Posts Tagged ‘madiun’

Buru Jaringan Teroris, Polisi Sebar Foto Noordin M Top

Thursday, July 30th, 2009

koranrakyat KoranRakyat.net | Madiun
Perburuan terhadap anggota jaringan teroris terus dilakukan aparat kepolisian. Guna mempersempit ruang geraknya, puluhan aparat Polresta Madiun menempelkan dan memasang ratusan poster foto Noordin M Top di sejumlah tempat umum di Kota Madiun, Rabu (29/7).

Kapolresta Madiun AKBP Aldrin Hutabarat mengatakan, pemasangan foto-foto Noordin M Top yang merupakan buronan negara ini dilakukan di tempat-tempat berkumpulnya massa (warga) diantaranya di terminal, pusat perbelanjaan (mall), stasiun kereta api dan rumah sakit.

“Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dalam upaya mengungkap jaringan pelaku teror bom yang terjadi di Jakarta. Foto-foto ditempel di tempat atau lokasi yang banyak dikunjungi masyarakat,” ujar Aldrin disela-sela penempelan poster di terminal bis Purbaya kepada wartawan.

Menurutnya, selain foto Noordin M Top, di poster yang terpasang itu, juga dicantumkan nomor-nomor telepon kepolisian yang bisa dihubungi. Dengan demikian, dapat memudahkan masyarakat untuk melapor jika ada orang yang mencurigakan.

“Di Kota Madiun juga ada terminal bis dan stasiun kereta api. Jadi, sangat mungkin teroris yang diburu itu datang atau transit disini. Karena, Kota Madiun juga merupaka jalur lintas. Intinya, kami selalu aktif melakukan operasi cipta kondisi,” tegasnya.

Foto-foto buronan gembong teroris paling dicari itu ditempel diantaranya di pasar, pusat perbelanjaan (mall), kantor pelayanan umum milik pemerintah atau swasta, hotel dan bank hingga tingkat pos ronda yang ada di setiap RT di Kota Madiun. Sedangkan, foto Noordin M Top yang dibagikan itu mulai berambut panjang, dengan topi kopiah hingga foto terbarunya.

Seperti diketahui, Noordin M Top dan antek-anteknya kembali menjadi pembicaraan dan terus diburu polisi setelah terjadinya bom bunuh diri di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (17/7) lalu. (Sunarsa Prakoso)

Eko Patrio Gandeng Ruben, Ifan dan Fita KDI

Saturday, March 28th, 2009

KoranRakyat.net | Madiun
Artis pelawak Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, Caleg DPR-RI nomor urut 1 dari Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Pemilihan (Dapil) VIII, menggandeng artis lain yakni Ruben, Ifan Gunawan dan Fita KDI.

Saat kampanye di Lapangan Gulun, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Eko Patrio yang didampingi istrinya Viona Rosalina, tiba dilokasi kampanye pukul 13.30 WIB.

Bersamaan itu, Eko, Ruben, Ifan Gunawan dan Fita, langsung dihadang simpatisan PAN kebanyakan kaum ibu-ibu dan anak-anak.

Spontan, rombongan Eko Patrio saat baru turun dari mobil pribadinya terkejut. Sehingga, langkahnya terhenti karena sulit menembus banyaknya simpatisan PAN menghadang dijalan masuk menuju panggung kampanye.

Beruntung aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Madiun yang mengamankan berhasil menembus kerumunan massa simpatisan PAN, yang sejak pukul 14.00 WIB memenuhi Lapangan Gulun itu.

Meski demikian langkah Eko, Ruben, Ifan Gunawan dan Fita sedikit tersendat, karena banyaknya kaum ibu, anak baru gede (ABG) maupun anak kecil yang memaksa ingin berjabat tangan serta foto bersama.

Akibat itu, aparat kepolisian mengalami kerepotan dan terpaksa membiarkan langkah rombongan artis itu terhenti sejenak. Usai foto bersama dengan para simpatisan, Eko, Viona Rosalina, Ruben, Ifan Gunawan dan Fita menaiki panggung kampanye.

