Posts Tagged ‘pilgub’

Ratusan PPK-PPS Luruk KPUD

Wednesday, November 19th, 2008

KoranRakyat.net | Jombang
Ratusan massa pengunjuk rasa yang terdiri dari unsur PPS (Petugas Pemungutan Suara) dan PPK (Petugas Pemungutan Kecamatan) Jombang mendatangi kantor KPUD (Komisi Pemilihan Umum Daerah) setempat. yang datang dengan membawa spanduk itu menuntut kepada KPUD setempat untuk transparasi tentang anggaran petugas pemungutan daftar pemilih (P2DP). Selasa (18/11/2208).

Hasil pantauan KoranRakyat.net, para pengunjuk rasa yang tiba di tempat KPUD yang ada di jalan Wakhid Hasyim itu diterima oleh empat anggota KPU Jombang. Sedangkan satu anggota KPU, Minan Rohman tidak ada ditempat karena ada urusan keluarga. Dalam tuntutannya, disamping mereka meminta segera dicairkan dana P2DP, juga mendesak KPUD segera menerbitkan SK (Surat Keputusan) PPK dan PPS. Sebab, SK tersebut merupakan salah satu syarat dalam pencairan P2DP.

Menurut penjelasan Koordinator Aksi, Rismaji, KPU selama ini dinilai lamban dalam melaksanakan tugasnya. SK yang seharusnya telah turun pada minggu yang lalu, namun sampai saat ini belum diterimanya. Akibatnya, PPS dan PPK dalam melakukan tugasnya tak mendapatkan perlindungan dari hukum.

“Kami ingin KPU menjawab permasalahan yang dialami PPK dan PPS. Sepertinya tidak ada transparasi dan Ada kesan anggaran tersebut seolah-olah di tutup-tutupi oleh sekretaris KPU dalam hal ini sebagai kuasa pengguna anggaran,” ujar Rismaji yang juga ketua PPK Wonosalam.

Sementara mengenai daftar pemilih, KPU Jombang tidak mempunyai juklak maupun juknis yang jelas untuk diterangkan kepada PPK dan PPS. Hal itu dan terjadi kerancuan dalam pelaksanaan pemungutan suara di masing-masing TPS. bila tidak ada kejelasan maka yang menjadi sengsara adalah petugas PPS.

“Setiap kali ada kompalin dari masyarakat tentunya PPS yang menjadi sasaran, sebab kami yang langsung berhadapan dengan masyarakat,” sambungnya

Apabila pihaknya tetap tidak mendapatkan kejelasan, ia mengancam para PPS dan PPK akan boikot dengan tidak menyerahkan daftar pemilih sementara (DCS) ke KPU pada Pemilihan legslatif (Pileg) 2009 mendatang.

“Kami sepakat mogok tidak menyerahkan daftar pemilih, jika aspirasi kami tidak ditanggapi oleh KPU Jombang,” ungkapnya dengan tegas.

Ketua KPUD Jombang, Erfan Effendi, mengakui telah terjadi dalam penerbitan SK bagi PPK dan PPS. Hal itu dikarenakan telah terjadi kesalahan teknis dan prosedural. Meski demikian pihak KPU berani memastikan dalam minggu ini SK yang diminta PPK dan PPS beres.

Selain itu, Erfan mengakui keterlambatan SK tersebut karena pihaknya sedang melakukan pengumpulan berkas yang di minta oleh KPU Propinsi pada Pilgub putaran II untuk menghadapi gugatan dari peserta Pilgub Jawa Timur. Namun ia berjanji, SK tersebut sudah bisa diterima masing-masing PPS dan PPK Rabu, besok pagi.

“Saya janji akan segera menyeleseikan SK itu pada besok pagi dan para
PPK sudah bisa mengambil di KPU Jombang,” terang Erfan dihadapan pendemo..

Terkait dengan kemoloran anggaran dana P2DP itu. Sekretaris KPU Jombang, M. Taufiq menjelaskan, anggaran tersebut belum bisa diturunkan jika para PPK dan PPS belum dilengkapai dengan SK.
“Sebab dalam setiap mengeluarkan anggaran harus disertai dengan surat pertanggung jawaban atau SPJ,” katanya. (Zainul Arifin)

Perempuan NU Kampanyekan Anti SBY 2009

Thursday, November 13th, 2008

Surabaya – Perempuan NU (Nahdlatul Ulama) berencana akan mengampanyekan anti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Pilpres 2009 mendatang. Pasalanya, dianggap Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dinilai tak netral pada proses Pilgub Jatim, baik pada putaran pertama maupun putaran kedua.

