Posts Tagged ‘teror’

Guna mempersempit gerak teroris, Polresta Madiun Jawa Timur lakukan razia pada penumpang bus

Thursday, July 30th, 2009

KoranRakyat.net | Madiun
Hal itu dilakukan rabu siang (29/7) di terminal Purbaya Madiun. Nampak sejumlah personil dari jajaran Polresta Madiun, keluar – masuk di bus yang transit di terminal Purbaya Madiun.

Polresta Madiun juga melakukan pemeriksaan pada penumpang, yang meliputi kartu identitas penumpang, sampai dengan barang – barang yang dibawa oleh penumpang. Selain razia, polisi juga memasang gambar buronan pelaku teror bom yang belum terangkap yaitu Nurdin M Top.

AKBP Aldrin HutabaratKapolresta Madiun mengatakan, dengan penempelan gambar pelaku dan sekaligus gembong teroris Nurdin M Top, diharapkan jika masyarakat mengetahui orang dengan ciri – ciri seperti pada gambar tersebut, dapat memberikan informasi kepada aparat kepolisian.

“Diharapkan dengan penempelan gambar itu, masyarakat yang mengetahui orang dengan cicri-ciri dimaksud bisa berikan informasi pada kepolisian” katanya.

Lanjutnya, hal ini untuk mengungkap jaringan pelaku teror bom yang terjadi, dan pengejaran pelaku teror bom yang belum tertangkap.

Aldrin menambahkan, penempelan gambar dilakukan di sejumlah tempat – tempat umum, seperti terminal, stasiun, tempat perbelanjaan, perbankan, dan tempat – tempat lain di wilayah polresta Madiun. (Ito)

Antisipasi Aksi Teror, 16 ABK Diamankan

Wednesday, July 22nd, 2009

Denpasar | KoranRakyat.net
Kewaspadaan terhadap aksi teroris di Bali semakin ditingkatkan. Selasa malam kemarin, petugas gabungan melakukan razia diseluruh wilayah Pelabuhan Benoa Denpasar. Hasilnya 16 orang Anak Buah Kapal (ABK) ‘gelap’ diamankan oleh polisi untuk ditindaklanjuti.

Razia tersebut dilakukan oleh peugas gabungan dari kepolisian, Adpel Benoa, dan Pecalang. Sasaran dari operasi tersebut adalah sebagai antisipasi terhadap aksi terorisme yang bisa masuk ke Bali. “Razia ini kita gelar terkait intruksi pengaman terhadap aksi teroris, apalagi Benoa adalah salah satu pintu masuk ke Bali,” ujar Kepala Bidang Penjagaan dan Penyelamatan Adpel Benoa, Rachmadidjaja, pada Selasa malam kemarin, ditemui di Pelabuhan Benoa. Namun demikian kata dia, dalam sweping yang melibatkan puluhan personel gabungan ini sebelumnya sudah jauh hari dilakukan. Tapi, untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan, pihaknya kembali melakukan razia itu. 

“Ini merupakan razia yang ke empat kalinya,” imbuhnya.

Sementara ditempat yang sama, Kapolsek KP3 Benoa, AKP IGAP Suinaci, mengatakan, dalam razia tersebut, setidaknya ada 16 ABK yang diamankan. Para ABK tersebut diketahui tidak melengkapi dirinya dengan identitas yang lengkap. “Mereka kita bawa untuk kita lakukan pemeriksaan,” katanya. Ke 16 ABK itu akan didata terkait keberadaan mereka di pelabuhan tersebut. “Mereka punya buku pelaut, padahal untuk mendapatkan buku itu harus punya KTP,” urainya. “Untuk itu kita periksa mereka,” tambahnya. 

Selain itu, dalam razia tersebut, pihaknya juga menemukan adanya beberapa anak dibawah umur yang dipekerjakan. “Dalam aturannya, anak-anak yang usianya masih dibawah umur tidak seharusnya dipekerjakan,” jelasnya. Untuk itu, pihaknya akan memanggil para pengusaha yang mempekerjakan mereka. “Tentunya akan kita panggil penanggungjawab anak dibawah umur itu,” paparnya. Dari informasi terakhir, rupanya ada dua perusahaan yang merekrut ABK dibawah umur. Perusahaan itu adalah Naga Mas Perkasa dan Bahari Kencana.

