Denpasar | KoranRakyat.net
Kewaspadaan terhadap aksi teroris di Bali semakin ditingkatkan. Selasa malam kemarin, petugas gabungan melakukan razia diseluruh wilayah Pelabuhan Benoa Denpasar. Hasilnya 16 orang Anak Buah Kapal (ABK) ‘gelap’ diamankan oleh polisi untuk ditindaklanjuti.
Razia tersebut dilakukan oleh peugas gabungan dari kepolisian, Adpel Benoa, dan Pecalang. Sasaran dari operasi tersebut adalah sebagai antisipasi terhadap aksi terorisme yang bisa masuk ke Bali. “Razia ini kita gelar terkait intruksi pengaman terhadap aksi teroris, apalagi Benoa adalah salah satu pintu masuk ke Bali,” ujar Kepala Bidang Penjagaan dan Penyelamatan Adpel Benoa, Rachmadidjaja, pada Selasa malam kemarin, ditemui di Pelabuhan Benoa. Namun demikian kata dia, dalam sweping yang melibatkan puluhan personel gabungan ini sebelumnya sudah jauh hari dilakukan. Tapi, untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan, pihaknya kembali melakukan razia itu.
“Ini merupakan razia yang ke empat kalinya,” imbuhnya.
Sementara ditempat yang sama, Kapolsek KP3 Benoa, AKP IGAP Suinaci, mengatakan, dalam razia tersebut, setidaknya ada 16 ABK yang diamankan. Para ABK tersebut diketahui tidak melengkapi dirinya dengan identitas yang lengkap. “Mereka kita bawa untuk kita lakukan pemeriksaan,” katanya. Ke 16 ABK itu akan didata terkait keberadaan mereka di pelabuhan tersebut. “Mereka punya buku pelaut, padahal untuk mendapatkan buku itu harus punya KTP,” urainya. “Untuk itu kita periksa mereka,” tambahnya.
Selain itu, dalam razia tersebut, pihaknya juga menemukan adanya beberapa anak dibawah umur yang dipekerjakan. “Dalam aturannya, anak-anak yang usianya masih dibawah umur tidak seharusnya dipekerjakan,” jelasnya. Untuk itu, pihaknya akan memanggil para pengusaha yang mempekerjakan mereka. “Tentunya akan kita panggil penanggungjawab anak dibawah umur itu,” paparnya. Dari informasi terakhir, rupanya ada dua perusahaan yang merekrut ABK dibawah umur. Perusahaan itu adalah Naga Mas Perkasa dan Bahari Kencana.
Sementara itu, dalam sweping yang dimulai sekitar pukul 19.00 Wit itu hingga tengah malam, seluruh pelabuhan yang ada di kawasan Benoa seperti Pelabuhan penumpang, pelabuhan Barang, pelabuhan kapal Yout, dan pelabuhan kapal ikan, digeledah dan diperiksa isinya. Hasilnya tidak ditemukan bahan yang membahayakan seperti bahan peledak dan sebagainya.
Sementara ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Bali Kombes Gde Sugianyar mengatakan, untuk mengantisipasi masuknya teroris ke Bali, pihaknya kembali menekankan kepada seluruh desa pekraman untuk lebih antisipatif terhadap hal yang mencurigakan. “Seluruh Bali ini ada sekitar 724 desa pekraman, mereka kita mina untuk turut serta dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing,” jelasnya Rabu kemarin. Nah ditanya soal modus terbaru para teroris yang menyusupkan orangnya ke kos-kosan ataupun hotel. Pihaknya juga meminta kepada pemilik hotel agar lebih selektif dalam merekrut karyawan. Selain itu, kata dia sesungguhnya kekayaan adat istiadat Bali bisa meminimalisir penyusupan itu. “Sebetulnya kearifan lokal di Bali seperti adanya awik-awik desa, bisa digunakan untuk menangkal itu semua,” pungkasnya singkat. (Muhammad Husen Shandy)