mereka menggoreng PISANG GORENG, mereka menambahkan sedotan plastik ke dalam minyak goreng panas (sedotan=yang biasanya kita gunakan untuk minum), sedotan dilelehkan/dicairka n (melted) kedalam minyak goreng panas sebelum menggoreng, itulah sebabnya PISANG GORENG, UBI GORENG, dll selalu tetap crispy=renyah selama beberapa jam. Paman penulis tidak dapat menjelaskan kenapa.
Kemudian dia bertanya kepada mereka, namun mereka tetap diam, kemudian paman penulis mengatakannya pada ibu penulis, kemudian kami mempraktekkannya dan cara inilah yang membuat makanan tetap renyah. Kemudian ibu penulis berkata, hati-hati pada makanan Thailand juga, seperti ikan bilis, bawang goreng, meskipun kita meletakkan nya pada udara terbuka selama beberapa jam, makanan tetap renyah (tidak melempem).

Seperti di CANADA, hanya di tempat kami hujan turun selama 5 kali atau kurang dalam setahun, jadi bila kita meletakkan roti di udara terbuka selama semalam,
keesokan harinya rati itu menjadi sangat renyah atau kering karena lingkungan disini sangat kering, tetapi di Malaysia, hal itu tidak akan terjadi karena disana kelembaban terlalu tinggi.

Penulis pernah ke dataran tinggi Kamerun dengan keluarga, sekitar pukul 3 sore kami berjalan-jalan disekitar pasar, kami melihat banyak penjaja kios melakukan usaha mereka, tiba-tiba sesuatu menarik perhartian penulis… di salah satu kios, ada sebuah wajan besar minyak goreng yang didalam nya ada botol plastik kosong (ukuran 5 1/2 liter), botol itu pelan-pelan mencair di minyak goreng yang panas dan penulis terkejut. Penulis kira itu suatu kesalahan yang dilakukan oleh anak kecil, tetapi ketika penulis melihat lebih dekat, penulis melihat ada beberapa sedotan plastik (chopstick) didalam botol plastik
tersebut, segera meminta keluarga penulis untuk datang dan memeriksanya, pada saat itu orang tua anak kecil tadi datang, mereka memandang kami dengan garang… mereka menggunakan cairan plastik untuk menggoreng makanan, alasannya agar makanan yang digoreng tidak melempem.

Kami mempraktek kannya seperti ini, Minyak goreng tanpa plastik, makanan agak melempem setelah beberapa lama. Kemudian ditambahkan plastik, kemudian menggoreng lagi… makanan menjadi renyah, lebih renyah dari KFC.

Please stop eating this hawker’s fried food…This is their secret receive…
Pls forward to all your friend..
DO NOT EAT CRISPY FOOD esp from the hawker !.. Try leave it in the open air for hours and see.

Tambahan
Salah seorang penulis lainnya juga ingin menambahkan…
Temen saya punya pengalaman serupa juga, waktu beli pecel lele di daerah Jakarta selatan, ternyata abangnya tidak menuangkan minyak goreng yang masih diplastik ke penggorengan. Tapi malah meletakkan minyak goreng yang masih dalam plastik ke dalam penggorengan panas. Sehingga plastiknya meleleh larut dalam minyak panas, baru pecel lelenya digoreng dan hasilnya pecel lelenya crispy! (crispy=renyah) serem yaaaaaaaaaa

Ini adalah kisah nyata, dan seseorang juga menceritakan hal itu kepada penulis, yang terjadi padanya di Kedah Tunjang. Penulis kira itu juga terjadi pada kita juga. (afz -KRO)