“Seluruh warga Nahdliyin dari kalangan perempuan tidak akan memilih SBY pada Pilpres 2009 mendatang. Kita akan kampanye anti SBY,” ujar Ketua Fatayat NU Jatim, Farida Hanum di Surabaya, kepada koranrakyat.net, kemarin, Rabu (12/11/2008).

Menurut Farida, para warga perempuan NU se Indonesia telah mendengar dan mengetahui SBY telah berpihak pada pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (karSa). Maka, sebagai bentuk dan pelampuasan kekecewaan tersebut mereka tidak akan mendukung Ketua Dewan Pembina Partai demokrat itu.

“Beberapa hari terakhir, banyak kader NU dari berbagai wilayah yang gelisah, karena SBY telah berpihak kepada salah satu calon. Tak hanya di Jatim, di seluruh Indonesia SBY akan ditolak,” tegasnya.

Menurut aktivis perempuan NU pendukung pasangan KaJi ini, dijelaskan bahwa figur Khofifah tak hanya ditokohkan di Jatim. Namun juga telah mempunyai akar yang sangat kuat di semua wilayah Indonesia.

“Bu Khofifah itu bukan hanya tokoh Jatim saja, tapi merupakan tokoh nasional. Nah, pada saat Bu Khofifah dikalahkan pada Pilgub Jatim, kekecewaan itu tak hanya di Jatim, tapi di seluruh Indonesia,” tandasnya.

lebih lanjut dikatakan Ida panggilan keseharianya, kekecewaan kader organisasi perempuan NU akan terobati, apabila SBY tidak intervensi pada gugatan pasangan Ka-Ji ke Mahkamah Konstitusi.

“Kondisinya akan lain, kalau SBY tak intervensi pada putusan gugatan Ka-Ji di MK,” pungkasnya. (ZEN/KRO)

KaJi Kuasai suara di Jember

Monday, November 10th, 2008

Jember – Perhitungan akhir Pilihan Gubernur Jatim putara kedua di KPUD Jombang, diumumkan pasangan Khofifah-Mudjiono (Ka-JI) menang secara mutlak di 28 kecamatan, sedangkan rivalnya Soekarwo-Saifullah (KarSa) hanya memenangkan di tiga kecamatan. Dari tiga Kecamatan yang dimenangkan KarSa meliputi Kecamatan Jelbuk, Sumberjambe, dan Jombang.

“KaJi mendapatkan 453.631 suara, sedangkan KarSa meraup 348.597 suara,” kata Ketty Tri Setyorini, anggota KPU Jember kepada koranrakyat.net, Sabtu. (08/11/2008)

Sementara mengenai angka Golput di Jember, Setyorini mengatakan angka Golput mengalami peningkatan yang cukup tajam dibandingkan Pilgub putaran pertama. Pada Pilgub putaran kedua ini jumlah Golput mencapai 53,31persen. Sedangkan kartu suara yang tidak sah sebanyak 17.069. Menurutnya, selama ini pihak KPUD setempat telah melakukan berbagai cara untuk mensosialisasikan kepada masyarakat.

“Kami sudah melaksanakan tugas dengan makasimal,” tambahnya.

Masih dalam keterangan Setyorini, Masyarakat Jember mengalami kelalahan dan kekecewaan pada pemimpin yang idak mampu membawa perubahan, sehingga mereka bersikap apatis dan menentukan pilihan untuk tidak memilih (Golput).
“Mungkin lelah, atau tak tertarik. Atau mereka menganggap pergantuan pemimpin sepuluh kali pun tidak membawa perubahan apa-apa,” terangya..

Maka dari itu, ia memberikan masukan kepada pemerintah perlunya format pemilu yang lebih baik agar para pemilih dapa menjadi tertarik dan bersedia datang ke tempat pemungutan suara. “Pemerintah harus mengganti format yang baru tentang pemilu.” tandasnya. (ZEN/KRO)

Dikandang Muslimat KarSa menang Tipis

Monday, November 10th, 2008

Jombang – Dalam Rapat Pleno perhitungan akhir Pilihan Gubernur Jatim putara kedua di KPUD Jombang, diumumkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KaJi) unggul tipis atas pasangan Khofifah-Mudjiono (KaJi). Dari Jumlah 21 Kecamatan yang ada, pasangan yang identik dengan brengos ini memimpin di 11 kecamatan sedangkan rivalnya, yakni KaJi hanya memenangi di 10 kecamatan. Sabtu (08/11/2008).