Sementara itu, dalam sweping yang dimulai sekitar pukul 19.00 Wit itu hingga tengah malam, seluruh pelabuhan yang ada di kawasan Benoa seperti Pelabuhan penumpang, pelabuhan Barang, pelabuhan kapal Yout, dan pelabuhan kapal ikan, digeledah dan diperiksa isinya. Hasilnya tidak ditemukan bahan yang membahayakan seperti bahan peledak dan sebagainya.

Sementara ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Bali Kombes Gde Sugianyar mengatakan, untuk mengantisipasi masuknya teroris ke Bali, pihaknya kembali menekankan kepada seluruh desa pekraman untuk lebih antisipatif terhadap hal yang mencurigakan. “Seluruh Bali ini ada sekitar 724 desa pekraman, mereka kita mina untuk turut serta dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing,” jelasnya Rabu kemarin. Nah ditanya soal modus terbaru para teroris yang menyusupkan orangnya ke kos-kosan ataupun hotel. Pihaknya juga meminta kepada pemilik hotel agar lebih selektif dalam merekrut karyawan. Selain itu, kata dia sesungguhnya kekayaan adat istiadat Bali bisa meminimalisir penyusupan itu. “Sebetulnya kearifan lokal di Bali seperti adanya awik-awik desa, bisa digunakan untuk menangkal itu semua,” pungkasnya singkat. (Muhammad Husen Shandy)

Antisipasi Bom, Polisi Sisir Toko Penjual Bahan Kimia

Thursday, November 13th, 2008

Polda Terus Kejar Pelaku Penteror RS Puri Raharja

DENPASAR – Polisi sepertinya semakin terus meningkatkan kewaspadaan terhadap para penyusup yang hendak kacaukan pulau dewata, hal itu terbukti dengan sejumlah aktifitas yang dilakuakan oleh Polda Bali. diantaranya pengetatatan pelabuhan, sweping di Terminal Ubung, dan yang terbaru adalah adanya pendataan serta pemeriksaan terhadap sejumlah toko yang menjual bahan kimia atau bahan peledak. Bahkan untuk mengantisiapsi hal yang tidak diginkan, kini polisi meminta data sebulan terakhir para pembeli bahan kimia tersebut.

Hal itu seperti diungkapkan oleh Kapolsek Denpasar Timur AKP Gede Ariantha, menurutya untuk mengantisipasi disalah gunaknannya bahan-bahan kimia itu pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemilik toko tersebut. “Ini sebagai langkah antisipasi kita, dan sifatnya koordinasi atau melakukan pendataan saja,” ujarya Rabu (12/11).

Dalam pemeriksaan toko tersebut, di wilayah Denpasar Timur kata dia, ada satu toko yang menjual bahan-bahan kimia, yaitu toko Barata yang berada di Seputaran Jalan Kepundung Denpasar. “Dari pemeriksaan tadi, pemilik sudah mempunyai izin dari kepolisian, dan seagai langkah pecegahan, kita minta pemilik toko itu menyerahkan daftar para pembelinya,” imbuhnya.

Para pembeli itu bukan hanya pembeli nantinya, namun juga pembeli sebulan yang lalu agar nama-namanya diserahkan kepada pihak kepolisian. “Jadi kita biar bisa mendata para pembelinya,” katanya.

Ditempat terpisah setidaknya dua hari terakhir ini Polsek Denpasar Barat juga melakukan pemeriksaan barang-barang bawaan penumpang yang baru datang di Terminal Ubung Denpasar, namun pada Rabu kemarin polisi tidak menemukan barang yang mencurigakan demikian juga dengan penumpang, tidak ada yang diamankan.

Sementara itu Pjs Kabid Humas Polda Bali AKBP Sri Harmiti mengatakan pemeriksaan terhadap sejumlah obyek-obyek vital di Bali seperti terminal, polisi juga melakuakan pemeriksan di sejumlah toko penjual bahan kimia. “Ini sebagai langkah antisipasi saja. Dan sebetulnya pemeriksaan ini bukan hanya terkait Handak (bahan peledak, red) saja, namun juga sajam, narkoba dan lainnya,” kata dia di temui di Markas Polda Bali Jalan WR Supratman Denpasar.

Disingung soal hasil penelusuran terhadap pelaku atau penelpon yang melakuan terror di Rumah Sakit Puri Raharja beberapa hari kemarin, pihaknya mengtakan sampai saat ini kasusnya masih dalam penyidikan. “Kasusnya saat ini masih lidik, dan masih kita dalam lagi,” tutur perwira melati dua ini. (SAFCR / KRO)