Disela-sela kampanyenya itu, Eko Patrio langsung menegenalkan diri meski simpatisan PAN maupun masyarakat Madiun sudah banyak yang tahu. Begitu juga Ruben dan Ifan Gunawan, tidak kalahnya mengocak perut para simpatisan PAN yang hadir. (Ajun Ally)

Eko Patrio Kampanye, Sosialisasi Pemilu

Saturday, March 28th, 2009

KoranRakyat.net | Madiun
Sedikitnya 700 simpatisan Partai Amanat Nasional (PA) Kota Madiun, menyerbu panggung kampanye bersamaan Eko Patrio Caleg DPR-RI nomor urut 1 Dapil VIII Jatim, didampingi istri Viona Rosalina dan Ruben, Ifan Gunawan serta Fita KDI, menyapa Assalamulaekum Wbr ? 

Seketika itu disambut sipatisan PAN Kota Madiun, Walaekum salam? Ditengah-tengah kampanye politiknya, Eko Patrio menyampaikan pentingnya menghindari golongan putih (Golput) dalam Pemilu Legislatif (Pilleg) maupun Pilpres RI 2009 mendatang.

“Sebab, Warga Negera Indonesia (WNI) yang baik perlu berdemokrasi serta berkewajibab mencoblos dalam PIlleg 9 April 2009 nanti. Setuju ibu-ibu, bapak-bapak dan adik-adik?,” ujar Eko Patrio, seketika itu disambut serempak oleh ratusan simpatisan PAN, “setuju hindari Golput”.

Entah karena apa, mendadak pidato politik Eko Patrio langsung terhenti. Ternyata, seorang anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat didampingi anggota polisi mengingatkan waktu kampanye berakhir pukul 16.00 WIB.

Saat itu, juga Eko Patrio dan kader PAN menyanggupi ketentuan Panwaslu. Sejenak tehenti kampanye Eko Patrio, dan dilanjutkan Fita KDI menyanyikan lagu dengan judul “Alun-Alun Nganjuk” dalam irama dangdut.

Sejurus alunan musik dangdut usai, Eko Patrio menceritakan kalau dirinya putra asli Jawa Timur yakni Nganjuk. Karena, ayah Eko Patrio berasal dari Ngawi dan ibunya dari Nganjuk. Maka perlu, Eko Patrio membangun daerah khususnya Dapil VIII ini.

Disela-sela itu, Eko Patrio juga menyempatkan guyonan bersama Ruben dan Ifan Gunawan hingga mengundang gelak tawa ratusan simpatisan PAN yang hadir. Kata Eko Patrio, kedatangan Ruben dan Ifan Gunawan di Madiun, wajib menyapa dengan bahasa jawa.

Lalu, mendapat tawaran itu, Ruben dan Ifan Gunawan menyanggupi. Eko Patrio pun mengajarkan bahasa jawa dengan diikuti Ruben. “Kulo, mbok dan bapa kulo ketek (saya, ibu dan ayah saya monyet). Ketek (monyet) itu, artinya gandeng ya ibu-ibu, lalu disambut simpatisan ya?

Mendegar artian itu, spontan disambut ger-geran gelak tawa oleh ratusan simpatisan PAN. Namun sejurus itu, Ruben langsung mengembalikan artian itu “yang ngomong (bicara)–Eko Patrio” itu juga ketek (monyet).  

Sedangkan Ifan Gunawan hanya tertawa sebebas mungkin, bersama ratusan simpatisan PAN lainya.

“Sudah-sudah ?? Saya disini, juga mau ikut ngomong “masyarakat Madiun, jangan lupa’ nanti tangal 9 April 2009, contreng nomor 1 pada nama Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dan partainya (PAN) nomor 9,” katanya, sisambut simpatisan PAN “oke”?. (Ajun Ally)

Kampanye Eko Patrio Dibubarkan Paksa Panwaslu Kota Madiun

Saturday, March 28th, 2009

KoranRakyat.net | Madiun
Belum lama atau hangat menyampaikan pidato politiknya, Eko Patrio saat berkampanye di Lapangan Gulun, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun, dibubarkan paksa oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat.