Kemenangan tipis dikandang Muslimat itu, dari 11 Kecamatan yang dimenangkan KarSa meliputi Jombang kota, Tembelang, Megaluh, Peterongan, Diwek, Wonosalam, Ploso, Plandaan, Kabuh, Kudu, Ngusikan. Sedangkan 10 Kecamatan yang tersisa dimenangkan oleh Ka-Ji. Yakni, Kecamatan Perak, Gudo, Bareng, Ngoro, Mojoagung, Mojowarno, Sumobito, Kesamben, Bandar Kedungmulyo, dan Jogoroto.

“KarSa memperoleh 268.202 suara atau setara 51,07 persen, sedangkan Ka-Ji mendapatkan 256.983 suara atau 48,93 persen, hanya beda tipis saja,” Machwal Huda, Ketua Pokja Sosialisasi KPUD Jombang.

Ketika disinggung tentang angka golput di Jombang, Machwal mengatakan angka Golput mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan Pilgub putaran pertama. Pada Pilgub putaran kedua ini jumlah Golput mencapai 43,60 persen atau sebanyak 423.089 suara. Sedangkan kartu suara yang tidak sah sebanyak 21.028.

“Padahal pada putaran pertama angka Golput hanya 20 persen,” pungkasnya.

Sementara dalam rapat Pleno KPUD setempat, diketahui sebelumnya diwarnai dengan perselisihan, pasalnya hasil akhir perolehan yang dianggap berbeda sesuai dengan versi tim Ka-Ji, seharusnya Versi Tim Kaji selisih sekitar 1000 suara. Namun ketegangan tidak berlangsung lama karena Tim KaJi tidak dapat membuktikan kebenarannya.

Kita sudah memberikan toleransi pada tim pasangan Ka-Ji untuk menunjukkan data yang valid. Tapi mereka tidak bisa. Dan mereka meminta maaf atas komplain tersebut. Akhirnya semua sepakat dengan perhitungan suara yang ada di KPU,” kata Medan Amrullah, Ketua Pokja Pemungutan dan Penghitungan Suara KPU Kabupaten Jombang seusai Rapat Pleno Terbuka kepada koranrakyat.net di gedung media center KPUD Jombang. (ZEN/KRO)

Pileg 2009, PK Patok Suara 2.5 persen

Tuesday, October 28th, 2008

Jombang – Ketua Dewan Syura Pimpinan Pusat Partai Kedaulatan, KH Syahid Al Fatah menyatakan bahwa PK akan menargetkan perolehan suara Pileg dan Pilpres 2009 mendatang sebanyak 2,5 persen. hal tersebut disampaikan secara terbuka kepada Jakpress setelah menghadiri pengajian akbar di Desa Keboan, Kecamatan Kudu, Jombang. kemarin, (25/08/2008) malam.

“secara nasional kita hanya menargetkan perolehan 2,5 persen suara, karena PK merupakan partai yang baru dan itu sudah maksimal menurut perhitungan kami,” ujarnya.

lebih lanjut politisi kelahiran Jombang itu menjelaskan, PK akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi targetan suara tersebut, dirinya akan mensosialisasikan program-program yang realistis dan bisa diterima oleh masyarakat.

“melalui caleg di Pusat dan Caleg Daerah, kami akan sosialisasikan program PK, diantaranya adalah menjadikan Indonesia sebagai pusat pangan Internasiona,” katanya dengan penuh optimis.

banyaknya pejabat yang melakukan korupsi, pentolan PK ini menyatakan secara tegas akan memberantas korupsi yang merugikan rakyat.

“kami telah membekali para Caleg dan kader partai Kedaulatan dengan pemantapan agama agar mereka tidak melakukan korupsi jika terlih nanti,” tegasnya.

Besaran targetan suara PK pada Pileg dan Pilpres 2009 mendatang, senada dengan yang dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang PK Kabupaten Jombang, Ahmad Hasan Afandi, PK di Jombang juga akan melakukan usaha semaksimal mungkin untuk memenuhi targetan tersebut.

“ini adalah keputusan nasional, maka dari itu harus kita usahakan semaksimal mungkin agar PK dapat menjadi partai yang besar,” pungkasnya. (Zen/KRO)