Pasalnya, Eko Patrio dan kader PAN melebihi batas aturan berkampanye yakni berakahir pukul 16.00 WIB. Namun, hingga pukul 16.00 WIB, kampanye Eko Patrio didampingi artis lain Ruben, Ifan Gunawan dan Fita KDI tetap asik diatas panggung. 

Padahal, sebelumnya anggota Panwaslu Kota Madiun yakni Sugeng Hariyadi telah mengingatkan kalau waktu kampanye PAN menjelang selasai. Tapi, kader PAN dan Eko Patrio tetap memaksakan berkampanye.

“Baik pak, gimana kalau satu lagu lagi. Biar mbak Fita KDI menyayikan satu lagu lagi,” kata Eko Patrio saat meminta waktu tambahan kepada anggota Panwaslu Kota Madiun. Mendangapi itu, anggota Panwaslu Sugeng Hariyadi menyetujui.

Tapi, bukanya usai lagu dinyanyikan Fita berjudul “Luku-Liku” terakhir dan waktu kampanye juga berkahir. Caleg DPR-RI Eko Patrio dan kader PAN, tidak segara turun panggung atau meninggalkan aktivitas politiknya.

Jusetru seorang Eko Patrio, mengambil mikropon yang tersedia dan menyampaikan “jangan lupa nanti tanggal 9 April 2009, contreng nomor 1 dan partai nomor 9. Begitu juga, seorang kader PAN setempat masih sempat menyapaikan pandangan politiknya.

Melihat aksi dinilai memanfaatkan waktu melebihi batas waktu kampanye yakni pukul 16.00 WIB, anggota Panwaslu langsung naik pangggung lagi dan meminta agar rombongan Eko Patrio segera turun panggung dan meninggalkan aktivitas politik.

“Tolong berheti, sudah jangan lakukan lagi kegiatan politik disini. Karena, waktu sudah habis yaitu menunjukan pukul 16.10 WIB,” jelas Sugeng Hariyadi.

Mendapat pernyataan anggota Panwaslu itu, rombongan Eko Patrio segera turun panggung kampanye dan langsung memasuki mobil pribadinya. Meski didalam mobil, Eko Patrio masih sempat menyapa simpatisan PAN yang mengepung kendaraannya. (Ajun Ally)

Eko Patrio, Terget Bangun Desa Berkecukupan

Saturday, March 28th, 2009

KoranRakyat.net | Madiun
Meski menelan kekecewaan akibat kamanpeyenya diburkan paksa oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Madiun, Eko Patrio–caleg DPR-RI nomor urut 1 dari Partai Amanat Nasional (PAN) optimis akan meraih suara terbanyak khususnya di Dapil VIII.

“Tentu harapan saya, mendapat suara sebanyak-banyaknya. Karena, itu sesuai harapan partai,” ujar EKo Patrio, Kamis (26/3/2009), saat ditemui wartawan dikendaraan pribadinya.

Meski penyampaian politik, kata dia, tidak maksimal saat di Lapangan Gulun, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun, namun diyakini adalah langkah terbaik yang dilakukan oleh Panwaslu.

“Terima kasih untuk anggota Panwaslu, yang telah mengingatkan kegiatan politik kami di Dapil VIII khususnya Madiun. Sehingga, kami tidak dinilai partai yang tidak disiplin,” jelasnya.

Menyinggung target, nanti bila terpilih sebagai wakil rakyat di DPR-RI? Eko Patrio menegaskan di Dapil VIII, karena nantinya ia akan memilih dua komisi yakni komisi V atau X. Karena komisi V, menanganii perencanaan pembangunan desa dan perumahan rakyat.

“Sedangkan di komisi X, menangani masalah pendidikan dan seni budaya. Ini tentu, sesuai dengan besik saya yang ada. Sehingga, saya menjadi wakil rakyat sangat bermanfaat untuk kampung halaman,” tegas Eko Patrio.

Ia mengatakan sudah waktunya mengabdi untuk rakyat, kalau bicara soal untung tidaknya lebih baik melanjutkan kariernya bersama Raben dan Ivan Gunawan. “Tapi, semua itu, bagi kami sudah lebih cukup. Kini, sudah waktunya saya untuk membangun desa,” tandasnya, lagi.

Karena di Jatim khususnya di Dapil VIII, imbuh dia, masih banyak desa yang tertingal bahkan perlu pembangunan menuju kota. Sehingga, masyarakat yang ada dapat menikmati tempat yang layak serta berkecukupan segala kebutuhan hidup. (Ajun Ally)

Kampanye Caleg, Selalu Hadirkan Anak-Anak

Saturday, March 28th, 2009

KoranRakyat.net | Madiun
Pelanggaran kampanye terbuka melibatkan mereka belum memiliki hak pilih, masih mewarnai kampanye Partai Amanat Nasional (PAN) di Kota Madiun dan Partai Demokrat (PD) di Kabupaten Madiun, Kamis (26/3/2009).

Tidak hanya itu, pelanggaran lain berupa menggelar diatas jam 16.00 WIB. PAN menggelar kampanye terbuka di Lapangan Gulun, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman. Bahkan kampanye dihentikan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat, dinlai melebih waktu ditentukan.

Massa simpatisan PAN memadati Langan Gulun terlihat juga anak-anak atau mereka belum memiliki hak pilih. Tapi, atas kejadian itu, Panwaslu tidak memberikan peringatan apapun.

Begitu juga, saat kampanye terbuka digelar Partai Demokrat (PD) di Lapangan Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, terlihat anak-anak juga berada dilapangan tersebut.

Kampanye PD dihadiri Caleg DPR-RI yaitu Sutjipto, Guntur Sasono dan lainnya. Dalam kampanye tersebut, panitia menghadirkan penyanyi lokal seksi menggoyang ratusan massa memadati lapangan. Hal sama, juga dilakukan kampanye PAN menghadirkan penyanyi seksi.

Tapi, Ketua DPC PD setempat H Iswanto juga hadir, tidak bisa naik mimbar, sebab selaku Wakil Bupati Madiun tidak mengajukan ijin cuti.

“Wah, saya tidak berani atau bisa naik ke panggung. Jika saya berani naik, pasti saya disemprit atau dapat peringatan dari Panwaslu,” ujarnya.

Kampanyae PD diselesaikan sekitar pukul 15.50 WIB, untuk menghindari peringatan dari Panwaslu setempat. (Ajun Ally)

Caleg DPR-RI Eko Patrio, Kampanye di Madiun

Saturday, March 28th, 2009

KoranRakyat.net | Madiun
Memasuki dua sepekan terakhir ini, musim kampanye jelang Pemilu Legislatif (Pilleg) yang digelar 9 April 2009 mendatang terus berkibar dan mblusukan ke kampung-kampung.

Artis pelawak Eko Patrio, anggota calon legislatif (Caleg) DPR-RI nomor urut 1 dari Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil VIII Jatim, Kamis (26/3/2009) sore, rencananya akan berkampanye bersama caleg-caleg di daerah.

Kampanye Eko Patrio atau punya nama lengkap Eko Hendro Purnomo, kali ini digelar di Lapangan Gulun, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Sebab, wilayah Kabupaten/Kota Madiun bagian dari Dapil VIII Jatim yakni Nganjuk, Jombang dan Mojokerto.

Untuk pengamanan kampaye Eko Patrio, Kepolisian Wilayah Kota (Polresta) Madiun melibatkan sebanyak 600 personil yakni anggota Intelkam, Satreskrim, Samapta dan Satlantas.

“Sebelum kampanye dimulai, kami sudah mensiagakan anggota dilokasi,” ujar Kabag Ops Polresta Madiun, Kompol Muhamad Muhlas SH saat dihubungi via telepon. (Ajun Ally)